TikTok Dukung Revolusi Industri Fesyen di Platform Digital

GayaKeren.id – TikTok, platform distribusi video singkat terdepan di dunia, mengadakan diskusi bertajuk “Mendorong Revolusi Industri Fesyen di Platform Digital” bersama beberapa pemain di industri fesyen Indonesia untuk membahas bagaimana adaptasi dan perubahan yang terjadi di industri tersebut, termasuk dengan potensi pemanfaatan TikTok sebagai platform digital. Diskusi ini merupakan rangkaian dari kerjasama antara TikTok Indonesia dengan Jakarta Fashion Week untuk menghadirkan virtual fashion show festival pertama di Indonesia.

Krisis pandemi global akibat COVID-19 telah memiliki dampak yang signifikan dalam industri fesyen. Berdasarkan laporan dari Bain & Company, disebutkan bahwa kerugian bisnis fesyen diprediksi akan mencapai sebanyak 60% akibat pandemi global ini. Di Indonesia sendiri, dampak pandemi sangat terasa bagi pemain di industri fesyen, yang berimbas pada penutupan toko fisik dan pemangkasan biaya marketing. Penyelenggara acara fashion show juga harus memutar otak untuk tetap dapat menampilkan karyanya kepada para penikmat fesyen dan pemangku kepentingan lainnya.

“Di saat sebagian besar orang masih membatasi kegiatan di luar rumah, fashion brand dan desainer harus cerdas dan cepat mencari cara baru agar selalu terhubung dengan pelanggan, serta menghadirkan kreativitas baru di bidang fashion kepada para penggemar karya mereka,” kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week. “Di situlah TikTok berperan sebagai platform inovatif untuk ekspresi kreatif, khususnya di dunia fashion.”

Hal yang sama diungkapkan oleh Ria Sarwono, Brand & Marketing Director, Cottonink, salah satu brand fashion lokal yang akan ikut hadir di Jakarta Fashion Week. “Platform digital sudah menjadi bagian dalam perjalanan Cottonink sejak awal. Namun dengan adanya berbagai challenge seru dan kreatif di TikTok, itu memberikan cara baru bagi Cottonink untuk menyampaikan koleksi terbaru kami.”

Di TikTok, konten fashion merupakan salah satu konten terpopuler, baik oleh pengguna di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kreativitas pengguna TikTok menjadi satu hal yang dimanfaatkan oleh para brand fashion kelas dunia, mulai dari menyampaikan pesan brandnya, memasarkan koleksi terbaru, hingga mencari muse untuk desainnya.

“Kami melihat bagaimana industri fesyen menemukan berinteraksi dengan komunitas kreatif yang ada di TikTok selama masa pandemi, dan mendorong kreativitas pengguna untuk menghadirkan fesyen papan atas dari rumah mereka masing-masing,” kata Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia. “Peluncuran kerjasama ini merupakan cara lain bagi mitra brand kami untuk memanfaatkan pendekatan yang otentik dan didorong oleh komunitas yang ada di platform kami, untuk memamerkan seni, kreativitas, dan kepribadian mereka dalam cara unik dan khas TikTok.”

Diskusi ini merupakan bagian dari kerjasama TikTok dan Jakarta Fashion Week untuk mengadakan the 1st Virtual Fashion Show Festival di Indonesia. Penyelenggarakan Jakarta Fashion Week 2021 akan berlangsung mulai 26-29 November 2020 di akun resmi @jfwofficial di TikTok. Secara global, TikTok telah bermitra dengan berbagai brand fesyen, termasuk Puma Louis Vuitton, Saint Laurent, dan banyak brand lainnya untuk menyelenggarakan serangkaian TikTok LIVE.

TIGA KESATRIA DEWI FASHION KNIGHTS 2020

GayaKeren.id – Salah satu parade fashion terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week akan berlangsung dengan format baru pada tanggal 26-29 November2020. Dewi Fashion Knights (DFK) kembali akan menutup rangkaian perhelatan JFW pada 29November 2020 di JFW TV. DFK pertama kali diadakan pada 2008 dan tahun ini DFK telah menginjak tahun penyelenggaraan ke-13. Selama perjalanannya DFK telah memiliki banyak alumni desainer terbaik negeri seperti misalnya Tex Saverio, Sapto Djojokartiko, Sebastian Gunawan, alm Barli Asmara, hingga Peggy Hartanto.

GAIA atau Mother Earth menjadi tema DFK 2020. “Gaia atau Mother Earth, kembali ke Ibu, ke akar, dan nurani. Kami melihat dan menengok kembali perjalanan di 2020 yang kebanyakan berisi refleksi dan perjalanan ke dalam diri bagi sebagian besar orang. Pandemi dan gejolak lainnya yang terjadi secara global tahun ini membuat banyak pihak mempertanyakan nilai-nilai, tak terkecuali di industri mode. Tentunya hal ini juga berkaitan erat dengan praktik keberlanjutan dan upaya-upaya untuk menuju roda industri yang perputarannya tertutup (closed loop),” ujar Margaretha Untoro, Editor in Chief Dewi Magazine.

Tahun ini Sejauh Mata Memandang, Toton, Lulu Lutfi Labibi terpilih menjadi kesatria Dewi Fashion Knights 2020.“Toton, Lulu, dan Sejauh Mata Memandang adalah tiga sosok kreatif atau label yang memiliki visi misi yang sesuai dengan tema DFK tahun ini, di mana ketiganya melakukan praktik keberlanjutan yang bisa dipertanggung jawabkan. Mereka juga selalu memiliki cerita yang menginspirasi dalam setiap koleksi, dan kehadirannya selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemarnya,” terangnya.

Chitra Subyakto dengan Sejauh Mata Memandang mencoba lebih dalam dengan tidak hanya memanfaatkan bahan ramah lingkungan namun juga memberi napas baru untuk barang yang terbuang. Inspirasi datang dari pertanyaan dasar, apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kerusakan bumi. Khususnya yang disebabkan oleh sampah fashion.

Koleksi Toton untuk DFK 2020 adalah bentuk renungan yang berangkat dari pemikiran tentang sistem kepercayaan di Indonesia. Sebagai bangsa dengan adat istiadat yang beragam, Indonesia juga punya sejarah cara melihat spritualyang kaya. Salah satu aspek yang menjadi inspirasi untuk koleksi ini adalah arca-arca peninggalan agama Hindu dan Buddha yang penuh makna.

Lulu Lutfi Labibi terinspirasi dari Joko Pinurbo tentang sandang. Sebait puisi disembunyikan dalam kantong baju,celana,dan sarung.Puisi dimaknai sebagai peranti permenungan, jalan pulang ke dalam diri. Puisi juga sebagai penghantar untuk lebih menyelami misteri di balik peristiwa sehari-hari.

Untuk pertama kalinya, DFK akandigelar secara digital dan bisa dinikmati oleh semua orang. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana acara ini hanya disaksikan oleh mereka yang bisa hadir di Fashion Tent JFW, kali ini DFK justru akan hadir lewat gawai melalui JFW TV, siaran langsung dari media sosial, serta partner yang ikut berpartisipasi menyiarkan peragaan ini. Berbeda dengan peragaan lain di JFW 2021, ketiga kesatria DFK 2020 akan memadukan unsur visual yang berbeda sebagai elemen penutup empat hari peragaan JFW. Selain itu, sebagai rangkaian dari Road to JFW, ketiga desainer DFK 2020 akan melakukan siaran langsung di bersama DEWI di Instagram @dewimag.

Penyelenggaraan DFKdan JFWdi masa pandemi ini bertujuan untuk ikut membantu dan menggerakkan roda ekonomi, khususnya di industri mode yang punya cakupanluas dari hulu ke hilir. DFK dan JFW juga ingin memberikan inspirasi kepada masyarakat dan mendorong kreativitas serta aktivisme baru, sesuai dengan kampanye besar JFW 2021, Inspiring Creativism.

Dari Final Model Indonesia Fashion Week 2021

GayaKeren.id – Audisi terakhir JFW Model Search sekaligus Grand Final di langsungkan secara terbatas di Fashionlink x #BLCKVNUE, Senayan City, Jakarta sepanjang 1-5 Juli 2020. Audisi ini berlangsung menggunakan sistem yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan mengikuti prosedur pembatasan sosial berskala besar versi transisi yang ditetapkan pemerintah.

Total sebanyak 1345 model mendaftar untuk ajang ini. Sistem pendaftaran yang dilakukan melalui aplikasi hasil kolaborasi dengan Moonlay Technologies ditutup pada tanggal 27 Juni 2020, dan 760 model mendaftar untuk audisi Jakarta. Peserta yang terpilih mendapat panduan khusus untuk mengirimkan sampel video mereka ke Jakarta Fashion Week –video tersebut menjadi dasar dewan juri untuk memutuskan apakah peserta dapat lanjut ke babak audisi fisik.

Menerapkan prosedur kesehatan yang ketat, Jakarta Fashion Week dibantu oleh Bateeq untuk penyediaan masker kain, Duaemed untuk face shield, dan RSGM Yarsi untuk medical gloves dan hand sanitizer. Dewan Juri yang terdiri atas Ai Syarif (Creative AdvisorJakarta Fashion Week), Panca Makmun (senior choreographer), Erwin Suganda (Creative DirectorUBS Gold), Wita Juwita (Ambassador Jakarta Fashion Week), dan Yoland Handoko (celebrity fashion stylist) menetapkan Daffa, Ciquita, Nuzula, Douglas, Rizal, Brayen sebagai pemenang JFW Model Search Jakarta.

Dewan Juri juga menganugrahkan gelar Best of The Bestkepada Rizal (Jakarta) dan Maria (Surabaya).Selain itu, dipilih pula enam model lelaki dan enam model perempuan yang sebagai kandidat Icons Of JFW 2021, termasuk peserta yang telah dipilih dari audisi regionaldi Yogyakarta (Hartono Mall, 8 –9 Februari 2020), Surabaya (Galaxy Mall 3, 15 –16 Februari 2020), Medan (Delipark,29 Februari –1 Maret 2020), dan Bandung (23 Paskal,14 –15 Maret 2020). Mereka adalah Amos(Yogyakarta), Brayen (Jakarta), Ciquita (Jakarta), Daffa (Jakarta), Douglas (Jakarta), Ghea (Bandung),Lung (Surabaya), Nuzula (Jakarta), Maria (Surabaya), Philips (Medan), Rizal (Jakarta), Tina (Yogyakarta). Proses pemilihan Icons of JFW 2021 akan dapat ditonton di web series The Search for JFW 2021 Iconssegera di kanal YouTube resmi Jakarta Fashion Week. Lima orang Face of Indonesia juga telah dipilih untuk mengikuti kompetisi Face of Asia yang akan diselenggarakan secara online untuk tahun ini, yaitu Odree (Bandung), Rayhan (Bandung), Reihana(Surabaya), Fabel (Bandung), dan Yuke (Bandung).

Kerukunan Keluarga Kawanua Presentasikan ‘Wonderful Kain Minahasa’ Di Panggung Jakarta Fashion Week 2019

 

GayaKeren.id – Komunitas Kerukunan Keluarga Kawanua ‘unjuk gigi’ pada hari terakhir di ajang bergengsi Jakarta Fashion Week 2019, di atrium Senayan City, Jakarta.

Mengangkat kebudayaan asli Minahasa bertajuk ‘Wonderful Kain Minahasa’, 3 desainer berdarah Minahasa / Manado unjuk kebolehan lewat karyanya masing-masing.

Sizzy Matindas mempersembahkan koleksinya lewat ‘Batik Bercerita’, yang mengangkat karya spesial cerita adat dan budaya Minahasa diantaranya : Kabasaran, Tari Maengket, Tomohon Kota Bunga, Rumah Adat Minahasa, Under Water Colour, Phaius.

Jumico Jacob mempersembahkan sebuah ‘ecoprint’ kain mencetak daun khas tanaman Minahasa yaitu Gedi. Sebuah daun dari tanaman khas di Minahasa yang biasa di gunakan dalam berbagai masakan khas Minahasa.

Sedangkan Karya Karema mengangkat ‘Kain Bentenan’, kain tenunan asli khas leluhur rakyat di daerah Minahasa sejak abad ke – 9. Kain Bentenan inimemiliki peranan penting dalam kehidupan ekonomi , sosial budaya suku-suku di Minahasa dan sekitarnya.

Kain ini sempat menjadi komoditas perdagangan kuno nusantara sampai kedatangan bangsa eropa di Minahasa. Sejak pendudukan Belanda, Kain Bentenan mulai kehilangan perannya di masyarakat Minahasa, dan sejak akhir abad ke – 19 tak ada lagi generasi penerus  di Minahasa yang memiliki keahlian menenun kain ini.

Angelica Tengker, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua mengatakan, keikutsertaan Karya Karema melalui Kain Bentenan di ajang Jakarta Fashion Week tahun ini adalah suatu langkah besar yang ingin mempertegas dan memperkuat kehadiran kembali Kain Bentenan yang telah hilang hampir 200 tahun, dan berharap dapat berpartisipasi kembali di ajang ini tahun depan dengan menggandeng desainer-desainer berbakat asal Minahasa

“Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) akan terus mempromosikan keindahan budaya Minahasa kepada masyarakat luas dan akan mensupport kreativitas dari perwakilan Minahasa yang berani tampil di ajang seperti ini sebagai ajang promosi sekaligus mengangkat ekonomi industri lokal”, tutup Angelica di jumpa pers seusai present show.

 

 

Jakarta Fashion Week 2019 Siap Digelar Minggu Ketiga Bulan ini

 

GayaKeren.id – Jakarta Fashion Week ke-11 akan berlangsung di Senayan City sepanjang tanggal 20-26 Oktober 2018 mendatang. Persiapan lebih intens sedang berlangsung, termasuk menghimpun dukungan dari berbagai pihak, baik yang telah lama mendampingi maupun dari mitra-mitra baru.

Selain didukung Senayan City untuk keenam kalinya, Jakarta Fashion Week 2019 kembali didukung oleh Make Over sebagai Official Makeup Partner dan L’Oréal Professionnel sebagai Official Hairdo Partner, begitu pula produsen perhiasan terkemuka UBS Gold. Tahun ini, Jakarta Fashion Week juga menggandeng Matahari Department Store dan Blibli.com.

Pekan mode terbesar di Asia Tenggara ini pun didukung oleh Wardah, Pond’s, Style Theory, dan Royal Philips. Dari segi penyelenggaraan, Jakarta Fashion Week 2019 didukung oleh Chroma Project, RSGM YARSI, Century Park Hotel, Orang Tua Group, dan CBN Fiber.

“Penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) setiap tahunnya tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari para pelaku kreatif, yaitu para desainer, model, penata rias, penata rambut, koreografer, kru, dan banyak pihak lain yang tidak dapat kami sebut satu per satu. Dan di balik itu semua, selalu ada mitra-mitra strategis yang turut mendampingi setiap langkah kami, yaitu para sponsor dan mitra internasional,” ungkap Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week.

Prestasi desainer Indonesia dan dinamika pasar yang terus tumbuh juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra internasional. Dari negara-negara sahabat, Jakarta Fashion Week 2019 dimeriahkan oleh partisipasi dari Australian Embassy Jakarta, British Council, Japan Fashion Week Organization, Korea Content Creative Agency (KOCCA) serta Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE) dari Korea Selatan, serta Fashion Design Council of India. Tahun ini juga menjadi debut kerja sama Jakarta Fashion Week dengan Emerging Pakistan.

Menuju pekan mode Jakarta Fashion Week 2019, berbagai event telah digelar, yang juga didukung para mitra strategis Jakarta Fashion Week.

“Mulai audisi model melalui JFW Model Search di empat kota disertai Fashionlink Market, juga Ramadhan Fashion Festival, serta road show untuk Lomba Perancang Aksesori dan Lomba Perancang Mode Menswear,” jelas Lenni Tedja.

“Lomba Perancang Aksesori (LPA) dan Lomba Perancang Mode Menswear (LPM Menswear) saat ini sedang dalam tahap semifinal. Tahun ini, total peserta dari kedua kompetisi mencapai 363 peserta, yang berasal dari berbagai kota di Indonesia—dari Jakarta sampai Makassar, dari Tembilahan sampai Malang. Dan masing-masing pemenang LPA dan LPM Menswear akan mendapat bea siswa singkat di Istituto Marangoni di Milan dan Florence, Italia,” kata Zornia Harisantoso, Program Director

 “Kerja sama yang berlangsung sebelum JFW juga beragam—dari berbagai kegiatan edukasi, sampai platform exchange. Kerja sama ini memberikan kesempatan kepada desainer Indonesia tampil di panggung negara sahabat, kemudian negara sahabat tersebut menampilkan bakat desainernya di panggung JFW,” ujar Lenni Tedja. “Kami juga sudah menyiapkan beberapa rencana kolaborasi untuk tahun depan sebagai bagian dari Road to JFW 2020.”

Dengan aset publikasi yang terus tumbuh dari sisi dukungan media, digital, dan pengunjung, Jakarta Fashion Week mencatat total pengunjung 50.000 kepala tahun lalu, dan tahun ini menjanjikan lebih dari 2.500 koleksi terbaru karya 180 desainer.

Lebih dari 100 label tenant juga berpartisipasi di area Fashionlink Showroom & Market, program retail yang dilaksanakan berbarengan Jakarta Fashion Week pada 22-26 Oktober 2018 di The Hall, lantai 8 Senayan City. Ditambah lagi, tahun ini Jakarta Fashion Week menjadi satu rangkaian dengan ajang akbar lainnya, yaitu IdeaFest dan Brightspot, dalam ID Creative Week.

“Total area acara kami tahun ini ada empat, yaitu Fashion Tent, Fashion Atrium, FashionlinkX#Blckvnue, dan Fashionlink Showroom and Market. Tahun ini jelas lebih besar, karena dari segi kolaborasi bersama para sponsor dan mitra internasional lebih banyak yang bisa kami tampilkan,” Lenni Tedja menegaskan.