Good Doctor Dukung Kolaborasi UNDP dan ATENSI untuk Pengembangan Layanan HIV lewat Telemedis

GayaKeren.id – Sebagai bentuk pembekalan kepada tenaga medis dalam melayani Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui aplikasi telemedis selama pandemi, Good Doctor sebagai anggota dari Aliansi Telemedika Indonesia (ATENSI) didukung oleh United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan serangkaian edukasi berkelanjutan kepada lebih dari 700mitra dokter. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara UNDP dan ATENSI untuk pengembangan platform telemedis di Indonesia dan peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Pada akhir tahun 2020 jumlah ODHA diperkirakan 543.100 orang.Secara konsisten pemerintah telah melaksanakan berbagai kegiatan promosi, preventif, dan kuratif, demi memutus mata rantai penularan HIV di Indonesia seperti program Three Zero dan Program STOP. Adapun target yang ingin dicapai melalui program Three Zero adalah: (1) tidak adanya kasus baru HIV/AIDS, (2) tidak ada kematian akibat HIV/AIDS, dan (3) tidak ada stigma dan diskriminasi pada ODHA. Sedangkan “STOP” adalah program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS melalui kegiatan Suluh, Temukan, Obati dan Pertahankan. Namun, upaya dan target dalam memerangi kasus HIV dan AIDS tersebut saat ini mengalami kendala akibat merebaknya pandemi COVID-19 di Indonesia.

Nurjannah, SKM., M.Kes -Kasubdit HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) mengatakan, “Di masa pandemi COVID-19 ini, ODHA menjadi salah satu kelompok yang lebih rentan terkena COVID-19. Hal ini terjadi karena adanya penurunan pelayanan kesehatan untuk pasien HIV/AIDS. Karena itu kami sangat mengapresiasi UNDP, ATENSI, dan Good Doctor yang telah berinisiatif mengembangkan layanan HIV/AIDS dengan memanfaatkan platform telemedis. Kami melihattelemedis menjadi solusi yang bagus dalam mendukung ODHA mendapatkan layanan kesehatan.”Arry Lesmana Putra, National Project Manager for Health Governance Initiative, UNDP, mengatakan,“Pelaksanaan program HIV/AIDS harus mempertimbangkan prinsip hak asasi manusia guna mendukung program pencegahan dan perawatan HIV/AIDS yang efektif dan memberikan lingkungan yang nyaman bagi ODHA agar dapat memiliki kualitas hidup yang lebih kondusif. Kita pun harus terus mengupayakan terbukanya akses-akses kesehatan yang memadai bagi mereka, dan kami melihat peran telemedis sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut. Maka dari itu, sebagai proyek pilot dari kolaborasi ini kami bermaksud mengembangkan layanan HIV lewat telemedis Good Doctor dan juga telemedis lainnya.”

Rangkaian proyek pilot ini dilaksanakan melalui simposium ilmiah untuk tenaga kesehatan profesional (para dokter) mengenai tantangan yang dihadapi oleh ODHA di masa pandemi, peran layanan telemedis, serta penyampaian informasi tata laksana pasien HIV/AIDS yang terbaru. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan workshop pembuatan mekanisme dan panduan teknis layanan telemedis bersama dengan mitra strategis. Rangkaian program ini dilakukan sebagai persiapan dalam rencana case study pemberian layanan telekonsultasi kepada pasien HIV oleh Good Doctor.

Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia mengatakan, “Kami merasa bangga dipercaya oleh UNDP dan ATENSI untuk memberi kemudahan bagi pasien HIV/AIDS dalam menjangkau akses kesehatan melalui aplikasi Good Doctor yang dapat diunduh secara gratis. Kepercayaan ini sekaligus menjadikan kami sebagai platform telemedis perintis di Indonesia yang memiliki program layanan khusus untuk pasien HIV/AIDS di Indonesia. Kami harap kerja sama ini bisa memberi dukungan nyata bagi pemerintah dalam mencapai target program Three Zero dan Program STOP demi memutus mata rantai penularan HIV di negara kita. Kami juga berharap nantinya layanan ini disambut baik dan dimanfaatkan seluas-luasnya oleh pasien HIV/AIDS di Indonesia.”

IDI & Good Doctor Edukasi 10 Juta Pemuda Indonesia Untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dan 3M

GayaKeren.id – Dalam rangka perayaan HUT Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ke-70 dan hari Sumpah Pemuda, hari ini IDI bersama Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) meluncurkan kampanye #PesanPemudaatau Program Edukasi KeSehatAN untuk Pemuda melawan COVID-19. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan para generasi muda terhadap protokol kesehatan, dengan mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kebiasaan Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak (3M) dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye edukatif ini juga diharapkan dapat menginspirasi pemuda untuk berpartisipasi aktif serta menjadi duta dalam menerapkan PHBS dan 3M ke rekan-rekan pemuda lainnya demi menekan penyebaran COVID-19.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) September 2020 mengenai “Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19” menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 secara umum sudah baik1. Namun demikian, dari hasil survei tersebut, tingkat kepatuhan di kalangan anak muda rentang usia 17-30 tahun menunjukkan angka paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lain, terutama dalam hal mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Selain itu, kelompok usia ini juga memiliki jumlah tertinggi (dengan persentase 20,2%) sebagai kelompok yang menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin terinfeksi/tertular COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kaum pemuda dalam menanggapi bahaya pandemi masih terbilang rendah.

Dr. Daeng M Faqih, Ketua Umum PB IDI mengatakan, “Kami melihat bahwa kami perlu merangkul para generasi muda agar mereka tidak lengah dan terus mewaspadai bahaya COVID-19. Karena itu,kami sangat menyambut baik program #PesanPemuda melawan COVID-19bersama Good Doctor untuk membangkitkan semangat juang para pemuda dalam melawan pandemi. Kami harap kampanye ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menghasilkan tindakan yang efektif dalam perang melawan COVID-19 secara keseluruhan.”

Dengan misi untuk mengedukasi lebih dari 10 juta pemuda di Indonesia, kampanye#PesanPemuda melawan COVID-19ini juga melibatkan jajaran anak muda kreatif yang memiliki semangat dalam memerangi pandemi COVID-19 di Tanah Air. Good Doctor, sebagai mitra strategis dari PB IDI telah menyiapkan edukasi PHBS berjudul #BaikBersama yang dapat dipraktikkan para pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Adapun edukasi PHBS #BaikBersama tersebut adalah:

  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 60 detik
  • Awas, hindari kerumunan dengan menjaga jarak minimal 1 meter
  • Ingat selalu menggunakan masker ketika keluar rumah
  • Konsultasi kesehatan dengan mitra dokter tepercaya

dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia menjelaskan, “COVID-19 telah mendorong semua orang meningkatkan standar berperilaku bersih dan penjagaan diri dari risiko kesehatan. Perilaku ini perlu diikuti dengan kedisiplinan dan kewaspadaan tinggi, serta membaca informasi yang benar. Sebagai masyarakat muda kita harus patuh pada penggunaan masker, hand sanitizer/disinfectant, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Ini menjadi suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar saat ini. Kami mengajak semua anak muda, termasuk generasi muda praktisi kesehatan profesional untuk ambil bagian dalam kampanye ini sebagai salah satu upaya dalam perjuangan melawan pandemi.”

Dalam upaya meluaskan kampanye edukatif #PesanPemuda melawan COVID-19, PB IDI dan Good Doctor menciptakan koreografi singkat hanya 30 detik di platform TikTok bertemakan pesan edukasi PHBS dan 3M dalam kehidupan sehari-hari, gerakan berjudul #BaikBersama. PB IDI dan Good Doctor mengajak para pemuda, dokter muda dan masyarakat umum untuk mengikuti, merekam dan mengunggah danceTikTok #PesanPemuda melawan COVID-19ini demi memperluas edukasi ke seluruh penjuru Tanah Air. Periode dance TikTok #PesanPemuda resmi dimulai hari ini, 28 Oktober 2020 sampai 13 November 2020. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi akun media sosial TikTok @gooddoctor.id.

Diluncurkan Secara Virtual, Program PSBB OK! Kerjasama Good Doctor Technology Indonesia Dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

GayaKeren.id – Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat kasus aktif COVID-19 di DKI mencapai angka 57.796 orang per tanggal 21 September 2020, menjadikannya salah satu provinsi dengan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.Untuk mengantisipasi peningkatan kasus di DKI Jakarta, Pemprov DKI telah mengambil langkah darurat dengan kembali menerapkan PSBB gelombang kedua sejak tanggal 14 September 2020 lalu. Melalui acara konferensi pers Peluncuran Program PSBB OK!oleh Good Doctor dan Pemprov DKI Jakarta yang digelar secara virtual dari Balai Kota, Suharti, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta mengungkapkan bahwa kasus-kasus baru COVID-19 tidak akan menurun tanpa penerapan protokol kesehatan yang ketat dan peningkatan sosialisasi bahaya COVID-19 kepada masyarakat.

“Kami menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Good Doctor untuk ikut secara aktif memastikan kelancaran PSBB di wilayah DKI Jakarta. Kami melihat bahwa layanan telemedis memiliki andil dalam mengatasi masalah jarak dan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan di masa pandemi. Partisipasi dari setiap pihak yang mendukung strategi pentahelix Pemprov DKI Jakarta diharapkan dapat menekan penyebaran COVID-19 di Jakarta,” ujar Suharti, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta.

Meskipun masyarakat dianjurkan untuk tinggal di rumah selama masa PSBB, kebutuhan masyarakat akan akses dan konsultasi kesehatan yang aman, nyaman, dengan tim dokter yang profesional harus terus dimudahkan. Danu Wicaksana, Managing Director, Good Doctor Technology Indonesia, mengungkapkan bentuk dukungan Good Doctor kepada Pemprov DKI Jakarta dalam memfasilitasi masyarakat dengan kemudahan akses kesehatan demi keberhasilan PSBB gelombang kedua kali ini.

“Kami merasa terhormat karena dipercaya oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung kelancaran penerapan PSBB gelombang kedua ini. Program PSBB OK! ini diluncurkan untuk memberi akses layanan kesehatan terpadu dari rumah yang kami sediakan dengan mudah, cukup melalui ponsel. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat DKI Jakarta untuk berkontribusi dalam upaya menekan jumlah kasus positif COVID-19 di Jakarta dengan memanfaatkan program PSBB OK! ini dan tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah digagas oleh pemerintah,” ujar Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Technology Indonesia.

Masyarakat bisa memanfaatkan program PSBB OK! mulai 22 September 2020 hingga 22 Oktober 2020 dengan mengakses layanan GrabHealth powered byGood Doctor pada aplikasi GRAB. Beberapa program spesial yang ditawarkan oleh PSBB OK! adalah fasilitas bebas ongkos kirim produk kesehatan untuk semua warga DKI Jakarta, diskon hingga 50% untuk produk vitamin maupun produk ibu dan anak, dan harga spesial untuk pembelian masker medis. Program ini berlaku untuk pembelian lewat pengantaran instan oleh mitra pengemudi Grab Bike yang berasal dari mitra-mitra apotek di DKI Jakarta maupun lewat pengantaran paket reguler. Pada saat melakukan pembayaran, maka biaya pengantaran akan otomatis menjadi Rp 0 atau tidak berbayar.

Tak hanya itu saja, Good Doctor dan Pemprov DKI Jakarta pun berkolaborasi dalam memberikan informasi dan sosialisasi terkait perkembangan COVID-19 melalui kegiatan edukasi publik #JakartaTanggapCorona pada saluran komunikasi Good Doctor dan Pemprov DKI Jakarta. Upaya edukasi yang juga menjadi bagian dari programPSBB OKini akan berjalan mulai hari ini demi menyediakan akses terhadap informasi kesehatan yang tepat dan akurat bagi warga DKI Jakarta.