One Night Stand Membuat Putri Marino Mengubah Hidup Jourdy Pranata

GayaKeren.idKonten original terbaru Bioskop Online, One Night Stand, arahan sutradara Adriyanto Dewo akan tayang mulai 26 November 2021 mendatang. Jelang penayangannya, para pemain, sutradara dan produser berbincang tentang film yang mengangkat genre roman tersebut.

Dalam acara yang dilakukan daring itu dihadiri oleh Jourdy Pranata sebagai pemeran utama pria dan pemain lain seperti Agnes Naomi dan Eduwart Manalu. Hadir juga Perlita Desiani selaku produser dan Adriyanto Dewo selaku sutradara. Tak ketinggalan juga, Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group.

Para pemain dan sineas yang terlibat dalam pembuatan One Night Stand ini bercerita tentang bagaimana One Night Stand menggambarkan sebuah pertemuan singkat, namun memberikan makna yang mendalam. Meski begitu, kisah tersebut terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari di sekitar kita. Realisme inilah yang membuat Adriyanto Dewo, selaku sutradara sekaligus penulis naskah, menciptakan One Night Stand.

“Saya selalu menyukai cerita film dengan timeline satu hari, dan saya juga selalu menyukai cerita yang jujur, dari kegelisahan karakternya dengan pendekatan realisme yang mengambil masalah nyata serta kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut, muncul ide untuk film One Night Stand. Sebagai penulis dan sutradara, saya selalu ingin mengeksplorasi genre yang berbeda di setiap cerita yang saya tulis, dan One Night Stand ini adalah pertama kalinya saya menulis genre roman,” ungkap Adriyanto Dewo sang sutradara, Rabu 24 November 2021.

Cerita yang dikemas dengan manis ini pun didukung dengan akting para pemain, yang membuat One Night Stand semakin terasa lengkap. Jourdy Pranata berperan sebagai Baskara atau Ara beradu akting dengan Putri Marino yang berperan sebagai Lea. Pertemuan keduanya, membawa masing-masing tokoh merasa saling melengkapi, walaupun mereka sama-sama sadar, bahwa pertemuan tersebut hanya sementara dan tak tahu seperti apa akhirnya.

Lea, gadis pemberani yang menyebarkan energi positif bertemu dengan Ara yang cenderung penurut dan sulit berkata tidak. Namun pertemuan singkat Ara dengan Lea mengubah bagaimana cara Ara memandang hidup. “Cerita ini menjadi refleksi, ternyata untuk merasa klik dengan seseorang itu bisa dengan cara tak terduga dan bisa dalam waktu singkat. Masalahnya, bagaimana itu semua bisa terjadi? Nah itu yang akan kita saksikan di One Night Stand ini,” ungkap Putri Marino, sebagai salah satupemain di film ini.

Kisah yang dekat dengan realitas ini lah yang juga menjadi salah satu alasan mengapa akhirnya Bioskop Online memutuskan untuk menayangkan One Night Stand. “Cerita yang dekat dengan keseharian yang biasanya memiliki daya tarik tersendiri untuk penonton. Bioskop Online mencoba untuk menyajikan One Night Stand, yang memang terasa dekat dengan keseharian kita,” ungkap Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group.

Bagi yang penasaran dengan kisah Ara dan Lea, jangan lewatkan kisah keduanya lewat film One Night Stand yang akan tayang di Bioskop Online 26 November 2021. Tiket pre-order film One Night Stand sudah bisa dibeli mulai 12 November 2021. Penonton juga bisa mendapatkan harga promo sebesar Rp20.000, selama periode 12 hingga 25 November 2021.

Aum! Film Terbaru Jefri Nichol dan Chicco Jerikho Mulai Tayang 30 September 2021

GayaKeren.id Aum! film kolaborasi perdana Jefri Nichol dan Chicco Jerikho segera tayang di Bioskop Online mulai 30 September 2021. Disutradarai oleh Bambang “Ipoenk” K.M, film Aum! akan menunjukkan bagaimana para aktornya mencoba bersuara mengenai kebebasan berpendapat. Bukan cuma melihat aksi Jefri Nichol dan Chicco Jerikho yang saling memukau, dalam film Aum! penonton juga akan menyaksikan akting aktor pendukung seperti Agnes Natasya dan Aksara Dena. Baik dari pemain dan kru berharap kerja sama yang mereka hasilkan berupa film Aum! ini, dapat diterima oleh penikmat film Indonesia. Apalagi bisa dibilang film ini memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan filmfilm lainnya.

“Film ini kembali mengingatkan dan mempertanyakan kembali tujuan reformasi 98. Harapannya semoga kita semua, lintas generasi kembali mengingat tujuan reformasi 98, salah satunya tentang kebebasan bersuara dalam bentuk film. Sebuah kebanggan juga bagi saya bisa berkolaborasi dengan dua aktor hebat seperti Chicco dan Jefry. Semoga ini memberikan alternatif pengalaman menonton yang berbeda,” terang Bambang “Ipoenk” K.M, sutradara film ini. Melanjutkan harapan sang sutradara, Jefri Nichol sebagai salah satu pemain juga ikut menyampaikan harapan tentang film terbarunya ini.

“Film ini berbeda dengan filmfilm yang saya bintangi sebelumnya, apalagi bisa beradu akting bersama Chicco Jerikho. Aku merasa tertantang memerankan dua tokoh sekaligus di film ini. Apalagi film ini banyak bercerita tentang kondisi kita saat ini. Di dalam film ini kita bisa melihat bagaimana anak muda berjuang untuk menyampaikan pendapat itu sendiri. Semoga bisa menjadi tontonan yang menghibur,” ungkap Jefri. Selain cerita yang unik, penayangan film Aum! Di Bioskop Online kali ini juga terbilang tak biasa. Film ini merupakan kolaborasi pertama dengan Bioskop Online dengan Layar Tantjap Film.

“Film ini merupakan film yang mengingatkan kembali akan sejarah bangsa kita pada tahun 1998. Selain itu, apa yang coba disampaikan oleh Bambang “Ipoenk” K.M ini sangat unik. Bukan hanya rasa tegang, tapi terkadang juga mengundang tawa,” ungkap Gupta Gautama, Head of Content Bioskop Online.

Film Selesai, Siap Tayang 13 Agustus di Bioskop Online

GayaKeren.id – Film Selesai, konten terbaru di Bioskop Online siap tayang terbatas mulai  13 Agustus 2021 mendatang. Sebelum penayangan terbatas dimulai, Bioskop Online mengadakan  media gathering secara daring pada 9 Agustus 2021 yang dihadiri oleh Tompi sebagai sutradara dan Imam Darto sebagai penulis skenario  sekaligus pemain. Selain itu dihadiri juga oleh para pemain seperti; Gading Marten, Ariel Tatum,  Anya Geraldine, Tika Panggabean, Faris Nahdi, dan Marini Soerjosoemarno.

Media gathering daring ini menjawab serba-serbi tentang Film Selesai. Salah satunya alasan di balik  pembuatan Film Selesai. Di mana, menurut Tompi, film ini sebenarnya dibuat untuk membuktikkan  bahwa kreativitas tetap bisa berjalan, walaupun dalam kondisi yang serba terbatas karena pandemi  COVID-19.

“Kita mencoba mendobrak keadaan yang enggak enak ini dengan tetap bisa berkreasi, jadi film ini  lahir dalam kondisi pandemi. Semua kita siapkan kita syuting dengan mematuhi prokes di satu lokasi,  enggak banyak pindah-pindah, semua kita masukkan satu bubble, enggak ada keluar masuk. Semua  udah diukur kesehatannya, dipastikan aman dan kita kerja dalam kondisi seperti itu, singkat, padat,  terarah dan terukur,” ungkap Tompi selaku sutradara.

Sementara itu, Tompi juga merasa bersyukur karena tetap bisa menayangkan Film Selesai di Bioskop  Online, yang membuat film-film lokal tetap bisa eksis di masa pandemi seperti sekarang.

“Tentunya kami akan terus mendukung para filmmaker yang terus berkarya dan berkreasi. Kami  terbuka untuk film-film Indonesia yang ingin tayang, seperti Film Selesai yang siap ditonton mulai 13  Agustus 2021 mendatang,” kata Ajeng Parameswari dari Bioskop Online.

Film Selesai sendiri bercerita tentang rumah tangga Broto (Gading Martin) dan Ayu (Ariel Tatum)  yang tak lagi harmonis, karena broto berselingkuh. Ayu menemukan bukti perselingkuhan Broto  dengan perempuan bernama Anya (Anya Geraldine). Perselingkuhan itu membuat Ayu ingin bercerai dari Broto. Namun tiba-tiba Ibu Sri, ibu dari Broto  datang ke rumah Broto dan Ayu. Ayu harus berpura-pura kalau semua baik-baik saja di depan ibu  mertuanya. Tapi tanpa disangka, satu per satu rahasia mulai terungkap. Seperti apakah akhir rumah  tangga Broto dan Ayu, apakah harus selesai?

Jawabannya akan terkuat lewat film Selesai, yang akan tayang terbatas mulai 13 Agustus 2021.  Untuk menonton film Selesai dapat melalui situs www.bioskoponline.com, atau melalui aplikasi  Bioskop Online, yang bisa diunduh di App Store atau di Google Play Store, dengan harga tiket Rp  40.000.

Film You and I Raih Penghargaan di Copenhagen International Documentary Festival

GayaKeren.id – Film ‘You and I’ bersaing di ajang Next:Wave Award, salah satu kategori di CPH:DOX yang mempunyai fokus untuk memutar karya perdana dari berbagai pembuat film di seluruh dunia. Film ini bersaing dengan 12 film lain dari berbagai negara seperti Venezuela, Serbia, Prancis, Denmark, Belanda, Iran hingga Inggris. Film ‘You and I’ meraih penghargaan di ajang Copenhagen International Documentary Festival atau biasa dikenal CPH:DOX, dalam kategori Next:Wave Award.

CPH:DOX adalah festival film dokumenter internasional yang didirikan pada 2003 dan diadakan tahunan di Kopenhagen, Denmark. CPH:DOX sejak itu tumbuh menjadi salah satu festival film dokumenter terbesar di Eropa. Penghargaan yang diumumkan pada (1/4) lalu di Denmark, menambah rekor kemenangan You and I di ajang nasional maupun Internasional. Film yang sudah bisa ditonton di aplikasi Bioskop Online sejak tanggal 9 April ini, menjadi satu – satunya film dari Asia Tenggara yang lolos dan berhasil menjadi pemenang.

Film ini merupakan debut Fanny Chotimah sebagai sutradara. Fanny merasa bersyukur dan berpendapat bahwa kemenangannya ini adalah hadiah kerja keras bersama dengan tim yang memproduksi filmnya dengan sepenuh hati.

“CPH:DOX merupakan festival film dokumenter internasional yang cukup prestisius di Denmark dan Eropa. Film You and I berkompetisi di Next:Wave Award bersama 12 nominasi film dokumenter lainnya dari seluruh dunia. Tentunya merupakan sebuah kehormatan untuk terpilih sekaligus memenangkan penghargaan ini. Karenanya film ini penting untuk juga bisa diapresiasi di dalam negeri”, ungkap Fanny.

Para juri menilai bahwa Fanny sebagai sutradara berhasil menjahit cerita dengan sangat baik dan mempunyai daya tarik bagi kedua protagonis dalam film, Kaminah dan Kusdalini, dengan menelusuri detail kehidupan sehari-hari sambil merefleksikan tahun-tahun yang mereka habiskan di penjara, karena keterlibatan mereka dalam paduan suara pemuda. Memadukan catatan sejarah dan pengamatan, Fanny membawa penonton ke momen katarsis yang kuat. Kusdalini meninggal, Kaminah mulai menangis, dan sebagai penonton juri merasakan beban tragedi di balik air matanya. Dia berduka atas kematian pasangan hidupnya, rekan-rekannya yang di penjara, dan impian emansipatoris sebuah generasi.

‘You and I’ bercerita tentang Kaminah dan Kusdalini, dua sahabat yang dipertemukan di penjara. Kisah film ini akan menunjukkan bagaimana Kaminah dan Kusdalini mengenang kehidupan pahit mereka sebagai mantan tahanan politik pada 1965 lalu dan berusaha tak melupakan sejarah kelam yang pernah mereka lewati.

Sebelumnya film dokumenter You and I arahan sutradara Fanny Chotimah ini telah berhasil menyabet berbagai penghargaan dari luar dan dalam negeri. Film yang menyorot persahabatan antara Kaminah dan Kusdalini itu berhasil menjadi film dokumenter panjang terbaik Festival Film Indonesia 2020. Film ini juga me memenangkan penghargaan internasional di Asian Perspective Award dari 12th DMZ International Documentary Film Festival dan terpilih mendjadi Official Selection di Asian Vision dari Singapore International Film Festival 2020.

“Melalui film ini, kami berupaya mencatat memori-memori para penyintas, serta bertujuan meningkatan kepedulian untuk para Simbah penyintas ‘65. Kami mengajak anak muda Indonesia menonton dan mendiskusikan film You and I sebagai salah satu usaha dialog antar generasi tentang sejarah kelam bangsa yang terlupakan.”, terang Tazia Teresa D. selaku produser dari You and I dari KawanKawan Media.

Daftar Film di Kategori Next:Wave Award di CPH:DOX 2021 

  1. A story of One’s own – Prancis
  2. All in – Belgia, Belanda, Prancis
  3. Cannon Arm and The Arcade Quest – Denmark
  4. Captains of Zaatari – Mesir
  5. Dark Blossom – Denmark
  6. Eastwood – Iran
  7. Fiasco – Lebanon, Belanda
  8. Holgut – Belgia
  9. Reconciliation – Slovenia, Serbia, Montenegro, Kosovo
  10. So Foul A Sky – Kolombia, Spanyol, UK, Venezuela
  11. The Soldier – Denmark
  12. You and I – Indonesia

Bioskop Online, Akan Semakin Mudah Diakses di Mana Saja dan Kapan Saja

GayaKeren.idPlatform Bioskop Online kini hadir dengan aplikasi mobile untuk mempermudah  akses dan menonton acara virtual, serta film-film Indonesia berkualitas. Bertepatan grand launching  Bioskop Online pada 1 April 2021, penonton bisa mengunduh aplikasi Bioskop Online di Google Play Store  dan App Store, kemudian dengan mudah menikmati berbagai film dan tayangan yang ada di Bioskop  Online. Hadirnya aplikasi Bioskop Online akan semakin memudahkan pengguna untuk memilih dan  menonton film favorit, dimana hal tersebut sejalan dengan misi agar Bioskop Online bisa menjadi jembatan  yang mempertemukan cerita-cerita dari pembuat film Indonesia dengan penontonnya.

“Kami percaya Indonesia adalah surga dari cerita yang menanti untuk diceritakan. Kami juga percaya  penonton Indonesia selalu merindukan kisah yang dekat, menggugah dan unik. Bioskop Online ingin  menjadi jembatan yang inklusif yang mampu menghubungkan jutaan cerita kepada jutaan penonton di  Indonesia, dengan cara yang mudah dan terjangkau menghadirkan tontonan berkualitas langsung ke dalam  genggaman penonton di manapun Anda berada. Bioskop Online juga menjadi rumah bagi para pembuat film di Indonesia. Ruang di mana mereka dapat berbagi ragam cerita pengalaman dan format.  Memperlihatkan bakat dan karyanya ke lebih banyak orang,” ungkap Angga Dwimas Sasongko, Group CEO  Visinema.

Sebagai #RumahSinemaIndonesia, platform Bioskop Online menghadirkan berbagai film Indonesia yang  sulit ditemukan, termasuk film-film pemenang penghargaan seperti “Ziarah” dan “Istirahatlah Kata-kata”.  Selain itu kamu juga dapat menemukan konten original yang sudah ditayangkan sejak soft launching  Bioskop Online tahun lalu.

Beberapa konten tersebut di antaranya, Konser “Wave of Cinema” dan “Quarantine Tales”. Dengan  menggunakan aplikasi Bioskop Online, para pengguna bisa menyaksikan film-film berkualitas lainnya tanpa  perlu berlangganan bulanan. Dengan sistem bayar per tayang yang dilengkapi dengan berbagai pilihan  pembayaran, aplikasi Bioskop Online dapat diakses dengan mudah di mana saja dan kapan saja.

“Demi lebih memudahkan para pengguna untuk mengakses film atau series berkualitas, Bioskop Online  kini memiliki aplikasi mobile yang bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Yang membuat Bioskop Online  berbeda dengan platform lainnya, adalah model pay-per-view, di mana pengguna tidak harus  berlangganan untuk bisa menonton film atau series favorit dengan metode pembayaran beragam  yang bisa dipilih. Selain itu, aplikasi ini tidak hanya memanjakan pengguna dalam memilih tontonan  favoritnya, namun juga dilengkapi dengan fitur-fitur tambahan, seperti bagikan yang memungkinkan  merekomendasikan konten favorit lewat media sosial,” ucap Ajeng Parameswari selaku President Digital  Business Visinema Group.

Satu lagi yang berbeda dari aplikasi Bioskop Online adalah, dengan bangga menyajikan film-film dan  acara berkualitas Indonesia yang mudah diakses dan tanpa gangguan iklan.

Awal & Akhir, Original Series Pertama dari Bioskop Online

GayaKeren.id – Untuk kamu yang sedang sibuk mengejar mimpi besar dalam hidupmu, apakah karakter dirimu juga bertumbuh sebagai manusia? Terkadang, usaha menggapai mimpi justru
membuat kita lupa membangun karakter, seperti yang tersaji dalam series Awal & Akhir. Series ini merupakan konten orisinil pertama dalam bentuk series yang dihadirkan Bioskop Online.

Series Awal & Akhir adalah proyek independen yang diinisiasi oleh Visinema Content yang dimulai sejak 2018 dengan Angga Dwimas Sasongko sebagai sang kreator dan Sabrina Rochelle Kalangie yang duduk di kursi sutradara sekaligus penulis cerita, dengan dukungan laboratorium skrip Skriptura dan Andre Harihandoyo yang menangani bagian musiknya.

Sebelum menulis dan menyutradarai Awal & Akhir, Sabrina Rochelle Kalangie juga menyutradarai film Terlalu Tampan dan juga Filosofi Kopi The Series: Ben & Jody. Ini pertama kalinya Sabrina terlibat dalam series drama dengan melibatkan elemen musik di dalamnya.

“Aku merasa excited, karena ini project series drama pertamaku. Selain itu juga, elemen musik bikin aku lebih tertantang untuk bikin ini. Sebagai director dan penulis skripnya aku juga sangat senang ketika bisa berkontribusi menuangkan visi dan cerita di lagu-lagu yang dibuat oleh Andre Harihandoyo,” ungkap Sabrina mengenai keterlibatannya dalam series Awal & Akhir. Awal & Akhir mengangkat kisah empat orang yaitu Roy Sungkono (Arga), Tanta Ginting (Samo), Azizah Hanum (Carissa) dan Gilbert Pohan (Freddy), yang tergabung dalam sebuah band bernama Arah, dan sedang berjuang untuk mewujudkan mimpi mereka yang tersaji dalam series berjumlah 5 episode.

Dalam perjalanan mereka, akan terlihat bagaimana perjuangan mengejar mimpi seolah tidak didukung realita. Lewat keempat tokoh di Awal & Akhir kita akan melihat masalah yang sering dihadapi anak muda tentang meraih mimpi dan juga bertumbuh sebagai individu. Tanta Ginting, yang berperan sebagai Samo di series ini mengungkapkan jika cerita di Awal & Akhir terasa benar- benar dekat dengan realita anak muda yang tengah berusaha meraih mimpi. “Series ini dekat di hati, bagaimana menggambarkan perjuangan empat anak muda yang mau membuktikan mimpi mereka, tentang musik. Kalau orang bisa hidup lewat musik,” ujar Tanta Ginting.

Selain melihat sisi perjuangan mewujudkan mimpi, series Awal & Akhir juga menjadi project eksperimen Visinema Content yang menggabungkan musik dan cerita. Dalam penggarapan Awal &
Akhir, skenario ditulis langsung oleh Sabrina Rochelle Kalangie yang juga berperan sebagai sutradara.

QUARANTINE TALES, SIAP TAYANG EKSKLUSIF DI BIOSKOP ONLINE

GayaKeren.id – Film Quarantine Tales hasil kolaborasi Bioskop Online dengan Base  Entertainment segera tayang pada 18 Desember 2020, eksklusif di Bioskop Online. Film ini diharapkan menjadi tontonan yang menghibursekaligus menjadi catatan akhir tahun yang merangkum perjalanan  kehidupan kita di tahun 2020.

“Dengan dirilisnya film ini kita bisa melihat bahwa di tengah kondisi yang serba terbatas akibat  pandemi, para kreator bisa tetap menjaga kreatifitasnya dan menjaga pertumbuhan industri perfilman  dengan bekerja sama dan bersinergi. Itulah yang dilakukan oleh Bioskop Online bersama dengan BASE  Entertainment.” demikian disampaikan Ajeng Parameswari, President Digital Business Visinema  Group.

“Bioskop Online ingin bertumbuh bersama ekosistem industri perfilman, dan melalui proyek  Quarantine Tales ini kami berusaha mendorong proses bertumbuh itu. Dari sisi kreatif, film ini unik  sekaligus relevan karena memotret berbagai aspek kehidupan selama masa karantina,” lanjut Ajeng  Parameswari.

Quarantine Tales bukan cuma unik karena mengangkat aspek kehidupan selama karantina, tapi pada  proses penggarapannya pun menjadi tantangan tersendiri karena harus dilakukan di tengah kondisi  serba terbatas. Meski serba terbatas, namun semua pemain yang terlibat, tetap maksimal memberikan yang terbaik.  Termasuk Adinia Wirasti, yang berperan sebagai Ajeng dalam cerita Nougat, yang disutradarai Dian  Sastrowardoyo. Adinia mengungkapkan bahwa perannya selain sangat erat dengan kondisi pandemi  tapi juga memiliki banyak makna, terutama tentang hubungan dalam keluarga.

Quarantine Tales adalah film tentang lima kisah yang menyuarakan rasa kehilangan dan terhubung  kembali, bayangan masa lalu, ilusi mimpi, balas dendam, dan rasa bersalah. Kelima kisah ini digarap  oleh 5 sutradara yang berbeda yaitu; Ifa Isfansyah (Cook Book), Jason Iskandar (Prankster), Sidharta  Tata (The Protocol), Aco Tenri (Happy Girls Don’t Cry) dan Dian Sastrowardoyo (Nougat).

Tokoh-tokoh dalam setiap kisah mewakili berbagai emosi yang dominan dirasakan manusia selama  pandemi: marah, cemas, bingung, takut, bahkan menjadi oportunis. Setiap karakternya juga  menggambarkan rasa keterpisahan: terpisah dari keluarga, berjarak dari masa lalu, terputus hubungan  dengan kawan baik, bahkan berjarak dari identitasnya sendiri. dan mewakili banyak emosi.

Film Quarantine Tales adalah medium untuk memahami manusia, mengenal diri kita, karena pada  akhirnya #IniCeritaTentangKita. Dan berikut sinopsis dari kelima judul film yang ada dalam Qurantine Tales :

  • Sinopsis The Protocol, disutradarai Sidharta Tata

Sang Perampok (Abdurrahman Arif) panik saat partner-nya, Icuk (Kukuh Prasetya) mendadak tewas  setelah batuk-batuk. Sang Perampok dihantui kebingungan, satu sisi dia takut tertular virus  mematikan dan ingin meninggalkan Icuk, di sisi lain ia tak tega membiarkan sang partner begitu saja.

Menguburkan Icuk di sebuah hutan adalah pilihan yang diambil Sang Perampok. Namun, apa yang  terjadi jika ternyata lokasi yang dipilih sebagai tempat menguburkan Icuk adalah hutan berhantu?

  • Sinopsis Prankster, disutradarai Jason Iskandar

Didit Iseng (Roy Sungkono) yang dikenal sebagai prankster ulung, justru mendapat “kejutan” dari Aurel  (Windy Apsari), seorang food vlogger dan teman lamanya. Naasnya, kejutan tersebut ditayangkan  secara langsung. Mungkin Aurel sudah kehilangan akal sehatnya.

  • Sinopsis Happy Girls Don’t Cry, disutradarai Aco Tenri

Adin (Arawinda Kirana), yang berasal dari keluarga kurang mampu mendapat hadiah iMac dari  youtuber favoritnya. Di tengah kebahagiaannya, Adin dihadapkan pada kondisi kedua orang tuanya  yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Apa yang akan dilakukan Adin jika kedua orang tuanya  meminta ia menjual iMac tersebut untuk biaya bertahan hidup selama pandemi?

  • Sinopsis Nougat, disutradarai Dian Sastrowardoyo

Berkisah tentang tiga saudara; Ajeng (Adinia Wirasti), Ubay (Marissa Anita) dan Denok (Faradina  Mufti) yang kehilangan orangtua mereka. Di tengah pandemi, Ajeng si anak tengah, tetap berusaha  menjaga ikatan dengan kedua saudaranya. Tapi hidup berubah dan mereka terpisah. Akankah Ajeng  mampu mempertahankan ikatan dengan kedua saudaranya?

  • Sinopsis Cook Book, disutradarai Ifa Isfansyah

Di saat virus mengancam kehidupan manusia, semua harus karantina di dalam rumah. Halim (Verdi  Soelaiman) seorang chef masakan China, berusia 50 tahun mengisi masa karantina dengan menuliskan  sebuah buku resep.

Namun bagaimana jika setelah buku resep tersebut selesai justru membawanya pada sebuah  pertemuan virtual dengan wanita berusia 18 tahun bernama Li (Brigitta Cynthia)? Li mengatakan  bahwa dirinya dan Halim adalah dua manusia yang tersisa di dunia dan mereka harus bersama untuk  melahirkan keturunan dan menciptakan peradaban baru.

REDEMPTION DAN THE RAID 2: BERANDAL SUDAH BISA DITONTON DI BIOSKOP ONLINE

GayaKeren.id – #RumahSinemaIndonesia  Bioskop Online menambah daftar film di bulan November ini. Kedua film tersebut yaitu The Raid:  Redemption dan The Raid 2: Berandal. Film The Raid bisa mulai ditonton mulai 13 November 2020,  disusul The Raid 2: Berandal yang dapat disaksikan di Bioskop Online mulai 20 November 2020  mendatang.

Dengan bertambahnya daftar film-film layar lebar di Bioskop Online, diharapkan dapat menjadi  pilihan bagi penonton untuk tetap dapat menyaksikan film Indonesia secara legal. Apalagi untuk  menonton film The Raid: Redemption dan The Raid 2: Berandal, penonton cukup membayar tiket  dengan harga yang terjangkau, sebesar Rp5.000,-.

“The Raid adalah film berkualitas yang juga sukses secara komersil baik di lokal maupun  internasional. Film ini juga memberikan standar yang tinggi untuk film laga di Indonesia. Sebagai  salah satu film kebanggaan nasional, The Raid harus bisa diakses oleh masyarakat luas dengan  mudah dan terjangkau. Dan Bioskop Online sebagai Rumah Sinema Indonesia tentunya menyambut  hangat kehadiran The Raid di platform kami untuk mewujudkan hal tersebut. Ini juga merupakan  salah satu komitmen kami untuk terus menghadirkan film Indonesia yang berkualitas dengan harga  terjangkau.” ungkap Ajeng Parameswari selaku President Digital Business Visinema Group yang  mengungkapkan alasan menghadirkan The Raid untuk penonton Bioskop Online.

Tentunya Bioskop Online akan terus menambah daftar film yang bisa disaksikan, untuk memberikan  kemudahan penonton menikmati film secara legal, di mana saja, kapan saja, dan dengan harga yang  terjangkau tanpa perlu berlangganan.

Sebelumnya Bioskop Online telah memiliki daftar film layar lebar seperti 3 Dara Restorasi, Turah,  Tengkorak, Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran, Nay, Keluarga Cemara serta beberapa film  lainnya. Selain itu, Bioskop Online juga memiliki konten orisinil seperti film Story of Kale: When  Someone’s in Love dan Filosofi Kopi: Aroma Gayo. Satu lagi karya orisinil terbaru, hasil kolaborasi  dengan BASE Entertainment, berupa film omnibus berjudul Quarantine Tales akan segera dirilis akhir  tahun ini. Seluruh film – film yang tayang, dapat diakses di www.bioskoponline.com.

Dihari Ke Tiga Pemutarannya Di Bioskop Online, Story Of Kale Capai 100.000 Penonton

GayaKeren.id – Tepat tiga hari penayangan di Bioskop Online, jumlah penonton yang menyaksikanfilm Story of Kale: When Someone’s in Love sudah menembus angka lebih dari seratus ribu penonton. Pencapaian ini merupakan langkah awal yang baik untuk konten orisinil pertama yang dihadirkan oleh Bioskop Online. Jumlah penonton dipastikan akan terus bertambah dan pembelian tiketnya masih bisa dibeli melalui www.bioskoponline.com.

“Seneng banget bisa dapet apresiasi seperti ini, mengingat model pay per viewdi Indonesia belum punya preseden yang kuat. Story of Kale: When Someone’s In Love bukan cuma filmnya, tapi cara distribusinya semoga akan mengubah permainan dalam industri film dan relasi film dengan penontonnya. Di mana penonton bisa mendapatkan konten premium dan eksklusif dengan harga terjangkau serta akses yang mudah.” ungkap Angga Sasongko, sutradara filmnya.  Sementara itu, selaku President Digital Business Visinema Group, Ajeng Parameswari menuturkan rasa gembira karena film yang diproduksi di tengah pandemi dengan segala keterbatasannya, bisa diterima baik oleh para penonton film se-Indonesia.

Story of Kale: When Someone’s in Love merupakan karya yang spesial, selain melakukan syuting di tengah pandemi, seluruh pemain dan kru juga harus melakukan banyak penyesuaian dari mulai pengembangan cerita, penulisan skenario, hingga proses produksi dan promosi filmnya. Aurelie Moeremans yang berperan sebagai Dinda membagikan ceritanya terlibat dalam produksi film ini.

“Seneng banget waktu ditawarin Mas Angga main di film ini, apalagi dikasihtantangan selain berakting juga duet dengan Ardhito. Cerita di film ini deket banget sama akupribadi, karena dulu juga pernah mengalami toxic relationship. Semoga kita bisa sama –sama belajar dari film ini”, ujar Aurelie.

Film yang diangkat dari spin-off karakter Kale yang diperankan oleh Ardhito Pramono di Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (2020) ini, banyak mendapat respon positif dari penontonnya.

“Story of Kale: When Someone’s in Love” Rilis Official Trailer dan Poster

GayaKeren.id – Bioskop Online resmi merilis official poster dan trailer dari konten orisinil pertama film “Story of Kale: When Some one ’sin Love”. Film yang mengangkat kisah masa lalu dari karakter Kale (Ardhito Pramono), tokoh yang diambil dari film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, dijadwalkan akan mulai tayang di Bioskop Online tanggal 23 Oktober 2020. Pembelian tiket pre-order sudah dapat diakses melalui www.bioskoponline.com dengan hanya Rp10.000,-. “Story of Kale: When Some one’s in Love” diproduseri oleh Sonny Laksamana dan disutradarai Angga Dwi mas Sasongko. Film ini merupakan pengembangan cerita dari universe Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, karya Marchella FP dengan skenario yang ditulis oleh Irfan Ramli.

“Sebetulnya ide awal dari Story of Kale ini karena kita meihat karakter Kale ini sangat menarik. Dan setelah diulik cerita masa lalunya seorang Kalerelevan dan relate ke banyak orang”, ungkap Sonny selaku produser filmnya. Film ini bercerita tentang dua karakter yang berusaha memberi yang terbaik untuk kekasihnya,berupaya untuk membahagiakan, menyembuhkan luka dan berdamai dengan trauma. Namun kemudian mereka jadi dua orang asing yang menempuh jalan berbeda karena ekspektasi yang berbeda.

Ardhito Pramono akan beradu akting dengan Aurelie Moeremans (Dinda), yang berperan sebagai kekasih dari Kale. Selain itu pemain yang akan hadirya itu para personil dari band Arah, diantaranya Arya Saloka, Roy Sungkono, Tanta Ginting, Gilbert Pohan, dan Hanum Azizah. Film ini juga terinsipirasi dari lagu-lagu karya Ardhito Pramono: “I Can’t Stop Loving You” serta “Sudah” yang Ardhito tulis khusus untuk film ini.