Jam Tangan Timex Hadirkan 12 Koleksi Terbarunya di Pasar Indonesia

GayaKeren.id PT Kami Gawi Berjaya selaku distributor tunggal dan resmi Timex di Indonesia kembali memboyong koleksi terbaru jam tangan Timex di Indonesia. Kehadiran koleksi ini menandakan Timex tidak pernah berhenti berkarya dalam memproduksi jam tangan berkualitas tinggi. Sebagai pemimpin pembuatan jam kelas dunia, kali ini Timex memperkenalkan koleksi baru khusus pria dan wanita, yang dibuat di Giorgio Galli Design Lab di Milan, Italia. Koleksi ini mencakup beberapa desain baru yang semakin menegaskan semangat brand Timex yang tidak pernah berhenti, selaras dengan kampanye ”We Don`t Stop” yang di gaungkan. Tema “We Don`t Stop” merupakan cermin dari kegigihan dan ketekunan Timex selama 166 tahun berkarya sejak produksi pertama kali pada 1854. Konsistensi ini melambangkan sebuah warisan keteguhan dan langkah ke depan yang lebih cerah dan inklusif.

“Dalam koleksi Timex kali ini menghadirkan beberapa design baru yang merefleksikan sejarah design-design Jam tangannya serta spirit dari global campaign “We Don’t Stop”. Hal ini bisa dilihat pada design dari Essex Avenue dengan bentuk dial oktagon yang unik, Navi XL Automatic yang menilik sejarah dive-style watches dan Standard Demi dengan proporsi ukuran jam khas abad pertengahan yang anggun.” Vania Yulita, Brand Manager Timex Indonesia

Jajaran Produk

12 jajaran koleksi terbaru Timex memiliki komposisi desain dan spesifikasi yang beragam di setiap produknya.  Ada yang materialnya terbuat dari stainless steel, kulit, dan silicon. Sedangkan tipe tali tercipta dari strap, gelang, dan two-piece. Dengan warna case, panjang, dan lebar strap dan lug yang bermacam dan kemampuan tahan air mulai 30 sampai 100 meter. 11 dari 12 jajaran produk yang diperkenalkan ini ditenagai oleh kuarsa yang mampu menjaga presisi dengan tepat. Sementara satu produk Timex Navi XL Automatic digerakkan secara otomatis dengan automatic winding.

12 jajaran produk itu antara lain: Timex Essex Avenue Thin; Timex Essex Avenue Multifunction; Timex Navi XL Automatic; Timex Navi XL Silicon; Timex Harborside Coast; Timex Fairfield Floral; Timex Starstruck; Timex Standard Demi Stainless Steel; Timex Standard Chronograph Leather; Timex Standard Leather Strap; Timex Command Urban; dan Timex Ironman Transit HR.

12 Koleksi Timex terbaru ini hadir secara offline di Timex Stores dan The Watch Co. Stores yang tersebar di banyak kota besar di Indonesia. Dan bagi anda yang sedang #dirumahaja bisa menemui koleksi terbaru Timex ini di official store The Watch Co. www.thewatch.co

Mid Year Meeting 2021: IFC Perkuat Program Digital Marketing, Sustainable Fashion, dan Collaboration

GayaKeren.id – Kegiatan tahunan Mid Year Meeting 2021 telah sukses diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada tanggal 17-20 Juni 2021, bertempat di TS Suites Bali yang dihadiri oleh anggota IFC dari seluruh Chapter di Indonesia. Rangkaian kegiatan Mid Year Meeting IFC tahun ini meliputi rapat kerja nasional (rakernas) tahunan untuk meninjau program kerja IFC sepanjang tahun 2020 serta menentukan program kerja setahun mendatang dari seluruh divisi dalam struktur organisasi IFC.

“IFC berkomitmen menggiatkan program dan kegiatan yang telah dan akan dilakukan dengan lebih optimal, berkesinambungan, dan berkelanjutan sehingga IFC dapat berperan aktif dalam peningkatan inovasi, kreativitas, dan sektor bisnis member IFC sebagai upaya mengembangkan ekosistem industri fesyen di tanah air. Program dan kegiatan IFC mendatang akan ditekankan dan diperkuat pada tiga hal utama, yaitu Digital Marketing, Sustainable Fashion, dan Collaboration,” papar Ali Charisma, National Chairman IFC.

Digital Marketing untuk branding dan memasarkan produk secara digital telah menjadi suatu keharusan bagi pelaku usaha fesyen dalam meningkatkan daya saing di era pandemi dan digitalisasi saat ini. Dengan kesadaran tersebut, dalam kegiatan ini dilakukan edukasi kepada anggota IFC tentang Strategi Digital Marketing.

Program Sustainable Fashion dengan konsep Zero Waste dilakukan oleh 78 anggota IFC yang hadir dengan mengumpulkan sampah di pantai Bali untuk diolah menjadi aksesori. Sampah tersebut digabungkan material lain menjadi aksesori sehingga memiliki nilai pakai dan jual. Kemudian, hasil kreasi tersebut disurvei kepada turis baik lokal maupun asing untuk mengetahui apakah mereka mau memakai dan membeli aksesori tersebut.

Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan pemikiran bahwa sampah sekalipun dapat dimanfaatkan agar bernilai komersil. Selain itu, dapat meningkatkan kesadaran anggota IFC untuk mengurangi sampah dan limbah serta membantu menyelesaikan masalah lingkungan. Pada Mid Year Meeting IFC tahun ini, anggota IFC ditantang bukan hanya mempersiapkan program secara konsep, namun juga mampu mewujudkan karya yang nyata.

Seluruh Chapter IFC di Indonesia ditugaskan pula untuk membuat koleksi dari bahan natural, baik katun maupun viscose dan dipadupadankan dengan aksesori dari olahan sampah untuk dipresentasikan dengan konsep trunk show dan Flash Mob di pantai Bali yang menarik perhatian publik.

Konsep Collaboration turut menjadi perhatian penting. Dengan kegiatan Mid Year Meeting IFC 2021 ini, para anggota dari seluruh Chapter IFC di Indonesia dapat saling mengenal, berinteraksi, dan bekerjasama untuk mengembangkan bisnisnya. Kolaborasi yang terjalin di antara anggota IFC ini, lebih lanjut dapat diperluas dengan pelaku industri fesyen lainnya, seperti tekstil dan aksesori, bahkan sektor industri lain seperti musik, film, dan kuliner.

Sebagai penutup acara Mid Year Meeting IFC 2021 digelar pelantikan 15 anggota baru IFC yang berkesempatan hadir, dari total 20 anggota yang baru bergabung dengan IFC, yaitu Rinee Reo, Tieka Huza, Oewi Wahyono, Qonita Gholib, Opie Ovie, dan Vielga dari Jakarta Chapter; Ofie Laim dari Bandung Chapter; Muhammad Bilal dari Nomaden Palembang; Arinda dan Nadiah Sammach dari Surabaya Chapter; Tia Hidayat dari Makassar Chapter; Eva dari Malang Chapter; Thiffa Qaisty, Renni Herond, dan Linatri Sutikno dari Pekanbaru Chapter. Dilanjutkan dengan Inauguration Show yang menampilkan karya dari 15 desainer anggota IFC yang baru dilantik serta koleksi dari guest designers yaitu Weda Githa, Lia Mustafa, Agus Sunandar, Dwi Iskandar, dan Gingersnapbali.

COLORBOX LUNCURKAN KOLEKSI EKSLUSIF BERSAMA LOKAL ILUSTRATOR DENGAN TEMA GIRL EMPOWEREMENT

GayaKeren.id – COLORBOX meluncurkan koleksi eksklusif yang berkolaborasi dengan Dinda Puspitasari, seorang illustrator muda yang inspiratif di dunia fashion Indonesia. Melalui sketsa pakaian dan doodles warna-warni, Dinda bertujuan menyampaikan pesan untuk mencintai diri sendiri dan menyebarkan kebaikan. Dinda memiliki moto ‘tidak peduli siapa anda, dimana anda tinggal, tetaplah menginspirasi remaja putri disekitar anda.’ Dengan tema “Girl Empowerment” yang menggambarkan perempuan memiliki self-worth, kepercayaan diri, dan kebebasan dalam menentukan pilihan mereka sendiri, dan hak mereka untuk mempengaruhi perubahan social bagi diri sendiri maupun orang lain.

Koleksi baru ini sangat memproyeksikan konsep “young, contemporary and bold image” dengan motif karakter perempuan yang dipadukan dengan warna-warna cerah. Koleksi ekslusif ini sudah hadir di situs web resmi colorbox.co.id dan di 39 toko terpilih Colorbox mulai akhir bulan May 2021. Dengan kisaran harga Rp 159.900 – Rp 259.900 yang masih terjangkau dengan target market Colorbox.

Total koleksi ini ada 8 product yaitu kemeja, t-shirt, sweatshirt dan celana palazzo. “Saya merasa ilustrasi Dinda Puspitasari dan COLORBOX memiliki konsep dan persepsi yang sama dalam tujuan yaitu Girl Empowerment. Tema ini diaplikasikan ke dalam berbagai pattern yang cheerful, dengan warna yang menarik. Menyatukan design serta style untuk kolaborasi ini tidaklah sulit. Saya harap koleksi kali ini dapat memberikan mood yang fun dan membawa positive vibes – Susanna, Brand Leader Colorbox.

Johannes L. Paat (Ludy) sebagai General Manager Marketing Communications PT Delami brands Kharisma Busana mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah sebagai wadah bagi para kreator dalam memamerkan karya-karya lokal artis. Sudah saatnya untuk mengekspos karya anak bangsa melalui fashion untuk bersama-sama memajukan usaha lokal. Kampanye kolaborasi dengan kreaktor-kreator lokal akan terus
dikembangkan di tahun mendatang dengan tagar #BanggaLokal COLORBOX sebagai brand fashion ready-to-wear dengan target pasar perempuan remaja berusia 13-23 tahun keatas, menampilkan koleksi dengan desain yang fun, sensual dan attitude – cocok sebagai pelengkap busana bagi para remaja putri atau wanita muda untuk segala aktivitasnya. Setiap fashion item yang menjadi bagian dari koleksinya, koleksi COLORBOX dirancang dengan menyesuaikan gaya dan karakter para target market-nya Untuk informasi lebih lanjut mengenai Colorbox, silakan follow Instagram: @colorbox atau kunjungi situs web resmi colorbox.co.id

Festival Joglosemar ‘Artisan of Java’, Kolaborasi Fesyen, Musik, dan Tarian Kultural

GayaKeren.id – Kementerian Perindustrian RI ditunjuk sebagai movement manager Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang tengah giat digaungkan oleh Pemerintah. Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei 2021, Kementerian Perindustrian RI menyelenggarakan acara puncak Festival Joglosemar bertema ‘Artisan of Java’ sebagai kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021.

Dalam rangkaian acara Festival Joglosemar ‘Artisan of Java’, Bank Indonesia KPw Jawa Tengah bekerjasama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) mempersembahkan pagelaran bertajuk “Alunan Kidung Cita” yang menampikan kolaborasi antara artisan di bidang fesyen, musik, dan tari dengan mengangkat kultural Jawa.

Pagelaran epik “Alunan Kidung Cita” menampikan karya  artisan dari 14 IKM/UMKM berasal dari Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar), yaitu Zie Batik, Roro Kenes, Indigo Biru Baru, Batik Alfa Shofa, House of Distraw, Batik Pusaka Beruang, Batik Si Putri, Tugu Mas, Bordir La Risma, Kreskos, Yoga Art, Okvisa Craft, Kain Ratu, dan Lawe.

14 IKM/UMKM binaan Bank Indonesia KPw Jawa Tengah tersebut bersinergi dengan 12 fashion designer kebanggaan Indonesia, yaitu Ali Charisma, Agustienna Siswanto, Deden Siswanto, Fenny Chen, Elkana Gunawan, Ina Priyono, Inge Chu, Lisa Fitria, Lenny Agustin, Neera Alatas, Sudarna Suwarsa, dan Sofie.

Peragaan busana karya artisan di sektor fesyen tersebut ditampilkan secara harmonis dengan perfoma artisan di bidang musik dan tari. Yaitu penyanyi Sruti Respati dan Endah Laras yang melantunkan lagu daerah “Gambang Semarang”, “Bengawan Solo”, dan “Yogyakarta”, serta disinergikan dengan atraksi tarian dari Sanggar Tari Pragina Gong. Pagelaran kolaborasi fesyen, musik, dan tari yang digelar di Taman Lumbini, plataran Candi Borobudur tersebut semakin semarak dengan latar keindahan alam kawasan situs Candi Borobudur.

Acara Festival Joglosemar ‘Artisan of Java’ diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, dan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut B Pandjaitan; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD; Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno; Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Teten Masduki; Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi; Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Basuki Hadi Muljono; Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Abdul Halim Iskandar; dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

Partisipasi Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada penyelenggaraan Festival Joglosemar ‘Artisan of Java’ merupakan kontribusi nyata dalam mendukung penuh Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) sebagai salah satu upaya memulihkan industri fesyen tanah air di masa pandemi. Melalui ajang ini diharapkan dapat mendorong artisan di Yogyakarta, Solo, dan Semarang untuk membuat produk yang membanggakan, serta sebagai sosialisasi kepada masyarakat luas untuk membeli dan memakai produk buatan Indonesia.

“SEREIN,” MEMAKNAI RANGKAIAN PERISTIWA DALAM KEHENINGAN

GayaKeren.id – Dikondisi saat ini, setahun kita hidup berdampingan dengan Covid-19, masih saja kita belom terbiasa hidup berdampingan dengan virus yang menyerang sistem pernafasan ini. Yang paling menyulitkan adalah ketidak pastian dalam banyak hal. Banyak rencana di susun, namun bisa buyar karena penyebaran virus tiba-tiba melonjak. Kita diharapkan dapat mencari dan menemukan makna dari setiap kejadian. Karena begitu banyak hal yang terjadi, tanpa kita duga, tanpa persiapan dan pada akhirnya kita dituntut untuk pandai dalam merespon setiap kejadian. Dengan begitu,  setidaknya menjadi upaya kita untuk menjadi lebih tenang, nyaman, damai untuk bisa menjalani hari dengan penuh makna, kebahagiaan dan dapat terus menebarkan nilai.

Koleksi Rosie Rahmadi kali ini bertajuk SEREIN yang diambil dari bahasa Perancis yang berarti tenang/tentram. Layaknya hujan turun disaat matahari bersinar cerah di sore hari, yang menampakan warna-warna yang indah dan menghadirkan perasaan tenang.  Layaknya kondisi saat ini, dimana kita harus bersabar menerima, menunggu, bahkan melepaskan mengikhlaskan saja. Serahkan saja pada Tuhan, pasrahkan diri sepenuhnya. Yang bisa kita lakukan hanyalah hadir utuh pada setiap moment yang kita lewati.

“Mungkin bisa dikatakan koleksi ini untuk merespon kondisi pada saat ini, dimana beberapa orang yang saya kenal mengalami Covid, menemukan banyak pengalaman indah dimana saat mereka harus Isolasi Mandiri tidak bisa bersentuhan dengan orang-orang tercinta betul-betul harus mengasingkan diri. Disitulah (mereka) ada momen hanya aku dan Dia saja..dan itu tidak bisa dialami oleh semua orang” ujar Rosie Rahmadi selaku Creative Director dan Designer Brand Rosie Rahmadi ini.

Didominasi siluet A-line dan H-line dengan material sateen viscose, katun dan despo, koleksi ini menghadirkan nuansa warna sunset, antara lain, abu-abu, caramel brown, hitam, dan keemasan.

Disajikan dengan nuansa Simple, Klasik, Elegan, koleksi ini tidak hanya dapat digunakan pada Hari Raya, namun juga dapat digunakan pada hari-hari selanjutnya dan kesempatan lainnya.

“White Liar”, Wajah Kebohongan Dalam Koleksi Lisa Fitria

Gayakeren.id – Berbicara dan atau bertindak jujur menjadi keharusan sebenarnya, tapi tidak jarang kita dihadapi pada kondisi yang mau tidak mau kita harus berbohong untuk menutupi sesuatu agar tidak berdampak lebih buruk lagi. Istilahnya White Liar, atau kebohongan putih.

Dalam gelaran Muslim Fashion Festival yang baru saja selesai dilaksankan, Lisa Fitria menampilkan koleksinya yang diberi tema Kebohongan Putih atau “White Liar”. Terinspirasi dari kehidupan yang dijalani sehari hari tidak lepas dari suguhan kebohongan yang disajikan melalui media social , konten acara di televisi dan juga lingkungan sekitar.

“Kebohongan tentunya identik dengan hal negatif, untuk itu dari kita kecil selalu diberikan nasehat oleh orang tua kita bahwa jadilah orang yang jujur dan “jangan suka bohong” karena efek dari kebohongan kita bisa menyakiti orang lain dan merugikan orang lain, namun ternyata kebohongan tidak selalu negative atau buruk, kenyataannya kebohongan ada yang tidak menyikiti atau tidak merugikan orang lain, dan ini lah yang disebut “WHITE LIAR” atau kebohongan putih yang terkadang efek kebohongan putih ini bias memberikan dampak bahagia kepada orang yang telah di bohongi.” Ungkap Lisa Fitria saat menjelaskan tema koleksinya kali ini.

Dituangkan dalam warna koleksi yang dominan warna hitam sebagai wakil dari kata bohon identic dengan hal negatif, sebagai dampak kebohonan putih dituangkan dalam coretan abstract penuh warna warni sebagai bentuk ekspresi bahagia atau kebohongan tersebut adalah kebohongan demi kebaikan, kemudian muncul di dalam koleksi tulisan tulisan jawa kuno hanya sebagai simbol mulut dan ucapaan adalah dua mata sisi yang bias positif dan negative dampaknya yang dalam pepatah orang jawa mengatakan “Ajining Diri Ono Ing Lathi”

Dalam koleksi terbaru kali ini Lisa Fitria menampilkan 6 looks gaya casual sporty yang androginy dengan look edgy yang menghadirkan warna dominan hitam dengan coretan motif abstrak pada beberapa bagian di potongan busana dan motif LF Signature sebagai Mix Macth koleksinya yang hampir 90% memakai material rajut yang menggunakan mesin digital knitting dalam bentuk celana harem, rok asimetris, vest , sweater dan crop top.

Untuk melengkapi penampilan koleksi terbaru brand LF dalam debut perhelatan Muslim Fashion Festival (MUFFEST 2021) Lisa Fitria menggandeng kembali brand lokal kebanggaan dari Bandung yaitu Tegep Boots yang digawangi oleh Etna Melani sebagai Creative Director. Sepatu produksi dari tegep Boots memiliki keistimewaan dan kwalitas produk yang bagus serta memiliki nilai seni tinggi dalam proses pengerjaan dan karya desain berkarakter kuat. Menariknya kolaborasi dalam koleksi ini Tegep Boots menghadirkan lini baru yang berkonsep Sustainable Fashion dalam naungan brand Nagara Nagara Project. Koleksi produknya memanfaatkan limbah bekas berbagai bungkus produk yang dibuat sepatu dan tas.

MUFFEST Gandaria City Jakarta Menutup Rangkaian Pameran di Lima Kota Besar Indonesia

GayaKeren.id – Rangkaian penyelenggaraan MUFFEST yang memasuki tahun keenam dengan tema Recovery for Fashion Industry” telah sukses digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Dyandra Promosindo di lima kota yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bekasi, dan Bandung. Sebagai penutup rangkaian pameran MUFFEST 2021 diselenggarakan di Kota Jakarta, bertempat di Gandaria City pada tanggal 30 April hingga 23 Mei 2021.

Di tengah pandemi, gelaran MUFFEST 2021 di lima kota berhasil mencatat hasil yang positif. Seperti laporan yang dipaparkan oleh Apriani, General Manager Dyandra Promosindo, Pelaksanaan MUFFEST di Kota Kasablanka, Jakarta berhasil mendatangkan 51.000 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai 6,5 milyar rupiah, baik secara retail maupun B2B (Business to Business). MUFFEST di Kota Yogyakarta menarik 23.000 pengunjung dengan nilai transaksi 2,5 milyar rupiah. MUFFEST di Kota Surabaya menarik 25.000 pengunjung dengan nilai transaksi 2,3 milyar rupiah.MUFFEST di Kota Bekasi menarik 22.000 pengunjung dengan nilai transaksi 2,1 milyar rupiah. MUFFEST di Kota Bandung menarik 35.000 pengunjung dengan nilai transaksi 2,7 milyar rupiah. MUFFEST di Gandaria City, Jakarta masih berlangsung sampai 23 Mei 2021.”, ucap Apriani.

Berdasarkan data tersebut, penyelenggaraan MUFFEST tahun ini secara hybrid di tengah pandemi terbukti  turut berkontribusi nyata dalam mendukung pemulihan industri fesyen muslim yang terdampak pandemi dan membantu keberlangsungan pelaku bisnis fesyen muslim, mulai dari desainer hingga UKM. Terutama menangkap peluang pasar yang sangat besar di momen Ramadan dan Lebaran.

“Semoga MUFFEST bisa menjadi batu loncatan dan penyemangat bagi pelaku fesyen muslim Indonesia untuk merebut pasar dalam maupun luar negeri. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, kebutuhan busana muslim di Indonesia sangat besar, sehingga Indonesia mungkin telah menjadi pusat mode muslim dunia. Tetapi, menurut kami, produk fesyen muslim Indonesia secara kualitas belum mendunia. Sehingga kita harus memperbaiki kualitas agar diterima di pasar global. Kemudian, dengan maraknya slogan Bangga Buatan Indonesia, kami harap pelaku usaha fesyen muslim tidak sekadar ikut-ikutan menggaungkan slogan tersebut, tetapi harus introspeksi untuk meningkatkan kualitas maupun kreativitas supaya tidak kalah dengan brand luar. PR tersebut tentu tidak bisa dijalankan sendiri-sendiri oleh pelaku usaha atau industri, asosiasi, pemerintah, dan stakeholder terkait. Kita harus bergandengan tangan untuk kemajuan industri fesyen muslim tanah air,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber.

Selain kegiatan pameran dan fashion show, MUFFEST 2021 Gandaria City Jakarta menghadirkan rangkaian program acara interaktif dan inspiratif, yaitu bincang-bincang atau talkshow dengan tema Funky Kebaya bersama Lenny Agustin, Modest Modeling Coaching oleh Eveline Ong, Designers Talk bersama Eko Tjandra, Designers Journey bersama Rinee Reo, Erika Ardianto dan Fey Kayo, Inovasi Fashion Muslim BliBli by Desey Muharlina, Celebrity Story bersama Nycta Gina, Story of Hijabersmom Community Journey, From A Model to A Public Speaker oleh Decy Decinta, Professional Modest Fashion oleh Nina Nugroho, Styling Kebaya Modest by Opie Ovie, Upcycling Fashion bersama Najua Yanti, Workshop Tie Dye for Teenager With Kayla Lee, Indonesian Craftmanship oleh Vielga, Qonita Gholib, dan Tieka Huza, dan Small Yet Essentials bersama Chaera Lee, Workshop Pola Lengan Balon Kekinian by Pricilla Margie.  Dilengkapi kegiatan Seminar The New Beginning Trend Fashion 2021/2022″ dengan narasumber Dina Midiani selaku Koordinator & Trend Expert dan Taruna K. Kusmayadi selaku Team Riset dan Penulis yang dipersembahkan oleh KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF. Program acara akan ditutup oleh Flash Mob dari member IFC DKI Jakarta Chapter pada tanggal 23 Mei 2021.

Perhelatan MUFFEST 2021 secara resmi ditutup oleh Muhammad Khayam, Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Dalam sambutannya disampaikan apresiasi terhadap langkah inovatif dan terobosan dalam pelaksanaan MUFEFST 2021 ini dengan melakukan pameran secara hybrid serta berupaya mendekati pasar utama fesyen muslim dengan penyelenggaraan di lima kota. Peluang pasar fesyen muslim global dan domestik sangat besar dan harus diisi oleh industri fesyen muslim tanah air. Kementerian Perindustrian akan terus mengawal target untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu kiblat fesyen muslim dunia. Hal ini sejalan dengan program branding garmen dan fesyen muslim Indonesia yang melibatkan seluruh stakeholder industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), termasuk peran aktif seluruh desainer sebagai sumber ide kreatif. Tampaknya branding fesyen muslim yang terus dilakukan oleh MUFFEST 2021 perlu dilanjutkan dengan langkah yang lebih masif di masa mendatang agar gaungnya dapat lebih mendunia. Semoga kegiatan ini menjadi salah satu pemicu tumbuh dan berkembangnya industri fesyen muslim serta menjadikan Indonesia semakin siap menjadi kiblat fesyen muslim global,” jelasnya.

Dalam rangkaian Closing Ceremony MUFFEST 2021 digelar Fashion Parade yang dipersembahkan Kementerian Perindustrian dengan menampilkan karya dari para desainer dan brand fesyen muslim dan modest wear kenamaan Indonesia, yaitu Itang Yunasz, Hannie Hananto, Eugeneffectes, Boldsession by Erika, Chaera Lee, Wignyo, Kami, BAE by Eugene, Raegitazoro, Lisa Fitria, Khanaan, dan kolaborasi industri tekstil dengan desainer yaitu Sofie X Lucky Print.

Begitu tinggi animo para desainer dan pelaku usaha maupun konsumen fesyen muslim, tak hanya yang berada di kota Jakarta namun juga kota-kota lainnya, terhadap penyelenggaraan MUFFEST Gandaria City, Jakarta. Melalui pameran dan fashion show di MUFFEST, para pelaku kreatif dan usaha berharap dapat menggiatkan kembali pasar busana muslim di tanah air di masa pandemi ini.

Seperti Desainer Alvy Oktrisni yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, dan turut berpartisipasi dalam MUFFEST 2021 Gandaria City, Jakarta. Dengan adanya MUFFEST sangat berpengaruh terhadap desainer fesyen muslim yang terdampak pandemi. Mengikuti MUFFEST ini, paling tidak menandakan bahwa kami tidak diam, melainkan masih bergiat, berkreasi untuk terus mengembangkan industri fesyen muslim secara bisnis. Saya mengikuti MUFFEST agar brand saya tetap eksis dan ikut serta meramaikan kebangkitan industri fesyen muslim Indonesia. Apalagi sambutan pengunjung dan konsumen yang datang dan belanja ke lokasi cukup bagus, meskipun situasinya sangat berbeda dengan sebelum pandemi,” ungkap pemilik brand Vee House ini.

Di masa pemulihan pasca pandemi ke depan, upaya mengembangkan industri fesyen muslim Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai barometer fesyen muslim dunia, tentu semakin menantang. Melalui ajang MUFFEST diharapkan seluruh pihak dan stakeholder terkait dapat saling bersinergi dan terintegrasi dalam menjalin kerjasama berkelanjutan. Dengan komitmen peningkatan kualitas penyelenggaraan MUFFEST dari tahun ke tahun dapat memperkuat kompetensi produk fesyen muslim Indonesia agar mampu menguasai pangsa pasar lokal sekaligus bersaing di pasar global.

Sukses Selenggarakan Secara Hybird, Intip Koleksi Para Disainer Di Penutupan Muffest 2021

GayaKeren.id – Indonesia Fashion Chamber dan Dyandra Promosindo menuntaskan rangkaian event fashion muslim terbesar di Indonesia, MUFFEST 2021 kemaren, Minggu (9/5). Diselenggara marathon secara virtual dan non virtual atau hybird dari awal pembukaan di Mall Kota Kasablanka, Jakarta. Kemudian di susul di dua kota yang diselenggarakan hampir bersamaan, Surabaya dan Yogyakarta. Kemudian Bekasi, Bandung dan keseluruhan event ditutup di Gandaria City, Jakarta.

Sejumlah disainer yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber ikut memamerkan rangkaian koleksinya di both-both dan di catwalk.

Dengan tetap mengusung isu suistanble fashion, atau fashion yang berkelanjutan para disainer menuangkan imajinasinya dalam bentuk baju siap pakai, seperti beberapa disainer berikut ini:

SANTOON BY PRICILLA MARGIE , Diambil dari kata santun yang mencerminkan kepribadian wanita Indonesia. Santun tudak hanya persoalan sikap akan tetapi juga dalam berbusana.

Warna hitam dan putih mencerminkan di dalam kegelapan pasti ada cahaya. Hitam melambangkan kegelapan/adaptasi dan putih melambangkan cahaya atau harapan.

Outer wear dari bahan serat Eucalyptus yang membawa pribadi perempuan Indonesia selayaknya ratu di negeri sendiri. Karena setiap perempuan mendambakan kecantikan dan kesantunan adalah salah satu cirri terbaik dari perempuan Indonesia. Santoon melengkapi penampilan perempuan Indonesia dan menampilkan kedalaman kecantikan yang sudah selayaknya hadir. Santoon, melengkapi cantiknya perempuan Indonesia.

Syle                  : Feminim, Casual

Silhoutte          : Simetris, Tangan Biedermeier

Fabric              : Katun, Tencel Eucalyptus

Color               : Black, White

 

KAYO BY FEY KAYO, CHIRALITY

Bentuk bentuk geometris yang diterjemahkan di design koleksi kali ini dengan menggunakan dengan teknik aplikasi laser cut dan print yg berpadu membuat kreasi yang harmonis dikreasikan dengan bahan bahan denim,organza,suede dan cotton didominasi dengan warna putih, biru muda,coklat . Dibalut dengan koleksi casual trendy modest wear dari outer, dress, celana panjang untuk memudahkan kita untuk bisa mix and match design antara satu dengan lainnya tentunya dan masih dengan sentuhan femininnya .

 

NURA BOUTIQUE BY OEWI WAHYONO, KEINDAHAN SEKAR JAGAD

Insprirasi      :

Kecantikan Isi Dunia (generally)

Kecantikan Rumah Joglo Jepara (specifically)

Motif Batik Sekar Jagad

Konsep Desain          :

Dunia menjadi rumah bagi semua makhluk hidup dan memberikan daya tarik tersendiri disetiap bagiannya dengan luas lebih dari 300 juta kilometer persegi. Dunia memiliki banyak keanekaragaman budaya, agama, bahasa, suku bangsa dan ras yang terbagi kedalam lima benua besar yaitu benua Asia, Afrika, Amerika, Eropa dan Australia serta tak dapat dipungkiri setiap benua tersebut memiliki keindahan alam yang menjadikan dunia tampak cantik jika dilihat dari berbagai sudut pandang.

Warna           : Maroon, Merah, Cokelat, Kuning dan Biru

Total outfts    : 6 (Enam) Looks

Material        : Katun Premis Prada, Satin halus, Satin kulit jeruk dan batu kristal

Siluet           :  H dan A

ROEMAH KEBAYA VIELGA

Roemah Kebaya Vielga mengambil tema “Fleuri Noir”yang berarti Hitam yang berkilau (Bersemi) yang diambil dari masa pandemic yang gelap menuju waktu yang penuh cahaya dan bunga yang dilambangkan di design kami dengan pemilihan bahan yg serba hitam yang kemudian dibalut dengan bordir penuh bunga bunga meriah.

Untuk koleksi ini, Roemah Kebaya Vielga  mengikutsertakan 3 orang anak SMK Tata Busana dari SMK Jakarta yaitu SMK 38 Cililitan, untuk ikut serta membantu menciptakan design yang tercipta selama masa pandemi.  Semua ide kita tuangkan dalam design ini,  dan  mereka ikut karena memang ingin mempelajari sekaligus ingin membuktikan bagaimana bisnis di dunia fesyen yang menurut orang sekeliling mereka ada stigma “sekolah tata busana adalah sekolah yang levelnya paling bawah di SMK”. Alhamdulillah mereka sangat tekun dan antusias saat tahu bagaimana praktek di dunia nyata ternyata jauh lebih menyenangkan. Setiap hari mereka belajar langsung mentoring, tidak hanya masalah design, tapi lebih banyak kami berdiskusi mulai dari pengharapan mereka ke depan, panduan panduan dalam bercita cita, panduan dalam bagaiman memulai bisnis fashion. Berharap bahwa seharusnya  mereka bangga dengan bersekolah di SMK tata busana itu

Mereka mulai ikut di bulan Desember 2020 sampai April 2021 mereka memang sedang mencoba untuk sekolah sambal bekerja sekaligus ikut kegiatan Praktek Kerja Lapangan.

 

MUFFEST Bandung Optimalkan Potensi Pasar Fesyen Muslim Jelang Lebaran

GayaKeren.id – Pekan ini MUFFEST 2021 hadir di kota kelima, Bandung yang bertempat di 23 Paskal Shopping Center pada tanggal 26 April-9 Mei 2021. Sebelumnya, rangkaian MUFFEST 2021 dengan tema “Recovery for Fashion Industry” telah sukses digelar oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) dan Dyandra Promosindo di empat kota yaitu Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Bekasi.

Untuk mendukung pemulihan industri fesyen muslim yang terdampak pandemi dan membantu keberlangsungan pelaku bisnis fesyen muslim, mulai dari desainer hingga UKM, MUFFEST 2021 diselenggarakan secara hybrid di lima kota besar untuk menjangkau khalayak lebih luas. “Penyelenggaraan MUFFEST tahun ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami berkomitmen dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional melalui fesyen busana muslim serta menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia. Maka dari itu, kami sangat bangga dapat menghadirkan MUFFEST di kota-kota besar secara roadshow,” ujar Apriani, General Manager Dyandra Promosindo. 

Di momen Ramadan dan Lebaran, kebutuhan akan busana muslim meningkat pesat. Potensi pasar tersebut tentunya dapat digarap oleh pelaku usaha fesyen muslim tanah air. Tak terkecuali di Bandung, Jawa Barat. “Bandung sebagai salah satu pusat fesyen muslim bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Asia. Untuk itulah, pelaksanaan MUFFEST di Kota Bandung diharapkan dapat mencatat hasil yang positif, tak kalah dengan kota-kota lainnya. IFC memiliki 230 member di 13 chapter di seluruh Indonesia. Kami selalu mendukung UMKM untuk menjadi entrepreneur di bidang fesyen, termasuk fesyen muslim, antara lain melalui inisiasi penyelenggaraan MUFFEST secara berkelanjutan sejak 6 tahun lalu,” papar Taruna K. Kusmayadi, Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC).

Untuk mendukung perhelatan MUFFEST tahun ini yang berkonsep hybrid dihadirkan program MUFFEST Exclusive at BliBli. Bersinergi dengan BliBli sebagai e-commerce terlengkap dan terpercaya di Indonesia diharapkan dapat turut memasarkan produk fesyen muslim unggulan Indonesia secara online sehingga dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Desey Muharlina Bungsu, VP Fashion Muslim, Logam Mulia & Blibli Hasanah mengungkapkan,”BliBli sangat senang bisa mendukung event MUFFEST 2021 untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di bulan Ramadan. Kami melihat masyarakat akan menjalani Ramadan kali ini dengan lebih optimis karena sudah terbiasa melakukan kegiatan secara online. MUFFEST 2021 tidak hanya hadir secara offline di beberapa kota-kota besar di Indonesia, tapi para pelanggan juga dapat menikmati  kemudahan berbelanja pilihan ready-to-wear dari berbagai macam modest brand ternama Indonesia melalui platform online BliBli.

Opening Show MUFFEST Bandung dihadiri oleh Dr. H. Dedi Taufik, M.Si, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat; Taruna K Kusmayadi, Advisory Board Indonesian Fashion Chamber (IFC); Riri Rengganis, Person in Charge MUFFEST 23Paskal Shopping Center Bandung; Retty Sellya, Local Chairwoman IFC Bandung Chapter; Apriani, General Manager Dyandra Promosindo; dan yang mewakiki Direktur Utama Bank BJB, Yudyy Renaldi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik kegiatan MUFFEST 2021 sebagai langkah positif dalam mendukung pemulihan perekonomian nasional melalui ekosistem industri fesyen. Seperti yang dipaparkan oleh Dr. H. Dedi Taufik, M.Si selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya, “Subsektor fesyen di Jawa Barat merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB ekonomi kreatif Provinsi Jawa Barat yaitu sebesar 34,70% dengan jumlah 267.279 usaha. Industri busana muslim merupakan salah satu bentuk industri fesyen yang terkenal di Jawa Barat dengan banyaknya desainer-desainer busana muslim di Jawa Barat yang memiliki khas masing-masing. Ditinjau dari data potensi tersebut, pertumbuhan subsektor fesyen di Indonesia khususnya MUFFEST 2021 memberikan suatu terobosan dan inovasi untuk meningkatkan pertumbuhan industri busana muslim di Indonesia, khususnya Jawa Barat. Dengan memaksimalkan semua potensi dan kekayaan budaya untuk dapat bersaing di pasar internasional.”

Opening Fashion Show IFC Bandung Presented by Bank BJB menampilkan karya para desainer fesyen muslim dan modest wear kebanggaan Indonesia yang tergabung sebagai member IFC Bandung Chapter, yaitu Nuniek Mawardi, Rengganis, Retty Sellya, Rosie Rahmadi, Irna La Perle, BeauPlay by Astri Lestari, Ofie Laim, Legan by Runny Soema di Pradja, Temmi Wahyuni, Deceusuzan, Nazmi, RI by Rahmaika, AM by Anggiasari, House of Reika by Rika Riskawati, Yufie Kartaatmaja, dan Irmasari Joedawinata.

Sejumah brand ready-to-wear akan berpartisipasi mempresentasikan koleksi terbaru dalam Fashion Parade, yaitu Nibras, TRZ, Haitwo, Oleandre by Ribie, Cardinal, Mouza Indonesia, Sabhira, Numiaa, dan Ummi Fadilah. Kemudian, Closing Fashion Show akan mempersembahkan ragam koleksi di antaranya dari Rengganis X Multi Sandang Tamajaya, abebemooi by Retty sellya, Deden siswanto, Aninda Nazmi, Heni Novitasari X Yuliana Fitri, Rahma Ika Putri, U2D by Irna Mutiara, dan Widi Asari, Juara 2 Modest Young Designer Competition (MYDC) di MUFFEST 2020.

BORU, Ethical Brand yang Berkomitmen pada Budaya dan Sustainability

GayaKeren.idIndonesia kaya karya dan budaya, negeri yang menawarkan banyak keindahan. Seiring berjalannya waktu, budaya seakanakan mulai pudar, padahal budaya itu lah yang menjadi identitas bangsa ini. Maka itu, pada hari Kamis, 29 April 2021, ini, PT Toba Tenun Sejahtra dengan bangga mempersembahkan peluncuran brandbaru, BORU. Brand BORU siap membawakan konsep timeless, ethical dan sustainable dengan mengangkat nilainilai buday aBatak dari Sumatra Utara.

BORU telah berkolaborasi dengan sejumlah pengrajin tradisional dan desainer muda untuk memadukan aspek budaya dan fashion. Berkomitmen untuk menjaga lingkungan, kebudayaan lokal dan kesejahteraan pengrajin untuk menciptakan perputaran ekonomi yang terus berkembang, BORU mengambil metode slow fashion dalam produksinya.

Dalam bahasa Batak, ‘Boru’ berarti anak perempuan atau putri. Berangkat dari makna ini, brand Boru ingin menyampaikan pesan tentang identitas warisan individu. Saat ini terdapat pergeseran dalam gerakan yang biasa dilakukan oleh para perempuan muda Batak untuk mempertahankan warisan budaya mereka. Terinspirasi dari hal tersebut, brand BORU pun mengedepankan tematema tentang kemandirian mereka dan bagaimana mereka bangga dalam menjadi diri sendiri.

BORU mengambil posisi sebagai ethical brand yang memadukan aspek budaya dan aspek lingkungan hidup. BORU adalah brand yang memiliki ciri khas memakai kainkain tenun bermotif budaya Batak dalam kreasinya. Setiap kreasi BORU memiliki perjalanan yang berakar dari research and development dan menggunakan sumber daya alam yang dipakaidengan bertanggung jawab, bahkan sejak pemilihan benang, kain mix materialdan pewarna alaminya. Tak ketinggalan, ketika akhirnya kreasi tersebut dikembangkan bersama pengrajin dan UMKM di beberapa daerah di Sumatra Utara, BORU pun memperhatian kesejahteraan mereka, sehingga tercipta sustainability yang mapan. Setiap pembelian kreasi BORU dapat mempengaruhi lingkungan hidup dan komunitas dari mana kain tenun itu berasal.

Koleksi perdana yang resmi diluncurkan oleh Boru adalah koleksi pakaian dan aksesoris bernama Sindar, yang memiliki arti ‘sinar.’ Untuk motif yang dipakai dalam koleksi ini melambangkan tiga elemen penting dalam budaya Batak, yaitu ‘sinar’, ‘harapan’, dan ‘rumah’. Tak ketinggalan, pola pada kain tenun yang dipakai terinspirasi dari konsep Mataniari (‘penghidupan’) dan Gorga si Tagan (‘saling menolong’).

Hadir dalam 3 kategori utama, terdiri dari Sindar Singgah, koleksi indoor; kemudian Sindar Binar, koleksi outdoor; dan Sindar Cita, koleksi khusus untuk perempuan. Memadukan warna cokelat dan biru dalam koleksinya, Sindar menampilkan gaya casual yang downtoearth. Corak tenunnya netral namun indah, bahkan terkesan modern dan kontemporer. Koleksi readytowear dengan pilihan untuk wanita dan unisex ini sangat cocok dipakai dalam keseharian kita.

Sindar pun hadir sebagai aksesoris. Ada masker dan hand sanitizeryang senantiasa melindungi kesehatan kita, serta pouch, stationery pouch, agenda coverdan gym bagyang praktis. Bahkan koleksi aksesoris dari Sindar pun mencakup pelengkap rumah seperti pillow cover. Koleksi Sindar tidak hanya manis dipakai di badan, tapi juga untuk dibawa dan dipajang di rumah.