Aice Mochi Klepon: Es Krim ber-DNA Kelezatan Asli Indonesia

GayaKeren.idKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Aice Group mengumumkan sekaligus meluncurkan kerjasamanya dalam program pelestarian kuliner asli Indonesia. Mereka mengkolaborasikan Co-Branding Wonderful Indonesia dengan inovasi warisan Indonesia yang muncul dalam es krim Aice Mochi Klepon.

Sebagai produsen es krim nasional, Aice menilai bahwa kombinasi inovasi & teknologi produksi es krim mutakhir yang dimilikinya dan jaringan pemasaran yang kuat hingga segala penjuru Nusantara dan akan ikut mengefektifkan kampanye Wonderful Indonesia khususnya membantu pemulihan ekonomi pariwisata Indonesia. Lebih lanjut, produk-produk Aice juga akan diekspor keluar negeri yang akan mempromosikan kuliner serta budaya tradisional Indonesia di luar negeri.

“Kerjasama multi-helix antara swasta, pemerintah dan banyak pihak menjadi kunci kesuksesan kita. Kami mendedikasikan Aice Mochi Klepon ini untuk penguatan citra kuliner, sokongan UMKM dan kreatif, dan menjadi dukungan Aice ke Wonderful Indonesia. Khususnya dalam penguatan wisata kuliner asli Indonesia,” jelas Sylvana Zhong, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group.

Dalam kesempatan peluncuran Aice Mochi Klepon secara virtual pada Rabu (15/12/2021), Sylvana juga menjelaskan basis produksi Mochi Klepon yang menggunakan teknologi tinggi dari pabriknya. Menurutnya, kulit mochi yang kenyal dan aroma pandan yang mirip aslinya tersebut dihasilkan oleh inovasi produksi es krim yang canggih. Adonan kulit Mochi dengan proses produksi ditumbuk puluhan ribu kali untuk mendapatkan kulit mochi dengan tekstur dan kekenyalan yang sempurna

Aice klepon dengan lelehan gula aren dibungkus dalam kulit mochi rasa pandan yang kenyal bertabur kelapa ini, menjadikannya sangat mirip dengan Kue Klepon asli. Baik dalam tekstur, rasa maupun aromanya.

Aice Mochi Klepon ini diklaim menjadi pionir di beberapa aspeknya. Es krim ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk kategori es krim maupun mochi yang bercita rasa Klepon. Mochi Klepon menjadi gabungan dari kelezatan kue klepon dengan dengan es krim mochi yang sangat populer bagi penyuka es krim saat ini.

“Saya dan juga semua anak bangsa tentu sudah tahu tentang kelezatan kue klepon. Kami berharap Aice Mochi Klepon ini akan menjadi pilihan utama penyuka es krim untuk cita rasa dan kelezatan yang ber-DNA asli Indonesia,” jelas Sylvana.

Serial Produk Aice Memperkuat #InovasiWarisanIndonesia dan Wonderful Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, menjelaskan bahwa penguatan promosi kuliner asli Indonesia dapat mendorong pengembangan industri kreatif sekaligus dapat melengkapi promosi destinasi pariwisata Indonesia.

Menurutnya, kuliner asli yang dijaga dan dikembangkan oleh masyarakat akan menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan baik domestik, maupun mancanegara. Terlebih lagi bagi pariwisata Indonesia yang banyak menjual daya tarik budaya dan tradisinya. Hal ini sangat sejalan dengan langkah promosi wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui brand Wonderful Indonesia.

“Kekuatan kuliner kita adalah salah satu aspek penting dalam sektor ekonomi kreatif Indonesia dan penguatan citra Wonderful Indonesia. Kami mengapresiasi Aice yang mendukung promosi kuliner asli Indonesia melalui kreasi jajanan tradisional Klepon dengan Ice Cream Mochi, menjadi produk Aice Mochi Klepon. Kami harapkan semakin banyak kreatifitas dalam penyajian kuliner asli Indonesia kedepannya, seperti produk baru dari Aice yang hari ini Kami luncurkan.” jelas Nia.

Dalam peluncuran ini, Aice mengumumkan bahwa Aice Mochi Klepon sudah dapat dinikmati konsumen dalam beberapa hari ini. Produsen es krim yang memiliki pabrik di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera ini, sedang memasok produk baru ini melalui ratusan ribu jaringan warung dan ritel modernnya.

“Aice bersama ratusan ribu warung kami akan menyuarakan #InovasiWarisanIndonesia lewat Aice Mochi Klepon. Produk ini menjadi salah satu upaya bersama kita dalam melestarikan warisan asli Indonesia. Mulai sekarang setiap anak Indonesia punya pilihan camilan es krim yang nikmat dengan rasa khas Indonesia,” ungkap Sylvana.

Aice Mochi Klepon bukanlah satu-satunya produk Aice dalam kampanye #InovasiWarisanIndonesia, Saat ini Aice sedang dalam proses riset dan pengembangan untuk beberapa produk es krim lain yang akan mempromosikan warisan budaya Indonesia lainnya.

Menurutnya, dalam waktu tidak lama lagi Aice akan kembali meluncurkan es krim lain yang tak kalah menarik. Aice akan merilis berbagai produk yang tidak hanya mengangkat kuliner, tapi juga berbagai aspek budaya Indonesia lain yang berkesan bukan hanya bagi warga Indonesia. Tapi juga aspek budaya dan tradisi lain yang telah diakui dunia.

“Kami akan terus melanjutkan kampanye #YangPertamaSelaludariAICE lewat produk kreatif Aice. Seperti Aice Susu Telur dengan kandungan tinggi Vitamin C yang booming saat pandemi, dan terobosan lewat Aice Mochi, kami akan mengeluarkan kejutan lain dalam waktu dekat. Kombinasi dari riset atas cita rasa, bahan berkualitas, dan teknik produksi canggih, kami berharap Aice akan selalu menjadi pilihan utama masyarakat,” pungkas Sylvana.

Pabrik Aice Group Raih Zero Finding Sertifikasi ISO 9001 HACCP Wujud Komitmen Inovasi Produk Berkualitas Tinggi

GayaKeren.idProdusen es krim Aice Group mengumumkan bahwa salah satu pabriknya PT Alpen Food Industry (AFI) berhasil mendapatkan pengakuan standarisasi tinggi dalam sistem jaminan mutu dan keamanan produk dalam proses produksinya. Pengakuan lulus sertifikasi ISO 9001:2015 dan Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis (HACCP) tersebut diterima Aice dari Lembaga Sertifikasi Balai Besar Industri Agro (BBIA) Kementerian Perindustrian.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana menjelaskan bahwa AFI yang pabriknya berlokasi di Bekasi, Jawa Barat telah mendapatkan status zero finding dalam proses Surveillance Audit yang dilaksanakan BBIA pada Jumat (20/8/2021) lalu.

“Kami bersyukur atas capaian zero finding dari pabrik Alpen Food dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Lembaga Sertifikasi. Kombinasi sistem produksi berteknologi tinggi serta komitmen tim produksi kami dalam menjaga kualitas produk secara konsisten sangat membantu keberhasilan AFI mempertahankan sertifikasi ISO 9001 dan HACCP dengan zero finding. Kami juga sangat menghargai kerja keras seluruh karyawan pabrik AFI, diantaranya tim Quality Control dalam menjaga proses produksi dengan komitmen tinggi menerapkan Total Quality Control mulai dari penerimaan bahan baku dan pengontrolan proses produksi memberikan jaminan dalam menghasilkan produk-produk Aice Ice Cream yang berkualitas,” jelas Sylvana dalam keterangannya Selasa (21/9/2021) di Jakarta.

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi seluruh karyawan produksi di pabrik AFI. “Karyawan merupakan aset penting bagi Aice Group, dan hasil terbaik zero finding ini tidak lepas dari kerja keras mereka. Hasil ini tidak membuat kami berpuas diri, namun akan semakin memotivasi kami dalam memproduksi produk-produk berkualitas tinggi dan inovatif,“ tambah Sylvana.

Ia menjelaskan bahwa ISO 9001:2015 yang didapatkan Aice untuk tiga tahun ke depan ini akan makin menjamin konsumen Aice untuk selalu mendapatkan produk es krim berkualitas tinggi secara konsisten. Selain itu, penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 akan mencegah terjadinya kegagalan mutu produk sepanjang proses produksi.

Dalam kesempatan terpisah, Lead Auditor Sistem Manajemen Mutu dan Sistem Manajemen Keamanan Pangan BBIA Lukman Junaidi menjelaskan bahwa lembaganya telah merampungkan pemeriksaan atas AFI. Ia menjelaskan bahwa dokumen sistem dan implementasi yang dilaksanakan oleh pabrik Aice sudah memenuhi persyaratan standar ISO 9001 dan HACCP. Dua standar tersebut dinilainya sudah menjadi panduan dalam proses produksi Aice untuk menjamin mutu dan keamanan bahan baku produk.

“Proses produksi di pabrik Aice telah berjalan secara terkendali dan menerapkan prinsip sistem manajemen mutu ISO 9001 maupun keamanan pangan HACCP. Bahan baku dalam proses produksi Aice memenuhi standar mutu yang berlaku, sehingga kami nilai kualitas bahan bakunya terjamin,” urai Lukman.

Dalam pengecekan implementasi sistem manajemen mutu dan keamanan pangan di pabrik AFI, Lukman menyatakan bahwa Aice memenuhi seluruh persyaratan ISO 9001 dan HACCP. Menurutnya, tidak ditemukan ketidaksesuaian baik kritis, mayor maupun minor dalam audit yang dilakukan lembaganya.

Penilaian dan pemantauan yang dilakukan dalam kegiatan audit BBIA tersebut meliputi semua lini produksi yang dimiliki AFI. Daftar pengecekan dimulai dari pemeriksaan kesesuaian fasilitas dan prasarana, mesin dan peralatan, pemenuhan aspek higienis dan sanitasi, hingga sistem monitoring atas parameter pengendalian proses produksi di pabrik Aice.

Saat menyoroti keberhasilan Aice lulus dalam pemeriksaan yang dilakukan lembaganya, Lukman berharap agar Aice dapat terus mempertahankan konsistensi implementasi sistem ISO 9001 dan HACCP di masa depan. Menurutnya, Aice Group memiliki kemampuan untuk terus mengupayakan proses peningkatan kualitas produksi secara berkesinambungan.

Ia mengingatkan bahwa penerapan sistem HACCP sebagai alat pengatur keamanan pangan memberikan banyak keuntungan bagi konsumen. Mulai dari menghindarkan konsumen dari produk berbahaya, meminimalkan risiko kesehatan, hingga meningkatkan kepercayaan konsumen akan tingkat keamanan makanan olahan.

Terkait dengan hasil penilaian atas standar kualitas produksi Aice tersebut, Sylvana menyatakan bahwa standar tinggi perusahaannya didasarkan pada prinsip best compliance dan tata kelola usaha yang mematuhi berbagai regulasi yang ada. Menurutnya, Aice menjalankan prinsip tata kelola tersebut sebagai komitmen jangka panjang Aice di industri makanan dan minuman Indonesia.

Di usia bisnis perusahaan yang masih tergolong muda, Aice berusaha melaksanakan best compliance dan akan terus menerus melakukan evaluasi serta perbaikan kontinyu atas semua sistem manajemen internal perusahaan yang relevan.

Upaya Aice menghasilkan produk terbaik, menjalankan segala regulasi terkait serta menjalankan etika bisnis yang baik tersebut sejalan dengan falsafah bisnis perusahaan yang berusaha memberikan manfaat ekonomi dan sumbangsih sosial bagi masyarakat Indonesia secara terus menerus.

“Aice selalu berusaha memproduksi es krim yang enak, terjangkau dan berkandungan baik. Visi standar kualitas produksi yang tinggi selalu menjadi bagian proses usaha Aice. Kami berharap produk Aice yang berbahan baku kualitas tinggi dan penuh inovasi akan selalu menghadirkan keceriaan konsumen es krim Indonesia,” tutup Sylvana.

Aice Es krim & Netizen Salurkan Ratusan Ribu Masker Medis, #DonasikuBuatNegeri

GayaKeren.idAice Group telah sukses menggelar gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri yang mengajak masyarakat lewat media sosial untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan masker. Para netizen diajak untuk menjadi perencana, pengarah, dan penilai atas distribusi masker medis yang diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya. Hingga hari ini, tercatat, ribuan masker telah dan akan didistribusikan ke pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah.

Pendekatan out of the box ini dilakukan dengan modal partisipasi dan assessment atas kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh netizen sendiri. Netizen cukup mendaftarkan alamat dari pihak yang sangat membutuhkan masker medis, lalu menyampaikan alasan tentang pentingnya memakai masker bagi diri dan penerimanya.

“Melalui #15HariEskrimAiceBerbagiSehat, kami telah mengajak semua netizen berbagi masker medis gratis lewat #DonasikuBuatNegeri untuk “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Aice menyediakan 250.000 masker medis gratis untuk didonasikan atas nama netizen penginformasi. Pengiriman masker akan dilakukan oleh Aice Indonesia dengan melakukan pengantaran langsung ke tujuan alamat penerima donasi. Gerakan inovatif ini memungkinkan semua orang dapat berbagi kepada sesama tanpa ada lagi batasan,” ungkap Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana.

Dalam gerakan inovatif yang menargetkan 250 ribu donasi masker ini, banyak netizen yang memberikan respon positif. Faktanya, netizen banyak menginformasikan bahwa meskipun masker sudah mulai banyak dijual di berbagai tempat namun masih banyak masyarakat yang sulit memilikinya.

Berbagai netizen di media sosial menginformasikan kebutuhan dari masjid, sekolah, panti asuhan, ojol bahkan hingga rumah sakit yang masih membutuhkan masker medis. Banyak titik inilah yang ditargetkan gerakan #DonasikuBuatNegeri untuk menerima donasi masker.

Salah satunya, @rahmatullah.key pria yang berprofesi ojol di Malang, Jawa Timur, melalui unggahan di sosial media menyampaikan kebutuhan dirinya, penumpang dan komunitas ojol atas masker medis dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Perkenalkan saya Arif Yusuf, anggota dari komunitas ojek online GOPASSUS Malang. Di tengah pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan pendapatan kami. Tetapi kami mencoba untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi kenyamanan bersama. Saya dan komunitas merasa terbantu melalui #DonasikuBuatNegeri #15HariEsKrimAiceBerbagiSehat yang diselenggarakan oleh @aiceindonesia dengan pemberian masker gratis. Masker gratis sangat membantu penerapan protokol kesehatan bagi driver dan penumpang. Terimakasih @aiceindonesia,” ungkap netizen tersebut.

Bagi sebagian orang, mungkin sekotak berisikan 50 lembar masker medis 3-ply masih terjangkau. Namun sesungguhnya masih banyak masyarakat bangsa kita yang memiliki keterbatasan uang, akses dan pemahaman untuk membeli dan menggunakan masker medis. Inilah yang menjadi tantangan bagi kebersamaan seluruh anak bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Dengan komunikasi internet yang sudah ada di genggaman, netizen bisa dengan mudah dan efektif menyampaikan informasi kebutuhan masker medis bagi pihak-pihak yang membutuhkan sekitarnya. Hebatnya, gerakan ini mampu menggabungkan logistik masker yang masif dimiliki Aice Group dengan partisipasi aktif masyarakat dalam mendistribusikan ribuan masker ke titik-titik masyarakat yang paling membutuhkan.

“Sebagai gerakan sosial, kami selalu bergandengan tangan dengan siapapun untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dan lewat #DonasikuUntukNegeri kami berharap edukasi pakai masker makin bergaung serta donasi masker medis berkualitas sampai di tangan yang benar-benar membutuhkan,” tambah Sylvana.

Tidak berhenti sampai disini, mulai bulan September ini, Aice Group juga akan membagikan masker medis ke sekolah-sekolah, sejalan dengan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam mendukung upaya penerapan protokol kesehatan dan pencegahan COVID19. Gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri menjadi awal untuk berbagi kepada sekolah-sekolah, dimana Aice Group banyak mendapatkan permintaan dari sekolah yang ternyata kekurangan masker medis. 

Salah satunya, Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar di SDN Kesabilan Banten melalui unggahan sosial media nya mengungkapkan bahwa sekolah yang berada di area terpencil di Serang Banten ini memiliki keterbatasan dalam penyelenggaraan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). “Saat pandemi COVID19, sekolah ini memberlakukan pengajaran secara daring, namun setiap 2 hari sekali para siswanya secara bertahap datang ke sekolah untuk menyerahkan tugas karena tidak semua orang tua memiliki handphone. Walaupun sudah dianjurkan untuk ke sekolah memakai masker, namun karena banyak orangtua murid yang kurang mampu membeli masker untuk anaknya, maka banyak dari mereka yang tidak memakai masker ke sekolah.”

Melihat respon tersebut, melalui gerakan #DonasikuBuatNegeri, Aice Group telah menyalurkan sejumlah 2.000 masker ke SDN Kesabilan Banten yang diterima langsung oleh Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar sebagai penerimanya. “Melalui #DonasikuBuatNegeri dan #15HariEsKrimAiceBerbagiSehat, Aice Group juga sangat bersyukur program ini dapat menyentuh lapisan masyarakat yang sangat membutuhkan yang selama ini mungkin belum menerima donasi masker dikarenakan lokasinya yang terpencil maupun keterbatasan akses. Semoga kedepannya, kami bisa menjangkau lebih banyak masyarakat di lebih banyak wilayah,” tambah Sylvana.

Donasi Aice Group Selama Pandemi COVID19

Seperti yang kita ketahui, kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda di tanah air masih menyisakan kekhawatiran banyak masyarakat dalam beraktivitas sosial. Masuk di tahun kedua pandemi ini, masyarakat kian menyadari tentang pentingnya menggunakan masker berkualitas secara baik dan benar dalam aktivitas yang kian meningkat paska pelonggaran di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Masker bedah atau yang lebih sering disebut sebagai masker medis telah dihimbau pemerintah untuk digunakan secara maksimal menghindari virus korona. Terlebih saat varian covid-delta yang lebih ganas dan mudah menular muncul di tanah air beberapa waktu belakangan ini.

Bagi sebagian masyarakat bawah, masker medis berkualitas dengan tiga lapisan (3-ply) masih menjadi barang cukup langka di pasaran. Dan harganya pun dirasakan cukup mahal di tengah tekanan ekonomi yang terjadi saat pandemi ini.

Atas banyak masukan dari berbagai lapisan masyarakat, ormas dan arahan pemerintah, Aice Group merasa terpanggil untuk bersama-sama membantu masyarakat dalam menghindari virus berbahaya ini.

Sebagai produsen es krim yang memiliki infrastruktur produksi sangat besar dan ratusan ribu jaringan warung di masyarakat, Aice Group menjadikan masker medis sebagai modal sosialnya.

“Setelah kami mampu memproduksi masker medis sendiri di pabrik Aice Mojokerto tahun lalu, kami mendapat banyak masukan dari stakeholders. Itulah mengapa Aice mendedikasikan jutaan masker yang kami produksi tiap bulan sebagai donasi penuh ke masyarakat. Dan yang tak kalah penting masker medis 3-ply ini menjadi sarana edukasi dan kerjasama sosial semua anak bangsa dalam menghadapi pandemi,” jelas Sylvana.

Tercatat, hingga saat ini, Aice Group telah menyalurkan lebih dari 50 juta masker medis selama pandemi berlangsung, baik melalui distributor dan jaringan warungnya maupun gerakan bersama organisasi kemasyarakatan. Cara yang dilakukan Aice bersama banyak kalangan masyarakat seperti pedagang warung, petugas kebersihan, tenaga kesehatan, hingga netizen ini adalah strategi yang efisien dan efektif. “Mudah-mudahan ini jadi ikhtiar bersama semua anak bangsa agar pandemi segera usai di negeri kita,” tutup Sylvana. (*)

Koalisi KSP, Relawan dan Aice Group Distribusikan Logistik Covid-19 “Pintu ke Pintu” yang Minim Penularan

GayaKeren.id – Kantor Staf Presiden (KSP) mengingatkan semua pihak untuk tetap disiplin melakukan distribusi logistik terkait pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 dengan pendekatan yang aman dan tidak menimbulkan kerumunan. KSP menilai gerakan distribusi masker dan logistik lain dari pintu ke pintu yang dijalankan semua pihak untuk meringankan beban rakyat saat pandemi ini adalah pilihan teraman dan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes).

Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Bidang Informasi dan Komunikasi Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa resiko lebih tinggi penularan yang ditimbulkan oleh berbagai varian baru virus korona menyebabkan semua pihak perlu lebih mengutamakan langkah pencegahan di hulu.

Sehingga distribusi masker medis berkualitas dengan melibatkan warga setempat lewat pendekatan door-to-door adalah bentuk gerakan multi pemangku kepentingan yang meringankan tetapi tetap aman dan tidak menambah resiko penularan di masyarakat bawah.

Menurutnya, kombinasi aktivasi masyarakat oleh Relawan Nasional Lawan COVID-19 (RNLC19) dan dukungan logistik masker medis yang diproduksi Aice Group adalah ikhtiar bersama anak bangsa dalam mengentaskan pandemi.

“Kita perlu meningkatkan koalisi multi stakeholder ini. Pemerintah, swasta, tokoh masyarakat dan media massa sudah bergerak bersama. KSP saat ini mengordinasikan gerakan ini di masyarakat dengan berfokus pada dua hal. Pertama, kami mengarahkan effort dan logistik ini ke masyarakat bawah yang paling membutuhkan. Kedua, yang sangat penting juga, mengonsolidasikan gerakan ini berjalan dalam pendekatan yang paling aman. Gerakan pintu ke pintu bagi masker medis ini sangat memenuhi kaidah Prokes,” jelas Juri.

Dalam distribusi 500 ribu masker medis dari pintu ke pintu yang dijalankan oleh koalisi triple helix pemerintah, swasta dan unsur masyarakat sipil ini, KSP mengapresiasi partisipasi aktif unsur swasta dan tokoh masyarakat di berbagai kota dan kabupaten. Juri menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers maya yang dilakukan bersamaan dengan distribusi 24 dari 500 ribu masker medis yang didonasikan oleh Aice Group di wilayah Koja, Jakarta Utara pada Kamis (5/8/2021) sore ini.

“Belum ada kata terlambat bagi kita membangun kedisiplinan dan kerjasama dalam melawan COVID-19. Meskipun rumah sakit sudah sedikit lebih lapang dan statistik penularan menggambarkan perbaikan, tapi kita tidak boleh lengah. Ikhtiar kita adalah bukan untuk menurunkan sementara angka pandemi. Tapi untuk benar-benar menekan pandemi ini hingga titik yang paling aman buat masyarakat Indonesia kembali beraktifitas,” kata Juri.

Dalam kesempatan tersebut, KSP juga memperkenalkan jaringan relawan distribusi masker dari beberapa daerah di luar Jabodetabek. Elisabeth Liu dan Ardi yang mengordinir distribusi masker di Semarang, Jawa Tengah dan Bekasi, Jawa Barat, menyampaikan optimisme atas sinergi banyak pihak yang dilakukan ini.

Dalam kesempatan yang sama, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana meyakini kerjasama adalah kunci bagi Indonesia dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 saat ini. Dengan kondisi masyarakat yang majemuk dan tersebarnya masyarakat kurang mampu di seantero Nusantara, membuat pemerintah perlu melibatkan semua pemangku kepentingan dalam sinergi pencegahan penularan virus ini.

Tiga dari empat aspek penting penanganan kesehatan saat pandemi sangat dipengaruhi oleh kerekatan dan kerjasama sosial semua anak bangsa. Selain aspek kuratif, aspek lain promotif, preventif dan rehabilitatif memerlukan dukungan nyata semua pihak dalam menjalankan disiplin, kesepakatan tentang bahaya dan contoh nyata menjalankan Prokes COVID-19.

Sylvana memaparkan bahwa dalam kenyataan di lapangan, kondisi keterjangkitan virus di masyarakat sangat dipengaruhi oleh kesuksesan kebijakan pemerintah yang ditopang oleh kesepahaman dari berbagai unsur warga masyarakat.

“Dalam aktifitas distribusi puluhan juta masker medis Aice Group sejak akhir tahun lalu di puluhan kota dan kabupaten, ada hikmah tentang pentingnya kerjasama. Keberhasilan gerakan pentahelix membagi 5 juta masker bersama KSP dan GP Ansor ke masyarakat paling rentan, plus belasan juta lainnya lewat warung penjual es krim Aice, kami sangat didukung oleh para alim ulama, tokoh masyarakat, hingga petugas kebersihan dan pedagang pasar,” jelas Sylvana.

Menurutnya, COVID-19 ini memberikan pelajaran bahwa kerjasama yang dibangun bukanlah melulu di soal penanganan kurasi medik. Justru virus ini hanya bisa ditekan lewat kesepakatan sosial semua kalangan masyarakat. Melepas tanggungjawab dalam mencegah penularan sosial akan melahirkan krisis yang parah di sektor hilir. Rumah sakit akan penuh pasien dan memberi resiko dan kelelahan luar biasa bagi tenaga medis yang jumlahnya terbatas.

Selain komitmen kerjasama sosial banyak pihak yang intensif tersebut, Aice Group menyampaikan pula komitmen produksi masker medis yang intensif hingga pandemi ini usai. Seperti diketahui sebelumnya, Aice Group sudah memproduksi setidaknya sekitar 50 juta lembar masker medis SHIELD-Aice yang diproduksi di Pabrik Aice Mojokerto, Jawa Timur.

“Selain produksi puluhan juta masker medis, Aice Group juga sudah mengirimkan setidaknya 10 juta es krim berkualitas untuk keperluan donasi ke tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di masa pandemi ini,” jelas Sylvana.

Gerakan Dari dan Untuk Masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum RNLC19 Kris Budihardjo menjelaskan lembaganya adalah bentuk kerjasama melawan COVID-19 yang berasal dari dan ditujukan untuk warga masyarakat sendiri. Tenaga dan sumber daya lain yang dihimpun oleh RNLC19 berasal dari berbagai kalangan masyarakat, dan didayagunakan ke warga yang paling membutuhkan.

Upaya mengatasi pandemi COVID-19 tidak bisa hanya dilaksanakan oleh Pemerintah. Indonesia membutuhkan sumbangsih nyata semua pihak. Menurut Kris, KSP dan lembaganya telah bersinergi dengan banyak pihak untuk begerak cepat memberikan bantuan kepada warga yang terkena pandemi, seperti yang dilakukan tim yang berada di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.

Bantuan yang diberikan antara lain pengasapan atau penguapan untuk membasmi virus korona menggunakan Corona Buster hingga pembuatan dapur umum untuk membantu warga yang tengah melakukan isolasi mandiri dan mereka yang sedang menjalani perawatan di berbagai rumah sakit.

“Gerakan RNLC19 adalah misi kemanusiaan untuk memperkuat efektifitas langkah Pemerintah sekaligus mengumpulkan sumber daya dari masyarakat dan kalangan swasta. Meski pemerintah sudah berusaha melakukan hal terbaik dalam mengatasi masalah pandemi ini, tapi kami melihat ada keterbatasannya juga. Kami hadir untuk mengefektifkan itu semua,” jelas Kris.

Sementara itu, Aktivis Kemanusiaan dan Bencana Faisal Saimima menyampaikan catatan atas kondisi terkini pandemi yang ada di berbagai wilayah Indonesia. Ia mengingatkan bahwa bencana yang terjadi akibat pandemi COVID-19 belumlah menggambarkan berbagai potensi bencana lain yang bisa dialami masyarakat Indonesia dalam waktu dekat.

Pria yang juga menjadi Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini menjelaskan bahwa di luar krisis yang terjadi akibat pandemi serta dampak ikutan seperti masalah ekonomi bagi masyarakat, terdapat potensi berbagai bencana alam di berbagai titik wilayah Nusantara yang masih mengintai.

“Kita perlu bekerjasama dan cepat mengakhiri pandemi di negeri kita. Di lapangan, masyarakat juga menghadapi berbagai cobaan yang tak kalah berbahaya. Gunung meletus, gempa, banjir, menjadi bahaya ganda lainnya. Sekali lagi kita perlu bekerjasama dan membangun kesepahaman semua pihak. Kami optimis jika gerakan banyak stakeholder yang dijalankan KSP, swasta dan elemen masyarakat ini Insya Allah akan mampu mengurangi dampak berbagai bencana di masyarakat. Amin,” tutup Faisal.(*)

Pemulihan Pandemi dan Perayaan Hari Es krim Dunia, Aice Komitmen Bantu UMKM dan Edukasi Masker ke Masyarakat

GayaKeren.idProdusen es krim nasional Aice Group menilai strategi pemulihan ekonomi yang sedang dijalankan oleh pemerintah perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan termasuk sektor swasta. Meskipun geliat pembalikan kinerja perekonomian belum cukup kuat untuk mendorong kinerja semua sektor ke kondisi ideal sebelum pandemi, namun pelaku industri berharap pemulihan ekonomi bisa terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Aice juga menyatakan dukungannya atas langkah pemerintah yang terlihat sangat menggenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) lewat berbagai stimulus pemerintah. Berbagai stimulus yang diarahkan ke jutaan UMKM di Indonesia, diyakini Aice Group akan menjadi pendorong daya beli yang riil di masyarakat.

Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana menyampaikan dukungan atas langkah pemerintah memperkuat UMKM dan juga komitmen Aice dalam mendukungnya. Dari awal hadir telah membuktikan dukungan dengan mengenjot pertumbuhan usaha kecil menengah dan mikro UMKM  dengan inovasi menghadirkan es krim berkualitas yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. “Kini, Aice telah berhasil membuktikan dukungannya dengan 250 ribu lebih UMKM serta upaya penanganan pandemi di sektor kesehatan yakni dengan edukasi dan pembagian masker. Dan bertepatan dengan Hari Es Krim Sedunia yang jatuh pada tanggal 18 Juli tahun ini, Aice akan memulai program membagikan Es Krim Susu Telur serta Masker medis ke berbagai lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sylvana juga menjelaskan bahwa UMKM memang menjadi porsi utama penjualan Aice dibandingkan dengan jaringan ritel modern misalnya. UMKM melalui jalur reseller pedagang ritel merupakan upaya Aice untuk memudahkan konsumen menikmati es krim dengan mudah, karena tersebar hingga ke wilayah perumahan mereka. Selain tentunya membantu UMKM dapat berkembang dan berdaya dengan program reseller.

Saat ini pembukaan baru jaringan reseller Aice di segmen pedagang ritel tradisional tetap tumbuh positif di masa pandemi ini. Hal ini yang menjadikan Aice tetap optimis mengenai potensi pembalikan ekonomi yang makin kuat saat ini. Sebagai salah satu produsen es krim dengan volume terbesar, Aice memiliki jejaring pedagang ritel yang sangat besar. Terdapat lebih dari 250 ribu jaringan warung Aice yang selama ini menjadi reseller produk Aice. 

Sinergi Pemulihan Kesehatan dan Pandemi

Seperti diketahui sebelumnya, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sudah meluncurkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional pada Maret (16/3/2021) lalu. Strategi pemulihan ekonomi dimulai pemerintah dari upaya pemulihan terhadap sektor UMKM.

Di tempat terpisah, pengamat dan aktivis sosial kemanusiaan Covid-19 Faisal Saimima menyampaikan dukungannya atas langkah stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam dalam beberapa waktu terakhir. Senada dengan Sylvana, ia menyatakan bahwa memang kenyataannya, UMKM menjadi kekuatan terakhir perekonomian dalam menghadapi resesi akibat pandemi ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor ini mengaku mendapatkan banyak afirmasi atas fokus pemulihan UMKM dari beberapa kepala daerah dan berbagai elemen masyarakat. Dalam berbagai kesempatan penanganan bencana alam serta di kegiatan distribusi jutaan masker medis di puluhan kota dalam setahun terakhir, dirinya bersama koalisi berbagai lembaga sosial kemasyarakatan melakukan juga dialog dengan berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat umum.

“Selama ini, saat kami turun ke lapangan untuk menangani pandemi dan bencana alam, ada banyak temuan dan masukan dari masyarakat di daerah mengenai perlunya pemulihan UMKM untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Beberapa kepala daerah menjelaskan bahwa porsi perekonomian UMKM di wilayahnya mengambil lebih dari separuh aktivitas ekonominya,” jelas Faisal.

Faisal mengingatkan agar pemerintah tidak boleh lengah untuk menjaga proses pencegahan dan kuratif dari virus ini sendiri. Ia meyakini bahwa UMKM yang menjadi garda terdepan pemulihan ekonomi justru memiliki resiko tertinggi penularan. Menurutnya, tidak ada gas dan rem yang berjalan secara parsial atas pemulihan pandemi dan dampak ekonomi. Keduanya harus berjalan dan sinergis.

“Masyarakat dan pemerintah tidak boleh ragu, kebijakan atas vaksinasi dan kebijakan PPKM perlu dijalankan dengan tegas. Saya dan banyak aktivis yang selama ini ada di lapangan sangat yakin bahwa ancaman gelombang besar pandemi saat ini memberikan banyak pelajaran soal itu. Jutaan insan UMKM yang selama ini wara-wiri dalam aktivitas ekonominya di masyarakat memegang peranan penting,” jelas Faisal.

Mengenai soal UMKM, Sylvana mengamini kekuatan jejaring warung dalam menyumbang aksi pencegahan melawan virus ini. Dalam beberapa bulan terakhir, Aice Group sukses melakukan kampanye penguatan dan edukasi penggunaan masker medis hingga ke titik terbawah masyarakat.

Hingga bulan lalu, Aice Group sudah mendistribusikan hampir dua puluh juta masker medis berkualitas lewat aksi donasi ke kalangan rentan penularan serta aksi distribusi melalui ratusan ribu warung Aice di berbagai penjuru tanah air.  Edukasi oleh tokoh masyarakat lokal yang dipercaya publik dan logistik masker yang masif lewat jaringan warung di 20 kota se-Indonesia terbukti telah berhasil menuai apresiasi dari banyak pihak.

“Kami meyakini kombinasi power leader yang memberikan contoh dan keuntungan jaringan warung Aice yang sangat banyak menjadi kunci keberhasilan pendisiplinan pemakaian masker dan prokes lainnya. Kami berharap pandemi ini segera usai, dengan kerja keras dan disiplin kita semua. Langkah pemerintah dan banyak stakeholder menjadikan UMKM sebagai titik awal pemulihan sangat kami dukung. Mudah-mudahan ini menjadi ikhtiar kuat kita menyelesaikan pandemi ini hingga tuntas secepatnya,” tutup Sylvana.

Aice Group Bangun Sistem Produksi yang Mendukung Kebutuhan Es Krim Era Kekinian

GayaKeren.id – Pertumbuhan industri es krim di Indonesia dalam setengah dasawarsa terakhir sedang moncer-moncernya. Selain pertumbuhan jumlah produsen yang berlipat, titik penjualan es krim ritelnya pun mengalami hal yang sama. Sebagian pengamat dan pelaku industri memperkirakan produk FMCG satu ini akan memasuki fase modernisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana menjelaskan bahwa pelaku industri es krim sedang mengalami pertumbuhan produksi sekaligus penjualan yang cukup tinggi di sekitar lima tahun terakhir. Perusahaannya sendiri dalam tiga tahun terakhir telah membangun dua pabrik baru yang berskala cukup besar. Di tahun 2018, Aice Group membangun pabrik modern dengan konsep factory visit di Mojokerto, Jawa Timur. Produsen Aice Mochi ini sebelumnya sudah memiliki pabrik pertamanya di Bekasi, Jawa Barat dan terakhir membangun juga sebuah pabrik di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Sumatera Utara.

“Aice Group melihat pasar es krim Indonesia masih akan tumbuh cukup besar. Konsentrasi perusahaan saat ini ada di penguatan kemampuan produksi kami memenuhi permintaan dalam dan luar negeri yang tumbuh. Pipeline investasi kami sudah sesuai dengan pencapaian di pasar dan juga dengan roadmap bisnis kami beberapa tahun ke depan,” yakin Sylvana.

Optimisme Sylvana memang sesuai dengan potret industri es krim ini beberapa tahun terakhir. Menurut laporan profil industri dari Marketline memperlihatkan bahwa Laju pertumbuhan majemuk (CAGR) dari industri ini pada periode 2015 hingga 2019 mengalami pertumbuhan CAGR 10,4%. Selain itu, volume konsumsi pasar juga meningkat dengan CAGR 6,3% periode yang sama mencapai 105,3 juta kilogram pada 2019.

Gambaran positif tersebut mewakili keseluruhan industri es krim di Indonesia. Seperti diketahui, es krim memiliki beberapa bentuk produk di pasar. Ada yang berupa es krim artisan yang berbahan dasar susu dan air, es krim impuls yang berupa porsian berbentuk cone dan lapis cokelat, hingga es krim multi porsi dan kue turunannya.

Secara makro, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) juga memberikan gambaran yang positif atas industri makanan dan minuman. Industri ini dinilai tahan krisis, termasuk terhadap adanya pandemi sejak tahun lalu.

Pada kuartal dua tahun lalu, industri makanan dan minuman masih tumbuh 0,22% di tengah kontraksi ekonomi -5,32%. “Industri makanan dan minum positif di kuartal III 2020 dengan tumbuh 0,66%. Perkiraan kami akhir 2020 ditutup tumbuh 1%,” jelas Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik GAPMMI Rachmat Hidayat, Rabu (20/1) lalu.

Aice Group sendiri mengakui masih merasakan pertumbuhan yang positif dalam masa yang sangat sulit saat pandemi ini. Adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah serta penurunan konsumsi makanan dan minuman di luar rumah menjadi faktor penekan pertumbuhan semua industri makanan dan minuman (FMCG).

“Kami bersyukur masih mendapatkan pertumbuhan positif pada tahun awal pandemi 2020 lalu. Meski ada koreksi atas proyeksi penjualan akibat penurunan konsumsi, namun di pertengahan tahun lalu kami menjalankan contigency plan. Akselerasi atas penjualan di warung kami nilai seirama dengan anjuran pemerintah untuk berada di rumah saja. Konsumen tidak perlu ke pasar atau modern market. Banyak warung yang dekat rumah konsumen bisa menyediakan kebutuhan es krim dengan Prokes yang tetap jalan,” jelas Sylvana.

Visi Produksi Es Krim Masa Depan

Besarnya pasar es krim dan peluang pertumbuhan di masa depan menjadi insentif utama bagi Aice Group. Saat masuk ke Indonesia beberapa tahun lalu, Aice Group sudah memperhitungkan besaran dan pertumbuhan pasar tersebut. 150 hingga 200 juta konsumen potensial bagi produk es krim membuat munculnya strategi pemasaran yang sukses dijalankannya beberapa tahun terakhir.

Strategi inovasi produk dan kekuatan poin penjualan yang masif di semua wilayah Indonesia menjadi kuncian Aice mampu menempati posisi dominan di pasar es krim saat ini. Dua variabel tersebutlah yang membuat Aice menjadi pionir dalam merevolusi tradisi konsumsi es krim dengan sangat cepat.

Jika dulu es krim diposisikan oleh produsen sebagai barang yang “cukup mewah” dan hanya dekat dengan momen khusus konsumen, Aice membongkar kemapanan tersebut dengan strategi volume massal dan harga jual yang terjangkau.

Strategi esktensifikasi tersebut dinilai oleh Pakar Pemasaran Dr Harryadin Mahardika sebagai kuncian penting pemain di industri ini dalam membangun daya saing yang unik dan kuat beberapa tahun ke depan. Konsumsi es per kapita yang masih sangat kecil dibandingkan dengan negara berkembang lain dilihatnya menjadi latar belakang yang kuat atas strategi pemasaran Aice Group di Indonesia.

“Konsumsi es krim per kapita kita maksimal masih berada di sekitar 0,75 liter per tahun. Sedangkan estimasi konsumsi yang yang mature berada di atas 2 hingga sekitar 4 liter per kapita. Tentu masih banyak ruang bagi produsen untuk meningkatkan produksinya,” jelas pria yang aktif sebagai pengajar di Universitas Indonesia ini.

Adin juga menjelaskan bahwa tren milenial yang lebih kompleks dan masif dalam mengonsumsi produk ini membuat produsen harus membuat strategi bisnis dan pemasaran yang dinamis.

“Es krim di masa depan akan bukan hanya sekedar rasa yang enak dari susu dan flavor. Es krim akan hadir dalam banyak unique selling point-nya. Es krim yang berkomposisi sehat, yang mudah dikembangkan dalam berbagai kreasi kuliner, dan berbagai keunikan lainnya akan dibutuhkan pasar di masa depan,” tambah Adin.

Sylvana mencontohkan varian Aice Mochi adalah sebagai bentuk kekuatan produk yang inovatif. Kulit mochi kenyal yang dirasakan konsumen adalah hasil dari inovasi pengolahan yang cukup high-end. Adonan kulit ditumbuk selama ribuan kali untuk mendapatkan kulit mochi dengan tekstur dan kekenyalan sempurna.

Aice Mochi juga diproduksi dari bahan baku pilihan. Cara pengolahan yang sesuai dengan resep tradisional tersebut akhirnya mampu menghasilkan kulit yang kenyal dan alami ketika dinikmati konsumen. “Aice Mochi adalah produk yang sangat favorit, Aice Mochi ini memenuhi kebutuhan personalisasi dari banyak konsumen milenial. Bisa dijadikan makanan penutup yang dikombinasi dengan kreatifitas menjadi dessert di kafe dan resto,” jelas Sylvana.

Selain Mochinya, Aice juga piawai membuat banyak inovasi yang tak kalah unik dan sangat disukai konsumen di produk lainnya. Aice menjadi menjadi produsen pertama yang menjual es krim dengan rasa dan bentuk jagung di Indonesia.

Aice Jagung sangat disukai konsumen karena lapisan kulit jagung yang sangat mirip dengan jagung asli. Kulit Aice Jagung dinilai konsumen lebih wangi dan memiliki aroma smoked di bagian kulit. Inilah yang membuat rasanya klop dengan isian es krim rasa jagung saat lumer di mulut konsumen.

“Mungkin berbagai langkah bisnis dan pemasaran Aice dinilai banyak pihak sebagai cara yang baru dan super inovatif. Tapi sesungguhnya visi modernisasi Aice berawal dari nilai-nilai yang sederhana dan Aice selalu terapkan selama ini. Ada empat huruf yang mewakili empat nilai inti Aice. A untuk kualitas grade A atau terbaik. I untuk inovasi. C untuk cheerful atau ceria. Dan E untuk share atau berbagi ke seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Sylvana.

Menag: Persatuan Umat Modal Menang Perang Lawan Covid-19

GayaKeren.idMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kekuatan keberagamaan dan keberagaman merupakan modal dalam melawan berbagai cobaan, termasuk melawan pandemi Covid-19 saat ini. Selain doa, lanjutnya, ikhtiar dengan menaati protokol kesehatan (Prokes) 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, terbukti mampu menekan laju penyebaran virus Covid-19 belakangan ini.

“Selain doa, upaya atau ikhtiar menghindar dari wabah diajarkan semua agama, misalnya dengan menerapkan prokes 5M dalam aktivitas keseharian. Kebersamaan antarumat beragama dalam melawan pandemi dengan kampanye menaati prokes menjadi kekuatan dan modal besar memenangkan perang melawan pandemi Covid-19,” tandas Menteri Agama saat menghadiri kampanye 5 juta masker oleh Aice Group, Kantor Staf Presiden (KSP) dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (4/3/2021).

Di kesempatan sama, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengapresiasi gerakan pentahelix yang diiniasi GP Ansor dan Aice Group. Menurutnya, pembagian masker medis untuk masyarakat sebagai upaya menghindarkan risiko penularan virus Covid-19 adalah salam kasih dalam semangat Kristus di momen Paskah ini.

“Makna Paskah yang sejati adalah bagaimana kita dapat memperjuangkan, merawat dan menjaga kehidupan kita dalam damai. Komitmen menjagai kehidupan dari ancaman virus berbahaya ini adalah makna umat atas kebangkitan dan harapan kita saat ini. Apresiasi tinggi kami di Sulawesi Utara untuk misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor, Aice Group dan KSP. Semoga pandemi segera usai dan makin damai dan sejahtera di bumi,” kata Olly. Menurutnya, gerakan pentahelix yang bermodalkan dukungan lima pilar masyarakat dari pemerintahan, sektor swasta, lingkungan akademik, media massa, serta tokoh dan organisasi masyarakat akar rumput akan membuat kesadaran masyarakat untuk menekan penularan di lingkungannya lebih mudah muncul.

Seperti diketahui, kick-off kegiatan yang membagikan 150 ribu masker kepada organisasi keagamaan, gereja, petugas kebersihan, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya di Sulawesi Utara ini adalah bagian dari kampanye dan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia. Kegiatan ini telah berlangsung sejak akhir tahun lalu hingga bulan April ini.

Manado menjadi kota terakhir yang disambangi misi kemanusiaan ini. Sebelumnya, GP Ansor, KSP dan produsen es krim Aice mendistribusikan lebih dari empat juta masker medis di Jakarta, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Batang, Surabaya, Ambon, Palembang, Medan, Batam, Yogyakarta, Malang, Lumajang, Denpasar, Makassar, Lampung dan terakhir di Banjarmasin.

 

PJ Gubernur Kalsel Apresiasi Distribusi Masker GP Ansor & Aice Group

GayaKeren.idPenjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA mengapresiasi distribusi masker medis yang dilaksanakan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Aice Group di wilayah yang dipimpinnya. Safrizal menilai 150 ribu masker medis berkualitas yang dibagikan kepada masyarakat bawah dengan kerentanan penularan tinggi adalah langkah efektif mencegah perburukan.

Safrizal meyakini kombinasi dari kedisplinan warga menggunakan masker berkualitas, disiplin menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) yang baik, dan praktik 3T (Tracing, Testing, Treatment) di Kalsel menjadi kunci efektifitas menekan penularan virus covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pj Gubernur memberikan pernyataannya pada kesempatan peluncuran Distribusi 5 Juta Masker Medis untuk Indonesia Maju di Gedung Auditorium KH Idham Chalid Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin (2021/3/8) siang.

“Membaiknya angka penularan virus covid-19 di Kalimantan Selatan tidak boleh membuat kita lengah. Prokes dan 3T perlu kita segera tingkatkan. Dan masker medis berkualitas menjadi salah satu hal paling utamanya. Dan kami menyampaikan apresiasi tinggi kepada GP Ansor, Aice Group dan KSP. Gerakan pentahelix yang melibatkan semua pihak ini akan mendorong perbaikan penanganan pandemi saat ini,” kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri ini.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan Teddy Suryana mengatakan bahwa pandemi covid-19 ini bukan lagi hanya menjadi bencana kesehatan bagi masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel). Organisasinya melihat bencana ini sebagai bencana kemanusiaan multi dimensi.

Baginya, tidak ada jalan lain bagi semua stakeholder dan elemen masyarakat untuk menggabungkan sumber daya dalam melawan penyebaran virus dan dampaknya ke aktifitas sosial dan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Sumber daya bukan hanya meliputi soal pendanaan yang selama ini sudah cukup banyak ditanggung Pemerintah Pusat dan Daerah. Tapi juga sumber daya tenaga dan dukungan kekompakan dalam menjalankan Prokes pencegahan pandemi.

“150 ribu masker medis yang kami bagikan ini adalah ijtihad kita melawan bencana. Kita perlu displin menggunakan masker berkualitas dalam aktifitas sosial sehari-hari kita. Ingat, masker ini akan mencegah kita dari bencana kesehatan covid-19 sekaligus bencana ekonomi yang bisa timbul jika kita lalai Prokes. Kita harus bisa kompak melakukannya. Kita bisa memulainya dengan disiplin memakai masker medis berkualitas di lingkungan terkecil dan terdekat,” jelas Teddy.

20 Juta Masker Medis SHIELD Didistribusikan via Pentahelis dan 250 ribu UMKM

Dalam keterangan tertulisnya, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini adalah strategi perusahaannya bersama GP Ansor dalam mempercepat aktivasi kerjasama seluruh elemen dalam mengentaskan pandemi di Indonesia.

Kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota ini adalah wadah dalam mengumpulkan energi anak bangsa dalam melawan virus berbahaya tersebut. Sylvana meyakini bahwa kerjasama adalah kunci kekuatan bangsa besar ini. Sejarah mencatatkan bahwa bangsa Indonesia mampu melewati dan pulih dari krisis besar dengan modal kerjasama.

Menurutnya, gerakan kolektif berupa aktifitas pentahelix berbagai pihak dibangun untuk mengajak semua anak bangsa yang peduli atas cobaan yang sedang Indonesia hadapi. Misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor dan produsen es krim Aice ini, adalah aksi bersama Pemerintah Pusat melalui KSP dan Pemerintah Daerah yang berbasis komunitas.

Kegiatan 20 kota ini menitikberatkan kepada peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa.  Kerja sama seluruh anak bangsa adalah kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis.

“Aice bersama dengan banyak pemangku kepentingan di 20 kota yang kami berikan 5 juta masker ini akan selalu bergerak bersama. Kuantitas yang cukup dan edukasi soal disiplin penggunaan masker berkualitas, serta dukungan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya di masyarakat menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” kata Sylvana

Menurutnya, gerakan pentahelix membagikan masker berkualitas didasari niatan banyak pihak dalam menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini secara optimal. Droplet mengandung virus ini dapat muncul di dalam batuk, bersin dan cairan yang keluar saat melakukan percakapan di ruang tertutup atau jarak dekat.

Pihak Aice juga menjelaskan bahwa masker medis bernama Aice-SHIELD yang didistribusikan dalam kampanye telah berspesikasi sangat baik. Masker medis ini memiliki bahan berkualitas tinggi dan diproduksi sendiri oleh Aice Group. Pihak Aice juga menjelaskan bahwa SHIELD sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krim Aice di masyarakat.

Seperti diketahui, Aice memiliki lebih dari 200 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim Aice. Produsen es krim yang dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.

Hal ini menjadikan 250 ribu lebih pemasar warung tradisional yang ada di seantero Nusantara membuat efektif dalam mengedukasi masyarakat menghindari penularan lewat distribusi masker SHIELD ini.

“Aice memproduksi tidak kurang dari 20 juta masker medis untuk menekan penularan virus di masyarakat. Kami meyakini puluhan juta masker gratis ini akan membantu masyarakat bawah yang paling rentan penularan. Visi kemanusiaan ini selalu mejadi bagian dari proses bisnis perusahaan kami. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur, misalnya, tapi juga dengan aktivitas riil ratusan  ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana.

Sukses Perkuat Penanganan ‘Bencana Ganda’ Sulbar-Kalsel, Aice Group & GP Ansor Usulkan Tiap Provinsi Punya Gerakan Pentahelix

GayaKeren.id – Rencana yang melanda Indonesia sepertinya belum akan segera selesai. Jika sejak awal tahun lalu pandemi covid-19 melanda Indonesia, maka di awal tahun 2021 bencana alam turut merundung berbagai daerah di tanah air. Bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah memprediksi masih akan banyak terjadi bencana di tahun ini.

Menyikapi banyaknya bencana di Indonesia saat ini, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group mengingatkan Pemerintah dan semua unsur masyarakat untuk bersiap menghadapi banyaknya bencana. Menurut mereka, persiapan terbaik dalam menghadapi bencana adalah dengan membangun kolaborasi pentahelix di tiap wilayah Indonesia. Terutama di wilayah dengan kerawanan bencana tinggi.

Ketua Pengurus Pusat sekaligus Kepala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 GP Ansor, Faisal Saimima mengatakan bahwa gotong royong adalah resep yang sesuai dengan gen anak bangsa dalam menghadapi cobaan bencana. Menurut Faisal, pandemi dan bencana alam yang sedang terjadi di bangsa Indonesia memberikan banyak hikmah. Gotong royong yang tergambar dalam gerakan pentahelix perlu diperbanyak. Kalau bisa, di berbagai provinsi yang rawan bencana ganda, publik perlu membangun koalisi pentahelix-nya di tingkatan lokal.

“Aktivitas Banser dan Ansor di Sulawesi Barat (Sulbar), Kalimantan Selatan (Kalsel) dan banyak titik bencana saat ini se-Indonesia menghimpun dukungan semua pihak. Gerakan pentahelix yang kami jalankan bersama Aice Group sudah membuktikan bahwa kombinasi dukungan swasta, pemerintah, dan banyak helix lain telah membantu gerakan Banser dalam membantu pengungsi di bencana yang terjadi,” jelas Faisal.

Kerjasama pentahelix yang masih dijalankan oleh GP Ansor bersama dengan banyak pihak lain di puluhan kota membuktikan resep tersebut. Seperti diketahui, selain di Jabodetabek GP Ansor bersama Aice Group dan Kantor Staf Presiden (KSP) juga melakukan misi kemanusiaan kolaborasi pentahelix di 20 kota se-Indonesia. Mereka membagikan 5 juta masker medis ke masyarakat bawah yang paling rentan terpapar virus covid-19. Jutaan masker medis SHIELD-Aice ini mereka bagikan ke belasan unsur masyarakat seperti petugas kebersihan, organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya.

Faisal mengatakan bahwa menyatakan bahwa koalisi pentahelix yang dilakukan oleh organisasinya bersama dengan Aice Group adalah ijtihad dan sinergi rakyat dalam menghadapi berbagai bencana yang sedang terjadi saat ini. Pria yang juga memimpin Satuan Koordinasi Nasional Banser (Satkornas) ini menjelaskan berbagai pihak yang dilibatkan dalam menangani bencana. Kolaborasi pentahelix terdiri dari peranan Pemerintah Pusat dan Daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta yang dikombinasikan dengan komunikasi publik lewat media massa.

Kolaborasi partisipatif ini yang dijadikan strategi GP Ansor dan Aice Group dalam mengefektifkan upaya pencegahan dan penanganan bencana alam dan pandemi yang terjadi sejak awal tahun lalu.

Dalam kesempatan yang sama, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa bencana ganda yang banyak terjadi saat pandemi ini perlu menjadi perhatian berbagai elemen penting bangsa. Menurutnya, cobaan pandemi covid-19 yang masih terjadi saat ini menjadi titik kritis dalam penanganan bencana alam yang terjadi. Sylvana menyebutkan musibah banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan gempa di Sulawesi Barat (Sulbar) sudah memberikan pelajaran bahwa protokol kesehatan (Prokes) dalam mencegah penularan korona harus dijalankan berbarengan dengan penanganan bencana alam itu sendiri.

“Misi kemanusiaan Aice dan GP Ansor bersama elemen Pemerintahan, masyarakat dan media massa kami nilai efektif dalam membantu bencana di Kalsel dan Sulbar. Kami menyentuh banyak kalangan masyarakat di pengungsian yang rentan penularan saat bencana. Kolaborasi ini bukan hanya mendistribusikan bahan pokok dan tenda, namun juga masker medis berkualitas untuk menghindari penularan korona.” Jelas Sylvana.

Lebih lanjut, Sylvana juga mengapresiasi kesigapan Distributor Aice Wilayah Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan, Dedy Tan, yang terjun langsung ke lapangan dan membantu masyarakat. “Pada saat terjadi bencana, kami langsung merespons hal tersebut. Dan, kami segera menyiapkan berbagai bahan makanan seperti beras, mie instan, air mineral dan roti serta masker medis SHIELD dan tenda yang dibutuhkan para pengungsi baik di wilayah Sulbar maupun Kalsel,” ungkapnya.

Pentingnya kecukupan masker medis berkualitas bagi pengungsi turut diamini oleh tim mobilisasi bantuan bencana GP Ansor. Kepala Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Satkorwil Banser) Sulawesi Selatan, Abbas Rauf Rani menjelaskan bahwa saat ini lembaganya menyertakan masker medis dalam paket bahan pangan yang dikirimkan ke pengungsi bencana gempa di Sulawesi Barat.

“Kami telah mengirimkan ratusan paket bahan pangan dan masker ke beberapa titik terparah bencana gempa di Majene dan Mamuju. Masker medis yang diberikan Aice Group masuk dalam SOP distribusi bencana ini. Kami ingin para pengungsi cepat pulih dari gempa, plus terhindar dari penularan covid-19,” harap Rani.

Kombinasi Wisata Covid dan Disiplin Masker di Masyarakat Jadi Jurus Melawan Korona

GayaKeren.idWakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirmaan Sulaiman, mengapresiasi distribusi masker medis berkualitas kepada berbagai kelompok masyarakat rentan penularan. Sudirman menilai disiplin menggunakan masker di masyarakat adalah aspek pencegah penularan yang saling menguatkan dengan program Wisata Covid di provinsi yang dipimpinnya. Apresiasi Gubernur diberikan dalam seri kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia yang sedang menyambangi wilayah Sulsel. Kick-off kegiatan yang dimotori oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Aice Group ini membagikan 250 ribu masker di kawasan wisata Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar pada Rabu (17/02/2021) ini.

“Saya apresiasi misi kemanusiaan yang dilakukan koalisi banyak unsur ini. Distribusi dan edukasi masker medis berkualitas ke masyarakat yang rentan adalah bagian usaha pencegahan penularan yang sangat-sangat penting. Insya Allah kombinasi pencegahan lewat masker akan memperkuat kunci pembatasan penularan di OTG lewat Wisata Covid-19 yang sudah berjalan,” kata Sudirman. Dalam kesempatan distribusi di Kota Makassar ini, GP Ansor dan Aice Group telah menyiapkan 250 ribu masker medis yang didistribusikan ke berbagai kelompok masyarakat yang rentan terkena penularan virus korona.

Tidak kurang dari belasan unsur masyarakat dari petugas kebersihan, organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya hadir untuk menerima secara simbolik masker medis SHIELD dari Aice. Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan (PW Ansor Sulsel), Rusdi Idrus menyatakan bahwa koalisi pentahelix yang dilakukan oleh organisasinya bersama dengan Aice Group, KSP dan sederetan lembaga masyarakat lain adalah ijtihad dan sinergi rakyat dalam melawan bencana ini.

Menurutnya, misi kemanusiaan melawan korona telah berjalan sejak pandemi baru melanda Indonesia April tahun lalu. GP Ansor dan Aice Group ikut masuk di garis depan dalam memperkuat titik kritis perang melawan Covid-19. Kegiatan distribusi 5 juta masker medis ini adalah bagian kedua dari misi kemanusiaan GP Ansor-Aice melawan korona. Sebelum kampanye masker ini, lembaganya dan Aice Group bekerjasama dengan kalangan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) melakukan penguatan logistik Alat Pelindung Diri (APD) dan sisi psikologis para Nakes.

Aice dan GP Ansor mendistribusikan cukup banyak APD yang saat itu sangat langka di kalangan Nakes. GP Ansor dan Aice Group menyambangi belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang, Jawa Tengah dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes. Rusdi juga menjelaskan bahwa saat itu Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas yang kini juga menjabat sebagai Menteri Agama menyatakan bahwa Ansor setia menempati posisi terdepan dalam memperbaiki kondisi negeri di saat pandemi ini.

“Saat itu Ketum Gus Yaqut memerintahkan Ansor dan Banser untuk aktif menjagai keselamatan nyawa Nakes. Salah satunya dengan distribusi APD yang saat itu sangat-sangat langka. Sejuta es krim Aice juga kami distribusikan saat itu. Ansor berusaha memperkuat aspek teknis-medis, dan juga psikologis. Terutama saat para Nakes sedang mengalami kelelahan jiwa dan raganya dalam menyembuhkan pasien korona,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa koalisi GP Ansor, KSP dan Aice selalu berusaha menjagai berbagai momen kritis pandemi. Koalisi pentahelix yang dibangun dengan keterlibatan banyak pemangku kepentingan di level nasional dan lokal ini, menjadikan berbagai momen kolektif rakyat yang rentan penularan sebagai sasaran distribusi masker medis.

“Gerakan pentahelix yang didukung oleh berbagai kalangan dari pemerintah, swasta, ormas, lembaga pendidikan hingga media massa ini, membuat kami lebih dekat dengan kondisi asli masyarakat. Distribusi bersama atas 5 juta masker medis SHIELD dari Aice ini adalah bukti bahwa kerjasama anak negeri akan memperkuat kita semua dalam melawan covid-19,” jelas Sylvana.

Sylvana menambahkan bahwa saat ini semua pihak harus bekerjasama di semua tempat. Semua pihak tidak bisa lagi hanya memilih-milih klaster tertentu untuk segera ditangani.

“Semua potensi klaster ada di banyak tempat. Ada di keluarga, lingkungan, perkantoran hingga rumah ibadah sekalipun. Karenanya, kami melibatkan banyak pihak agar saling menjagai keselamatan satu sama lain. Kedisiplinan memakai masker berkualitas adalah salah satu kunci terpentingnya,” tambahnya.