Menag: Persatuan Umat Modal Menang Perang Lawan Covid-19

GayaKeren.idMenteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bahwa kekuatan keberagamaan dan keberagaman merupakan modal dalam melawan berbagai cobaan, termasuk melawan pandemi Covid-19 saat ini. Selain doa, lanjutnya, ikhtiar dengan menaati protokol kesehatan (Prokes) 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas, terbukti mampu menekan laju penyebaran virus Covid-19 belakangan ini.

“Selain doa, upaya atau ikhtiar menghindar dari wabah diajarkan semua agama, misalnya dengan menerapkan prokes 5M dalam aktivitas keseharian. Kebersamaan antarumat beragama dalam melawan pandemi dengan kampanye menaati prokes menjadi kekuatan dan modal besar memenangkan perang melawan pandemi Covid-19,” tandas Menteri Agama saat menghadiri kampanye 5 juta masker oleh Aice Group, Kantor Staf Presiden (KSP) dan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu (4/3/2021).

Di kesempatan sama, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengapresiasi gerakan pentahelix yang diiniasi GP Ansor dan Aice Group. Menurutnya, pembagian masker medis untuk masyarakat sebagai upaya menghindarkan risiko penularan virus Covid-19 adalah salam kasih dalam semangat Kristus di momen Paskah ini.

“Makna Paskah yang sejati adalah bagaimana kita dapat memperjuangkan, merawat dan menjaga kehidupan kita dalam damai. Komitmen menjagai kehidupan dari ancaman virus berbahaya ini adalah makna umat atas kebangkitan dan harapan kita saat ini. Apresiasi tinggi kami di Sulawesi Utara untuk misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor, Aice Group dan KSP. Semoga pandemi segera usai dan makin damai dan sejahtera di bumi,” kata Olly. Menurutnya, gerakan pentahelix yang bermodalkan dukungan lima pilar masyarakat dari pemerintahan, sektor swasta, lingkungan akademik, media massa, serta tokoh dan organisasi masyarakat akar rumput akan membuat kesadaran masyarakat untuk menekan penularan di lingkungannya lebih mudah muncul.

Seperti diketahui, kick-off kegiatan yang membagikan 150 ribu masker kepada organisasi keagamaan, gereja, petugas kebersihan, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya di Sulawesi Utara ini adalah bagian dari kampanye dan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia. Kegiatan ini telah berlangsung sejak akhir tahun lalu hingga bulan April ini.

Manado menjadi kota terakhir yang disambangi misi kemanusiaan ini. Sebelumnya, GP Ansor, KSP dan produsen es krim Aice mendistribusikan lebih dari empat juta masker medis di Jakarta, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Batang, Surabaya, Ambon, Palembang, Medan, Batam, Yogyakarta, Malang, Lumajang, Denpasar, Makassar, Lampung dan terakhir di Banjarmasin.

 

Kombinasi Wisata Covid dan Disiplin Masker di Masyarakat Jadi Jurus Melawan Korona

GayaKeren.idWakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirmaan Sulaiman, mengapresiasi distribusi masker medis berkualitas kepada berbagai kelompok masyarakat rentan penularan. Sudirman menilai disiplin menggunakan masker di masyarakat adalah aspek pencegah penularan yang saling menguatkan dengan program Wisata Covid di provinsi yang dipimpinnya. Apresiasi Gubernur diberikan dalam seri kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia yang sedang menyambangi wilayah Sulsel. Kick-off kegiatan yang dimotori oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Aice Group ini membagikan 250 ribu masker di kawasan wisata Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar pada Rabu (17/02/2021) ini.

“Saya apresiasi misi kemanusiaan yang dilakukan koalisi banyak unsur ini. Distribusi dan edukasi masker medis berkualitas ke masyarakat yang rentan adalah bagian usaha pencegahan penularan yang sangat-sangat penting. Insya Allah kombinasi pencegahan lewat masker akan memperkuat kunci pembatasan penularan di OTG lewat Wisata Covid-19 yang sudah berjalan,” kata Sudirman. Dalam kesempatan distribusi di Kota Makassar ini, GP Ansor dan Aice Group telah menyiapkan 250 ribu masker medis yang didistribusikan ke berbagai kelompok masyarakat yang rentan terkena penularan virus korona.

Tidak kurang dari belasan unsur masyarakat dari petugas kebersihan, organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya hadir untuk menerima secara simbolik masker medis SHIELD dari Aice. Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan (PW Ansor Sulsel), Rusdi Idrus menyatakan bahwa koalisi pentahelix yang dilakukan oleh organisasinya bersama dengan Aice Group, KSP dan sederetan lembaga masyarakat lain adalah ijtihad dan sinergi rakyat dalam melawan bencana ini.

Menurutnya, misi kemanusiaan melawan korona telah berjalan sejak pandemi baru melanda Indonesia April tahun lalu. GP Ansor dan Aice Group ikut masuk di garis depan dalam memperkuat titik kritis perang melawan Covid-19. Kegiatan distribusi 5 juta masker medis ini adalah bagian kedua dari misi kemanusiaan GP Ansor-Aice melawan korona. Sebelum kampanye masker ini, lembaganya dan Aice Group bekerjasama dengan kalangan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) melakukan penguatan logistik Alat Pelindung Diri (APD) dan sisi psikologis para Nakes.

Aice dan GP Ansor mendistribusikan cukup banyak APD yang saat itu sangat langka di kalangan Nakes. GP Ansor dan Aice Group menyambangi belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang, Jawa Tengah dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes. Rusdi juga menjelaskan bahwa saat itu Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas yang kini juga menjabat sebagai Menteri Agama menyatakan bahwa Ansor setia menempati posisi terdepan dalam memperbaiki kondisi negeri di saat pandemi ini.

“Saat itu Ketum Gus Yaqut memerintahkan Ansor dan Banser untuk aktif menjagai keselamatan nyawa Nakes. Salah satunya dengan distribusi APD yang saat itu sangat-sangat langka. Sejuta es krim Aice juga kami distribusikan saat itu. Ansor berusaha memperkuat aspek teknis-medis, dan juga psikologis. Terutama saat para Nakes sedang mengalami kelelahan jiwa dan raganya dalam menyembuhkan pasien korona,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa koalisi GP Ansor, KSP dan Aice selalu berusaha menjagai berbagai momen kritis pandemi. Koalisi pentahelix yang dibangun dengan keterlibatan banyak pemangku kepentingan di level nasional dan lokal ini, menjadikan berbagai momen kolektif rakyat yang rentan penularan sebagai sasaran distribusi masker medis.

“Gerakan pentahelix yang didukung oleh berbagai kalangan dari pemerintah, swasta, ormas, lembaga pendidikan hingga media massa ini, membuat kami lebih dekat dengan kondisi asli masyarakat. Distribusi bersama atas 5 juta masker medis SHIELD dari Aice ini adalah bukti bahwa kerjasama anak negeri akan memperkuat kita semua dalam melawan covid-19,” jelas Sylvana.

Sylvana menambahkan bahwa saat ini semua pihak harus bekerjasama di semua tempat. Semua pihak tidak bisa lagi hanya memilih-milih klaster tertentu untuk segera ditangani.

“Semua potensi klaster ada di banyak tempat. Ada di keluarga, lingkungan, perkantoran hingga rumah ibadah sekalipun. Karenanya, kami melibatkan banyak pihak agar saling menjagai keselamatan satu sama lain. Kedisiplinan memakai masker berkualitas adalah salah satu kunci terpentingnya,” tambahnya.

Distribusi Masker GP Ansor-Aice Group Bantu Deli Serdang Cegah Klaster Imlek

GayaKeren.idBupati Deli Serdang, H. Ashari Tambunan mengapresiasi kampanye distribusi 5 juta masker medis Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) yang sedang menyambangi wilayah yang dipimpinnya dan berbagai wilayah lain di Sumatera Utara. Menurutnya, semua lapisan masyarakat perlu mencegah momen perayaan dan libur Tahun Baru Imlek tahun ini menjadi klaster penularan korona yang baru.

“Saya salut dan mengapresiasi tinggi gerakan kolektif berbagai stakeholder yang dibangun oleh Aice dan GP Ansor di 20 kota se-Indonesia. Pembagian distribusi masker medis yang berkualitas plus edukasi ke publik soal pentingnya Prokes adalah kunci. Momen Imlek tahun ini adalah ujian buat kita bersama. Kita harus sama-sama membuat Imlek besok terhindari dari klaster baru covid di wilayah kita,” kata Ashari.

Apresiasi Bupati tersebut diberikan dalam seri kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia yang sedang menyambangi wilayah yang dipimpinnya. Kick-off kegiatan yang membagikan lebih dari 200 ribu masker medis ke berbagai organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas kebersihan, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya ini dilangsungkan di Balairung Pemerintah Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (11/02/2021) ini. Ia menambahkan bahwa perayaan ibadah dan hari besar semua agama di dunia ini menjadi lebih sederhana di masa pandemi dunia ini. Tapi menurutnya, kesederhanaan dan ketatnya pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes) tersebut tidak akan mengurangi makna, penghayatan dan tradisi yang menyertai ibadah dan perayaan umat.

“Ibadah tetap bisa berjalan dengan baik. Yang penting kita harus ingat bahwa kerumunan harus sangat dihindari. Dan yang sangat penting juga, kita semua harus memakai masker medis yang berkualitas saat beraktivitas dan bertemu orang lain,” tambah Ashari.

Sementara itu, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa koalisi GP Ansor, KSP dan Aice selalu berusaha menjaga berbagai momen kritis pandemi. Koalisi pentahelix yang dibangun dengan keterlibatan banyak pemangku kepentingan di level nasional dan lokal ini, menjadikan berbagai momen kolektif yang rentan penularan sebagai sasaran penguatan distribusi masker medis di masyarakat.

“Gerakan pentahelix kami yang didukung oleh berbagai kalangan dari pemerintah, swasta, ormas, lembaga pendidikan, hingga media massa, membuat kami lebih mudah merasakan denyut nadi masyarakat. Gerakan ini alhamdulilah bisa cepat dan efektif dalam menemukan titik-titik kritis klaster baru di kelompok rentan. Momen perayaan keagamaan, bencana alam sampai aktivitas wisata yang tinggi menjadi contoh sasaran distribusi masker medis dari koalisi pentahelix ini,” jelas Sylvana.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, H. A. Jabidi Ritonga menyatakan bahwa kegiatan lembaganya ini adalah agenda kegiatan Pimpinan Pusat yang sudah dijalankan sejak tahun lalu bersama Aice Group dan KSP.

“Ikhtiar bersama kita saat ini adalah bagaimana membuat 5 juta masker medis yang dibagikan bisa membangun ketangguhan bangsa kita melawan Covid-19. Terutama masyarakat bawah yang rentan tertular. Dengan semangat kekeluargaan dan kerja bersama konkrit ini, kita menjadi lebih mawas diri dan saling memperkuat diri satu sama lain. Insya Allah bangsa ini akan makin kuat dan rekat dalam menjalani cobaan,” harap Jabidi.

Menurutnya, kombinasi kekuatan edukasi yang dilakukan lebih dari 200 ribu UMKM dengan koalisi pentahelix membagikan masker medis berkualitas akan membantu masyarakat. “Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar dengan niatan untuk melawan penularan virus di masyarakat. Visi dan Misi kemanusiaan akan selalu menjadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur misalnya. Tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice dalam membagikan kebaikan lewat jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana.

Sylvana menjelaskan bahwa saat ini Aice telah memiliki lebih dari 200 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim produksinya. Produsen es krim yang dikenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.

GP Ansor, Aice dan Pemerintah Provinsi Bali Dukung Vaksinasi dan Disiplin Masker Dalam Melawan Korona

GayaKeren.id Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan bahwa semua masyarakat Bali perlu mendukung dua langkah penting dalam mengentaskan virus Covid-19 di Pulau Dewata. Menurutnya, dukungan ke program vaksinasi yang sedang berjalan saat ini dan pengetatan pelaksanaan protokol kesehatan 3M dalam aktivitas sehari-hari adalah langkah yang akan dijalankan bersama. Kedisiplinan bersama menggunakan masker berkualitas menjadi kunci penting dalam mencegah perburukan pandemi di Bali. Gubernur Koster menyampaikan pesan tentang pentingnya masker medis yang berkualitas di kesempatan peluncuran distribusi 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia, yang saat ini sedang menyambangi Denpasar.

Dalam acara yang diadakan di Wantilan DPRD Provinsi Bali Kamis (28/01/2021) tersebut, Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group memaparkan misi kemanusiaan berbentuk koalisi pentahelix yang menjadi motor distribusi masker tersebut. “Pemerintah Provinsi Bali mengapresiasi langkah distribusi masker medis ini. Masker medis Shield yang dibagikan Ansor dan Aice Group ke masyarakat yang rentan tertular korona menjadi upaya bersama dalam menyelesaikan pandemi. Edukasi soal masker atau 3M memerlukan partisipasi semua elemen pemangku kepentingan. Pemprov mengapresiasi gerakan kemanusiaan ini,” kata Gubernur.

Koster juga mengingatkan bahwa meskipun saat ini Bali tengah melakukan vaksinasi, namun masyarakat harus terus disiplin dalam menjalankan Protokol Kesehatan yang baik. Terlebih lagi, menurut Gubernur yang berasal dari Partai berlambang banteng ini, proses vaksinasi yang akan dilaksanakan ke seluruh masyarakat Indonesia akan dijalankan bertahap dan memakan waktu yang cukup lama. “Meskipun pemerintah pusat dan daerah sudah mulai melaksanakan vaksinasi, tapi kegiatan tersebut akan bertahap dan bisa memakan waktu satu setengah hingga tiga tahun lebih hingga rampung. Karenanya, masker harus tetap kita pakai dan prokes jaga jarak serta cuci tangan akan terus kita jalankan bersama,” tegas Koster.

Senada dengan Koster, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa Aice mengucapkan terimakasih atas dukungan Gubernur dan para pemangku kepentingan di Pulau Dewata atas misi kemanusiaan ini. Sylvana menilai Bali memiliki modal kesatuan dan kekompakan sosial yang akan memperkuat imunitas warganya melawan korona.

“Kami melihat adanya korelasi antara daya tahan masyarakat suatu daerah melawan covid dengan integrasi kepemimpinan yang kuat dalam mengelola pandemi secara partisipatif. Bali selalu menjadi barometer bangsa dalam soal toleransi dan kerjasama semua elemen masyarakat. Vaksinasi dan disiplin masker menjadi project penting kita bersama saat ini. Kami berharap Bali menjadi contoh sukses masyarakat dalam bekerjasama melawan virus ini.,” ujar Sylvana.

Seperti diketahui sebelumnya, saat ini Provinsi Bali sedang menjalankan program vaksinasi Sinovac ke banyak kalangan tenaga kesehatannya. Tercatat, 30.320 orang tenaga kesehatan (Nakes) di Bali yang terdaftar sebagai penerima vaksin tahap pertama sebanyak. Bali sendiri sudah menerima sekitar 76 ribu dosis vaksin Covid-19 dalam tahap pertama vaksinasi Sinovac pada awal bulan ini.

Vaksinasi inilah yang dimaksudkan para juru kampanye untuk didukung. Alokasi 150 ribu masker medis 3-ply di Bali pada saat ini akan menjadi program komplementernya. Banyak pihak telah banyak mengingatkan bahwa vaksinasi bukanlah solusi akhir. Tingkat efikasi dan lamanya proses vaksinasi menyebabkan masker diperkirakan masih harus digunakan dalam kurun waktu yang cukup panjang.

Misi Kemanusiaan Lintas Kelompok Masyarakat

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Khairul Anwar mengatakan bahwa misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional ini adalah gerakan lintas kelompok masyarakat. Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi. Menurutnya, misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak April saat pandemi baru melanda Indonesia menjadi garda depan yang konkret memperkuat titik terlemah perang melawan virus berbahaya ini.

GP Ansor, Aice dan kalangan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) melakukan langkah perbaikan di sisi logistik Alat Pelindung Diri (APD) dan sisi psikologis para Nakes. Di awal pandemi, Aice dan GP Ansor mendistribusikan banyak APD yang saat itu sangat langka di kalangan tenaga kesehatan. Dua lembaga ini menyambangi langsung belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang dan Wisma Atlet untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes.

Khairul menjelaskan bahwa saat itu Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang kini juga menjabat sebagai Menteri Agama menyatakan bahwa Ansor menempati posisi terdepan dalam memperbaiki kondisi negeri di saat pandemi.  “Gus Yaqut memerintahkan Ansor dan Banser untuk memperkuat keselamatan nyawa Nakes dengan donasi APD yang saat itu sangat-sangat langka. Sejuta es krim Aice yang kami distribusikan bersama saat itu menimbulkan keceriaan di kalangan Nakes. Kita semua tahu, para pahlawan ini sedang mengalami kelelahan jiwa-raga,” jelas pria yang kerap dipanggil Gus Irul ini.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Bali Yunus Naim menjelaskan tentang target utama distribusi masker di Bali. Yunus menjelaskan bahwa GP Ansor Bali akan memfokuskan 150 ribu masker medis SHIELD untuk memperkuat pertahanan diri kalangan masyarakat yang paling rentan tertular virus. Profesi petugas sampah, pedagang kaki lima, penggali kubur, ojek online, santri, guru, dan kyai dinilai paling rentan tertular.

“Bersama dengan banyak ormas, profesi dan kalangan adat dan keagamaan, kami akan menjangkau masyarakat bawah. Ini menjadi Ikhtiar kami untuk memperkuat imunitas masyarakat grass root paling rentan tertular. Insya Allah dengan semangat kekeluargaan dan kerja sama konkrit ini, kita bisa lebih mawas diri dan saling memperkuat diri satu sama lain. Insya Allah Bali akan menjadi Pulau yang tangguh dan segera mengakhiri pandemi ini,” harap Yunus.

 

Distribusi 15 Juta Masker Medis SHIELD lain lewat 200 ribu UMKM

Masker medis yang didistribusikan dalam kampanye bernama Aice-SHIELD ini diklaim Aice berspesikasi tinggi. Masker medis ini memiliki bahan berkualitas tinggi dan diproduksi sendiri oleh Aice Group. Pihak Aice juga menjelaskan bahwa SHIELD sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krim Aice di masyarakat.

Seperti diketahui, Aice memiliki lebih dari 250 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim Aice. Produsen es krim yang dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat. Hal ini menjadikan 200 ribu lebih pemasar warung tradisional yang ada di seantero nusantara membuat efektif dalam mengedukasi masyarakat menghindari penularan.

Produsen es krim yang berpabrik di Mojokerto, Bekasi dan satu lagi yang segera beroperasi di Sumatera Utara ini, mengatakan 100 persen masker ini diproduksi di dalam negeri. Sejak awal pandemi, Aice memproduksi sendiri SHIELD di pabriknya di Mojokerto. Sylvana mengatakan bahwa gerakan kolektif berupa pentahelix semua anak bangsa yang peduli atas cobaan yang sedang kita hadapi bersama. Misi kemanusiaan yang dijalankan GP Ansor dan produsen es krim Aice ini, adalah aksi bersama Pemerintah Pusat melalui KSP dan Pemerintah Daerah yang berbasis komunitas dengan menitikberatkan kepada peran dari organisasi dan tokoh di masyarakat, akademisi, dan dukungan swasta, serta komunikasi yang efektif melalui media massa. Kerja sama seluruh anak bangsa adalah kekuatan Indonesia dalam menghadapi berbagai krisis.

“Aice bersama dengan banyak pemangku kepentingan di 20 kota yang kami berikan 5 juta masker ini akan selalu bergerak bersama. Kuantitas yang cukup dan edukasi soal disiplin  penggunaan masker berkualitas, serta dukungan kearifan lokal dari para tokoh agama dan budaya di masyarakat menjadi kunci gerakan kita bersama ini,” kata Sylvana.

Menurutnya, gerakan pentahelix membagikan masker berkualitas didasari niatan banyak pihak dalam menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini secara optimal. Droplet mengandung virus ini dapat muncul di dalam batuk, bersin dan cairan yang keluar saat melakukan percakapan di ruang tertutup atau jarak dekat.

“Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar untuk menekan penularan virus di masyarakat. Visi kemanusiaan akan selalu menjadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur, misalnya, tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana.

GP Ansor, Aice dan Pemerintah Daerah Sumsel Dukung Pemulihan Ekonomi Sumsel Lewat Distribusi Masker Medis

GayaKeren.idKetua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan R.A. Anita Noeringhati mengingatkan warga perlu meningkatkan disiplin penggunaan masker berkualitas dalam menghindari virus covid-19. Meskipun Sumsel sudah memulai vaksinasi Sinovac seminggu terakhir ini, namun peningkatan insiden kasus positif masih membayangi provinsi ini.

Anita menyampaikan pesan soal pentingnya aspek pencegahan dalam kesempatan distribusi 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia, yang saat ini sedang menyambangi wilayahnya. Peluncuran misi kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Aice Group dilaksanakan di Gedung Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumsel, Kota Palembang pada Selasa (26/1/2021) sore.

“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan atas terus meningkatnya status positif covid-19. Korelasi kepadatan, mobilitas penduduk dan kedisiplinan dalam melakukan physical distancing berkorelasi sangat tinggi dengan kondisi penularan ini. Kami dari DPRD dan Pemprov Sumsel mengapresiasi misi bagi masker medis yang dilakukan ke masyarakat rentan penularan di kalangan grassroot. Mudah-mudahan ini akan menahan laju penularan virus,” kata Anita.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemprov Sumsel telah mendistribusikan hampir 60 ribu dosis vaksin ke unsur tenaga kesehatan (nakes) dan unsur pejabat publik di berbagai wilayahnya. Tinggal tersisa sekitar 24 ribu dosis yang akan kembali didistribusikan dalam tahap pertama vaksinasi ini.

Pihak Pemprov Sumsel sendiri melalui Sekretaris Daerah Nasrun Umar ikut menegaskan tentang pentingnya penggunaan masker berkualitas dan pelaksanaan Protokol Kesehatan 3M dalam menghindarkan diri, keluarga dan masyarakat sekitar dari penularan virus berbahaya ini. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda Kiemas juga menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya insiden kasus positif covid-19 di Sumatera Selatan. Menurutnya, masih tingginya aktivitas ekonomi dan sosial di Sumsel menyumbang probabilitas penularan.

Berbeda dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang menyebabkan adanya pembatasan waktu aktivitas Pulau Jawa dan Bali, Sumsel masih menjalankan aktivitas dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Giri mengajak semua pihak kompak menjalankan sinergi proses pencegahan lewat Prokes yang ketat dengan langkah pemulihan ekonomi di masyarakat Sumsel. Langkah GP Ansor dan Aice Group dalam menghimpun para pemangku kepentingan dalam membagikan masker medis Aice-SHIELD ke masyarakat bawah yang rentan tertular dan berdaya beli rendah akan melahirkan efektivitas dalam melawan virus berbahaya ini.

“Penggunaan Masker medis berkualitas adalah jawaban atas kompleksitas kegiatan ekonomi masyarakat yang tinggi mobilitas dan persinggungan fisik. Konsekuensi dari pelaksanaan ekonomi kerakyatan adalah bagaimana kita secara kolektif mengurangi transmisi virus mematikan di masyarakat luas itu sendiri. Terlebih lagi kita punya komposisi sektor informal yang besar dalam ekonomi kita,” jelas pria yang juga berlatar belakang ekonom ini.

Senada dengan legislatif dan eksekutif Sumsel, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa perusahaannya telah sepakat bersama KSP dan GP Ansor dalam mengupayakan program persistens dalam melawan virus covid-19 di Indonesia. Aice menilai setidaknya ada dua kunci sukses keberhasilan yang saling mempengaruhi dalam upaya tersebut. Menurutnya, imunitas masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona sangat ditentukan oleh adanya integrasi kepemimpinan yang tegas dengan partisipasi tinggi masyarakat menjalankan Prokes.

“Keterbatasan fasilitas rumah sakit dan tingginya jumlah kematian Dokter dan Nakes yang cukup tinggi harus kita waspadai. Kita perlu bersama-sama dengan sekuat tenaga membatasi penularan. Aice Group berharap misi kemanusiaan 5 juta masker medis ini akan memperkuat langkah vaksinasi yang sedang berjalan. Mudah-mudahan 2021 akan menjadi tahun terakhir pandemi untuk bangsa kita,” harap Sylvana.

Dalam peluncuran distribusi 150 ribu masker Aice-SHIELD ini, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Selatan Ahmad Zarkasih mengatakan bahwa misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional Aice adalah gerakan lintas kelompok masyarakat. GP Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi di Sumsel.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang belum lama masuk Kabinet sebagai Menteri Agama mengatakan bahwa Ansor akan berada di garda depan dalam memperbaiki kondisi negeri saat pandemi ini. Pria yang kerap dipanggil Gus Yaqut ini memerintahkan Ansor dan Banser untuk memperkuat perlindungan keselamatan nyawa Nakes dengan APD yang lengkap. “Masker medis ini adalah ikhtiar kuat kami bersama banyak pihak dalam melawan virus ini. Ikhtiar kita membangun ketangguhan bangsa di jaman pandemi. Insya Allah dengan koalisi bersama yang konkrit, kita bisa saling mawas diri dan saling memperkuat. Insya Allah bangsa ini akan makin kuat dan rekat dalam menjalani cobaan, Amin,” harap Zarkasih.

Masker medis Aice-SHIELD diklaim Aice dan GP Ansor telah memiliki spesifikasi dan kualitas sangat baik. Masker medis berbahan kualitas tinggi hanya diproduksi oleh Aice Group untuk kepentingan non komersial. Dalam keterangan lisan dan di kemasannya, masker medis SHIELD telah memiliki sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krim Aice di masyarakat.

Walikota Batam: Vaksinasi Sudah Dimulai, Masker Tetap Wajib Dipakai

GayaKeren.idWalikota Batam Muhammad Rudi mengatakan bahwa meskipun proses vaksinasi Covid-19 sudah mulai dijalankan, namun masyarakat tetap harus disiplin dalam menggunakan masker dan Protokol Kesehatan (Prokes 3M) dalam berbagai aktifitas sosialnya. Rudi menjelaskan bahwa Pemerintah dan segenap elemen masyarakat akan mendukung vaksinasi dalam membangun kekebalan melawan virus ini. Namun demikian, masker medis yang berkualitas tetap akan menjadi protokol penting bagi semua warganya dalam menghindarkan diri dari virus korona dan kemungkinan strain barunya yang muncul di dunia.

“Hingga pandemi ini usai, ada dua hal yang akan kita percepat dan perkuat implementasinya. Pertama adalah vaksinasi, dan yang kedua adalah disiplin penggunaan masker berkualitas dalam semua aktifitas sosial. Vaksin dan masker sama-sama pentingnya,” kata Rudi. Rudi menyampaikan betapa pentingnya masker medis yang berkualitas bagi masyarakat dalam kesempatan distribusi 5 juta masker medis di 20 wilayah Indonesia, yang saat ini mulai menyambangi wilayahnya. Acara dilakukan di Aula Lantai 4 Kantor Walikota Batam, Rabu (20/1/2021) sore.

Misi Kemanusiaan yang mendistribusikan masker medis Aice-SHIELD dimotori oleh koalisi besar berbentuk pentahelix berbagai elemen pemangku kepentingan. Gerakan berawal dari Kantor Staf Presiden (KSP), Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group.

“Masker medis yang didistribusikan GP Ansor dan Aice Group ini menjadi komplemen yang penting bagi proses vaksinasi Indonesia. Masker medis berkualitas adalah upaya kolektif koalisi stakeholder yang pas dalam menjagai masyarakat. Edukasi soal masker atau 3M memerlukan partisipasi semua elemen. Pemerinth kota (Pemko) sangat mengapresiasi gerakan masker medis ini,” tambah Walikota.

Walikota juga menambahkan meski vaksinasi sudah jalan bertahap, ia akan tetap menjaga kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan Protokol 3M. Terlebih lagi, proses vaksinasi akan berjalan dalam waktu yang cukup lama. Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat sendiri telah menjelaskan bahwa proses vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia bisa memakan waktu satu setengah hingga tiga setengah tahun. Masker harus tetap digunakan, lalu prokes jaga jarak serta cuci tangan akan terus wajib diimplementasikan di berbagai sektor.

Senada dengan Walikota, Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group Sylvana mengatakan bahwa perusahaannya telah sepakat bersama KSP dan GP Ansor dalam menjalankan aktivitas konkret melawan virus berbahaya ini. Aice menilai setidaknya ada dua kunci sukses keberhasilan yang saling berkorelasi dalam menimalisasi penularan. Daya tahan masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona sangat ditentukan oleh adanya integrasi kepemimpinan yang tegas dengan partisipasi tinggi masyarakat menjalankan Prokes.

Sylvana menilai bahwa keterbatasan jumlah tempat tidur dan fasilitas kurasi di rumah sakit khusus pasien Covid-19 harus dipertimbangkan. Pencegahan penularan di kelompok masyarakat yang rentan tertular virus jahat ini. Ia mengharapkan, gerakan Aice Group bersama KSP dan GP Ansor dalam mengalokasikan 150 ribu masker medis 3-ply ke Batam di pertengahan Januari ini akan efektif perburukan situasi. Batam sebagai salah satu pusat ekonomi terbesar Indonesia perlu terhindar dari pandemi. Keterbatasan di infrastruktur kurasi sudah makin terlihat. Jumlah dokter dan Nakes akan kesulitan menyembuhkan seluruh warga.

“Keterbatasan fasilitas rumah sakit dan tingginya jumlah kematian Dokter dan Nakes yang cukup tinggi harus kita waspadai. Kita perlu bersama-sama dengan sekuat tenaga membatasi penularan. Aice Group berharap misi kemanusiaan 5 juta masker medis ini akan memperkuat langkah vaksinasi yang sedang berjalan. Mudah-mudahan 2021 akan menjadi tahun terakhir pandemi untuk bangsa kita,” harap Sylvana.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kepulauan Riau Rahmad Budi Harto mengatakan bahwa misi kemanusiaan organisasinya bersama produsen es krim nasional ini adalah gerakan lintas kelompok masyarakat. Ansor, Aice dan KSP melibatkan semua elemen masyarakat dari semua suku, agama maupun kelompok profesi di Batam. Menurutnya, misi kemanusiaan yang telah berjalan sejak April saat pandemi baru melanda Indonesia menempatkan diri di garda depan yang riil memperkuat titik terlemah infrastruktur dalam melawan virus jahat ini. Kelompok masyarakat paling rentan tertular menjadi titik fokus utamanya.

Total 20 Juta Masker Medis Berkualitas Diproduksi Aice

Masker medis yang didistribusikan dalam kampanye bernama Aice-SHIELD dinyatakan produsen es krim terkemuka ini memiliki spesikasi dan kualitas sangat baik. Masker medis ini berbahan dengan kualitas tinggi serta diproduksi oleh Aice Group sendiri. Aice Group menjelaskan bahwa SHIELD sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krim Aice di masyarakat.

Saat ditanyai media, Sylvana menjelaskan bahwa pada saat ini Aice memiliki lebih dari 250 ribu jaringan warung atau Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjual es krim produksinya. Produsen es krim yang dikenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.

Hal ini menjadikan 200 ribu lebih pemasar warung tradisional yang ada di seantero Nusantara membuat efektif dalam mengedukasi masyarakat menghindari penularan.

Gubernur Anies: Gerakan 5 Juta Masker GP Ansor dan Aice Group Bantu Masyarakat Hindari Covid-19

GayaKeren.idGubernur DKI, Anies Baswedan mengapresiasi kontribusi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan produsen es krim Aice Group lewat pembagian lima juta masker medis ke masyarakat DKI dan puluhan kota lainnya di Indonesia. Penguatan masker medis di kelompok masyarakat yang rentan tertular Covid-19 diyakininya akan membantu Kampanye 3-M dan sangat berdampak positif bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi GP Ansor dan Aice Group dalam Gerakan Pembagian Lima Juta Masker ini. Distribusi kepada kelompok rentan tertular Covid-19 diharapkan memperkuat kampanye 3-M di masyarakat luas,” jelas Anies.

Pernyataan Anies disampaikan dalam kesempatan Peluncuran Kampanye Lima Juta Masker Medis di Kantor Pengurus Pusat GP Ansor, Jakarta, Sabtu (14/11). DKI sendiri menjadi momen ketiga gerakan ini setelah distribusi di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (22/10) dan seremoni Pembukaan Kampanye 20 Kota di Kantor Staf Presiden (14/10) di Jakarta.

Gerakan Pentahelix yang mengombinasikan kebijakan pemerintah dengan keterlibatan lima kelompok pemangku kepentingan utama di masyarakat ini menyasar berbagai kelompok masyarakat bawah yang berkategori rentan penularan Covid-19. Mereka antara lain, petugas penggali kubur atau pemakaman khusus Covid-19, petugas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, pedagang pasar dan warung, hingga kalangan pelajar di pesantren, dan sekolah umum.

Wilayah yang menjadi sasaran kampanye 5 juta masker ini antara lain DKI Jakarta dan sekitarnya, Bogor, Cirebon, Bandung, Rembang, Semarang, Pekalongan, Surabaya, Yogyakarta, dan Ambon yang masuk dalam aktivitas kampanye di tahun ini. Lalu pada 2021 akan dilanjutkan dengan Palembang, Medan, Batam, Malang, Kudus, Denpasar, Manado, Banjarmasin, Madiun, dan Makassar.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas sendiri meyakini bahwa pilihan 20 kota yang disambangi sangatlah tepat. Pertimbangan kepadatan penduduk, aktivitas ekonomi dan perdagangan informal yang tinggi, kegiatan pendidikan, hingga fokus pada petugas yang menjadi garda terdepan pengurusan sampah dan penggali kubur menjadi langkah riil dalam mengurangi perburukan pandemi di tingkat masyarakat atau akar rumput.

“Peningkatan yang gradual dari angka penularan covid di masyarakat sudah menjadi concern berbagai kalangan, terutama di masyarakat menengah ke bawah. Pengabaian atas penguatan masker dan edukasi soal menjaga jarak dan kebersihan di masyarakat yang rental terdampak dapat membawa malapetaka bagi bangsa kita,” jelas pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Ia menilai, kampanye yang dilakukan dalam melawan virus jahat ini harus berawal dari kolaborasi pentahelix yang solid dan disertai dengan kegiatan edukasi yang oleh para aktivis dan tokoh masyarakat di berbagai daerah secara persisten. Menurutnya, aspek psikologis dan aktivitas yang riil mendekati masyarakat dalam aktivitas pencegahan, sama pentingnya dengan elemen kurasi medis yang dijalankan pemerintah dalam menangani pandemi ini.

“Orang Indonesia itu tidak bisa hanya diberikan aturan dan sanksi saja. Pendekatan kultural yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari masyarakat bawah menjadi kunci. Pola guyub dan aktivitas sosial dan ekonomi menjadi peluang, sekaligus tantangan dalam mencegah virus ini menjadi lebih masif menulari masyarakat,” jelas Gus Yaqut.

Bagikan Masker di TPA Bantar Gebang dan TPU Covid-19 Pondok Ranggon

Seperti juga distribusi yang telah dilaksanakan di Cirebon sebelumnya, GP Ansor dan Aice Group langsung turun mendistribusikan masker medis ke masyarakat bawah. Dalam kesempatan distribusi di DKI ini, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) DKI mengawali pendistribusian ratusan ribu masker untuk wilayah DKI, Tangerang, Bekasi dan Depok di dua titik utama, yakni TPA Bantar Gebang dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Khusus Covid-19 Pondok Ranggon.

Juru Bicara Aice Group, Sylvana menyatakan bahwa gerakan ini akan memulai donasi masker dan distribusi vitamin dari kalangan masyarakat yang selama ini paling sulit mendapatkan masker medis yang layak dalam mencegah penularan virus Covid-19.

“Bersama dengan kawan-kawan Banser, kami ingin menjangkau lapisan masyarakat terbawah. Para petugas penanganan sampah, cleaning service, penggali kubur, dan pedagang menjadi perhatian kami untuk menerima sumbangan masker di DKI,” jelas Sylvana.

Sylvana menyampaikan bahwa misi kemanusiaan pentahelix yang dijalankan bersama dengan GP Ansor, KSP, pemerintah daerah dan banyak lembaga kemasyarakatan lain merupakan pendekatan kunci dalam melawan Covid-19. Menurutnya, pendekatan kolaboratif ini berangkat dari semangat kolektivitas seluruh lapisan masyarakat.

“Sudah sejak awal pandemi lalu kami meyakini bahwa kita perlu bekerjasama. Kami membangun fundamentalnya lewat kombinasi pendekatan psikologis dan kecukupan logistik. Berbagai APD bagi nakes Covid-19 di belasan RS Covid-19, donasi sejuta es krim Aice, dan edukasi publik yang telah kami jalankan dilanjutkan lagi di kampanye 5 juta masker ini,” jelas wanita yang menjabat Brand Manager Aice Group ini.

Masker bernama SHIELD, produksi Aice Group yang dibagikan ini memiliki spesifikasi 3-ply dan telah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan. Masker dengan spesifikasi standar medis yang dibagikan bertujuan agar secara optimal menghindarkan masyarakat dari bahaya droplet mengandung virus dalam berbagai aktivitas yang makin meningkat saat ini. Yang menarik, Aice Group menyatakan bahwa masker SHIELD tidak akan dijual ke publik. Masker ini akan khusus diproduksi untuk didonasikan kepada masyarakat di masa pandemi ini.

Diproduksi di pabrik baru termodern Aice Group di Mojokerto Jawa Timur, masker ini akan didistribusikan bersamaan dengan paket vitamin C untuk meningkatkan imunitas masyarakat yang disasar. Aice Group sendiri bukan hanya membagikan 5 juta masker lewat GP Ansor, namun juga membagikan 15 juta masker lainnya melalui 200 ribu UMKM yang selama ini menjadi penjual es krim Aice di berbagai wilayah di Indonesia.

“Kami berharap dukungan kami dalam memproduksi masker dalam jumlah sangat besar ini akan berhasil menekan penularan di masyarakat. Visi kampanye kemanusiaan ini akan selalu mejadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur misalnya, tapi juga dengan aktivitas riil ratusan ribu UMKM penjual Aice membagikan kebaikan dalam jutaan masker medis Shield ini,” tutup Sylvana.

Aice & GP Ansor Perkuat Aspek Humanis Kalangan Tenaga Medis Covid-19

GayaKeren.id – Aice Group bersama dengan Gerakan Pemuda Ansor mengumumkan Misi Kemanusiaan bersama ke 13 Rumah Sakit Rujukan dan satu Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis Covid-19 sejak Senin (20/4) hingga beberapa waktu ke depan. Misi ini akan mengombinasikan antara pendekatan penyembuhan yang bukan hanya pada aspek kurasi medik tapi juga aspek psikologis para tenaga medis dan suasana di berbagai RS Rujukan Covid-19 dan instalasi tempat para tenaga medis beristirahat.

Digagas oleh Gugus Tugas Covid-19 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini akan mendistribusikan sumbangan yang terdiri dari Alat Perlindungan Diri (APD) Media yang terdiri dari Baju Hazmat, Kacamata Goggle, Masker Medis, dan Alat Pengukur Suhu Tubuh (Thermo-Gun). Aice Group yang selama ini dikenal masyarakat sebagai produsen es krim berkualitas yang menjangkau semua kalangan dari berbagai umur, juga menyumbangkan tak kurang dari 500.000 es krim  ke kalangan medis di berbagai rumah sakit dan instalasi medis dalam Misi Kemanusiaan ini.

“APD kami berikan untuk mengurangi potensi paparan Covid-19 ke para petugas medis. Selain melindungi karyawan di perusahaan kami sendiri, kami meyakini tenaga medis menjadi penentu kesembuhan masyarakat. Kami mendengar adanya kondisi kekurangan APD di kalangan medis yang menangani Covid-19. Meskipun RS masih memerlukan banyak sekali, kami berharap upaya bantuan Aice bersama GP Ansor akan menguatkan para pahlawan medis yang sedang bekerja keras,” jelas Sylvana Zhong, Brand Manager dari Aice Group.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum GP Ansor H. Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan filosofi dari bantuan APD dan Es Krim kepada tenaga medis ini. Menurutnya, tenaga medis adalah ujung tombak dalam penanganan Covid-19, sehinga semua pihak perlu bahu membahu dan bergotong royong dalam memperkuat dan menambah perlindungan bagi mereka.

Gus Yaqut meyakini aktivitas lapangan yang dimotori oleh Barisan Serbaguna Ansor (Banser) ini akan membantu banyak rumah sakit yang saat ini sedang sangat membutuhkan bantuan APD dalam menangani pasien Covid-19 baik yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang sudah positif. Menurutnya, upaya meringankan rasa lelah dan jenuh dengan membagikan keceriaan dalam produk es krim Aice juga menjadi cara untuk optimisme tenaga medis dan penunggu pasien di lingkungan berbagai rumah sakit rujukan.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Aice Group dan GP Ansor dalam pemberian APD dan es krim bagi para tenaga kesehatan kami. Kami juga mengajak semua pihak mendukung tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, perjuangan mereka sungguh luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan ini akan makin memicu partisipasi lanjutan baik dari berbagai perusahaan lain untuk membantu rumah sakit lain di luar Jabodetabek,” Menurut dr. Alexander K. Ginting S. SpP, FCCP yang juga menjabat Staf Khusus Menteri Kesehatan ini.

Dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan secara digital sesuai dengan Protokol Work From Home (WFH) ini, pihak Aice menjelaskan bahwa 13 RS Rujukan Covid-19 dan Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis adalah : RSUD Koja, RSUD Cengkareng, RSUD Kramatjati, RS PGI Cikini, RSUD Mampang Prapatan, RSUD Pesanggrahan, RS Graha Permata Ibu, RSUD Bantar Gebang, RSUD Ciawi, RSUD Balaraja, RSI Arafah Rembang, RS Annisa Bekasi, RS Darurat Wisma Atlet, dan satu Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis di Hotel The Media.