Tingkatkan Daya Saing dan Transformasi UMKM di Jatim, Kemendag Lanjutkan Kerja Sama dengan Perhotelan dan Perbankan

GayaKeren.id – Kementerian Perdagangan kembali menegaskan komitmennya mendukung program peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diimplementasikan Kemendag dengan terus menjalin kerja sama dengan grup perhotelan PT. AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama“Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Ida Rustini; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan; Vice President Accor Adi Satria,  dan Pimpinan PT BNI Wilayah Surabaya Muhamad Gunawan Putra.  Dilanjutkan penandatanganan kontrak penyediaan kebutuhan hotel antara Accor dengan UMKM, penyerahan secara simbolis kredit bagi UMKM sebesar Rp525.000.000 dan penyerahan bantuan alat produksi bagi UMKM.  Penandatanganan dan penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Rabu (25/11), dengan disaksikan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur  Dr.  Ardo Sahak,  SE, MM.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 15 Oktober 2020 di Semarang, yang kemudian pada saat berasamaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga telah dilakukan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.

“Kerja sama yang dijalin Kemendag dengan sektor perhotelan dan perbankan ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo. Aspek yang perlu dikedepankan yaitu ‘kolaborasi dan sinergi’, ‘kreativitas, inovasi, dan kecepatan’, serta ‘beradaptasi dengan cara baru’ sebagai kunci mutlak yang diperlukan di era digital untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya,” ujar Suhanto.

Penandatanganan perjanjian kerja sama di Provinsi Jawa Timur ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

Suhanto menjelaskan, poin penting  perjanjian kerja sama ini adalah, pertama, mencakup koordinasi antarpihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM. Kedua, kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait. Ketiga, fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

“Permasalahan yang sering dijumpai UMKM ialah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM,” ujar Suhanto.

Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan, South Korea, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan  bahwa kelanjutan kolaborasi antara Accor dan Kemendag di Surabaya merupakan bentuk komitmennya sebagai pelaku industri perhotelan yang senantiasa mendukung dan menyambut baik program pemerintah khususnya dalam sektor perdagangan.

“Kami berharap dapat berperan aktif dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan melakukan kurasi produk yang akan dimanfaatkan untuk hotel-hotel kami khususnya di Jawa Timur. Guna memprioritaskan  keamanan dan kenyamanan saat tamu berada di lingkungan hotel, ALLSAFE yaitu label kebersihan dan higienitas global Accor  diterapkan secara konsisten,” kata Garth Simmons.

Suhanto menambahkan, langkah yang telah diambil PT AAPC Indonesia dengan seluruh jaringan perhotelannya, dapat menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lainnya di seluruh Indonesia dalam mendukung program ‘Bangga Buatan Indonesia’, dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM. Demikian pula dengan Bank BNI yang dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia.

Bantuan Kemendag

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra mengungkapkan, Kemendag menyerahkan bantuan alat potong untuk membuat sandal. Bantuan tersebut diberikan karena di antara produk-produk yang akan dipasok ke hotel jaringan Accor di Jawa Timur, terdapat satu produk, yakni sandal hotel, yang belum sesuai harganya. Pelaku UMKM terkait belum memiliki alat pemotong yang dapat membantu efisiensi biaya produksinya.

UMKM diharapkan mampu menjaga kontribusi 60 persen dari total produk domestik bruto (PDB), menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja, serta memberikan sumbangsih 14 persen terhadap total ekspor. Guna mencapai harapan tersebut, maka nilai konsumsi dalam negeri yang besar harus dimanfaatkan agar dapat berkontribusi membantu UMKM tetap bertahan, beradaptasi, dan bahkan berkembang dalam situasi kebiasaan baru.

“Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah memperbesar peluang usaha secara daring. Diharapkan UMKM mampu menangkap peluang itu sehingga dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa yang menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Syailendra.

Ekspresi Seni Dalam Guntingan ‘Nyentrik’ Yudhekk

GayaKeren.id – Yudhekk dengan bebas mengekspresikan gairah seni yang meletup-letup dalam dirinya di dunia barbershop. Baginya, dunia barbershop pun menjadi ajang untuk meluapkan gairah seninya dalam setiap hasil cutting yang diciptakannya.

Yudhekk tak pernah ‘ngoyo’ dalam menjalani perannya. Hidupnya dijalani dengan damai dan mengalir apa adanya. Seperti itulah keseharian barber yang bermukim di Malang, Jawa Timur ini.

Sehari-hari, di barbershop yang ada di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, ia melakoni sebagai single barber. Klien yang datang di-handle satu per satu dengan maksimal tanpa bantuan pegawai lain yang dipekerjakannya. Ia juga tak ingin dipusingkan dengan target klien yang datang per hari sehingga memaksa dirinya berkejaran dengan waktu pelayanan terhadap customernya.

Ia bekerja dengan santai dan sepenuh hati menyelesaikan potongan demi potongan untuk memuaskan klien-nya. Yudhekk tak ingin mengejar materi semata yang memang tak ditampik dibutuhkan setiap orang sebagai bentuk apresiasi hasil kerjanya. Lebih dari itu, Yudhekk tak ingin ekspresi seni yang tercipta lewat goresan cutting pada kliennya tercerabut dengan sisi komersil semata.

Idealisme Yudhekk yang tampak begitu kental memang kemudian menjadikan Yudhekk ‘berbeda’ dan menjadi nilai plus di mata customer-nya. Mereka yang datang ke barbershop miliknya seperti di-eksklusifkan. Hasil potongan yang didapatkan pun bukan main-main. Rapi dan maksimal karena dikerjakan dengan penuh cinta dan sepenuh hati.

Itulah Yudhekk yang senantiasa menjadikan profesi sebagai pelabuhan cintanya. Kreasi seni yang dihasilkan tak sekadar memenuhi tanggung jawab profesi tetapi juga sebagai ekspresi cintanya sebagai seniman. Karenanya, guntingan yang dihasilkan pun menjadi luapan ekspresi seninya.

Dari salon ke barbershop

Kiprahnya di dunia barbershop memang belumlah lama. Sebelumnya, pria bertato ini sempat berkarier di dunia salon sejak tahun 2000-an. Perkenalannya dengan industri tata rambut pun bukan sebuah kesengajaan yang direncanakan. Awalnya Yudhekk memangkas rambut di sebuah salon dan suatu hari ia kembali dipertemukan dengan orang yang sempat memotong rambutnya tersebut.

Pertemanan pun terjalin dan Yudhekk kerap ‘nongkrong’ di salon dimana tempat orang tersebut bekerja. Tanpa disadari, Yudhekk banyak belajar selama proses ‘nongkrong’ tersebut. Ia mendapatkan banyak ilmu seputar salon. Sampai akhirnya, Yudhekk mendapat tawaran untuk membantu di salon tersebut dari mulai mencuci rambut kemudian naik tahap mengeringkan rambut dan akhirnya bisa menggunting rambut.

Yudhekk memang mempelajari semua keterampilan mengenai dunia tata rambut secara otodidak. Namun di luar itu, Yudhekk pun diperuntungkan karena darah yang mengalir dari orangtuanya di dunia seni menjadi modal lahiriah yang semakin mematangkan kemampuannya. Diakuinya, sejak bangku STM dirinya memang kerap memotong rambut teman-temannya. Benih itulah yang tanpa disadari menjadi modal yang mematangkan dirinya ketika benar-benar terjun di industri tata rambut.

Seiring perjalanan waktu, perjalanan Yudhekk di industri tata rambut mempertemukannya dengan dunia baru yang masih ada di ‘rel’ yang sama. Ya, seiring dengan merekahnya industri barbershop belakangan ini, Yudhekk pun memutuskan untuk hijrah ke dunia ini dan ikut meramaikan di dalamnya. Sebuah barbershop dirintisnya dengan menggunakan modal yang selama ini dikumpulkannya dari bekerja serta usaha sampingannya yakni ‘berdagang’ busana.

Modal itulah yang kemudian bisa mewujudkan mimpinya memiliki usaha sendiri. Ia pun merenda hari-hari baru dengan usaha yang dirintisnya tersebut. Keberadaan barbershop yang memang belum banyak di tempat usahanya berdiri saat itu, tepatnya 2015 membuat barbershop Yudhekk menjadi tempat yang difavoritkan anak muda khususnya untuk ‘mempertampan diri’.

Animo anak muda yang menjadi target pasarnya pun tak pernah surut memenuhi barbershopnya. Di Kepanjen, Malang, Jawa Timur, Yudhekk mengabdikan diri untuk menciptakan kreasi seninya terhadap deretan customer-nya yang ingin diabadikan melalui guntingan ‘nyentrik’ Yudhekk.

Tak terasa, perjalanan belasan tahun di industri tata rambut telah mewarnai karier Yudhekk. Meski demikian, Yudhekk merasa dirinya masihlah belum apa-apa. Ia merasa haus untuk terus belajar dan senantiasa mematangkan diri melalui berbagai media.

Yudhekk sadar bahwa pengetahuan dan pembelajaran bisa diserap dari berbagai sumber, termasuk sharing dengan sesama pekerja di bidang yang sama. Selain itu, ia juga percaya bahwa apa yang dihasilkan secara riil dan diolah dengan rasa dan cinta akan membuahkan hasil yang memuaskan.

Terbukti, di wilayah Jawa Timur, nama Yudhekk masuk dalam jajaran barber yang diperhitungkan. Walau demikian, hal tersebut tak menjadikannya ‘jumawa’. Justru, ia ingin merangkul barber-barber lainnya untuk memajukan industri barbershop lebih meriah dan bersama-sama mereguk kesuksesan.