Sosok Inspiratif bagi Anak Perempuan, Mattel Indonesia Berikan Penghargaan Untuk Anne Avantie

GayaKeren.id – Mattel Indonesia memberikan perhargaan kepada Anne Avantie dalam Program Barbie Role Model, yang merupakan sebuah inisiatif dari Barbie untuk mengangkat kisah dan cerita wanita-wanita hebat di seluruh dunia agar bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak perempuan untuk meraih cita-cita mereka. Melalui program ini, Barbie memberikan sebuah boneka One of A Kind (OOAK) yang secara khusus dibuat menyerupai Anne Avantie sebagai wanita inspiratif pertama dari Indonesia yang menerima boneka ini. Boneka OOAK ini diberikan sebagai sebuah penghargaan untuk wanita yang akrab disapa Bunda Anne ini, sebagai sosok inspiratif bagi anak perempuan di Indonesia agar terus percaya pada potensi tak terbatas yang mereka miliki.

Barbie Role Model Program pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 dan terus memberikan penghargaan kepada lebih banyak wanita hebat di seluruh dunia. Sebagai bagian penting dari prakarsa global Barbie yang berkelanjutan, Dream Gap Project. Barbie juga memperkenalkan kisah wanita dari semua lapisan masyarakat kepada anak-anak perempuan untuk menunjukkan kepada mereka bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka inginkan.

“Sebagai brand yang memiliki misi untuk memberikan inspirasi kepada anak perempuan, Barbie memberikan penghargaan kepada para wanita hebat di seluruh dunia yang bisa menjadi role model bagi mereka,” ungkap Lisa McKnight, Senior Vice President and Global Head of Barbie & Dolls, Mattel. “Saat ini wanita di seluruh dunia telah memainkan peran penting dalam berbagai bidang, dan melalui Barbie, dengan bangga kami mempersembahkan penghargaan ini kepada role model tersebut di dunia nyata sebagai pengingat bagi anak perempuan bahwa mereka bisa menjadi apa saja yang mereka impikan.”

Tahun ini, Barbie terus menyoroti pesan pemberdayaannya tentang keberagaman, inklusivitas, dan pilihan melalui kampanye yang bertajuk “Fashion Reinvention – Fashion Fun for Everyone™”. Dalam kampanye ini Barbie berkaca dari tren yang sedang marak dalam fashion dan menanamkannya ke dalam produk melalui estetika dan tampilan baru yang lebih menyenangkan. Dengan menampilkan fashion yang beragam dan inklusif, para anak perempuan diharapkan dapat mengekspresikan kepribadian fashion mereka, dan juga mengembangkan potensi mereka yang tidak terbatas.

Sebagai penerima penghargaan Barbie Role Model 2021 dari Indonesia, Anne Avantie juga merupakan sosok yang memilki segudang prestasi di bidang fashion sebagai seorang designer. Melalui karyanya, beliau senantiasa melestarikan kebudayaan Indonesia dengan design kebaya dan batik yang telah dipakai oleh banyak orang-orang penting dan terkenal, termasuk beberapa Miss Universe ketika mengunjungi Indonesia. Yang lebih inspiratif lagi, Anne Avantie juga senantiasa berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan melalui banyak kegiatan sosial, serta dengan membentuk Pasar Tiban yang ditujukan untuk membantu usaha kecil dan menengah.

“Saya sangat senang dan bersyukur menerima penghargaan dari Barbie ini, terutama apabila saya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi anak-anak perempuan dalam meraih cita-cita mereka.” Kata Anne Avantie. “Tidak hanya sebagai seorang designer, tetapi sebagai seorang individu saya juga selalu ingin memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain. Dengan penghargaan dari Barbie ini saya berharap dapat menjadi sumber kebaikan bagi banyak orang, terutama bagi anak-anak perempuan yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini.”

Boneka OOAK ini didesain sedemikian rupa sehingga merepresentasikan Anne Avantie, lengkap dengan ciri khas beliau yaitu konde dengan hiasan bunga kamboja di sebelah kanan. Bunga kamboja yang sering ditemukan di pusara ini, disebut oleh beliau sebagai bunga yang paling setia di dunia karena menemani manusia sejak lahir sampai di peristirahatan yang terakhir. Inilah yang menginspirasi Anne Avantie untuk menjadi sosok yang setia dan senantiasa menghiasi hari-hari banyak orang dengan kebaikan.

Baju yang dikenakan oleh boneka ini adalah kebaya tradisional sederhana berwarna hitam yang merepresentasikan Anne Avantie dalam kesehariannya. Tidak lupa pula selembar kain batik yang disampirkan di bahu sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Anne Avantie dan design-nya, yang selalu memberikan sentuhan kecintaan pada kebudayaan Indonesia.

Melalui berbagai kampanye dan program inspiratif, Barbie mendorong anak-anak perempuan di Indonesia untuk menyadari bahwa tidak ada batas bagi mereka dalam mengejar cita-cita dan impian mereka.

Entrasol dan Yayasan Anne Avantie Berbagi Kasih pada Veteran dan Lansia

GayaKeren.idEntrasol dan Yayasan Anne Avantie membagikan 170.845 susu Entrasol untuk lansia (di atas usia 50 tahun) dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-75, sebagai bentuk apresiasi dan ekspresi rasa terima kasih kepada generasi pendahulu yang telah berjuang merebut kemerdekaan dan membangun negeri ini sejak merdeka di tahun 1945. Melalui program ini, para warga senior dan veteran meskipun telah lansia diharapkan bisa tetap berkarya dan menjadi berkat, serta inspirasi untuk masyarakat di sekitar dan tidak menjadikan usia sebagai faktor penghalang. Tanda kasih ini didistribusikan Yayasan Anne Avantie kepada berbagai panti werdha dan lembaga-lembaga veteran di Sumatera, Jawa, sampai Papua mulai 15 Agustus 2020 hingga akhir Agustus 2020 lalu. 

Christofer Samuel Lesmana, Business Unit Head General Adult Nutrition, KALBE Nutritionals merasa momentum perayaan kemerdekaan adalah saat tepat untuk mengingat kembali keberadaan dan pencapaian para senior dan generasi pendahulu. “Berangkat dari kepedulian kami agar para warga senior tidak menjadikan faktor ‘U’ sebagai penghalang untuk terus berkarya, kami merancang program ini sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih kami kepada para lansia yang telah membantu meraih kemerdekaan dan membangun Indonesia hingga saat ini,” ungkap Christofer.

Program kolaborasi Entrasol dan Yayasan Anne Avantie ini memang berangkat dari kelebihan-kelebihan Entrasol bagi lansia. Entrasol dengan ekstrak buah zaitun dan profit formula memang bantu penuhi nutrisi harian untuk atasi faktor ‘U’ (faktor usia), serta dapat melindungi organ tubuh dari penyakit degeneratif (osteoporosis, penyakit jantung koroner, rematik, cepat lelah, dan lain-lain) sehingga hidup sehat aktif.

 “Entrasol sendiri memiliki misi agar para lansia tetap berani mengekspresikan diri dan berkarya di usia yang sudah lansia, sebab dengan nutrisi yang tepat, para lansia dapat memiliki tubuh yang lebih kuat  untuk bisa tetap berkarya dan menjadi berkat bagi banyak orang,” papar Christofer lebih jauh.

Kemitraan dengan Yayasan Anne Avantie tak lepas dari figur wanita inspiratif Anne Avantie yang dikenal segala kalangan sebagai perancang busana. Sekitar 20 tahun yang lalu, Anne Avantie menemukan ‘panggilan hidup’ untuk juga berkarya di bidang kemanusiaan, yang diwujudkannya melalui Yayasan Anne Avantie. 

Di usianya yang sudah di atas 54 tahun, Anne Avantie bersama dengan ibundanya, Amie Indriati (72 tahun) masih aktif berkarya hingga kini mengembangkan industri kreatif dan karya-karyanya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tak hanya sebagai perancang busana, Anne Avantie dikenal sebagai sosok Kartini modern Indonesia yang selalu berusaha menginspirasi masyarakat lewat prestasi dan kepedulian terhadap sesama dengan berbagai kegiatan sosial yang dilakukan bagi berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, kaum difabel, pegiat UMKM, dan masih banyak lagi.

Melalui wawancara virtual, Anne Avantie mengaku kemitraan dengan Entrasol ini bertujuan memotivasi para lansia, agar tidak terpaku pada usia, sehingga mereka bisa terus beraktivitas tanpa takut pada proses penuaan alami yang tidak bisa dihindari. “Usia boleh senior, tetapi kita tetap harus sehat, bersemangat menikmati hidup, berani mengekspresikan diri dan terus berkarya. Jangan pernah menjadikan faktor ‘U’ sebagai halangan untuk berkarya,” ungkap Anne Avantie yang telah berkarya selama lebih dari 30 tahun.

Tanda kasih Entrasol berupa 170.845 paket nutrisi ini untuk para lansia ini terinspirasi dari tanggal proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 (17-08-45). Donasi ini disalurkan sejak 15 Agustus dan berakhir di penghujung Agustus 2020 ini melalui Yayasan Anne Avantie yang menggandeng sejumlah relawan untuk panti werdha, yayasan-yayasan sosial dan komunitas pelayanan kemanusiaan bagi orang-orang di usia senja di Semarang, Medan, Palembang, Bogor, Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya dan Wamena, dan kota-kota lainnya. Lewat program ini, Entrasol ingin menegaskan dukungannya agar para lansia agar terus aktif berkarya dan mengembangkan diri lewat berbagai aktivitas.

“Memang, seiring bertambahnya usia, kita cenderung juga menjadi kurang fleksibel. Dengan kandungan ekstrak buah zaitun yang mampu melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas, serta tinggi protein dan tinggi kalsium, Entrasol dapat mencegah proses degeneratif khususnya untuk sendi dan tulang, maupun penyakit degeneratif lainnya, baik juga untuk kesehatan jantung, serta mengandung vitamin lengkap (10 Vitamin dan 7 Mineral) untuk menjaga daya tahan tubuh,” tutup Christofer.

Anne Avantie Tampilkan Koleksi Masterpiece-nya Di Pagelaran 29 Tahun Berkarya

GayaKeren.id – Maha karya Sang Desainer Anne Avantie memang selalu mendapat tempat khusus di hati pecinta fashion, terbukti dengan banyaknya tamu undangan dari berbagi kalangan. Dari tokoh pejabat hingga artist senior nampak menghadiri acara Pagelaran 29 Tahun Berkarya Anne Avantie.

Tak perlu diragukan lagi, desainer Anne Avantie sudah terkenal dengan kemampuannya menciptakan kebaya modern nan elegan dan anggun. Berkat tangan dinginnya, ia bahkan berhasil membalut tubuh para tokoh ternama dengan rancangan kebaya yang menawan.

Anne Avantie merefleksikan 29 tahun berkarya dalam rancangan 100 kebaya di panggung peragaan busana Indonesia Fashion Week (IFW) 2018 dengan pertunjukkan ‘Sekarayu Sriwedari’, Persembahan Karya Cinta Sumbangsih 60th Waldjinah untuk Negeri. Peragaan ini dianggap momentum besar dalam hidupnya, serta penanda Anne siap masuk dekade ketiga dalam berkarya. Pagelaran ini sekaligus persembahan karya Cinta Sumbangsih 60 tahun ratu keroncong Waldjinah. Dimulai dengan dua penari gemulai, peragaan busana di Jakarta Convention Center ini langsung mencuri perhatian.

Anne melanjutkan menampilkan kebaya yang dominan berwarna hijau, merah serta emas. Siluet yang ditampilkan dominan dengan dada terbuka, kemudian kain lilit serta jubah berukuran besar dan tipis sebagai pelengkap bagian belakang. Tak hanya itu, Anne juga berani membuat bawahan kebaya berupa celana panjang dengan motif batik.

Rancangan kebaya Bunda Anne menampilkan siluet dengan belahan dada terbuka. Pada sequence lainnya, ia mengkombinasikan setelan celana motif batik dan legging transparan ditambah kemben berwarna coklat. Tampilannya makin memukau dengan penambahan jubah berukuran besar sebagai pelengkap busana. Kali ini, ia sangat berani mengkolaborasikan warna-warna seperti coklat, emas, merah, hijau. Selain warna-warna terang seperti putih untuk gaun pengantin.

Ada rancangan kebaya lain, Anne tampil dengan warna-warna berani seperti merah dan emas. Dia juga membuat rancangan khusus pernikahan, dengan pilihan warna putih, emas dan batik emas hitam. Rancangan bertema Borobudur juga dibawa Anne untuk mengembalikan lokasi candi Budha di Jawa Tengah itu sebagai warisan dunia.

Anne tak hanya mempercayakan rancangannya pada model-model profesional. Dalam pagelaran Kamis (29/3/2018) malam itu, artis peran, penyanyi hingga menteri pun diikutsertakan. Artis yang berperan seperti Nia Ramadhani, Vanessa Priscilla, Jessica Iskandar, Krisdayanti. Nampak pula deretan Putri Indonesia dari lintas generasi tampil anggun dalam balutan kebaya klasik, seperti Artika Sari Devi, Melanie Putria, Whulandary Herman, Kezia Waraow hingga Bunga Jelita.

Di pertengahan acara, penyanyi legendaris keroncong Waldjinah turut menyumbangkan suara emasnya melalui lagu ‘Walang Kekek’ yang menghipnotis semua penonton. Ia mengenakan kebaya Anne Avantie warna merah diiringi tarian dari seniman senior Didi Nini Thowok.

Riuh penonton makin pecah saat deretan artis ibukota tampil dalam balutan busana Anne. Dengan tingkah lucu mereka membawakan sebuah gimmick drama pendek yang menghibur. Terlihat beberapa diantaranya Krisdayanti, Soimah, Indy Barends, Indra Bekti, Melaney Ricardo, Nia Ramadhani dan Jessica Iskandar.

Bersama dengan para selebritis, muncul sosok Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti berjalan anggun di atas catwalk dengan kebaya warna merah. Bu Susi terlihat elegan dengan senyum khasnya menyapa para penonton.
Susi nampak anggun dengan kebaya merah, bawahan kain lilit warna emas dan selendang hijau. Berjalan dengan tempo cepat, senyum susi merekah. Dia pun tak sungkan menyingkap tato di kakinya yang bergambar burung ‘Phoenix’.

Dalam 29 tahun berkarya, Anne selalu percaya untuk tetap berusaha dan tak pernah lelah, persis seperti yang diungkapkan ibunya. Dia juga percaya bahwa dunia seni bisa memberikan kehidupan. “Dan talenta adalah anugerah Tuhan yang tak bisa dicuri siapa pun,” katanya.

“Saya ingin mendekasikan acara ini untuk mengapresiasi Waljinah yang karyanya telah melegenda sejak 60 tahun lalu. Dan kenapa 29 tahun bukan 30, karena untuk masuk ke usia tiga dekade itu sangat berarti untuk saya,” Tutup Anne Avantie usai acara.

 

 

Ada Jubah Motif Batik di Video Klip Agnes Monica

GayaKeren.id – Penyanyi muda bertalenta Tanah Air, Agnez Mo kembali menghentak publik dengan rilis lagu barunya berjudul Long As I Get Paid. Dalam rilis video klipnya yang diunggah di Youtube, belum lama ini, Agnes tampak memamerkan busana dengan nuansa khas Indonesia.

Dalam setiap penampilan, Agnes memang senantiasa memamerkan penampilan yang ‘sempurna’ dan penuh perencanaan. Tak terkecuali dalam video klip terbaru yang diunggahnya.

Yang terbaru, dalam video klipnya berjudul Long As I Get Paid yang ditonton jutaan viewers dalam beberapa hari setelah diunggahnya, Agnes tampil dalam balutan jubah bermotif batik karya desainer kenamaan Anne Avantie.

Agnes tampak memukau dengan tampilan atasan bustier bermotif batik berwarna emas dan hitam yang dipadukan dengan jubah bermotif batik yang megah dan menjuntai hingga ke lantai serta bawahan ketat berwarna hitam dengan beraksen lace.

Sebagai pelengkap tampilannya yang menunjukkan kekhas-an Indonesia, tak lupa Agnes menggunakan mahkota emas di kepalanya. Kekentalan nuansa Indonesia juga ditunjukkan dengan sepatu beraksen batik yang digunakannya untuk melengkapi penampilannya. Tak mengherankan, dengan tampilan yang super megah dan sensasional tersebut, Agnes langsung menjadi trending topic.

Anne Avantie dalam postingannya di Instagram menuturkan soal sinerginya dengan Agnes. “Tidak ada perencanaan sebelumnya. Hanya bahasa hati yang bisa menyatukan 2 karakter yang sangat berbeda antara saya dan @agnezmo. Tapi dalam karya terjadi persatuan yang sepemikiran, sehingga ketika di suatu subuh bulan lalu…@agnezmo menghubungi lewat chat Whatsap dan berkisah tentang rencana pembuatan video clip “Long as I Get Paid”, maka saya langsung merespon hanya dalam hitungan menit, memahami ingin-nya dan bagaimana mewujudkannya. Saya hanya butuh “mendengarkan” lebih banyak dan “mengerti” ingin-nya (karena sdh berkali kali bekerja sama)… Kemudian lewat foto-foto koleksi kami saling berkomunikasi dengan saling memahami. >>”Saya tidak setuju ketika banyak suara mengatakan bahwa @agnezmo adalah seorang bintang yang sulit…,dan tidak mudah dimengerti. Tapi…., saya selama bertahun-tahun bekerjasama, @agnezmo adalah pribadi yang sangat mudah dipahami dengan detail…, jadi saya-pun dengan mudah bisa merangkum ingin nya. “Bagi saya, @agnezmo  dan Anne Avantie adalah 2 jiwa yang sangat mencintai Indonesia dengan cara yang berbeda”.>>>  Saya ingin dunia melihat Indonesia dengan kacamata Budaya melalui @agnezmo dan Batik. (bukan KEBAYA) seperti yang beredar luas–<< sekali lagi dengan CARA AGNEZ Mo,. Semua karya saya di mix sendiri oleh Agnez sesuai dengan karakter AGNEZ MO…- dan itulah yang dinamakan karya seni” tulis Anne.

 

Anne Avantie – Berkarya Dengan Cinta, Tekad Dan Ketekunan

GayaKeren.id – Pembawaan yang tenang, kalem dan lemah lembut adalah ciri khas karakter seorang Anne Avantie. Nama Anne Avantie di dunia fashion tanah air tidak bisa dipisahkan dari kebaya. Keberaniannya berkreasi mengantarkan karya-karyanya menjadi sebuah tren baru. Wanita yang akrab disapa Bunda Anne ini mengaku tak menyangka ia bisa menjalani karir sampai seperti ini. Padahal, ia tak pernah bercita-cita jadi seorang desainer.

Bakatnya dalam merancang busana dikembangkannya secara otodidak. Anne tidak pernah mengenyam pendidikan formal yang khusus mempelajari seluk beluk dunia desain. Ia bahkan menempuh pendidikan hanya sampai tingkat SMP. Meski demikian, dengan semangat pantang menyerah dan kemauan belajar, ia mampu meraih prestasi tertinggi dalam karirnya.

Memutuskan hijrah ke Jakarta pada 1999 dengan memulai hidup baru dengan pikiran baru dan berkompetisi dengan designer papan atas Indonesia. Dan dengan segala kesederhanaan pola pikir dan tidak terkontaminasi Gaya Hidup, Anne berjuang hingga saat ini yang mencapai kesuksesannya.

“Ini seperti mimpi. Karena dari kecil nggak pernah mimpi bakal jadi kayak sekarang. Desainer bukan cita-cita saya. Saya berjuang terus hingga saat ini, tidak terasa. Berjuang untuk belajar menerima segala peristiwa dan bersyukur, berdamai dengan diri sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain atas apa yang kita putuskan.  Saya bersyukur dengan orang – orang yang menjadi “bagian masa lalu” saya. Mereka adalah Pahlawan, tanpa mereka…saya bukan siapa-siapa hari ini ,” ujar pemilik nama asli Sianne Avantie saat ditemui belum lama ini.

Anne menuturkan kalau karya yang ia hasilkan adalah perjalanan hidupnya. Termasuk pilihannya untuk tetap tinggal di Semarang, bukan di Jakarta seperti kebanyakan desainer lainnya. Berangkat dari nol, bahkan tidak pernah sekolah soal fashion, Anne bersyukur dengan apa yang sudah ia dapatkan sekarang. Tantangan yang keras dari banyak sisi, membuatnya tak lelah untuk terus berusaha menampilkan yang terbaik.

Ada banyak harapan yang ia sampaikan, baik untuk diri sendiri, hingga untuk karyanya yang selama ini banyak dijiplak orang lain. Anne juga membagi resepnya agar bisa bertahan di kerasnya industri fashion.

“Lakukan sesuatu dengan hati dan cinta dan jadi saluran berkat, panjang umur, sehat. Nggak takut plagiat. Dari Sabang sampai Merauke, yang plagiat akan tetap jadi ekor. Tuhan tahu,” tegas wanita kelahiran Semarang, 20 Mei 1964 ini.

Anne Avantie piawai mengolah dan memodifikasi kebaya menjadi busana yang elegan, eksotis dan glamour. Rasanya sudah begitu banyak yang mengamini. Tak sedikit yang kemudian mengikuti jejaknya sebagai desainer kebaya. Tentunya ini menggembirakan karena kebaya sebagai warisan budaya yang adiluhung semakin terangkat pamornya, bahkan bisa menggerakkan roda industri fashion

Karya-karyanya yang fenomenal, menggelitik rasa ingin tahu. Potongan garis leher, lengan dan panjang kebaya berekor yang begitu berani; paduan warna tak lazim namun serasi; hingga padu padan kain dan aksesori yang sangat total adalah ciri khas karya luar biasa seoarang Anne Avantie.

Rasa cintanya yang teramat sangat terhadap kecantikan kebaya, membuat imajinasinya bergerak liar untuk menciptakan gradasi gaya tanpa batas dari konsep dasar kebaya. Karena Anne ingin kebaya memiliki dinamika untuk bercengkerama dengan zaman yang tak lekang di makan waktu, dan memiliki harapan sendiri untuk berkreasi.

Anne Avantie tidak hanya dikenal sebagai perancang busana handal, tetapi juga merupakan penulis buku rohani Katolik dan aktivis sosial. Aksi sosialnya yang nyata ditunjukkan dengan pembangunan rumah singgah bernama Wisma Kasih Bunda pada tahun 2002 yang merupakan kolaborasi dengan Rumah Sakit St. Elizabeth, Semarang. Mula-mula rumah singgah ini hanya diperuntukkan untuk penderita hydrocephalus. namun mulai tahun 2005 banyak penderita astreni ani, tumor, labiopalataschisis, bibir sumbing, dan penderita cacat lainnya yang datang untuk mendapatkan pertolongan.

Anne Avantie juga banyak mengadakan pelatihan dan workshop ketrampilan dan kewirausahaan untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, penjahit, hingga ibu rumah tangga. Selain aktif mengadakan program subsidi silang dan pelatihan gratis, Anne juga sering diminta untuk menjadi narasumber di berbagai acara.

Di sela-sela kesibukannya sebagai desainer, ia masih menyempatkan diri untuk terlibat dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Mengenai kiprahnya di bidang kemanusiaan, Anne mengakui, kalau awalnya tidak berjalan dengan mulus. Sebagian orang bahkan mencibir kegiatan sosial yang dilakukannya hanya sebagai upaya untuk meningkatkan popularitas. Sekalipun begitu, Anne tidak berkecil hati. Dengan mantap Anne Avantie melangkah menjawab “Panggilan Tuhan”. Ia tetap fokus menjalani keputusan untuk memberikan keseimbangan dalam kariernya maupun kehidupan rohaninya.

Kerja keras Anne di panggung dunia mode Indonesia berbuah popularitas dan limpahan materi. Semua itu disadarinya merupakan berkat dari Yang Maha Kuasa. Sebagai rasa syukurnya, Anne senantiasa berbagi pada mereka yang membutuhkan uluran tangannya. Bukan hanya dalam hal materi tapi juga ilmu. Itulah mengapa, workshop dan pelatihannya selalu dipenuhi orang-orang yang ingin menimba ilmu dari Anne Avantie tentang ketrampilan dan kewirausahaan. Mereka datang dari berbagai latar belakang, mulai dari penjahit, desainer, pelajar hingga ibu rumah tangga.

Berbicara prestasi, Anne Avantie telah berhasil mencatatkan prestasi tak hanya di dalam negeri namun hingga ke mancanegara. Pelanggannya datang dari kalangan pejabat hingga selebritis. Berbagai koleksi penghargaan sudah didapatnya, baik dalam negeri (nasional) maupun mancanegara (internasional). Busana rancangan Anne banyak menghiasi dunia mode baik nasional maupun internasional. Namanya yang sudah mendunia, bahkan tak jarang beberapa miss universe memakai jasa Anne untuk membuat kebaya khususnya.

“Percaya atau tidak, sebagai seorang perancang, saya sebetulnya memiliki banyak kekurangan. Saya tidak bisa membuat pola, tidak bisa menggambar sketsa dengan baik. Namun saya mempunyai khayalan yang sangat dinamis dan saya tidak akan tenteram jika itu tidak bisa saya ejawantahkan menjadi sebuah karya konkrit. Bagaimana proses teknis pelaksanaannya, itu mungkin tidak akan pernah tertera dalam buku-buku metode jahit manapun. Teknik pembuatan yang saya lakukan adalah teknik nurani yang membuat segala macam cara bisa masuk dalam metode saya saat berkarya. Dan satu hal yang sangat penting sebagai penjaga, yakni Tekad dan Ketekunan,” ujar Anne menegaskan.

Ketenarannya tidak membuat perancang yang terkenal dengan koleksi kebayanya itu terbang tinggi. Dia tetap memilih menjadi sederhana. Hal ini terlihat dari penampilannya yang tidak glamor seperti busana-busana rancangannya. Dia juga setia dengan rambut aslinya yang lebih sering disanggul dan diselipi bunga kamboja.

Bahkan dia tanpa rasa sungkan, menyebut dirinya tidak jauh dari kekurangan. Dia juga mengaku tidak lancar berbahasa Inggris dan tidak mengikuti kemajuan teknologi sehingga untuk menggunakan telepon pintar pun dia harus meminta bantuan asistennya.

Hal menarik lainnya, dia selalu bepergian dengan menggunakan kereta api, karena dia takut naik pesawat. Tapi dia tidak menganggap rasa takut itu sebagai keterbatasan. Dia justru bersyukur karena keterbatasan itu membuatnya selalu berada dekat dengan keluarga.

Satu hal yang patut diteladani oleh kaum perempuan dari seorang Anne Avantie adalah komitmennya untuk tidak melupakan kodratnya sebagai sebagai perempuan. Walaupun hari-harinya banyak disibukkan dengan kegiatannya sebagai desainer sekaligus pekerja sosial, ia tak pernah lalai menjalani tugasnya sebagai istri dari Joseph Henry Susilo, sekaligus ibu dari ketiga anaknya, Intan Avantie, Ernest Christoga Susilo, dan Ian Tadio Susilo.

Selama 28 tahun berkarya, Anne Avantie adalah sosok wanita yang menginpirasi. Sosok sederhana dengan sifat rendah hati, penuh kelembutan, berbelas kasih dengan tulus dan penuh cinta dan keinginan untuk terus menjadi berkat bagi sesama, Anne Avantie tak segan-segan berbagi rahasianya dalam pencarian inspirasi untuk kreasi yang menyempurnakan.

Benar-benar Kartini Pembawa Perubahan……

“Ia seutuhnya manusia dengan kelebihan yang mengagumkan, dan kekurangan yang manusiawi………”