L’Oréal Bangun Fondasi Masa Depan Industri Kecantikan Indonesia Melalui Beauty Tech

GayaKeren.id – Pandemi telah mengubah banyak aspek kehidupan di Indonesia, termasuk di industri kecantikan. Meskipun diterpa pandemi, animo konsumen Indonesia terhadap dunia kecantikan tetap besar, hal ini dibuktikan dengan kembalinya pertumbuhan pasar kecantikan di tanah air sebesar 12% di tahun 2021 dengan total penjualan senilai Rp. 43 triliun, selain itu Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) juga mencatat kosmetika sebagai kategori produk yang mendapatkan ijin edar terbanyak di Indonesia dalam 5 tahun terakhir, yaitu sebanyak 411.410 produk baru.

Dalam acara diskusi media bertajuk ‘L’Oréal Beauty Tech: Inventing the Beauty of the Future’ di Hotel Tribrata Dharmawangsa, Junaid Murtaza, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia menyatakan, “Pasar kecantikan di Indonesia sangatlah dinamis dan akan semakin dinamis melalui peran Gen Z yang akan mendorong transformasi di masa mendatang. Konsumen baru di dunia kecantikan menuntut lebih banyak personalisasi, produk yang lebih sehat dan aman, lebih banyak transparansi, keberlanjutan dan juga sains di era yang semakin digital ini.”

Dalam diskusi tersebut, Aswaina Seroja, Chief Consumer Officer L’Oréal Indonesia mengungkapkan bahwa Gen Z akan menjadi populasi dominan yang akan membentuk masa depan industri kecantikan di Indonesia karena mereka adalah generasi digital-native dengan akses penuh ke media sosial untuk mengekspresikan diri. Mereka mencari segala informasi secara online, termasuk seputar topik kecantikan yang merupakan 5 topik pencarian teratas sebanyak 38%. 76% dari Gen Z berpendapat bahwa kecantikan berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri mereka, dan 53% percaya bahwa merawat diri adalah investasi masa depan.

Christy Raina, seorang penikmat beauty dan content creator Gen Z turut memberikan pandangan. “Aku perlu tahu persis mengenai kondisi dan kebutuhan kulitku supaya tahu perawatan kulit apa yang tepat bagiku. Buatku teknologi berperan penting dalam mendiagnosa kondisi kulitku sehingga dapat membantuku memilih jenis perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhanku,” ujar Christy.

Memahami kebutuhan dan keinginan para konsumennya, L’Oréal telah mendorong transformasi digital yang besar melalui penggabungan sains dan teknologi untuk memungkinkan lebih banyak personalisasi. “L’Oréal membayangkan masa depan dimana dunia kecantikan semakin inklusif terhadap kebutuhan dan keinginan masyarakat yang beragam; dunia kecantikan yang semakin bertanggung jawab dan transparan; dunia di mana tim kami semakin gesit dan kreatif. Itulah tiga pilar yang kami usung dalam L’Oréal Beauty Tech,” jelas Junaid.

Salah satu inovasi L’Oréal Beauty Tech yang ditelurkan adalah Kiehl’s Derma Reader Pro, sebuah perangkat yang memberikan secara langsung analisa mendalam terhadap 4 isu di permukaan kulit, yaitu: kerutan & garis halus, tekstur, noda dan pori-pori membesar; serta 4 isu di sub-permukaan kulit, yaitu: kemerahan, noda kecoklatan, kerusakan akibat sinar UV dan pori-pori tersumbat. Dipandu oleh para Skin Experts, konsumen akan menemukan kebutuhan kulitnya yang unik dan mengenali perawatan yang dibutuhkan untuk meraih tujuan kulit sehat yang mereka inginkan.

Pada kulit berjerawat, La Roche-Posay Spotscan membantu konsumen menganalisa tingkat keparahan jerawat melalui teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dibangun berdasarkan data ilmiah yang luas untuk mendapatkan personalisasi diagnosa pada jerawat. Untuk membangun algoritma yang paling akurat dan inovatif, keakuratan Spotscan telah divalidasi secara klinis oleh sekumpulan pakar kulit dari berbagai belahan dunia untuk menganalisa sebanyak lebih dari 6.000 foto individu yang mewakili berbagai etnis, jenis kulit dan tingkat keparahan jerawat.

Lancôme Shade Finder, perangkat yang juga menggunakan teknologi AI untuk merekomendasikan shade foundation yang paling cocok dengan kebutuhan dan warna kulit konsumen. Teknologi ini mendorong inklusivitas dengan kemampuannya untuk mengidentifikasi hingga 22.500 warna kulit melalui algoritma unik yang dibangun dengan menggunakan data & informasi yang dikumpulkan dari lebih dari 400 orang, mulai dari warna kulit yang sangat terang hingga sangat gelap, yang secara konstan terus dilengkapi dengan data terbaru sejak diluncurkan.

Masih dalam kategori make-up, L’Oréal meluncurkan Yves Saint Laurent Rouge Sur Mesure, perangkat portable peracik pewarna bibir pertama di dunia yang dapat menghasilkan sampai dengan 4000 warna lipstik kapan saja dan dimana saja. Perangkat ini menggabungkan inovasi fisik berupa perangkat pengkoneksi dan cartridge lipstik cair dengan inovasi digital berupa try-on virtual dan algoritma warna berbasis AI. Kombinasi tersebut memungkinkan konsumen melakukan try-on virtual secara real time; mendapatkan rekomendasi warna lipstik yang tepat untuk untuk jenis kulit atau warna rambutnya atau bahkan warna yang matching dengan objek apa pun (misalnya baju, cat kuku, tas); dan pada akhirnya meracik sendiri warna bibir yang paling diinginkan.

L’Oréal Water Saver yang didapuk sebagai salah satu dari 100 Best Inventions 2021 olehmajalah TIME, merupakan gagang pancuranair inovatif yang menggunakan teknologi mesin roket untuk menciptakan pengalaman mencuci rambut yang mewah dan efisien, sekaligus mengurangi konsumsi air hingga 61% dibandingkan dengan mencuci rambut dengan metode biasa. Dirancang untuk industri salon profesional, L’Oréal Water Saver dapat berpotensi terhadap penghematan air miliaran liter setiap tahunnya.

L’Oréal Groupe memiliki daftar panjang akan inovasi Beauty Tech yang telah diluncurkan di antara 35 merek globalnya, dan daftar tersebut akan terus bertambah. “Di Indonesia sendiri, kami mencermati konsumen yang sangat adaptif akan teknologi baru. Maybelline Virtual Try On merupakan Beauty Tech pertama yang kami luncurkan di Indonesia di tahun 2019, dan sejak saat itu sebanyak 17 Beauty Tech sudah kami luncurkan di Indonesia dalam berbagai teknologi dan kategori yang bervariasi, menjadikan L’Oréal Indonesia sebagai perusahaan Beauty Tech terdepan di tanah air. Sejak awal tahun ini kami pun telah mencatat hampir 1 juta try-on telah dilakukan oleh konsumen, yang menempatkan Indonesia sebagai pasar dengan adoption rate penggunaan Beauty Tech tertinggi di Grup L’Oréal,” ujar Junaid.

Selanjutnya, L’Oréal telah menyiapkan organisasinya untuk berekspansi dari digitalisasi ke virtualisasi. “Beberapa tahun lalu, pasar kecantikan masih sepenuhnya berjalan offline. Kemudian pandemi mendorong percepatan e-commerce dimana L’Oréal merupakan salah satu perusahaan kecantikan pertama yang memulai model offline + online (O+O). Kini, saat kami telah bertapak kuat pada akselerasi Web2, sebagai perusahaan kecantikan no.1 di dunia, L’Oréal menuntun industri kecantikan ke masa depan dengan model offline + online + on-chain (O+O+O), dengan membangun fondasi Web3 dan metaverse. L’Oréal dengan sejarah 113 tahun eksistensi di dunia kecantikan telah memulai perjalanannya ke dunia metaverse dengan membangun pengalaman baru yang imersif melalui ruang-ruang virtual, kostumisasi in-game, advertising di dunia virtual, aktivasi e-sampling, virtual ambassador/influencer, dan gerai virtual di dunia metaverse, dengan sebanyak 17 aplikasi trademark telah didaftarkan seputar NFT & metaverse.


Galaxy A04s Dibekali Memori Besar, Baterai Tahan Seharian, dan Kamera 50MP

GayaKeren.id – Riset menunjukkan, makin muda usia pengguna internet, makin sering ia pakai media sosial–di mana durasi terlama dipegang Gen Z[1]. Hal ini tidak terlepas dari bagaimana media sosial menjadi pusat aktivitas digital Gen Z, mulai dari mencari dan berbagi informasi, update berita, chatting, hingga bikin konten. Makin tinggi intensitas Gen Z socmed-an, makin besar kebutuhan akan smartphone yang punya layar responsif, hasil kamera jernih, dan performa keseluruhan yang anti lag. Dengan begitu, hal-hal yang mengganggu saat explore media sosial seperti layar yang nggak smooth, foto yang kurang detail, memori yang cepat penuh ataupun baterai yang cepat habis nggak lagi jadi soal. Satu hal lagi, harga smartphone-nya pun juga harus ramah buat anak muda. 

Untuk pengalaman socmed-an yang bebas gangguan dan nggak bikin mood berantakan, ini fitur-fitur Galaxy A04s yang harganya Rp2.099.000 yang selama ini kamu cari-cari: 

  1. Performa anti lag untuk bikin konten yang lebih lancar 

Kalau smartphone kamu sering lagging, pastinya mood jadi drop dan aktivitas sehari-hari jadi terganggu. Galaxy A04s hadir jadi mood booster untuk kamu menjalani rutinitas dengan performa optimal untuk kamu menjalani kegiatan sehari-hari yang lebih lancar, terutama saat akses media sosial. Pasalnya, Galaxy A04s sudah dibekali RAM 4GB yang didukung juga dengan RAM Plus hingga 4G untuk membuka tiap aplikasi dengan cepat dan efisien, termasuk saat multitasking seperti buka media sosial sambil edit foto. Didukung dengan fitur Game Booster, bikin main game tambah nyaman dan anti-lag. 

Ruang penyimpanannya pun lega berkat kapasitas 64GB yang bisa ditambah sampai 1TB. Jadi, kamu bisa menyimpan berbagai foto dan video tanpa khawatir kehabisan memori untuk di-edit dengan lancar supaya jadi konten yang viral di Instagram atau TikTok. Buka berbagai aplikasi media sosial secara simultan juga tetap smooth, hingga paka smartphone dalam waktu lama tanpa cepat lemot

  1. Baterai yang tahan lama bikin makin puas socmed-an seharian 

Samsung juga membekali Galaxy A04s dengan baterai besar 5.000mAh yang tahan lama berkat kehadiran fitur AI Power Management yang bikin konsumsi daya lebih hemat dan efisien. Bahkan, baterai Galaxy A04s bisa tahan hingga 2 hari hanya dalam 1 kali charge! Tak ketinggalan, ada fitur 15W Adaptive Fast Charging, jadi kamu bisa ngecas dengan cepat untuk langsung kembali meneruskan aktivitas media sosialmu . Hunting  ke spot-spot kekinian hingga edit foto dan video pun bisa dilakukan tanpa terputus. 

  1. Triple Camera 50MP jadi andalan untuk hunting spot foto kekinian 

Semakin hari, kualitas gambar dari konten di media sosial menjadi semakin penting dengan terus berkembangnya konten-konten seperti OOTD, beauty, hingga hidden gems yang akan semakin menarik jika ditampilkan dalam foto dan video yang resolusinya tinggi. TikTok pun menjadikan resolusi video sebagai pertimbangan dalam menentukan konten dapat masuk FYP atau tidak.

Mengingat jenis-jenis konten di atas sangat relate dengan Gen Z, maka smartphone berkamera mumpuni pun jadi barang wajib bagi Gen Z untuk mendapatkan konten dengan resolusi yang jernih. Memahami hal tersebut, Samsung telah meng-upgrade kamera Galaxy A04s secara signifikan dengan menghadirkan 50MP Triple Camera yang mampu memberikan hasil foto yang lebih jernih dibandingkan generasi sebelumnya. Lensa utama dengan resolusi tinggi itu pun didukung lensa depth dan macro, masing-masing 2MP, untuk mendapatkan foto bokeh dan close-up yang lebih jelas dan natural. Dilengkapi dengan mode foto makanan dan panorama, hasil gambar untuk konten di feed, stories saat nongkrong, hingga video untuk reels dan TikTok pun jadi lebih jernih dan menarik. 

  1. Layar 90Hz bikin nyaman scrolling media sosial terus-terusan 

Memahami pentingnya layar smartphone yang responsif dalam menjaga kenyamanan pengguna, Samsung membekali Galaxy A04s dengan refresh rate 90Hz, sekaligus membuatnya jadi Galaxy A Series entry-level pertama yang punya fitur tersebut. 

“Memahami semakin tingginya kecenderungan masyarakat, khususnya Gen-Z, untuk terus aktif di media sosial sebagai bagian dari digital lifestylemereka, Galaxy A04s dengan kualitas layar teratas dan kamera berkelas adalah pilihan paling jelas, apalagi harganya ramah di kantong. Dengan Rp2.099.000, Galaxy A04s sudah dibekali dengan layar 90Hz yang smooth dan nyaman di mata, dan Triple Camera 50MP yang bikin pengguna bisa bikin berbagai macam konten tanpa khawatir karena kualitasnya yang jernih. Semua itu dilengkapi dengan prosesor yang bikin nyaman buka berbagai aplikasi media sosial dengan lancar dan baterai 5.000mAh yang tahan seharian,” ujar Ricky Bunardi, MX Product Marketing Senior Manager,Samsung Electronics Indonesia. 

Menuju Netralitas Karbon pada 2060, Indonesia Pangkas Emisi dan Beban Pajak Karbon Lebih dari 20%

GayaKeren.id – Wärtsilä mengungkap bahwa sistem energi terbarukan, yang didukung oleh mesin penyeimbang jaringan listrik dan penyimpanan energi, dapat memungkinkan Indonesia mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Potensi ini akan memangkas biaya listrik rata-rata (LCOE) lebih dari 20% saat menghitung potensi pajak karbon di masa depan.

Dengan kebutuhan listrik Indonesia yang naik 4% per tahun, pemodelan sistem energi dari Wärtsilä menunjukkan bahwa sistem energi terbarukan (yang didukung kapasitas fleksibel) dapat menjawab tantangan tersebut tanpa menambah biaya produksi listrik. Secara khusus, ketika menghitung perkiraan nilai ekonomi karbon (carbon pricing) dari Badan Energi Internasional (IEA)[1], studi terkait menunjukkan biaya listrik rata-rata dalam skenario ‘Netralitas Karbon’ lebih rendah 23% dibanding skenario ‘Business As Usual’ dari pemodelan yang tidak membatasi emisi.

Secara keseluruhan, Wärtsilä menyusun empat skenario terhadap transisi energi di Indonesia pada tahun 2060. Pertama, skenario ‘Business As Usual’ yang tidak memiliki batasan emisi. Di sini, Pulau Sulawesi akan melepaskan 12,5 juta ton emisi CO2 pada tahun 2060 yang membuat target netralitas karbon semakin sulit dicapai. Selanjutnya, ada skenario ‘Pengurangan Emisi 50%’ dan ‘Pengurangan Emisi 80%’ yang mampu mencapai pengurangan emisi masing-masing sebesar 50% dan 80% pada tahun 2060 jika dibandingkan dengan skenario ‘Business As Usual’. Adapun yang terakhir adalah skenario ‘Netralitas Karbon’, yakni sistem energi yang diproyeksikan beroperasi dengan netralitas karbon pada tahun 2060.

Indonesia berencana memulai produksi hidrogen hijau pada tahun 2031, dengan target kapasitas electrolyzer (mesin elektrolisis) sebesar 52 GW pada tahun 2060. Dalam pemodelan sistem energi terbarukan tingkat tinggi, Pulau Sulawesi akan mendapati kondisi kelebihan daya yang sesuai untuk produksi bahan bakar berkelanjutan, seperti hidrogen hijau. Dalam skenario ‘Netralitas Karbon’, melalui pembangunan pembangkit tenaga surya sebesar 28,53 GW, Pulau Sulawesi dapat menghasilkan 2,7 GW hidrogen hijau pada tahun 2060. Hasil tersebut akan digunakan secara optimal sebagai bahan bakar mesin penyeimbang jaringan listrik mulai tahun 2045 dan seterusnya. Selain penggunaannya di sektor ketenagalistrikan, bahan bakar berbasis hidrogen juga dapat membantu dekarbonisasi pada sektor padat energi lainnya di Indonesia, salah satunya transportasi.

Febron Siregar, Direktur Sales, Indonesia, Wärtsilä Energy, mengatakan:

“Hasil studi terkait jelas menunjukkan bahwa peluang mengubah kehidupan sebuah generasi dapat diraih oleh para pemangku kepentingan di sektor energi. Di Indonesia, energi terbarukan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kapasitas fleksibel untuk mengatasi beban saat ini, sekaligus mudah memenuhi permintaan daya listrik yang meningkat, serta dekarbonisasi dengan biaya terendah.

Lebih lanjut Febro Siregar mengungkapkan, menciptakan sistem energi yang terbarukan dan terukur, Indonesia dapat menghadapi era kenormalan baru (new normal) terkait volatilitas bahan bakar fosil dan kendala emisi, sekaligus menciptakan pertumbuhan [ekonomi], lapangan kerja, dan kesejahteraan di masa depan.

“Dengan beralih ke sistem energi terbarukan yang fleksibel pada tahun 2060, Indonesia dapat melakukan lebih dari sekadar mengurangi emisi. Ini dapat mengubah sektor energi sehingga bisa melayani ribuan pulau dengan lebih baik sambil memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke listrik yang ramah lingkungan dan andal. Namun, para pemangku kepentingan perlu merencanakan perubahan transformatif dalam lima hingga delapan tahun ke depan atau peluang akan tertutup.”

Hasil studi yang diterbitkan dalam laporan bertajuk Meninjau Ulang Energi di Asia Tenggara, menyimulasikan langkah-langkah menuju netralitas karbon di tiga sistem energi utama Asia Tenggara, yakni Vietnam, Pulau Sulawesi di Indonesia, dan Pulau Luzon di Filipina.


[1]IEA: World Energy Outlook (2021). https://iea.blob.core.windows.net/assets/4ed140c1-c3f3-4fd9-acae-789a4e14a23c/WorldEnergyOutlook2021.pdf

TikTok dan Saykoji Angkat Kreator Pemenang Challenge #KOLABORABU, NINETEEN Lewat Lagu “KASIAPI”

GayaKeren.id – Platform hiburan terdepan, TikTok menggandeng musisi hip-hop dan rap ternama, Saykoji, untuk meluncurkan single bertajuk “KASIAPI”. Single perdana persembahan TikTok dan Saykoji ini juga menampilkan talenta baru, NINETEEN, musisi sekaligus kreator hip-hop dan rap pemenang challenge #KOLABORABU LIVE Rap Battle yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di TikTok. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya TikTok untuk terus mengembangkan kreativitas kreator musik lokal lintas genre dan generasi, guna mendukung terciptanya talenta musik baru di tanah air. 

“Selama empat tahun terakhir, para musisi dan kreator musik lokal dari berbagai genre dan generasi datang untuk menunjukkan karyanya secara kreatif dan autentik di TikTok. Semangat ini juga diusung oleh para kreator musik yang mengikuti program #KOLABURABU LIVE Rap Battle, hasil kolaborasi kami dengan musisi dan rapper senior Saykoji. Melalui program ini, TikTok menyediakan kesempatan nyata bagi kreator musik untuk terhubung dan berinteraksi secara kreatif bersama Saykoji melalui ragam fitur menarik yang tersedia dalam platform hingga pembuatan single seperti yang dialami langsung oleh NINETEEN. Kami sangat bangga dapat menemukan talenta musik generasi baru seperti NINETEEN dan terus bersemangat untuk mendukung pengembangan industri musik Indonesia,” ungkap Vanessa Intan, Growth Operations Manager, TikTok Indonesia.  

Program #KOLABORABU sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Igor, atau yang akrab dengan sapaan Saykoji, dengan harapan menjangkau talenta baru genre musik hip-hop dan rap di Indonesia. “Indonesia memiliki banyak talenta kreatif yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Namun, seringkali para talenta berbakat ini sulit untuk ditemukan karena berbagai faktor, salah satunya adalah jarak. Oleh karena itu, saya memilih TikTok sebagai wadah kolaborasi yang tepat untuk mengawali #KOLABURABU, karena saya melihat bagaimana platform ini membuka kesempatan kepada siapa pun untuk ditemukan dan saling terhubung dengan lebih luas,” ungkap Saykoji, Musisi Hip-Hop dan Rap. 

Melalui tantangan mingguan, pengikut dan komunitas TikTok ditantang untuk membuat baris rap kreatif, mengikuti alunan beat dan arahan dari sang rapper. Melihat potensi yang ada, TikTok pun menggandeng Saykoji untuk mengadakan hashtag challenge #KOLABORABU Live Rap Battle, sebuah pertandingan rap yang menantang komunitas TikTok untuk membuat baris rap mereka sendiri untuk memenangkan kesempatan untuk berkolaborasi langsung bersama Saykoji. Program yang diselenggarakan pada bulan lalu ini berhasil menelurkan talenta hip hop dan rap baru, yaitu kreator dan rapper pendatang baru, Cevin Rembard atau yang dikenal dengan nama panggung NINETEEN.  

Sebagai pemenang dari #KOLABORABU Live Rap Battle, kreator Cevin Rembard dengan nama panggung NINETEEN ini memenangkan kesempatan untuk berkolaborasi bersama Saykoji untuk meluncurkan sebuah single yang berjudul “KASIAPI”. “Kolaborasi ini merupakan pengalaman tidak terlupakan untuk saya, karena saya bisa menciptakan sebuah lagu bersama Saykoji, idola saya sejak sekolah dasar. Hal ini dapat terwujud dengan bantuan TikTok yang memungkinkan terjadinya kolaborasi kreatif antar kreator bahkan musisi papan atas seperti Saykoji,” ungkap Cevin, NINETEEN, Kreator dan Musisi Hip-Hop dan Rap yang baru meluncurkan single terbaru bertajuk “KASIAPI”, hasil kolaborasi bersama TikTok dan Saykoji. 

“KASIAPI” adalah single lagu hip-hop yang berbicara tentang semangat seseorang untuk memberikan 100% di segala hal yang kita lakukan, layaknya menyalakan api yang menjadi energi. Dengan melodi campuran riff country western dan elemen perkusi Indonesia, single “KASIAPI” ini memiliki daya tarik tersendiri. Lebih lanjut, trek ini juga dibangun dengan kombinasi upbeat trap dan hook melodi yang mewakili dua sudut pandang berbeda, yakni musisi pendatang baru, NINETEEN dan musisi berpengalaman, Saykoji. Single ini diproduseri oleh Saykoji dengan bantuan Alden Luhukay, kolaborator lama Saykoji, kemudian di-mixed dan mastered oleh Profound Music. 

Single lagu “KASIAPI” karya Saykoji dan NINETEEN sudah dapat dinikmati oleh penggemar musik tanah air melalui platform TikTok di sini, atau melalui Digital Streaming Platform (DSP). Music video dari “KASIAPI” akan secara resmi diluncurkan pada tanggal 30 September mendatang. 

Challenge #KOLABURABU saat ini telah mendapatkan 143,2 juta views di aplikasi TikTok. Untuk melihat video rap seru lainnya dari para kreator yang mengikuti challenge #KOLABURABU, dapat ditemukan lewat pencarian tagar #KOLABURABU atau melalui tautan berikut https://www.tiktok.com/tag/kolaburabu

Timo Tjahjanto Produseri Film Horor, Perempuan Bergaun Merah Yang Siap Tayang Di Bioskop 3 November

GayaKeren.id – Frontier Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures mempersembahkan film horor terbaru arahan William Chandra, “Perempuan Bergaun Merah”. Film yang diproduseri oleh Wicky V. Olindo dan Timo Tjahjanto ini dibintangi oleh Tatjana Saphira, Refal Hady, Stella Cornelia, Faradina Mufti, Ibrahim Risyad, dan banyak lagi lainnya. Film akan tayang di bioskop pada 3 November.

Sejak sahabatnya menghilang, hidup Dinda (Tatjana Saphira) berubah jadi mimpi buruk saat sosok roh jahat berwujud perempuan bergaun merah menghantuinya. Nyawa Dinda terancam, tak hanya dari sosok jahat itu tapi juga dari orang-orang yang berusaha merahasiakan kejadian di malam sahabatnya menghilang.

Timo Tjahjanto yang dikenal sebagai sutradara horor dan action berkaliber internasional yang menyutradarai Sebelum Iblis Menjemput dan Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2, The Night Comes For Us, Headshot, dan Rumah Dara di film ini bertindak sebagai produser. Timo yang juga merupakan pendiri dari Frontier Pictures mempunyai visi untuk membuat perusahaan film khusus genre horor dan action. Bukan hanya film-film yang ia sutradarai tapi juga memproduseri talenta muda seperti William Chandra. Ia mengatakan alasan kenapa “Perempuan Bergaun Merah” menarik baginya, “Will menyajikan sesosok hantu supranatural yang belum pernah kita saksikan sebelumnya dan juga ada beberapa twist yang belum pernah ada di film Indonesia terdahulu. Ini bukan hanya sebuah film horor tapi ada angle misteri, ada
karakter Tatjana (Dinda) menyelidiki ke mana temannya berada. Jadi ini perpaduan yang efektif di sebuah film seperti ini, kita mengikuti misterinya bersama protagonis perempuan.”

William Chandra sebelumnya memproduseri film pendek termasuk salah satu segmen di omnibus film internasional “V/H/S/94” berjudul “The Subject”. Film “Perempuan Bergaun Merah” merupakan sebuah proyek yang telah lama ia nantikan untuk buat. Ia menyampaikan antusiasmenya, “Sudah tidak sabar untuk menayangkan film ‘Perempuan Bergaun Merah’ ke penonton Indonesia. Sebuah film yang dibuat dengan kematangan teknis dan usaha untuk
menghibur penonton dengan mendorong batas-batas yang ada.”

Berangkat dari sebuah mitos lama yaitu mitos tentang perempuan yang jadi hantu jika meninggal memakai berbaju merah, William mengeksplorasi horor yang berbeda dalam film “Perempuan Bergaun Merah”. “Saya menyiapkan film ini dengan harapan penontonIndonesia mendapatkan sesuatu yang segar di horor Indonesia. Dengan bantuan dari Timo, saya mewujudkan sebuah kisah horor dengan protagonis perempuan yang bukan hanya akan seru, tapi juga bermakna mendalam.”

Film ini juga akan menjadi debut bagi Refal Hady bermain horor. Aktor yang sebelumnya dikenal di film-film drama ini akan memberikan performa terbaiknya di genre yang baru baginya. Begitu pun Tatjana Saphira yang tampil maksimal untuk film horor yang berbeda dari peran-peran sebelumnya yang telah ia mainkan.

Selain nama-nama yang sudah disebut sebelumnya, film “Perempuan Bergaun Merah” juga dibintangi oleh Aufa Assegaf, Bento Julian, Dayu Wijanto, Dewi Pakis, dan Jordy Rizkyanda.