One Night Stand Membuat Putri Marino Mengubah Hidup Jourdy Pranata

GayaKeren.idKonten original terbaru Bioskop Online, One Night Stand, arahan sutradara Adriyanto Dewo akan tayang mulai 26 November 2021 mendatang. Jelang penayangannya, para pemain, sutradara dan produser berbincang tentang film yang mengangkat genre roman tersebut.

Dalam acara yang dilakukan daring itu dihadiri oleh Jourdy Pranata sebagai pemeran utama pria dan pemain lain seperti Agnes Naomi dan Eduwart Manalu. Hadir juga Perlita Desiani selaku produser dan Adriyanto Dewo selaku sutradara. Tak ketinggalan juga, Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group.

Para pemain dan sineas yang terlibat dalam pembuatan One Night Stand ini bercerita tentang bagaimana One Night Stand menggambarkan sebuah pertemuan singkat, namun memberikan makna yang mendalam. Meski begitu, kisah tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Realisme inilah yang membuat Adriyanto Dewo, selaku sutradara sekaligus penulis naskah, menciptakan One Night Stand.

“Saya selalu menyukai cerita film dengan timeline satu hari, dan saya juga selalu menyukai cerita yang jujur, dari kegelisahan karakternya dengan pendekatan realisme yang mengambil masalah nyata serta kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, muncul ide untuk film One Night Stand. Sebagai penulis dan sutradara, saya selalu ingin mengeksplorasi genre yang berbeda di setiap cerita yang saya tulis, dan One Night Stand ini adalah pertama kalinya saya menulis genre roman,” ungkap Adriyanto Dewo sang sutradara, Rabu 24 November 2021.

Cerita yang dikemas dengan manis ini pun didukung dengan akting para pemain, yang membuat One Night Stand semakin terasa lengkap. Jourdy Pranata berperan sebagai Baskara atau Ara beradu akting dengan Putri Marino yang berperan sebagai Lea. Pertemuan keduanya, membawa masing-masing tokoh merasa saling melengkapi, walaupun mereka sama-sama sadar, bahwa pertemuan tersebut hanya sementara dan tak tahu seperti apa akhirnya.

Lea, gadis pemberani yang menyebarkan energi positif bertemu dengan Ara yang cenderung penurut dan sulit berkata tidak. Namun pertemuan singkat Ara dengan Lea mengubah bagaimana cara Ara memandang hidup. “Cerita ini menjadi refleksi, ternyata untuk merasa klik dengan seseorang itu bisa dengan cara tak terduga dan bisa dalam waktu singkat. Masalahnya, bagaimana itu semua bisa terjadi? Nah itu yang akan kita saksikan di One Night Stand ini,” ungkap Putri Marino, sebagai salah satupemain di film ini.

Kisah yang dekat dengan realitas ini lah yang juga menjadi salah satu alasan mengapa akhirnya Bioskop Online memutuskan untuk menayangkan One Night Stand. “Cerita yang dekat dengan keseharian yang biasanya memiliki daya tarik tersendiri untuk penonton. Bioskop Online mencoba untuk menyajikan One Night Stand, yang memang terasa dekat dengan keseharian kita,” ungkap Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group.

Bagi yang penasaran dengan kisah Ara dan Lea, jangan lewatkan kisah keduanya lewat film One Night Stand yang akan tayang di Bioskop Online 26 November 2021. Tiket pre-order film One Night Stand sudah bisa dibeli mulai 12 November 2021. Penonton juga bisa mendapatkan harga promo sebesar Rp20.000, selama periode 12 hingga 25 November 2021.

Kadet 1947 Siap Tayang Di Bioskop Mulai 25 November 2021, “Hari Ini Atau Tidak Sama Sekali”

GayaKeren.id – Film Kadet 1947 siap dirilis di bioskop-bioskop mulai 25 November 2021, setelah sebelumnya menyelenggarakan pres screening dan gala premiere pada Senin (22/11). Di produksi oleh Temata Studio dan Celerina Judisari Production, didukung Legacy Picture, seluruh pemain, produser dan sutradara hadir di Bioksop XXI Plaza Senayang, Jakarta Selatan.

“Dari awal kami berkomitmen mempersembahkan film bertema Indonesia buat generasi muda, makanya banyak effort yang kami lakukan agar film ini tidak berjarak dengan mereka dan membawa velue yang berbeda. Untuk itu, film ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian BUMN dan berbagai instansi BUMN lainnya karena sejalan dengan visi misi bersama untuk terus membangun rasa cinta tanaha air bagi generasi muda lewat karya multi-plaform,” jelas Celerina, Produser Kadet 1947.

Film dengan durasi 110 menit ini tidak sekedar film sejarah perjuangan diawal-awal kemerdekaan, tapi di film ini menggambarkan persahabatan, percintaan, proses pendewasaan karakter yang tergambar dengan cita-cita para tokoh untuk jadi penerbang. Konflik yang dibangun pun khas anak muda berusia 20-an, cinta, ego yang menjadi sumber masalah, yang kemudian dibumbui unsur humor sangat rapih dan kecintaan yang besar terhadap negara.

Untuk soundtract film Kadet 1947 di percayakan kepada Melly Goeslaw untuk menciptakan danAnneth Dellicia Nasution untuk menyanyikan single yang diberi judul”Bakti”. Untuk Melly yang biasa membuat soundtract film, tapi baru kali ini membuat soundtract dengan tema patriotik. Sementara, buat Anneth ini kali pertama membawakan soundtract film.

Film ini di bintangi Bisma Karisma, Kevin Julio, Marthino Lio, Omara Esteghlal, Wafda Saifan, Chicco Kurniawan, dan Fajar Nugraha. Serta beberapa nama aktor senior yang memerankan tokoh yang tercatat dalam sejarah perjuagan kemerdekaan Indonesia.

Mendapatkan klasifikasi semua umur dari Lembaga Sensor Film (LSF), membuat film ini dapat ditonton semua kalangan. Dan khusus pelajar dan mahasiswa film Kadet 1947 menggelar nonton bareng gratis di 11 kota, antara laindi Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya dan Makassar, pada tanggal 25-28 November 2021.

“Lewat aksi para kadet, film ini ingin menampilkan keresahan anak muda mengenai pembuktian diri sendiri mau pun sekitarnya. Jika dulu kadet punya mimpi jadi penerbang, sekarang anak muda bisa memilih perjuangannya sendiri lewat bidangnya masing-masing. Kami tidak mematok target spesifik, yang penting pesan film ini bisa diterima seluruh masyarakat luas,” jelas Produser Kadet 1947, Tesadesrada Ryza.

Whether the Weather Is Fine Menutup Jakarta Film Week 2021

GayaKeren.idDinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta sukses menyelenggarakan festival film bertaraf internasional, Jakarta Film Week 2021. Festival film ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada Kamis, 18 November 2021, dan ditutup pada Minggu 21 November 2021 oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama dengan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata.

Wagub Ahmad Riza Patria mengatakan, festival film salah satu bagian dari ekosistem yang perlu dibangun. Untuk itu, pemerintah ikut mendukung berlangsungnya Jakarta Film Week 2021. “Film festival dapat menjadi pelengkap ekosistem, serta bentuk apresiasi dan edukasi yang memiliki kontribusi besar dalam perkembangan industri film dan menjadi komitmen nyata DKI Jakarta dalam membangun ekosistem perfilman untuk bangkit pada era tatanan baru pascapandemi Covid-19,” ungkap Wagub Ahmad Riza Patria, di malam penutupan Jakarta Film Week 2021.

Dalam acara ini, sutradara asal Filipina Carlo Francisco Manatad juga ikut memberikan sambutannya. Carlo merupakan sutradara dari film Whether the Weather Is Fine, yang merupakan film penutup di Jakarta Film Week. Sebelumnya, film ini sudah ditayangkan pertama kalinya di Festival Film Locarno ke-74. Meski begitu, Carlo mengungkapkan bahwa setiap penayangan di tiap festival pastinya akan memberikan pengalaman menonton yang berbeda.

“Saya tidak akan membicarakan apapun tentang film ini, yang saya harapkan semua bisa enjoy menonton film ini, dan terima kasih,” ujar Carlo sebelum pemutaran film Whether the Weather Is Fine. Acara dilanjutkan dengan penyerahan piala untuk para pemenang kompetisi Jakarta Film Week. Di tahun pertama penyelenggaraanya, Jakarta Film Week memberikan Piala Cakra Wahana (CSW) untuk para pemenang. Di mana piala CSW ini memiliki makna tersendiri yang lekat dengan imej Kota Jakarta.

“Piala ini terinspirasi dari ikon baru Kota Jakarta yaitu Jembatan CSW, Cakra memiliki makna senjata dan lingkaran, sekaligus mengambil dari elemen CSW yang memiliki nama Indonesia Cakra Selaras Wahana. Sedangkan Kencana memiliki arti emas, yang menandakan penghargaan ini adalah sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan dalam Penyelenggaraan Jakarta Film Week,” ungkap Andhika Permata, selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta.

Berikut daftar para pemenang film kompetisi di Jakarta Film Week 2021. Untuk kategori Global Feature Award (penghargaan film panjang internasional terbaik) dimenangkan oleh Petite Maman karya. Céline Sciamma. Dengan special mention untuk film Money Has Four Legs karyan Maung Sun. Untuk kategori Direction Award atau (penghargaan film panjang Indonesia terbaik) dimenangkan oleh Dari Hal Waktu karya Agni Tirta. Dengan Special mention Death Knot karya Cornelio Sunny. Untuk Global Short Award (penghargaan film pendek internasional terbaik) dimenangkan oleh The Girls Are Alright karya Gwai Lou. Dengan special mention, Diary Of Cattle karya Lidia Afrilita dan David Darmadi. Satu penghargaan lagi, yaitu Jakarta Film Fund Award dimenangkan oleh Ringroad karya Andrew Kose. Dengan special mention One Night In Chinatown karya William Adiguna. Selamat untuk para pemenang. Semoga menjadi pemicu lahirnya karya-karya berikutnya.

Program
Program film yang hadir yaitu Global Feature yang berisi pemutaran film panjang, Global Short yang berisi pemutaran film pendek, dari Indonesia dan internasional. Film panjang dan pendek terpilih akan berkompetisi untuk memenangkan Global Feature Award dan Global Short Award. Hadir pula Direction Award, kompetisi untuk film-film Indonesia yang diputar selama festival. Program lain yang fokus pada pendanaan yaitu Jakarta Film Fund. Tim program Jakarta Film Week memilih lima ide cerita film pendek yang kemudian melewati proses mentoring, movielab penyutradaraan, penulisan naskah dan penyuntingan gambar. Semua film ikut ditayangkan pada saat festival berlangsung, di CGV Grand Indonesia.

Program lain yang diselenggarakan selama Jakarta Film Week antara lain Masterclass untuk pekerja film profesional. Diadakan secara daring pada 20 November 2021, dengan narasumber Mmabatho Kau dan Sahana Kamath. Hadir juga program Talks dan Community, masing-masing akan diadakan dua sesi.

Talks sesi pertama diadakan pada Sabtu, 20 November 2021, pukul 15.00 WIB, secara offline di Ashley Hotel, Jakarta dan online, dengan tema Tren Investasi dan Antusiasme Audiens Pasca Pandemi. Sesi kedua diadakan pada Minggu 21 November, pukul 16.00 WIB, secara offline di Hotel Ashley dan online, dengan tema Strategi Kreatif Pasca Pandemi di Industri Film.

Untuk Community sesi pertama, diadakan secara online di Ashley Hotel, Jakarta pada Jumat, 19 November 2021, pukul 15.30 WIB dengan tema Mempertemukan Festival Film Berbasis Komunitas. Sesi kedua, mengangkat tema Film Critics vs Film Reviews, diadakan pada Minggu 21 November 2021. Kegiatan akan diselenggarakan secara offline di Ashley Hotel, Jakarta dan secara online.

DANAMON NEW LIVE EXPERIENCE VOL.2, Sukses Digelar 3 hari konser Safety & Spectacular Show di tengah masa pandemi di Indonesia

GayaKeren.id – Pertunjukan musik hybrid show selama 3 hari berturut-turut Danamon New Live! Experience Vol.2 yang dipromotori oleh Berlian Entertainment bersama Mahaka Radio Integra dan Mata Elang Productions serta JIEXPO akhirnya selesai juga terlaksana, setalah di buka dengan BCL (Bunga Citra Lestari) yang memberikan kejutan di atas panggung di hari pertama mengundang Ariel NOAH ke atas panggung, dan diikuti dengan penampilan dari NOAH di hari kedua dengan kejutan dan atraksi rollerblade inline skates yang digunakan sang vokalis Ariel pada saat mengentak panggung dan meluncur ke area penonton menyambut penonton setianya, hingga penampilan di hari terakhir oleh TULUS sukses membuat para penonton yang hadir malam itu terhibur dengan lagu-lagu yang telah membius penonton #SafetyAndSpectacular show di Parkir Barat JIEXPO begitu berkesan. Senyum manis dan bahagia dari seluruh penonton yang hadir yang terhubung lewat aplikasi zoom terlihat jelas di layar samping panggung kiri dan kanan silih berganti menampilkan kegembiraan penonton dari dalam mobil diiringi dengan riuh klakson mobil sebagai respon tepuk tangan atas setiap performa yang ditampilkan para musisi.

Panggung Danamon New Live! Experience Vol. 2 telah memberikan suguhan hiburan musik yang istimewa dengan pertunjukan pesta kembang api yang memukau di setiap akhir penampilan acara sehingga setiap penonton yang yang menyaksikan secara hybrid (offline & online) Danamon New Live! Experience Vol.2 dari dalam mobil secara langsung di venue acara dan nonton secara online di rumah dapat merasakan kemeriahan yang tak terlupakan.

Dino Hamid selaku project & creative director New Live! Experience mengungkapkan “terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah turut menyukseskan project acara the safety and spectacular show during the pandemic, we did it so great, Danamon New Live Experience Vol. 2 telah selesai diselenggarakan dengan baik selama tiga hari berturut-turut, mewakili  segenap team yang bertugas dari penyelenggara mengucapkan terima kasih kepada seluruh penonton dan semua pihak yang sudah ikut ambil bagian dalam acara ini, kita sudah berhasil menyelenggarakan acara 9 show di tengah masa pandemi di Indonesia, meskipun di masa pandemi yang masih berlangsung, kita masih punya cara untuk terus menyelenggarakan dan menikmati hiburan sambil menghidupkan kembali indsutri musik tanah air dengan cara yang lebih aman yaitu dengan tetap terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari persiapan, selama acara berlangsung hingga acara ini selesai. Semoga dengan suksesnya acara Danamon New Live! Experince Vol.2 ini, kita bisa kembali lagi membuat ide-ide dan konser-konser baru di waktu yang akan datang dan menggerakan roda perekonomian khususnya di industri hiburan Indonesia dapat bangkit dan hidup kembali”.

P-Pop Idol BINI dan BGYO Menyapa Publik Indonesia Melalui “Global Virtual Party Asia Tour”

GayaKeren.idBINI & BGYO, sibling groups asal Filipina, mengadakan pertemuan virtual bertajuk “Global Virtual Party Asia Tour” untuk memperkenalkan grupnya secara resmi ke pasar Indonesia. Melalui program tersebut, grup besutan perusahaan ABS-CBN ini menyapa para penggemarnya di Indonesia sekaligus menampilkan single debut mereka “Born to Win” dari BINI dan “The Baddest” dari BGYO.

Tren grup vokal mulai masuk ke Filipina dengan pengaruh terbesar dari Korea. Star Hunt Academy pun dibentuk oleh ABS-CBN untuk mencari bakat baru di industri P-pop dan melakukan pelatihan atau training kepada peserta yang lolos audisi. Program ini akhirnya menelurkan girlband BINI dan boyband BGYO yang digadang untuk menembus pasar musik internasional. 

BINI, yang diambil dari kata binibini di bahasa Tagalog yang bermakna “perempuan muda”, mengumpulkan 8 orang perempuan berusia 17-20 tahun dengan bakat dan ciri khas masing-masing, mulai dari dance, visual, rap, dan vocal. Keberagaman bakat ini disatukan dan menghasilkan harmonisasi penampilan serta musikalitas yang kaya. BINI mulai dikenal masyarakat dunia melalui pre-debut single “Da Coconut Nut” pada bulan November 2020 yang menjadi viral di media sosial. Single debut mereka “Born to Win” yang diluncurkan pada Juni 2021 memberikan sentuhan elektronik, dan berhasil menjadi trending di YouTube Philippines dalam 24 jam pertama.

Sementara itu, BGYO, yang merupakan akronim dari “Becoming the change, Going further, You and I, Originally Filipino”, beranggotakan 5 personel laki-laki dengan rentang usia 18-20 tahun dengan performa vokal, dance, dan rap yang luar biasa. Single debut “The Light” yang dirilis pada Januari 2021 membawa mereka ke posisi kedua di Next Big Sound chart dari Billboard. Kepopuleran BGYO semakin meningkat dengan single kedua mereka “The Badass” yang dirilis bulan Agustus ini.

Kedua grup ini siap masuk ke pasar Indonesia dan tampil di depan BLOOM, sebutan untuk fandom BINI, dan ACE, sebutan untuk fandom BGYO. “Kami menyadari pentingnya mewakili Filipina modern serta membuka jalan untuk industri musik internasional, termasuk Indonesia, sebagai girlband P-pop. Ini merupakan mimpi yang kami yakini akan terwujud di masa depan. Kapanpun kesempatan itu datang, kami akan selalu siap,” ujar Jhoanna, Leader BINI dalam acara “Global Virtual Party Tour Asia”. “Kami pun sudah mempersiapkan single “Born to Win” dalam versi Bahasa Indonesia dan kami sangat senang bisa menyanyikannya untuk kalian semua,” tambah Jhoanna.

Hal serupa juga disampaikan oleh BGYO melalui sang Leader, Gelo, “Kami sangat bersemangat untuk menyebarkan P-pop ke seluruh dunia. Kami bisa sampai di titik ini semuanya berkat dukungan penggemar kami, ACEs. Kami sangat tidak sabar untuk membagikan karya kami ke pasar Indonesia dan memberikan nuansa baru di industri musik.”

Rencana ke depannya, BINI dan BGYO akan mengadakan pertunjukan live internasional pertama di “1MX Dubai 2021,” yang juga dapat dinikmati oleh penggemar di Indonesia melalui siaran langsung di KTX.ph pada 3 Desember 2021. Untuk mengenal lebih dekat dengan BINI dan BGYO, silakan mengunjungi akun media sosial BINI_ph dan Bgyo_ph di Facebook, @BINI_ph dan @bgyo_ph di Twitter, @BINI_ph and @bgyo_ph di Instagram, serta Youtube Channel BINI official dan BGYO official.

Death Knot dan Kompilasi Jakarta Film Fund Meramaikan Hari Kedua Jakarta Film Week

GayaKeren.idDipersembahkan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Film Week 2021 resmi diselenggarakan pada 18 21 November 2021. Di hari kedua, Jumat 19 November 2021, festival film bertaraf internasional ini menghadirkan pemutaran film nasional dan sinema dunia.

Untuk pemutaran film diadakan di dua tempat, CGV Grand Indonesia dan Metropole XXI, Jakarta. Film-film yang diputar di CGV Grand Indonesia, di antaranya; Yowisben 3, You & I, Me and the Cult Leader, Money Has Four Legs, Cinta Bete, Death Knot, dan kompilasi film Jakarta Film Fund. Ada juga sesi pemutaran film pendek, seperti The Girls are Alright, Diary of Cattle, Elephant Bird, Glass Shards, dan Golden Frames in the Closet.

Tak cuma pemutaran, namun diadakan juga sesi tanya jawab setelah pemutaran film. Salah satunya setelah pemutaran Film Death Knot. Cornelio Sunny, selaku sutradara mengungkapkan film ini dibuat berdasarkan sebuah mitos di Gunung Kidul. “Fenomenanya ada, yang dikenal dengan istilah Pulung Gantung, di mana orang-orang percaya adanya pengaruh mistis yang membuat orang-orang di desa gantung diri di waktu-waktu tertentu,” ungkapnya.

Sementara di lokasi lain, di Metropole XXI, memutarkan film-film di antaranya; 12×12 Untitled, Aline, the Voice of Love dan Recalled. Semua tiket telah habis diminati penonton, yang sebelumnya dapat dipesan melalui LOKET. Program lainnya yang juga hadir di hari kedua, yaitu Community sesi pertama. Acara ini diadakan secara online, mulai pukul 15.30 17.30, dengan tema Audience-Based Film Festivals.

Beberapa pembicara yang mengisi acara ini antara lain Jamalludin Phonna dari Aceh Film Festival, Sukhadharmi dari UCIFEST, Nauval Yazid dari Europe on Screen dengan moderator Nada Bonang dari Komunitas Film. Pembicaraan bersama ketiga narasumber ini, membahas tentang bagaimana pandemi membawa perubahan pada penyelenggaraan festival. Salah satu perubahan yaitu penyelenggaraan acara secara hybrid, alias offline dan online.

“Hybrid akan menjadi the new normal bagi festival film. Memang enggak ada yang menggantikan pengalaman menonton secara komunal, bersama penonton lain dan mengapresiasi bersama. Tetapi ketika online kita membuka diri ke penonton yang lebih luas dan lebih beragam, dan banyak ide baru juga dari mengerjakan festival film secara online,” ungkap Nauval Yazid, dari Europe on Screen.

Jakarta Film Week akan diadakan mulai 18-21 November 2021. Acara diadakan secara offline di CGV Grand Indonesia, Metropole Cinema XXI dan Hotel Ashley Wahid Hasyim. Sementara seluruh pemutaran film online dapat ditonton secara eksklusif melalui Vidio.com. Semua
pemesanan tiket dapat dilakukan melalui LOKET.

Program lain yang diselenggarakan selama Jakarta Film Week antara lain Masterclass untuk pekerja film profesional. Diadakan secara daring pada 20 November 2021, dengan narasumber Mmabatho Kau dan Sahana Kamath. Hadir juga program Talks dan Community, masing-masing akan diadakan dua sesi.

Talks sesi pertama diadakan pada Sabtu, 20 November 2021, pukul 15.00 WIB, secara offline di Ashley Hotel, Jakarta dan online, dengan tema Tren Investasi dan Antusiasme Audiens Pasca Pandemi. Sesi kedua diadakan pada Minggu 21 November, pukul 16.00 WIB, secara offline di Hotel Ashley dan online, dengan tema Strategi Kreatif Pasca Pandemi di Industri Film.

Untuk Community sesi pertama, diadakan secara online di Ashley Hotel, Jakarta pada Jumat, 19 November 2021, pukul 15.30 WIB dengan tema Mempertemukan Festival Film Berbasis Komunitas. Sesi kedua, mengangkat tema Film Critics vs Film Reviews, diadakan pada Minggu 21 November 2021. Kegiatan akan diselenggarakan secara offline di Ashley Hotel, Jakarta dan secara online.

‘Akhirat: A Love Story’: Ketika Kisah Asmara yang Mengaduk Perasaan

GayaKeren.id – BASE Entertainment bekerja sama dengan Studio Antelope bersiap meluncurkan film debut panjang sutradara dan penulis naskah Jason Iskandar. Film yang dibintangi Adipati Dolken dan Della Dartyan ini menyajikan kisah fantasy romance yang ringan namun mempunyai filosofi mendalam tentang hubungan antar manusia, bukan hanya percintaan tapi juga keluarga. Film cinta dengan sudut pandang unik ini akan tayang 2 Desember di seluruh bioskop Indonesia.

Film bercerita mengenai dua anak manusia, Timur (Adipati Dolken) dan Mentari (Della Dartyan) yang memiliki agama berbeda. Tapi, keduanya jatuh cinta dan berjanji untuk terus bersama. Suatu hari, kecelakaan membuat keduanya berpindah dunia. Di dunia yang baru dan berbeda ini, mereka diberi kesempatan kedua untuk akhirnya bisa bersama tanpa halangan apapun. Apakah akhirat akan memisahkan, atau menyatukan mereka?

Shanty Harmayn, produser dari BASE Entertainment menyatakan, “Melalui film perdananya, Jason berusaha mengajak penonton untuk berpikir mengenai hubungan antar manusia. Diceritakan dengan cara yang menghibur melalui dua orang yang saling jatuh cinta namun harus terhalang oleh keinginan keluarga. Dengan dibalut unsur fantasi dan musik yang membawa penonton masuk ke cerita film.”

Adipati dan Della bermain dengan performa yang baik, keduanya mampu menjadi pasangan yang menggemaskan, meski dalam situasi yang sulit. Mereka sanggup membawakan kisah yang tak biasa ini menjadi sesuatu yang mudah dicerna. Chemistry keduanya menjadi nyawa utama dari film ini.

Menjelang perilisan, para pemeran di film diajak menonton dalam sebuah special screening. Verdi Solaiman yang berperan sebagai Wang mengatakan, “Saya yakin pasangan-pasangan yang nonton film ini kocar-kacir hatinya.” Dari special screening juga banyak yang speechless dan bahkan sampai menangis. Ending yang memuaskan dan tak terduga jadi highlight bagi mereka yang sudah menonton film ini. Bahkan Della yang berperan sebagai Mentari mengatakan, “Tiba-tiba pas nonton kayak berasa orang lain. Aku gak sadar itu, aku… nangis lagi!”

Soundtrack Film dan Informasi Lainnya

Pada 12 November lalu, “Akhirat: A Love Story” merilis lagu yang terdengar di bagian awal trailer film. Penyanyi muda dengan tipe suara bariton, Adikara Fardy, mengisi salah satu soundtrack film lewat lagu bertajuk “Sayup Menjauh”. Lagu dan video musik soundtrack berikutnya yang dirilis 19 November ini adalah lagu “Jarak” dari Ivan Gojaya dan Agustin Oendari. Keduanya menyumbang 7 lagu untuk original soundtrack dan ada satu lagu dari Kunto Aji berjudul “Pilu Membiru”. Ivan Gojaya juga adalah sosok di balik music scoring film “Akhirat: A Love Story”.

Film “Akhirat: A Love Story” merupakan produksi BASE Entertainment bekerja sama dengan Studio Antelope. Selain dibintangi Adipati Dolken dan Della Dartyan, film ini juga diisi bintang-bintang muda seperti Windy Apsari, Agnes Naomi, Tubagus Ali, Ravil Prasetya, Farhan Rasyid.

Nantikan kabar berikutnya dari film “Akhirat: A Love Story” di akun Instagram BASE Entertainment, yaitu @base.id dan Studio Antelope @studioantelope.

Setelah sukses di bioskop nasional maupun internasional melalui “Perempuan Tanah Jahanam” dan rilis internasional “Guru-Guru Gokil”, film ketiga dari BASE Entertainment ini dibintangi oleh Adipati Dolken dan Della Dartyan.

Film “Akhirat: A Love Story” didukung sepenuhnya oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk melalui brand Chitato (produk keripik kentang) dan Ichi Ocha (produk minuman teh dalam kemasan). Dua brand tersebut dekat dengan generasi muda Indonesia. Melalui sponsorship ini, Chitato dan Ichi Ocha ikut mendukung antusiasme generasi muda untuk kembali menonton film Indonesia di bioskop.

Intip Produk dan Kreator Paling Populer di antara Pengguna TikTok Selama Periode TikTok Shopping 11.11

GayaKeren.idDengan konsep livestream sales, TikTok Shopping, sebuah rangkaian solusi, fitur, dan tools yang memungkinkan bisnis untuk engage dengan pelanggan dan memaksimalkan potensi e-commerce di TikTok, mengajak pengguna untuk terlibat secara lebih dekat dengan brand dan kreator yang ikut memeriahkan TikTok Shopping 11.11 minggu lalu. Selama periode TikTok Shopping 11.11, GMV secara keseluruhan pada sesi livestream terjadi peningkatan sebesar 439% dibandingkan dengan periode tanpa campaign*.

Pengguna, brand, dan kreator konten memiliki cara yang menyenangkan untuk berpartisipasi selama periode TikTok Shopping 11.11. Salah satu cara pengguna dapat lebih berinteraksi dan terlibat adalah diberlakukannya voting untuk kreator konten favorit. Ria Ricis (@riaricis), Gisella Anastasia (@gisel_laaa), dan Luna Maya (@lunamaya) adalah kreator terpopuler yang disukai dan dipilih oleh pengguna.

Sementara itu, JDID (@jdid_official), Oktaviana Tas Grosir (@oktavianatasgrosir), dan MTE (@mte.id) menjadi brand dengan performa penjualan terbaik. Untuk kreator livestream dengan performa terbaik dipegang oleh @teriyuloh, @ayyussyaida, dan @rerecimout pada brand and creator ranking competitions, program utama lain dari TikTok Shopping 11.11.

Menambah keseruan selama berbelanja, pengguna TikTok sangat antusias untuk mendapatkan produk favorit dan mendukung brand favorit yang melakukan livestream. Produk terlaris selama TikTok Shopping 11.11 adalah MyOne Parfum Whitening Body, Changhong Smart TV, Xiaomi Redmi 10, TCL Smart LED TV, dan minyak goreng Rose Brand. Brand juga mengalami peningkatan penjualan selama program berlangsung. E-commerce JDID, Akulaku, dan FYC After Sales mencapai GMV tertinggi selama TikTok Shopping 11.11, dengan peningkatan GMV sebesar 28, 19, dan 4 kali lipat dibandingkan periode tanpa campaign (27 September – 3 Oktober 2021).

Berlangsung mulai dari 3 November hingga 13 November 2021, TikTok Shopping mencatat pertumbuhan views dengan peningkatan hingga 97 juta views livestream. Sementara itu, berbagai sesi livestream mencapai total durasi live hingga 40 ribu jam. Hal ini ikut berpengaruh pada peningkatan kepopuleran kreator yang menjadi livestreamer untuk program TikTok Shopping 11.11. Gisella Anastasia (@gisel_laaa) mengalami peningkatan GMV sebesar 2,259 kali, sementara Kohcun (@kohcun), Ria Ricis (@riaricis), dan Shilvia Tan (@shilvia_tan1688) mengalami peningkatan GMV hingga sekitar 3 kali lipat dibandingkan periode di luar kampanye (27 September – 3 Oktober 2021).

“Ikut serta dan terpilih sebagai kreator livestream untuk program TikTok Shopping 11.11 ini bisa menjadi cara kreator untuk menumbuhkan akun mereka dan mendapatkan lebih banyak followers serta views. Tentunya, berkolaborasi dengan brand dan juga berinteraksi dengan pengguna sepanjang program ini turut membantu saya sebagai kreator dalam meningkatkan kualitas konten,” kata Ria Ricis (@riaricis), sebagai livestreamer favorit.

Untuk terus mendukung para brand dan kreator, TikTok Shopping 12.12 akan kembali diadakan di bulan Desember, tentunya dengan berbagai program dan promo yang tidak kalah menarik. Untuk mendapatkan informasi terkini mengenai program TikTok Shopping, ikuti akun resmi TikTok Indonesia (www.tiktok.com/@tiktokofficialindonesia)

November Bertabur Bintang di Lionsgate Play Indonesia

GayaKeren.idFilm blockbuster “The Hunger Games: Catching Fire” yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence dan Josh Hutcherson menjadi andalan Lionsgate Play Indonesia di bulan November. Film kedua dari seri “The Hunger Games” ini berhasil melambungkan para pemerannya dan menjadi film terlaris di tahun 2013. Tak hanya itu, ada juga film-film pemenang Oscar seperti “Manchester by the Sea” yang dibintangi Casey Affleck dan Michelle Williams sampai “Whiplash” yang dibintangi Miles Teller dan J.K. Simmons.

Bulan November ini Lionsgate Play Indonesia merilis empat serial eksklusif yaitu “Magic City”, “The Girlfriend Experience”, “Home Economics”, dan “Hiccups & Hookups”. Dari cerita mafia Miami hingga komedi keluarga semua lengkap di katalog bulan ini.

“The Girlfriend Experience” karya Steven Soderbergh, serial yang memakai nama sama ini merupakan antologi dengan latar belakang Washington DC. Pada hari-hari menjelang pemilihan presiden dan semua mata tertuju kepada Christine (Riley Keough), yang menawarkan klien “pengalaman pacar sewaan” sambil menjalani kehidupan ganda sebagai pengacara muda dalam pelatihan. Untuk season pertama, serial ini dipuji oleh para kritikus dan mendapatkan rating of 85% dari website Rotten Tomatoes. Riley Keough juga mendapat nominasi untuk kategori Best Actress in a Miniseries or Television Film di Golden Globe Awards.

“Home Economics” menyoroti kehidupan tiga saudara kandung yang sudah dewasa menemukan diri mereka hidup pada tingkatan finansial yang sangat berbeda satu sama lain. Sitkom yang dibintangi oleh Topher Grace ini mendapatkan rating of 82% di website Rotten Tomatoes.

Melengkapi serial eksklusif terbaru di Lionsgate Play Indonesia, “Hiccups & Hookups” berkisah tentang seorang ibu tunggal yang baru saja berpisah, adik laki-lakinya yang fobia komitmen dan sukses, dan putrinya yang masih remaja yang cerdas tetapi bingung mencoba yang terbaik untuk menangani perjalanan yang disebut “kehidupan”. Ini adalah komedi yang menghangatkan hati seputar kencan dan hubungan modern di dua generasi. Serial ini merupakan serial original India pertama dari Lionsgate Play Indonesia. Rohit Jain, managing director South Asia and networks-emerging markets Asia dari Lionsgate India, mengatakan “Dengan serial original pertama kami berusaha tetap setia dengan etos kami untuk menghibur penonton dengan konten unik, bold dan edgy.”

Di bulan November, Lionsgate Play Indonesia turut menghadirkan film-film blockbuster maupun pemenang penghargaan seperti “The Hunger Games: Catching Fire”, “Wonder”, “Manchester by the Sea”, “Only the Brave”, “Rush” sampai “Fruitvale Station”

Bagi pecinta musik, film yang telah menjadi modern klasik “Whiplash” yang memenangkan 3 Oscar hadir di Lionsgate Play Indonesia. Seorang drummer muda yang menjanjikan, Ia mendaftar di konservatori musik di mana impiannya akan kehebatan dibimbing oleh seorang
instruktur yang tidak akan berhenti untuk mewujudkan potensi siswa. Andrew Niemann yang berusia sembilan belas tahun ingin menjadi drummer jazz terhebat di dunia, sejajar dengan Buddy Rich.

Lionsgate Play Indonesia dapat diakses melalui In-App Purchase untuk pengguna Android yang dapat dilakukan melalui kartu kredit, kartu debit, direct carrier billing, e-wallet (GoPay, ShopeePay, DANA, Doku), dan Google Play Credit/Gift Card, sedangkan untuk pengguna iOS tersedia pembayaran melalui Kartu Kredit, Kartu Debit, GoPay dan DANA. Konten Lionsgate Play Indonesia juga tersedia melalui berbagai penawaran bundle dengan mitra utama seperti Telkomsel, Telkom Indihome, and XL Home.

Infografis “2021 Kpop TikTok”: Indonesia Jadi Market Penghasil Konten Seputar Kpop Terbanyak di TikTok

GayaKeren.idTikTok, platform terdepan di dunia untuk distribusi video singkat, merilis analisis mengenai insight seputar Kpop untuk pertama kalinya. Dalam analisis bertajuk Infografis “2021 Kpop TikTok”, TikTok bersama dengan Kpop Radar, sebuah layanan data fandom dari startup musik Space Oddity, merangkum tren seputar Kpop yang terjadi di platform TikTok selama periode 2018 hingga 2021, termasuk peta dunia Kpop di TikTok, pasar atau market yang menghasilkan konten Kpop terbanyak, jenis lagu Kpop yang populer di TikTok, serta musisi Kpop yang terkenal di platform ini.

Berdasarkan Infografis “2021 Kpop TikTok”, Video Kpop di TikTok telah menunjukkan pertumbuhan eksponensial di seluruh dunia selama tiga tahun terakhir. Jumlah kreasi video Kpop yang ada di TikTok meningkat tiga kali lipat, dari 33,5 juta di tahun 2019 menjadi 97,87 juta per bulan September 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92,8% video berasal dari luar Korea, dengan Indonesia sebagai pasar terbesar yang membuat video Kpop (16,4%), diikuti oleh Filipina (13,5%), Amerika Serikat (8,7%), dan bahkan melampaui Korea Selatan yang menempati urutan keempat sebesar 7,2%.

Pertumbuhan konten Kpop yang sangat tinggi di seluruh dunia ini turut dipengaruhi oleh mudahnya penggunaan berbagai fitur di platform TikTok, sehingga semua orang bisa menjadi kreator TikTok. Tingginya interaksi seputar Kpop di berbagai negara, mendukung pengguna bukan hanya untuk mendengarkan lagu dan menonton video Kpop saja, tetapi juga membuat dan berbagi konten Kpop yang beragam, seperti cover dance, informasi dan berita seputar Kpop, bahkan membuat skit tentang Kpop. TikTok juga menampilkan tingginya interaksi antara pengguna, artis, dan kreator, melalui fitur Duet, Stitch, dan Reply to a Comment. TikTok telah menciptakan budaya fandom baru, di mana penggemar akan secara aktif membuat, berbagi, dan berpartisipasi dalam konten Kpop.

Hashtag challenge di TikTok telah menjadi alat promosi yang hebat bagi artis Kpop sejak keberhasilan penyanyi Zico dengan challenge #AnySongChallenge pada awal 2019, berkat kemudahan pengguna untuk menjelajahi berbagai video menarik di For You Page mereka. Hal ini membuat jumlah hashtag challenge seputar Kpop di TikTok melonjak 10 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Selain hashtag challenge, infografis ini juga membagi jenis lagu Kpop yang populer di TikTok ke dalam empat kategori, antara lain: Revisiting Old Favorites, Artist We Stan, Breakout Song, From Popular Culture to TikTok. Mewakili kategori pertama adalah lagu “What is Love?” dari TWICE yang dirilis tahun 2018 dan kembali menjadi populer dan trending di tahun-tahun berikutnya. Sedangkan lagu “Russian Roulette” dari Red Velvet mewakili kategori Artist We Stan karena berhasil jadi trending berkat fandom yang besar di TikTok.

Sementara itu, lagu “F the World (ft. Wonstein)” dari Mommy Son menjadi contoh dari kategori Breakout Song karena menjadi populer secara organik di TikTok, tanpa ada kegiatan promosi. Lagu “MONEY” dari Lisa Blackpink mewakili kategori From Popular Culture to TikTok karena mendapatkan popularitas besar di TikTok seiring dengan kemunculan serial TV K-content “Squid Game”. Lagu ini pun digunakan oleh lebih dari tiga juta video parodi dalam periode waktu sebulan.

Mengangkat insight artis Kpop yang paling populer di TikTok, BTS menempati urutan pertama dari jumlah followers. Untuk artis dengan pertumbuhan tercepat di TikTok, STAYC memimpin dengan jumlah follower yang meningkat hampir lima kali lipat dalam waktu enam bulan saja. Hal ini didukung oleh challenge “ASAP” yang membawa lagu mereka menjadi top charts. STAYC bahkan menggunakan TikTok untuk melakukan pre-release single baru mereka, “Stereotype”. Selain itu, artis Kpop generasi ke-4 seperti BDC dan Weekly semakin aktif berinteraksi dengan penggemarnya di seluruh dunia melalui berbagai challenge di TikTok.

Jay Bae, Head of Global Business Development TikTok Korea mengatakan, “TikTok telah mengubah budaya konsumsi K-pop, dimana penggemar Kpop di berbagai belahan dunia tidak hanya menikmati Kpop, tetapi jauh lebih terlibat, membuat dan berbagi konten Kpop. Dan karena kecintaan komunitas TikTok di dunia terhadap Kpop, kami akan terus berkontribusi pada penyebaran budaya K-pop dengan mendukung berbagai sumber musik dan artis Kpop.”

Jay menambahkan, “TikTok merupakan platform terbaru di antara livestreaming platform, radio, TV, dan berbagai platform mobile lainnya, namun telah mencatat milestones penting dalam sejarah musik. Kami juga senang sekali bisa memposisikan platform kami di pusat industri musik, termasuk musik Kpop yang semakin berkembang.”

Selain merilis infografis, TikTok bersama Space Oddity juga mengadakan konferensi “2021 Kpop Radar TikTok” yang akan tersedia pada tanggal 17 November 2021 di situs web resmi (https://conference.kpop-radar.com/en/) bagi peserta yang sudah mendaftar. Head of Global Business Development TikTok Korea dan CEO Space Oddity akan berbagi insight mereka selama sesi “Kpop, Flying High with TikTok” yang dipandu oleh Youngdae Kim, kritikus musik Kpop.