Peringati Hari Batik Nasional, BNI Syariah BagikanMasker dan Hand Sanitizer*

GayaKeren.id – BNI Syariah ikut memperingatiHari Batik Nasional setiap 2 Oktober sebagai komitmen untuk menjaga nilai luhur dan keberagaman budaya. Dalam peringatan hari batik ini BNI Syariah membagikan lebih dari 7 ribu masker batik dan hand sanitizer bertema batik kepada nasabah yang berkunjung ke Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu (KCP).

Direktur Bisnis Ritel & Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi mengatakan batik adalah warisan bangsa yang harus dipopulerkan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Kami turut memperingati Hari Batik dalam rangka memberikan semangat dan pengaruh positif bagi masyarakat untuk mencintai sejarah dan peduli terhadap budaya Indonesia,” kata Iwan Abdi.

Diharapkan hal ini menjadi contoh bagi masyarakat untuk mencintai batik dan senantiasa menebar nilai hasanah atau kebaikan dimulai dari diri sendiri. Di tengah pandemi COVID-19, BNI Syariah ingin memberikan perlindungan kepada nasabah dengan memberikan masker dan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Pada peringatan Hari Batik Nasional, BNI Syariah juga terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah melalui penerapan Hasanah Ultimate Service. Hasanah Ultimate Service merupakan transformasi layanan BNI Syariah dengan komitmen untuk menebarkan energi kebaikan sesuai dengan prinsip syariah.

BNI Syariah berupaya memberikan manfaat dan nilai tambah bagi segenap stakeholders sehingga engagement BNI Syariah dengan nasabah semakin kuat. Konsep layanan ini dikomunikasikan melalui 4 aspek yaitu people, digital process, physical, dan business.

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni yang tinggi yang perlu dilestarikan. Batik sudah dikukuhkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpiece of The Oral and Intangible of Humanity pada Tanggal 2 Oktober 2009. Maka sejak itu Tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional.

Pemerintah telah menerbitkan Keppres No 33 Tahun 2009 yang menetapkan hari Batik Nasional jatuh pada tanggal 2 Oktober dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia juga sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan, budaya, nusantara ini pegawai pemerintah, instansi swasta, dan semua kalangan dihimbau untuk mengenakan batik di Hari Batik Nasional.

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp400 Miliar ke PT Medco Power Indonesia

GayaKeren.id – .BNI Syariah melakukan penandatangan akad pembiayaan musyarakah modal kerja dengan PT Medco Power Indonesia dengan total Rp400 miliar di Kantor Pusat BNI Syariah, Jakarta, Jumat (25/9). Pembiayaan modal kerja ini bertujuan untuk corporate financing yang digunakan untuk tambahan modal kerja; dan biaya operasional PT Medco Power Indonesia.

Penandatangan akad pembiayaan ini dilakukan oleh Direktur keuangan PT Medco Power Indonesia, Susilawati Nasution dan Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Daryanto Tri Sumardono. Turut menyaksikan dalam akad ini, Head of Legal PT Medco Power Indonesia, Ibnu Nurzaman; Corporate Finance Manager PT Medco Power Indonesia, Andi Fajar Rahmawan; SEVP Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Babas Bastaman; dan Wakil Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Andry Widiyanto.

Dalam sambutannya, SEVP Bisnis SME & Komersial BNI Syariah, Babas Bastaman merasa terhormat dan bangga dapat bekerja sama dengan Medco Power Indonesia yang selama ini dikenal sebagai perusahaan yang unggul di sektor industri listrik terbarukan seperti pembangkit listrik panas bumi, mini hidro dan tenaga surya.

“Penandatanganan Akad Plafond Pembiayaan ini merupakan wujud dukungan BNI Syariah terhadap program pemerintah Indonesia dalam penggunaan Energi Terbarukan (renewable energy),” kata Babas Bastaman. Dukungan BNI Syariah terhadap penggunaan Energi Terbarukan (renewable energy) ini sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 51/POJK.03/2017 tanggal 18 Juli 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan.

Direktur keuangan PT Medco Power Indonesia, Susilawati Nasution mengatakan saat ini perusahaan sedang membangun proyek energi terbarukan cukup besar diantaranya PLTP Ijen berkapasitas 110 MW yang akan beroperasi penuh (Commercial Operation Date) pada 2023. “Selain itu perusahaan juga mempunyai pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Riau berkapasitas 275 MW,” kata Susilawati.

Pada tahun ini, BNI Syariah mengusung tema strategis “Embracing New Opportunities”, dimana bank siap meraih peluang-peluang baru dan menjadi partner yang lebih baik bagi seluruh stakeholder salah satunya di bidang energi terbarukan. Hal ini juga sesuai dengan value proposition BNI Syariah yaitu Hasanah Banking Partner, dimana BNI Syariah berkomitmen untuk memajukan ekonomi melalui dukungan kepada PT. Medco Power Indonesia dalam pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia.

Meskipun terjadi pandemi COVID-19, alhamdulillah, sampai bulan Juni 2020 portofolio pembiayaan produktif BNI Syariah mencapai Rp 13,6 triliun. Mayoritas pembiayaan komersial BNI Syariah ini disalurkan ke beberapa sektor industri antara lain konstruksi; listrik, gas air; industri pengolahan; perdagangan, hotel dan restoran; dan jasa dunia usaha.

Komitmen BNI Syariah di Inovasi dan Pengembangan Ekosistem Halal

GayaKeren.id – BNI Syariah bersama Kelompok Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomika dan Bisnis (KSEI FEB) Universitas Diponegoro bersinergi menyelenggarakan National Webinar 11th Sharia Economic Activity (Sehati) 2020. Webinar dengan tema ”Reconstruction of The Halal Industry Towards Indonesia as The Center For Global Islamic Economy” ini bertujuan untuk mendorong peningkatan awareness industri halal di kalangan masyarakat dan akademisi.

Dalam webinar yang dihadiri lebih dari 250 peserta ini, Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto hadir sebagai pembicara. Webinar dibuka oleh Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno, dan dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Komunikasi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Dwi Cahyo Utomo; serta Wakil Dekan I Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Firmansyah.

Beberapa pembicara lain diantaranya, Wakil Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ni Putu Desinthya; Ketua Bidang Pengembangan Industri Halal & Industri Kreatif, Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Riyanto Sofyan; Pendiri SNW dan Marketing Plan Syariah, Ateng Kusnadi.

Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto berharap National Webinar 11th Sharia Economic Activity (Sehati) 2020 ini bisa meningkatkan pemahaman dan literasi masyarakat mengenai keuangan syariah. “Berdasarkan data Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLK) 2019 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia masih cukup rendah yaitu masing-masing 8,9% dan 9,1%,” kata Wahyu.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan potensi halal ekonomi di Indonesia masih cukup besar. “Indonesia mempunyai populasi muslim terbesar di dunia dan pengimpor produk halal keempat terbesar di dunia,” kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno mengatakan ekonomi halal, UMKM dan sektor konsumsi adalah salah satu solusi kebangkitan ekonomi Indonesia. Dengan melakukan rekonstruksi di industri halal, diharapkan Indonesia bisa menjadi pusat episentrum dari global islamic economic.

Wakil Rektor III Bidang Komunikasi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Dwi Cahyo Utomo berharap webinar ini bisa memberikan kontribusi selain pada universitas tetapi juga masyarakat secara umum. “Pengembangan ekonomi Islam menjadi salah satu semangat Universitas Diponegoro dalam mengembangkan endowment fund dalam konsep wakaf,” kata Dwi Cahyo Utomo.

Perbankan syariah memiliki peluang yang besar didukung oleh besarnya potensi bisnis industri halal. Berdasarkan riset dari State of the Global Islamic Economy Report tahun 2019, potensi bisnis industri halal sebesar US$ 2,2 triliun, terdiri dari halal food, fashion, media, tourism, pharmacy, cosmetics, dan umrah. Namun demikian, bisnis industri halal, kedepannya menurut Wahyu Avianto masih akan menghadapi beberapa tantangan diantaranya adalah banyaknya terjadi perubahan yang tidak terduga (turbulent) sehingga membuat lingkungan bisnis, sosial, dan industri berubah sangat cepat.

Selain itu, faktor ketidakpastian (uncertainty), menyebabkan banyak hal baru yang sifatnya tidak terduga (novelty), serta ketidakjelasan akibat terlalu banyak informasi (ambiguous). “Semua faktor tersebut menjadi tantangan kita dalam mengembangkan ekosistem halal,” kata Wahyu.

Selain digitalisasi, untuk meningkatkan industri halal juga harus dilakukan melalui kolaborasi. Kolaborasi ini dilakukan BNI Syariah salah satunya dengan mengembangkan Platform Sekolah Pintar. Dengan kolaborasi, menurut Wahyu Avianto, peran bank sebagai kolaborator dengan ekosistem terkait (open banking).

BNI Syariah saat ini fokus untuk mengembangkan produk-produk digital diantaranya melalui uang elektronik HasanahKu dan fasilitas pembukaan rekening melalui Hasanah Online. Tidak hanya commercial finance, bank syariah juga menjalankan social finance. BNI Syariah telah memiliki aplikasi wakaf hasanah untuk memudahkan masyarakat dalam berwakaf, serta turut aktif membantu memerangi penyebaran COVID-19 dengan program donasi.

Sebagai bentuk terobosan di dunia pendidikan, BNI Syariah memfasilitasi mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam mengembangkan perbankan syariah di Indonesia. BNI syariah memiliki program “BURSA : Buka Rekening Mahasiswa” , dengan memberikan insentif setoran awal Rp 50 ribu/mahasiswa. Diharapkan program ini dapat memberikan kemudahan bagi mahasiswa untuk bertransaksi keuangan sesuai prinsip syariah.

BNI Syariah Gelar Pelatihan Manajemen Masjid secara Virtual

GayaKeren.id – BNI Syariah bersama Yayasan Daarut Tauhiid Peduli kembali bersinergi menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) pada tahun 2020. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pelatihan Manajemen Masjid tahun ini dilakukan secara virtual. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla; Kepala Kantor Eco Pesantren Daarut Tauhid, Agus Mubarok; Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Muhammad Jazir; dan Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo.

Pelatihan Manajemen Masjid ini diselenggarakan untuk peserta di Wilayah Timur Indonesia mencakup Kalimantan, Sulawesi, Bali dan sekitarnya sebagai batch pertama. PMM berlangsung dalam empat kali pertemuan selama dua jam tiap pekan.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan rasa syukur bahwa BNI Syariah dapat kembali melanjutkan program Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) yang telah sukses digelar sejak tahun 2018. “Melalui program ini, kami berharap masjid dapat menjadi sentra halal ecosystem. Masjid yang ada digunakan sebagai sarana mencerdaskan dan sebagai pusat kegiatan umat agar lebih produktif, terutama sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Firman.

Masjid merupakan basis terkecil yang paling dekat dengan masyarakat muslim. Sejarah mencatat, pada era kejayaan Islam, masjid memiliki peran yang sangat penting dalam peradaban umat Islam. Masjid merupakan pusat intelektualitas, pusat aktivitas sosial, politik dan ekonomi. Sementara itu, saat ini beberapa masjid Indonesia belum optimal dalam manajemen keuangan, fund rising, manajemen aset, dan manajemen pemberdayaan. Hal ini yang melatarbelakangi BNI Syariah menyelenggarakan program Pelatihan Manajemen Masjid.

Dalam kondisi pandemi COVID-19, menurut Abdullah Firman Wibowo masjid sebaiknya menjadi percontohan rumah ibadah dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan teknis panduan ibadah di era New Normal.

Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla mengatakan ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pengelolaan masjid yang baik. Pertama adalah memakmurkan masjid dan kedua memakmurkan masyarakat.

Masjid diharapkan tidak hanya dipakai untuk beribadah dan sholat tapi juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Saat ini, Dewan Masjid sedang membuat pedoman bagaimana membangun dan mengelola masjid dengan baik.

Di Indonesia, menurut Jusuf Kalla ada sebanyak lebih dari 800 ribu masjid yang sebagian besar dibangun oleh masyarakat. Dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, masjid harus bisa menjadi solusi dalam masalah yang dihadapi masyarakat.

Pada Pelatihan Manajemen Masjid virtual 2020 disampaikan materi Manajemen Masjid di era New Normal, bedah masjid percontohan (Masjid Jogokariyan/Masjid Daarut Tauhid), bedah masjid teladan BNI Syariah (pemenang penghargaan masjid teladan), pelaporan keuangan masjid dasar, serta literasi keuangan syariah.

BNI Syariah juga memberikan kuota internet sebesar Rp150 ribu kepada 200 peserta Pelatihan Manajemen Masjid di setiap batchnya dan sedekah WiFi terbatas kepada 50 masjid yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

Pelatihan Manajemen Masjid pada tahun 2018 dan 2019 diselenggaakan di 30 kota, diikuti oleh 6.162 peserta dan 3.724 masjid.

Pada pelaksanaan program pelatihan masjid di 2019, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang penghimpunan DPK BNI Syariah secara keseluruhan, dimana hingga triwulan II tahun 2020 mencapai Rp43,64 triliun, tumbuh sebesar 20,15% dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3,6 juta.

BNI Syariah Targetkan Penjualan Sukuk Ritel SR013 Sebesar Rp75 miliar

GayaKeren.id – BNI Syariah resmi ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan sebagai mitra distribusi baru penjualan surat berharga syariah negara ritel atau Sukuk Ritel SR-013. Dalam penjualan perdana SR013, BNI Syariah menargetkan penjualan sebesar Rp75 miliar.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo berharap dengan masuknya BNI Syariah sebagai mitra distribusi baru ini bisa mendiversifikasi kebutuhan produk perbankan khususnya investasi nasabah. “Sukuk Ritel SR013 dengan kupon 6,05% bisa jadi pilihan investasi menarik bagi masyarakat, sehingga diharapkan bisa semakin meningkatkan loyalitas nasabah,” kata Abdullah Firman Wibowo. Untuk mencapai target penjualan Sukuk Ritel SR013, BNI Syariah menyiapkan dua strategi pemasaran yaitu internal dan eksternal. Untuk internal, BNI Syariah menyasar pegawai sebagai captive market. Sedangkan eksternal, pemasaran melalui media publikasi online seperti penyediaan influencer, digital marketing, digital flyer/poster, video edukasi hingga media publikasi lainnya seperti website maupun media luar ruang lainnya.
Keunggulan berinvestasi pada SR013 antara lain adalah aman dengan kupon dan pokok yang dijamin negara; return menarik, lebih tinggi dari rata-rata deposito dengan pajak rendah; mudah dicairkan dan dapat diperjualbelikan, melalui BNI Syariah sebagai standby buyer sesuai harga pasar; kupon tetap, dibayarkan per bulan dengan nominal tetap apapun kondisi pasarnya; berbasis syariah sesuai fatwa DSN-MUI; dan potensi capital gain apabila dijual pada harga diatas harga beli awal. Proses pembelian sudah bisa dilakukan dengan sistem online melalui portal https://HaiSBSN.bnisyariah.co.id. HaiSBSN merupakan platform yang disediakan oleh BNI Syariah untuk mengakomodasi investor melakukan transaksi pemesanan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Online yang ditawarkan oleh pemerintah. Informasi lebih lanjut bisa mengakses website BNI Syariah www.bnisyariah.co.id.
Untuk pemesanan online, nasabah harus sudah mempunyai rekening BNI Syariah untuk rekening afiliasi kupon yang diterima setiap bulan. Nasabah dapat mulai mengakses layanan HaiSBSN setelah melakukan pendaftaran dan telah menerima email aktivasi yang dikirimkan ke email yang didaftarkan saat registrasi. Nasabah dapat mulai melakukan transaksi pembelian setelah melakukan registrasi dan memperoleh Single Investor Identification (SID) dan Sub Rekening Efek (SRE) melalui email yang didaftarkan. Proses tersebut akan berlangsung selama 2 x 24 jam / 2 hari kerja.
Kementerian Keuangan menawarkan sukuk ritel seri SR013 pada 28 Agustus 2020 hingga 23 September 2020. Kupon yang ditawarkan adalah 6,05 persen per tahun dengan pajak 15 persen. SR bersifat bisa diperjualbelikan dengan tenor tiga tahun. Minimal pembelian adalah Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar. SR013 menggunakan akad Ijarah asset to be leased dengan underlying asset Barang Milik Negara (BMN) dan Proyek APBN tahun 2020. SR013 dapat diperjualbelikan di pasar sekunder mulai 11 Desember 2020 dan mempunyai jatuh tempo 10 September 2023. Kupon pertama dibayarkan pada 10 November 2020 di hari kerja tanggal 10 setiap bulannya.
SR013 adalah versi syariah dari Obligasi Negara Ritel, ditawarkan kepada perseorangan Warga Negara Indonesia di Pasar Perdana domestik, dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp126 Miliar di Proyek Air Minum

GayaKeren.id – BNI Syariah menyalurkan pembiayaan sindikasi dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten sebesar Rp126 miliar dari total pembiayaan sindikasi Rp226 miliar. Penandatangan perjanjian pembiayaan investasi ini berlangsung di Kantor PT Tirta Tangsel Mandiri, Rabu (19/8).

Hadir dalam penandatangan sindikasi ini, Pemimpin Divisi Komersial BNI Syariah, Daryanto Tri Sumardono; Direktur Keuangan PT PP Infrastruktur, I Komang Sudarma; Direktur Utama PT Tirta Tangsel Mandiri, Denny Kadarwati; Pemimpin Divisi Pembiayaan Komersial dan UMKM Bank BJB Syariah, Dody Kurnia; dan Branch Manager Kantor Cabang Jakarta Slipi Panin Dubai Syariah, Sri Wulandari. Dalam pembiayaan sindikasi ini, BNI Syariah berperan sebagai Mandated Lead Arranger dan Bookrunner (MLAB), facility agent (agen fasilitas), escrow agent (agen escrow), dan security agent (agen jaminan).

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo berharap pembiayaan sindikasi ini bisa memberikan kontribusi terhadap percepatan pembangunan infrastruktur air bersih warga Tangerang Selatan. “Pembiayaan ini merupakan bentuk support terhadap program pemerintah daerah yaitu air minum aman dan berkelanjutan 100%,” kata Abdullah Firman.

Daryanto Tri Sumardono mengatakan potensi bisnis pengelolaan air minum di Indonesia masih cukup besar didorong oleh beberapa faktor salah satunya konsumsi air masyarakat Indonesia yang tinggi dan investasi di sektor ini masih terbuka lebar. “Sehingga diharapkan pembiayaan sindikasi ini bisa menjadi awal yang baik bagi semua pihak, kami juga mendukung PT PP Infrastruktur menjadi leader penyediaan air minum di Indonesia,” kata Daryanto.

Denny Kadarwati mengatakan pembangunan instalasi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke tahap 1 ini ditargetkan bisa melayani 33 ribu sambungan rumah. “Sampai saat ini yang sudah mendaftar sebanyak 5500 pelanggan individu dan equivalent 2200 pelanggan besar,” kata Denny.

Jika ditotal saat ini menurut Denny, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke sudah menjangkau 35% kebutuhan air minum masyarakat Tangerang Selatan. Untuk meningkatkan jangkauan pemasangan, PT Tirta Tangsel Mandiri melakukan beberapa edukasi dan sosialisasi terkait kualitas air tanah dan bagaimana upaya untuk menjaga kualitas lingkungan.

Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah mengutamakan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko, serta berlandaskan prinsip syariah. Dengan membiayai proyek pemerintah daerah, diharapkan risiko bisnisnya lebih rendah.

Selain BNI Syariah, ada 2 bank syariah yang berpartisipasi dalam sindikasi ini yaitu Bank Panin Dubai Syariah dan Bank Jabar Banten Syariah. Sindikasi ini menggunakan akad Musyarakah Mutanaqisah (MMq) yang mempunyai jangka waktu pembiayaan maksimum 120 bulan sejak ditandatangani Perjanjian Line Facility Pembiayaan MMq.

PT Tirta Tangsel Mandiri bekerjasama dengan PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (BUMD Kota Tangerang Selatan) untuk pengembangan SPAM Kali Angke di Tangerang Selatan. Skema bisnis proyek ini dibagi menjadi tiga yaitu Kerjasama Hulu, Kerjasama Hilir, dan Kerjasama Pengadaan Tanah.

Untuk Kerjasama Hulu, pembangunan dan pengoperasian SPAM Angke dimulai dari intake dari Sungai Angke sampai dengan air siap minum di flow meter oleh PT Tirta Tangsel Mandiri dengan pembayaran setiap bulannya oleh PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan sesuai dengan angka air yang terserap di flow meter. Untuk kerjasama Hilir, pembangunan jalur perpipaan dengan total panjang 301,7 km oleh PT Tirta Tangsel Mandiri dan pengoperasian dan pengelolaan jalur perpipaan setelah masa retensi habis oleh PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan.

PT Tirta Tangsel Mandiri merupakan Perusahaan yang didirikan oleh PT PP Infrastruktur di tahun 2018. PT PP Infrastruktur sendiri merupakan anak usaha dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang didirikan pada tahun 2016.

Dukung Inklusi Keuangan Syariah, Pemerintah Kembangkan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah Berbasis Pondok Pesantren

GayaKeren.id – Pemerintah telah mengimplementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) melalui Peraturan Presiden nomor 82/2016, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, percepatan penanggulangan kemiskinan melalui pengurangan kesenjangan antar individu dan antar daerah, hingga terbentuknya sistem keuangan yang inklusif, stabil, dan dalam.

Survei OJK di 2019 menunjukkan Indeks Keuangan Inklusif sebesar 76.19%, sehingga target 2019 sejumlah 75% sebagaimana tercantum pada Perpres 82/2016 telah tercapai. Namun demikian, indeks inklusi keuangan syariah menurun dari 11,1% pada tahun 2016 menjadi 9,1% pada tahun 2019. Populasi penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18% dari total penduduk sejumlah 255 juta, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang sangat berpotensi dalam meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah.

Implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren yang telah diluncurkan, merupakan sinergi Kemenko Perekonomian Cq. Deputi Bidang Koordinasi Makro dan Keuangan bersama Sekretariat Wakil Presiden, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian/Lembaga terkait lainnya, serta Lembaga Keuangan Syariah, dan diharapkan dapat terlaksana hingga kepada 3.300 pondok pesantren pada tahun 2024. Potensi pondok pesantren yang berjumlah 28.194 di seluruh wilayah Indonesia, disertai besarnya jumlah penduduk muslim, merupakan peluang untuk meningkatan inklusi keuangan syariah melalui implementasi ekosistem dimaksud, melalui: 1) Edukasi dan literasi keuangan Syariah; 2) Pembiayaan Syariah bagi UMK sekitar pondok pesantren dan UMK binaan pondok pesantren; 3) Pembukaan rekening syariah; 4) Program tabungan emas; serta 5) Kemandirian ekonomi pesantren terintegrasi keuangan syariah mendukung halal value chain.

Selain itu, terdapat ekosistem pendukung pada implementasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren meliputi: 1) terbentuknya di lingkungan Pondok Pesantren untuk Unit Layanan Keuangan Syariah (ULKS) yang terdiri dari Agen Bank Syariah, Agen Pegadaian Syariah, Agen Fintech Syariah, yang terintegrasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Halal Centre Pondok Pesantren, serta 2) terciptanya sistem terintegrasi syariah pada pondok pesantren, mendukung pembayaran SPP santri/santriwati, payroll gaji guru/pengurus pondok pesantren, serta elektronifikasi sistem pembayaran di pondok pesantren dan juga lingkungan masyarakat sekitar pondok pesantren dalam rangka mendukung inklusi keuangan syariah berbasiskan digital, seperti penerapan kartu santri digital, dan metode pembayaran menggunakan QRIS pada kios digital di pondok pesantren.

“Edukasi dan literasi keuangan syariah adalah salah satu bagian dari Implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren, yang diharapkan dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan syariah, serta mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional menghadapi pandemi Covid-19”, jelas Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin selaku Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Indonesia, dalam Webinar Edukasi Dan Literasi Keuangan Syariah Bagi UMK Jawa Timur dan Pondok Pesantren Mitra BUMI pada 7 Agustus 2020, yang merupakan kerjasama antara Kemenko Perekonomian bersama Sekretariat Wakil Presiden dan Bank BNI Syariah.

“Dewan Kerajinan Nasional akan mendukung UMK pengrajin di Indonesia, untuk bangkit menghadapi pandemi Covid-19 ini, dengan senantiasa bersinergi bersama Pemerintah dan lembaga keuangan syariah termasuk Bank BNI Syariah”, tegas Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin. Implementasi ekosistem ekonomi dan keuangan syariah bagi pondok pesantren dan juga UMK sangat penting, mengingat potensi dan ruang yang begitu besar dalam meningkatkan pangsa pasar syariah di Indonesia.

“Implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren dilaksanakan sebagai salah satu wujud nyata bentuk adaptasi kebiasaan baru menghadapi pandemi Covid-19, seperti implementasi QRIS, kartu santri digital, dan kedepannya kita akan ujicoba transaksi keuangan santri/santriwati pondok pesantren secara biometrik, bekerjasama dengan layanan syariah LinkAja melalui platform iPesantren.id”, ujar Iskandar Simorangkir, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian dikuti dengan peluncuran replikasi ekosistem tersebut kepada pondok pesantren mitra BUMI dan mitra Bank BNI Syariah.

“BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner berkomitmen mendukung implementasi ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah kepada pondok pesantren yang ada di seluruh wilayah Indonesia dengan solusi produk dan layanan Perbankan Syariah yang kami miliki”, ujar Iwan Abdi, Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan Bank BNI Syariah.

Sinergi antarstakeholder yang koordinatif dalam mengimplementasikan ekosistem pengembangan ekonomi dan keuangan syariah berbasiskan pondok pesantren dan UMK di Provinsi Jawa Timur diharapkan dapat terus berjalan, mulai dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dewan Kerajinan Nasional Jawa Timur, Sidomuncul, Perkumpulan Perempuan Wira Usaha Indonesia (PERWIRA), Perkumpulan Tenaga Kerja Indonesia Purna (PERTAKINA), Teknologi Tepat Guna (TTG), BUMI, HijrahQu.

Bersama Yayasan Hasanah Titik (YHT), BNI Syariah Salurkan 530 Hewan Kurban

GayaKeren.id – Bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT), BNI Syariah mengadakan kegiatan dalam rangka peringatan Idul Adha 1441 H.  BNI Syariah sebagai Hasanah Banking Partner tahun ini menyelenggarakan empat kegiatan yaitu kegiatan pengumpulan hewan qurban karyawan BNI Syariah dan nasabah dengan nama QurbanKu HasanahKu; kemudian program reward bagi cabang dengan perolehan hewan qurban terbanyak yang disalurkan melalui BNI Syariah dengan nama Reward Hasanah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan semangat insan hasanah BNI Syariah dalam berpartisipasi dan berlomba dalam kebaikan.

Abdullah Firman Wibowo berharap Qurbanku Hasanahku 1441 H bisa menjadi wadah bagi masyarakat, nasabah, maupun karyawan dalam menyalurkan hewan kurban secara tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas. “Semoga kami dapat terus menjadi mitra yang menemani perjalanan menuju Hasanah dunia dan akhirat, Insya Allah,” kata Abdullah Firman Wibowo.

Total hewan kurban yang disalurkan melalui BNI Syariah dalam rangka Idul Adha 1441 H kali ini lebih banyak dari tahun lalu yaitu sebanyak 530 hewan kurban dengan nilai Rp4,26 miliar, yang terdiri dari 190 sapi/kerbau senilai Rp3,3 miliar dan 340 kambing/domba senilai Rp926 juta di seluruh kantor cabang BNI Syariah. Yang juga disalurkan ke 10 titik terluar Indonesia (Benteng Hasanah di Batas Negeri) dengan nama Qurban di Benteng Hasanah; serta Qurban atas nama Jurnalis Ekonomi Syariah (JES) di beberapa kota diantaranya Jabodetabek, Semarang, Makassar, Aceh dan Medan.

Untuk menambah kemeriahan peringatan Idul Adha 1441 H, BNI Syariah juga memberikan kemudahan bagi nasabah untuk berqurban melalui Program Qurban Progressive; Program Qurban Hasanah Cicilan 0% selama 3 Bulan; dan Program Qurbanku dengan realisasi sebanyak 811 hewan kurban dengan nilai Rp4,05 miliar. “Seremonial pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, disebabkan karena adanya Pandemi COVID-19. Kegiatan Qurbanku Hasanahku tahun ini diharapkan bisa mengajak masyarakat memperoleh pengalaman berhasanah melalui iconic event Idul Adha yang diselenggarakan oleh BNI Syariah,” kata Abdullah Firman Wibowo.

QurbanKu HasanahKu dilakukan di 107 masjid yang sudah bekerjasama dengan BNI Syariah dalam kelolaan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) dan masjid terdekat lokasi cabang. Periode pelaksanaan QurbanKu HasanahKu dilakukan pada 31 Juli – 3 Agustus 2020.

Kegiatan QurbanKu HasanahKu dilakukan oleh 5 Sektor Kantor Pusat, Kantor Wilayah dan Cabang. Hewan Qurban dalam kegiatan ini disalurkan kepada kaum dhuafa/ penerima manfaat dengan menggandeng mitra masjid yang sudah bekerja sama dengan BNI Syariah seperti masjid dalam kelolaan Pelatihan Manajemen Masjid (PMM) dan atau masjid terdekat dengan lokasi BNI Syariah.

Pelaksanaan Qurban di Benteng Hasanah dilakukan di 10 titik diantaranya Pulau Semau, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tengah; Desa Beha, Tabukan Utara, Sulawesi Utara; Singkawang Kalimantan Barat; Dusun Penyeladi, Hulu Kalimantan Barat; Desa Kudu, Kecamatan Oba Utara, Tidore, Maluku Utara; Desa Ubung, Pulau Buru Maluku; Pulau Kubung Airmas Batam; Kabupaten Aceh Jaya, Aceh; dan Pesantren Asy Syabaab Jogoroto Jombang.

Apresiasi Nasabah Milenial, BNI Syariah Gelar Customer Online Gathering

GayaKeren.id – BNI Syariah menggelar program nasional Customer Loyalty Gathering dengan tema Milenial Buktikan Cintamu dengan Berqurban. Acara dengan format webinar ini merupakan pertama kali diselenggarakan untuk nasabah milenial BNI Syariah di Jabodetabek, Cilegon, Lampung, dan sekitarnya. Hadir dalam kesempatan ini Pendakwah, Ustadz Hanan Attaki, Lc; Pengusaha Brand Muslimah Jilbab Arfa, Asysyifa Fathi Rabbani dan Ali Ghuraisah; Hafidzah dan Juri Hafidz Indonesia, Nabila Abdul Rahim Bayan; MC – TV Presenter, Kamidia Radisti; beserta 400 nasabah milenial BNI Syariah. Turut hadir perwakilan BNI Syariah yaitu Pemimpin Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Ida Triana Widowati; Pgs. Pemimpin Wilayah Jabodetabek Plus BNI Syariah, Mohamad Akbar; serta Seluruh Pemimpin Cabang BNI Syariah Cabang Jabodetabek Plus.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah, Iwan Abdi mengatakan acara Customer Online Gathering dengan tema Milenial Buktikan Cintamu Dengan Berqurban ini bertujuan sebagai sarana silaturahmi untuk mempererat hubungan baik dengan nasabah milenial yang loyal dan telah mempercayai BNI Syariah sebagai mitra dalam mengelola keuangan sesuai dengan prinsip syariah.

“Acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan beberapa program BNI Syariah dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H seperti Qurban Progressive; Program Qurban Hasanah Cicilan 0% selama 3 Bulan; dan Program Qurbanku.” kata Iwan. Ketiga program tersebut sangat sesuai untuk segmen milenial.

Menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H, BNI Syariah bekerja sama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT) kembali mengadakan serangkaian kegiatan dengan mengangkat tema QurbanKu HasanahKu. Melalui kegiatan tersebut, BNI Syariah mengajak nasabah dan karyawan untuk menyalurkan hewan qurban agar tepat sasaran dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.

Pada penyelenggaraan tahun ini, kegiatan Idul Adha BNI Syariah dirangkai dalam beberapa kegiatan diantaranya kegiatan pengumpulan hewan qurban oleh karyawan BNI Syariah dan nasabah yang berminat untuk berpartisipasi, kemudian disalurkan kepada kaum dhuafa/penerima manfaat dengan menggandeng mitra masjid yang sudah bekerja sama.

Sebagai Hasanah Banking Partner, BNI Syariah berkomitmen untuk menjalankan Hasanah Way, yang terus menerus berusaha mengingatkan dan mengajak kearah yang lebih baik dengan niat untuk memberikan kebermanfaatan dan kebaikan (Hasanah) yang tidak terputus baik di dunia maupun akhirat.

BNI Syariah Raih Penghargaan 20 Pilar Finansial Indonesia Award 2020 dari The Iconomics

GayaKeren.id – BNI Syariah meraih penghargaan 20 Pilar Finansial Indonesia Award 2020 dari The Iconomics. Penghargaan ini diberikan secara virtual dalam acara Webinar & Virtual Award Indonesia dengan tema Menjaga Resiliensi Industri Finansial “Peluang dan Tantangan Industri Keuangan dengan Menakar Ketahanan dan Kekuatan di Babak Kenormalan Baru”, Kamis (16/7).

Penghargaan ini diberikan oleh Founder & CEO Iconomics Bram S. Putro kepada Pemimpin Divisi Kesekretariatan dan Komunikasi Perusahaan BNI Syariah, Bambang Sutrisno. Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia Periode 2010-2013 Darmin Nasution dan Direktur Group Surveilans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS, Iman Gunadi.

Award ini ditujukan kepada perusahaan-perusahaan jasa keuangan di Indonesia yang memiliki peran besar dalam perekonomian nasional. Adapun secara spesifik diberikan kepada perusahaan perbankan dan pembiayaan (multifinance) yang aktif memberikan bantuan dan dukungan penanganan COVID-19 yang tertangkap pada media.

Bambang Sutrisno mengatakan penghargaan 20 Pilar Finansial Indonesia Award 2020 kategori perbankan ini memicu kami untuk terus menjaga stabilitas kinerja BNI Syariah ditengah kondisi pandemi COVID-19 dan menjadi partner yang semakin Hasanah bagi segenap masyarakat. Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19, BNI Syariah bekerja sama dengan Yayasan Hasanah Titik telah menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp4 miliar. Penyaluran bantuan yang dilakukan diantaranya adalah melalui program Tebar Hasanah untuk Negeri dengan tema BerHasanah dengan Berbagi yaitu Bersama #BNISyariahLawanCorona.

BNI Syariah bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan program Donasi Rutin Tanpa Lupa melalui Fitur Smart Shadaqah, merupakan fitur pendebetan BNI iB Hasanah Card secara rutin tiap bulan untuk donasi melalui kerjasama dengan badan amil. Diharapkan fitur ini dapat memberikan kemudahan donasi dan bisa lebih berkontribusi untuk masyarakat yang terkena musibah/bencana salah satunya terkait pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. BNI Syariah juga bekerjasama dengan ACT dalam program #BersamaLawanCorona HasanahCard X ACT.

BNI Syariah juga bekerjasama dengan Dompet Dhuafa menginisiasi bantuan kemanusiaan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan membangun fasilitas kesehatan untuk pasien Covid-19 berupa RS Container Covid-19 di RST Dompet Dhuafa, Parung, Bogor. Penggalangan dana untuk RS Container Covid-19 bersama Dompet Dhuafa dihimpun melalui platform Wakaf Hasanah BNI Syariah. Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat berdonasi langsung melalui platform tersebut.