Platform Digital Sediakan Peluang dan Akses Luas Bagi Musik dan Musisi Daerah

GayaKeren.idResso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, kemarin menggelar ‘Breakfast with Resso’ seri ketiga yang merupakan forum diskusi untuk memfasilitasi dan membangun dialog antar pemangku kepentingan industri musik Indonesia. Acara virtual ini dihadiri para wakil pelaku industri musik seperti Dipha Barus (DJ/musisi); Dahlia Wijaya, Country Director, Believe Music Indonesia (label rekaman); Prita Prawirohardjo, Group Music Director, MRA Media (radio); Diah Paramitha Saraswati, jurnalis detik.com (media); Noorcahyo Irianto Istyabudi, Artist & Promotion, Resso Indonesia; serta Christo Putra, Head of Music & Content, Resso Indonesia. Hadir mewakili pemerintah, Direktur Industri Musik, Film dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Dr. Amin Abdullah.

Tema diskusi yang diusung Resso kali ini adalah peran dan fungsi platform streaming digital dalam ekosistem musik Indonesia, yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi perkembangan dan kemajuan musik dan musisi daerah. Di aplikasi Resso tercatat peningkatan jumlah unduhan serta traksi di playlist pop daerah, seperti Pop Jawa. Pendengar Resso juga makin menggemari lagu-lagu dari Sumatera dan Indonesia Timur. Lagu-lagu pop daerah ini kemudian banyak yang secara kreatif di-remix oleh musisi dari genre musik lain, untuk pasar penikmat musik yang lebih luas.
Musik dan musisi dari berbagai penjuru di tanah air, khususnya di jalur pop daerah, merupakan harta karun industri musik yang masih harus terus digali. Tingginya produktifitas serta meningkatnya apresiasi terhadap lagu-lagu pop daerah tentunya merupakan sebuah perkembangan yang menggembirakan. Namun saat ini yang tampak masih berupa puncak gunung es saja. Dibutuhkan upaya lebih besar lagi untuk menggarap potensi kumpulan talenta yang luar biasa ini dengan cara mengoptimalkan fungsi dan manfaat platform digital secara penuh.
Dalam materi paparannya Dr. Amin Abdullah, Direktur Industri Musik, Film dan Animasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI menjelaskan bahwa 17.000 pulau di Indonesia merupakan potensi keragaman seni budaya yang luar biasa, termasuk di antaranya besarnya jumlah musisi, musik daerah, alat-alat musik tradisional, hingga bahasa dan dialeknya yang dapat dieksplorasi dan dikembangkan sesuai semangat zaman. “Kemenparekraf coba memfasilitasi hal tersebut dengan membuat berbagai program mulai dari peningkatan kualitas SDM musisi daerah, serta berbagai ajang dan event yang menampilkan pertunjukan musik daerah.” Menurut Amin Abdullah musik daerah sesungguhnya berpotensi merajai musik dunia, atau menjadi World Music. Disini peran platform musik digital sangat penting dengan membuka peluang sebesar-besarnya bagi musisi daerah untuk masuk ke pasar dan bersaing secara terbuka baik di tingkat nasional maupun internasional. “Perlu lebih banyak upaya edukasi bagi musisi daerah mengenai manfaat dan peluang tanpa batas yang tercipta berkat disrupsi platform digital dalam ekosistem industri musik.”
Dahlia Wijaya, Country Director, Believe Music Indonesia sepakat bahwa potensi musik pop daerah sangat besar dengan beberapa contoh hits yang sudah bermunculan, antara lain yang saat ini didominasi oleh pop Jawa seperti lagu “Mendung Tanpo Udan” dari Ndarboy Genk yang sangat populer. Hanya saja menurutnya masih banyak musisi daerah yang perlu diedukasi terkait hak cipta, distribusi musik digital dan bagaimana mempromosikan serta mempublikasikan karya mereka. “Kami aktif turun ke berbagai kota melakukan edukasi agar musisi daerah lebih paham bagaimana platform digital dapat menjadi jalur karir bukan hanya untuk memproduksi tapi juga untuk me-monetize karya-karya mereka.” Dahlia mengamati dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini jumlah pendengar musik Indonesia, termasuk pop daerah, telah melampaui jumlah pendengar musik internasional di dalam negeri.
Akan halnya Dipha Barus, sejak awal menciptakan karya sendiri ia selalu tertarik untuk menggunakan berbagai bebunyian dari alat-alat musik tradisional, contohnya pada hit “No One Can Stop Us”. Hal ini menurutnya berguna untuk membangun identitas dan karakter musiknya sekaligus sebagai faktor pembeda. “Saya aktif mengeksplor dan mengumpulkan bunyi-bunyian dari berbagai daerah di Indonesia agar musisi lain bisa memakai komponen musik-musik tradisional secara legal, dan juga untuk mendorong agar musisi-musisi daerah terus berkarya.” Untuk lebih mengangkat popularitas musik pop daerah di kota besar seperti Jakarta, Dipha meyakini pentingnya peran dan pengaruh komunitas anak-anak muda urban yang dapat memulai dibangunnya apresiasi terhadap musik daerah tanpa harus menunggu jika sudah dimainkan oleh tokoh musik terkemuka dunia.
Sebagai platform musik digital, walaupun masih belum lama hadir di Indonesia, Resso sudah mengantisipasi dengan memiliki beberapa playlist yang mengakomodasi pop daerah tersebut. “Traksi pengguna Resso yang mendengarkan genre musik pop daerah seperti pop Jawa, Sunda, dan Minang terus meningkat dari hari ke hari. Selain itu, percakapan para pengguna Resso dalam bahasa asal daerah masing-masing di fitur ‘komen’ aplikasi kami juga menjadi indikator akan meningkatnya penggemar musik pop daerah tersebut,” jelas Noorcahyo Irianto Istyabudi, Artist & Promotion, Resso Indonesia. Ia juga menekankan ke depannya pop daerah memiliki peluang lebih besar lagi di industri musik, dengan cara memanfaatkan platform digital, serta dengan dukungan serta upaya kolaborasi berbagai pihak dari hulu hingga ke hilir.
Diskusi interaktif secara virtual yang dipandu oleh pengamat musik Wendi Putranto ini diharapkan menjadi awal dari percakapan dan dialog lanjutan yang lebih dalam diantara para pelaku industri musik tanah air demi lebih maju dan berkembangnya musik pop daerah di negerinya sendiri.

Kolaborasi Lima Penyanyi dan Musisi di Ressonited Hadirkan Rilis Ulang Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’

GayaKeren.id – Resso, aplikasi streaming musik sosial, merayakan hari Kemerdekaan RI yang ke-76 di tengah pandemi dengan meluncurkan kampanye ‘Bersama Musik Dibawa Asik’ yang ditandai dengan merilis lagu legendaris ‘Zamrud Khatulistiwa’. Lagu yang telah diaransemen ulang oleh Dipha Barus dan dinyanyikan bersama oleh Rossa, Kunto Aji, Rayi Putra dan Aurelie, saat ini hanya dapat diakses di Resso.

“Ressonited merupakan program spesial di Resso untuk merayakan hari Kemerdekaan Indonesia. Di masa pandemi ini, tentunya banyak sekali tantangan-tantangan yang harus dihadapi semua pihak, tanpa terkecuali. Melalui kampanye Bersama Musik Dibawa Asik, kami ingin membangkitkan semangat dan optimisme untuk  menghadapi situasi yang memprihatinkan dan penuh ketidaknyamanan ini melalui  musik,” ujar Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia.

Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ ditulis oleh Guruh Soekarno Putra dan dinyanyikan oleh Keenan Nasution pada tahun 1978, sebelum akhirnya dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Chrisye pada tahun 1996. Lirik lagu ini sarat dengan kekaguman dan puji syukur yang mencerminkan rasa kebanggaan  terhadap Indonesia, yang indah dan kaya serta sarat keberagaman,  baik alamnya, suku bangsanya, bahasanya dan seni budayanya.

“Resso memilih lagu ini karena lirik dan irama musiknya asik didengar dan abadi sepanjang masa, tak lekang oleh waktu. Sesuai tema ‘Bersama Musik Dibawa Asik’ Resso berniat memperkenalkan lagu legendaris dari era tahun 90-an ke generasi yang lebih muda hari ini, hasil kolaborasi asik dari lima penyanyi dan musisi lintas generasi dan lintas genre di Indonesia. Lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ dapat menjadi inspirasi yang sangat kuat dan relevan terutama dalam kondisi Indonesia hari ini,” ujar Diza lebih lanjut.

Memproduksi ulang lagu ‘Zamrud Khatulistiwa’ dengan musisi dan artis dari berbagai  genre yang memiliki warna suara berbeda tentunya  merupakan tantangan tersendiri. Ditambah lagi,  proses pengerjaan lagu ini memakan waktu kurang dari dua bulan saja. Namun tentunya para musisi dan artis ini memiliki kesan tersendiri. Dipha Barus yang didapuk untuk mengaransemen ulang lagu ini  mengaku, “Versi Keenan merupakan lagu yang sangat saya sukai di masa kecil, sehingga mengerjakan proyek ini seperti menggambar ulang sebuah lukisan favorit.” Bagi Kunto Aji, makna lirik lagu ini, “Mengingatkan untuk mensyukuri tempat di mana kita dilahirkan, Indonesia, negeri yang sangat subur dan makmur, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.”

Aurelie, yang mengisi masa pandemi dengan menulis lagu dan bermain ukulele di rumah, berharap, “Semoga dengan adanya proyek kolaborasi ini, kita semua tetap terus kreatif, positif dalam bermusik, dan berkarya tanpa batas.”  Penyanyi senior Rossa menyatakan senang bergabung dalam proyek Ressonited, “Ini merupakan ide yang fresh dalam memperingati hari kemerdekaan, lagu lama dengan aransemen yang luar biasa dan hasilnya pun luar biasa. Tahun ini merupakan tahun kolaborasi, saling bergandeng tangan dan mendukung satu sama lain.”

Atas kolaborasi Resso dengan musisi ini, Rayi Putra berpandangan bahwa, “Lagu ini merupakan kolaborasi  dari penggiat genre musik yang berbeda-beda. Semoga bisa menjadi contoh kecil akan potensi besar yang bisa kita lakukan bila bangsa Indonesia mau bersatu dan menghargai perbedaan.”

Resso Rilis Eksklusif Lagu ‘Sunyinya Malam’ Karya Willy Anggawinata

GayaKeren.id – Resso, aplikasi streaming musik sosial, baru-baru ini merilis lagu anyar Willy Anggawinata. Berjudul ‘Sunyinya Malam’, yang diproduksi di bawah Proyek Konten Eksklusif Resso. Lagu ini tersedia secara eksklusif di aplikasi Resso selama satu bulan, sebelum dapat diakses di saluran lain.

Proyek Konten Eksklusif Resso bekerja sama dengan artis-artis muda terpilih dan menawarkan mereka kesempatan untuk menggarap lagu yang mereka ciptakan. Lagu tersebut kemudian akan dirilis dan dapat diakses secara eksklusif di aplikasi Resso. “Proyek ini merupakan salah satu dari banyak inisiatif yang dilakukan Resso untuk membantu musisi baru, muda, dan berbakat. Kami terus berkomitmen untuk mendukung industri musik dengan mengorbitkan lebih banyak penyanyi berbakat baru, merilis lagu-lagu orisinal baru sehingga memungkinkan kami untuk memperkaya daftar putar (playlist) lagu asli kami,” jelas Matthew Tanaya, Artist and Music Development Manager, Resso Indonesia yang terlibat penuh dalam proyek tersebut.
Perjalanan karir bermusik Willy bersama Resso dimulai ketika ia awalnya memproduksi video sendiri, mengcover lagu-lagu populer, dan mengunggahnya di saluran media sosialnya, seperti TikTok. Konten-konten tersebut membuatnya populer hingga memiliki 1,4 juta pengikut dan mendapatkan 24,5 juta ‘like’. Menyadari potensi yang dimilikinya, Resso menawarinya untuk bergabung di proyek Artis Cover tahun lalu, membawakan lagu ‘Biarlah Semua Berlalu’, yang tayang hingga 13 juta kali. Kini Resso bermitra dengan Willy dalam proyek Konten Eksklusif di mana ia memproduseri dan mempromosikan lagu karyanya, ‘Sunyinya Malam’ di Resso.
“Willy adalah salah satu musisi dengan jumlah followers yang terus bertambah di masa pandemi, dan terus meraih sukses. Resso sebagai platform music sharing bangga bisa melakukan kerjasama ini dengannya, sehingga dia bisa menapaki jenjang karir yang lebih tinggi sebagai musisi. Survey menunjukkan perilaku audiens pendengar di platform digital telah meningkat pesat sejak pandemi dimulai tahun lalu. Ini adalah waktu yang tepat bagi seorang artis seperti Willy yang bisa tetap kreatif dan produktif selama masa yang penuh tantangan ini, dalam membangun karirnya,” ujar Matthew lebih lanjut.
Willy Anggawinata menyambut baik dan mengapresiasi inisiatif kemitraan ini karena ia memiliki dorongan dan komitmen untuk membangun karirnya di musik, lebih dari sekadar sebagai artis cover. “Saya sangat bersemangat dengan proses kreatif menulis lirik, mengaransemen lagu dan menyanyikannya juga. Karena lagu-lagu saya akan menjadi warisan di masa depan, saya berusaha semaksimal mungkin agar bisa produktif dalam menulis lagu-lagu baru, bahkan dan terutama di masa pandemi ini, ” kata Willy.
‘Sunyinya Malam’ ditulis Willy saat pandemi mengharuskannya berada di rumah. Lagu ini menceritakan tentang kesepian dan kesendirian. Willy menuangkan pikiran dan perasaannya dari pengalamannya sendiri ke dalam lagu ini. “Sebagai musisi independen, saya sangat menikmati bekerja dengan Resso. Selain dukungan promosi dan aplikasi yang luar biasa, saya juga menghargai tim Resso yang memberikan kebebasan untuk fokus pada musik dan pekerjaan saya.”
Sebelum ‘Sunyinya Malam’, Resso telah meluncurkan lagu Hana Wilianto ‘Not Worth the Pain’ di bawah proyek yang sama, dan akan segera merilis dua lagu karya Mitty Zasia bulan ini. Ada beberapa artis lain yang saat ini bekerja sama dengan Resso untuk konten baru yang akan dirilis setiap bulan di platform Resso.

Resso Ajak Musisi Independen Pahami Proses Talent Scouting

GayaKeren.id – Setelah sukses menyelenggarakan coaching clinic pertama di bulan April, Resso, aplikasi streaming musik sosial, melanjutkan komitmennya untuk menjangkau dan mendukung para musisi muda independen dengan menyelenggarakan kelas ke-dua hari ini. Resso bertujuan untuk membekali para musisi muda dengan pengetahuan tentang pencarian bakat (talent scouting) yang akan membantu mereka memahami proses membangun karir di industri musik dengan lebih baik.

Ada banyak cara untuk sukses dan menjadi bintang di dunia musik. Kompetisi menyanyi atau band, audisi terbuka, demo rekaman atau pertunjukan langsung telah menjadi jalan bagi banyak musisi dan penyanyi untuk ditemukan. Di era digital sekarang ini, banyak juga yang ditemukan melalui unggahan video di platform media sosial. Setiap minggu, Resso menerima ratusan rilisan lagu atau artis pendatang baru Indonesia, bahkan ribuan bila menyertakan rilisan lagu atau artis pendatang baru internasional. Artinya, label rekaman, manajemen artis, dan promotor masih mempromosikan artis atau lagu baru, dan tentu saja, artis baru masih ditemukan dan diorbitkankan bahkan di masa pandemi sekalipun.
“Resso mendorong musisi independen untuk memahami cara memasuki industri dengan mempelajarinya langsung dari sumber yang kompeten dan berpengalaman. Coaching Clinic kami bertujuan untuk berbagi pengetahuan, keahlian, praktik terbaik dan yang terpenting, pengalaman, dari mitra kami di industri musik,” jelas Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia. “Topik-topik yang kami bahas di klinik ke-dua ini akan menjelaskan proses pencarian bakat, pekerjaan kreatif yang harus dilakukan para musisi berbakat dan bagaimana Resso dapat mendukung proses, yang bila dilakukan bersama, dapat melambungkan karir para artis.”
Selain sebagai platform untuk mempromosikan artis dan lagu baru, proyek Cover Artist merupakan contoh upaya dan inisiatif pencarian bakat Resso. Integrasinya dengan TikTok memberikan kolaborasi lintas platform yang produktif dalam meningkatkan karir musisi muda berbakat ke tingkat berikutnya. Resso memadukan lagu-lagu trending dengan penyanyi berbakat untuk mengerjakan lagu yang dipilihkan, serta memanfaatkan popularitas mereka di platform media sosial. Berawal dari tiga artis baru di penghujung tahun 2020, dan hingga kini, delapan artis lainnya telah sukses mengembangkan karir mereka melalui jalur ini, diantaranya Tami Aulia, Willy Anggawinata, Jebung & Asyraff Jamal, Bulan Sutena, Mitty Zasia, Elsa Japasal, Putri Ariani dan Hana Wilianto. Proyek ini ditujukan untuk memunculkan penyanyi berbakat baru setiap bulan.
Mewakili label rekaman, Simhala Avadana, Artists & Repertoires dari Trinity Optima Production mengatakan bahwa membangun dan mengelola karir seorang seniman membutuhkan upaya kolaboratif yang fokus pada kekuatan seniman, karya kreatif dan prospek bisnis. “Seorang penyanyi atau musisi harus memiliki karakter orisinil, bakat unik, dan pola pikir kreatif. Itu adalah persyaratan mendasar bahkan sebelum kita mulai membicarakan hal lain. Begitu kita menemukan artis yang sangat berbakat maka kita bisa mulai membangun faktor kunci lainnya, seperti lagu mana yang harus dipilih, imej seperti apa yang akan diproyeksikan, dan program promosi apa yang harus dilakukan. Upaya komprehensif kami harus ditujukan untuk membuat penyanyi atau musisi bersinar di pasar yang kompetitif ini.” Selama masa pandemi ini, Trinity telah mengorbitkan enam artis baru, satu dari proyek pencarian bakat dan sisanya dari program televisi.
Artis tamu di Coaching Clinic hari ini adalah Mitty Zasia, penyanyi muda yang sedang naik daun yang diorbitkan melalui proyek Cover Artist Resso. “Saya senang mendapatkan kesempatan berbagi cerita yang mudah-mudahan dapat menginspirasi para penyanyi dan musisi muda yang berpartisipasi di klinik hari ini. Membangun karir di industri ini tidak hanya membutuhkan bakat dan impian, tetapi kerja keras, ketekunan, dan profesionalisme. Bekerja dengan Resso pada proyek cover artis telah mengajarkan saya pentingnya proses kreatif karena saya harus menafsirkan lagu dan membuatnya sesuai dengan karakteristik Mitty.” Lagu cover Mitty ‘Jaga Mata Jaga Hati’, yang dirilis secara eksklusif di Resso pada bulan Juni, telah disukai di Resso lebih dari 135 ribu kali.

Resso dan Putri Ariani Berikan Sentuhan Musik Jazz untuk Lagu ‘Jang Ganggu’

GayaKeren.id – Program Cover Artist Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama, merilis interpretasi jazzy Putri Ariani untuk lagu ‘Jang Ganggu’ Jumat lalu (25/06). Proyek ini terus mengorbitkan para musisi indie dengan mengcover lagu-lagu trending dan merilisnya secara eksklusif di Resso.

Artis Shine of Black merilis lagu ‘Jangan Ganggu’ tahun ini dengan campuran musik bergaya reggae dan rap. Video lagu yang diunggah di YouTube tersebut telah dilihat oleh lebih dari 16 juta penonton dan lagu tersebut menjadi viral di TikTok.

“Resso selalu mencari penyanyi baru, berbakat, dan menginspirasi untuk diorbitkan. Ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan para talent kehadapan penggemar dan pengguna,” ujar Matthew Tanaya, Artist and Music Development Manager, Resso Indonesia. “Dalam bekerjasama dengan Putri, kami memberinya kebebasan untuk menginterpretasikan lagu sesuai keinginannya, dan ia memasukkan unsur jazzy ke dalamnya. Hasilnya benar-benar membuat kami terpesona… Versi yang dinyanyikan menunjukkan jangkauan vokalnya yang luar biasa. Sungguh suatu kehormatan bisa berkolaborasi dengan penyanyi berbakat yang menginspirasi seperti Putri.”

Putri Ariani bukanlah sosok baru di dunia musik. Dia memenangkan Indonesia’s Got Talent Season 2 pada tahun 2014 dan merupakan salah satu penyanyi resmi untuk lagu tema Asian Paragames 2018. Meski terlahir dengan gangguan penglihatan, penyanyi berusia 15 tahun asal Pekanbaru ini tak pernah menganggapnya sebagai kendala. Tahun lalu, ia merilis album ‘Seeing with the Heart’ yang terdiri dari delapan lagu.

Bekerja dengan Resso dalam program Cover Artist ini, Putri Ariani berkomentar, “Tantangan terbesar dalam mengcover sebuah lagu adalah memastikan bahwa orang merasa nyaman dengan interpretasi saya. Saya berharap lebih banyak lagi orang yang akan mengenal karya musik saya, dan saya melalui Resso.”

Hingga saat ini, program Cover Artist telah menghasilkan delapan artis dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengcover lagu-lagu yang dirilis secara eksklusif di Resso. Tim Resso akan memilih lagu yang sedang trending, membimbing talent dan merekam lagu tersebut.

Resso Gandeng Pink Sweat$ Luncurkan Kampanye ‘Buka Resso Buka Hits Berikutnya’

GayaKeren.id – Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, mengumumkan kolaborasinya dengan Warner Music untuk menampilkan Pink Sweat$ dalam peluncuran kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’. Lagu ‘At My Worst’ milik Pink Sweat$ dirilis pada akhir tahun 2020, dan kini menjadi hit internasional.

‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’ merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Resso untuk menyoroti artis pendatang baru dan memperkenalkan lagu-lagu pop baru yang berpotensi menjadi hits, sekaligus memungkinkan para pecinta musik untuk menemukan, mendengarkan, dan mendukung lagu atau artis yang mereka sukai. Resso memilih perjalanan Pink Sweat$ dan lagunya ‘At My Worst’ sebagai bagian dari kampanye guna menginspirasi para pengguna dalam menemukan lagu favorit berikutnya di aplikasi ini.

“Bagi banyak orang yang menyukai musik, menemukan lagu – dan artis – sebelum menjadi hit memberi mereka kebanggaan pribadi. Kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’ memungkinkan kami untuk terlibat dan menampilkan sebanyak mungkin lagu internasional yang sedang naik daun, yang kami kira akan menjadi hal besar berikutnya di Indonesia,” ujar Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia. Musik pop internasional tetap berada di posisi tiga teratas genre musik yang paling didengarkan oleh pengguna Resso.

Tentang keterlibatan Pink Sweat$ sebagai duta kampanye, Triari Senawirawan, Managing Director, Warner Music Indonesia menjelaskan: “Warner Music menghargai komitmen Resso untuk menghadirkan akses ke lagu dan artis internasional bagi para penggemar musik. Pink Sweat$ bangga dapat tampil dalam kampanye ini, di mana dia benar-benar dapat terhubung dengan para penggemarnya di Indonesia.”

David Bowden mendapatkan nama panggung Pink Sweat$ di awal karirnya, merujuk pada pakaian yang dikenakannya di studio rekaman. Ia adalah seorang penulis lagu dan juga penyanyi, yang menyukai lagu-lagu balada R&B dan memainkannya dengan gitar. Ia merilis single pertamanya ‘Honesty’ pada 2018 dan EP-nya The Prelude menyusul pada 2020, sementara album debutnya Pink Planet keluar pada Februari 2021.

“Musik berarti segalanya, musik adalah getaran, perasaan, sesuatu yang membantu Anda melewati hari-hari tersulit… ‘At My Worst’ adalah lagu saat saya yang jatuh cinta dan menginginkan seseorang untuk selalu ada di titik-titik tertinggi dan terendah hidup saya. Dan asal tahu aja, tunangan saya yang cantik itu yang menginspirasi lagu tersebut,” kata Pink Sweat$ dalam wawancara video yang telah direkam sebelumnya. Kampanye yang menampilkan Pink Sweat$ dimulai dengan tantangan duet popcorn TikTok awal bulan ini yang diikuti oleh ribuan peserta.

Untuk merayakan kampanye ‘Buka Resso, Buka Hits Berikutnya’, Resso telah mengembangkan empat playlist baru yang dapat diakses pengguna:

  1. Today’s Pop – lagu paling hits saat ini di Indonesia dan perlu Anda dengarkan sekarang
  2. Future Pop – hits masa depan
  3. Queens of Pop – santai bersama para ratu pop
  4. Hits Berikutnya

“Breakfast with Resso”: Tantangan dan Solusi untuk Mempercepat Pulihnya Industri Musik Tanah Air

GayaKeren.id – Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung dan berperan aktif dalam industri musik Indonesia, Resso – aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia – hari ini menyelenggarakan acara “Breakfast With Resso” seri kedua, yang merupakan forum informal untuk memfasilitasi dan mendorong upaya dialog antar pemangku kepentingan industri musik Indonesia. Dalam diskusi ini para pelaku industri musik membahas topik seputar tantangan dan solusi terbaik agar event-event musik dapat segera diselenggarakan guna mempercepat pulihnya industri musik Tanah Air. Topik ini diangkat seiring dengan kondisi Indonesia yang saat ini masih terus bergelut mengatasi dampak pandemi sehingga aktivitas musik saat ini masih terbatas pada acara-acara virtual.

Forum diskusi ini melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diwakili Dessy Ruhati selaku Direktur Event Nasional dan Internasional, dan tokoh-tokoh kunci dari berbagai bidang musik seperti Gya Anandini Hardono dari DSS Sound dan Konser Musik 7 Ruang dan Ganjar Santosa dari Massive Music Entertainment. Satriyo Yudi Wahono (Piyu), sebagai musisi yang sangat disegani dari band legendaris PADI, berbicara mewakili seniman musik, dan Febrian Nindyo Purbowiseso hadir mewakili Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI). Redaktur dan kurator musik Alvin Bahar juga ikut serta berpartisipasi. Dipandu oleh Adib Hidayat sebagai moderator, peserta diskusi antusias menyumbangkan pandangan, opini, dan pengalaman masing-masing.

Acara “Breakfast with Resso” pertama kali diadakan bulan Maret lalu, yang didukung sepenuhnya oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno. Dalam sambutannya saat itu, beliau menggaris bawahi pentingnya kolaborasi untuk menemukan solusi terbaik bagi industri musik untuk bertahan, bangkit dan berkembang selama masa sulit ini.

“Kita semua sepakat bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk secara cepat melakukan perubahan dan beradaptasi dengan normal baru. Disrupsi yang disebabkan oleh pandemi mengharuskan semua insan di dalam ekosistem musik untuk bekerja sama dalam mentransformasi lanskap musik di negeri ini. Diperlukan pemahaman lebih besar akan platform teknologi baru yang menawarkan peluang dari sisi kreativitas maupun komersil. Situasi saat ini mengharuskan kita untuk mengeksplorasi cara-cara baru dalam menciptakan dan menampilkan acara musik,” ujar Tricia Dizon, Country Manager, Resso Indonesia.

Pemerintah telah memfokuskan berbagai upaya untuk membangkitkan kembali industri musik secepat mungkin antara lain melalui pedoman penyelenggaraan acara publik sesuai dengan protokol Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. Pedoman yang diterbitkan pemerintah sangat disambut baik oleh para pelaku industri musik dan masyarakat. Sudah ada beberapa wacana dan gagasan untuk melakukan pertunjukan musik secara luring yang dikombinasikan dengan amplifikasi daring dalam format hibrida yang memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Sekarang tantangannya terletak pada bagaimana mewujudkan gagasan ini agar secara kreatif menarik dan secara komersial menguntungkan. Tidak mudah untuk mewujudkan hal ini mengingat cukup rumitnya tantangan teknis dan konten yang harus disiapkan dengan matang.

Mewakili Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), Febrian Nindyo Purbowiseso juga menyuarakan upaya yang telah dilakukan bersama Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), “Sejak Ramadan kami telah membentuk tim kecil yang berusaha menyusun proposal masukan terkait upaya dan mekanisme alternatif dalam pemberian stimulus untuk pemulihan ekonomi nasional di sektor industri event, konser, dan festival musik. Tujuan utamanya untuk memicu hadirnya konser-konser musik yang aman, nyaman, dan menguntungkan, sehingga bisa bertahan dan berulang di kemudian hari. Ada snowball effect. Yang kedua, agar memberikan akses lebih luas kepada promotor penyelenggara dengan skala yg lebih variatif agar makin banyak elemen terlibat. Saat ini masih dalam pematangan bersama dengan tim dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.”

Pandemi yang juga mempercepat transisi dan kebiasaan mendengarkan musik di kalangan masyarakat menawarkan peluang besar bagi musisi dan pelaku industri untuk memanfaatkan platform digital. “Sebagai aplikasi streaming musik, Resso Indonesia menawarkan fitur dan program yang dibangun berdasarkan kemitraan dan kolaborasi dengan semua pihak. Kami percaya, terlepas dari tantangan dan dampak yang ditimbulkan oleh pandemi, industri musik Indonesia mempunyai potensi dan talenta yang sangat besar untuk terus menciptakan dan menghasilkan karya musik yang hebat untuk para penggemar. Kami berharap Resso dapat bekerja sama lebih dekat dan memainkan peran lebih besar lagi dalam mendukung dan berkontribusi pada kemajuan dan pertumbuhan industri musik tanah air,” ujar Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia.

Sentuhan Baru Pada Lagu, Resso Kolaborasikan Penulis Lagu Dengan Penyanyi Cover

GayaKeren.id – Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama, terus mencari dan mempromosikan talenta lokal baru melalui Program Artis Cover-nya. Selalu berkomitmen untuk mendukung artis independen, kolaborasi dalam musik memungkinkan Resso memberikan warna baru pada lagu hits 2020 ‘Tanpa Batas Waktu’ dengan memasangkan penulis lagu/produser asli Ade Govinda dengan content creator, Elsa Japasal.

Lagu ‘Tanpa Batas Waktu’ awalnya dirilis pada tahun 2020 oleh Ade Govinda dan Fadly, dan menjadi viral di semua platform musik di Indonesia dengan lebih dari 100 juta penayangan di YouTube. Versi remix ‘Aku Merindu Up & Down’ juga menduduki puncak TikTok Viral Song.

“Selalu menyenangkan ketika program Artis Cover Resso mulai bekerja dengan talenta baru, mengeksplorasi berbagai lagu dan kolaborator untuk menjadikan lagu cover tersebut eksklusif milik mereka. Kedengarannya mudah tapi sebenarnya membutuhkan banyak kerja keras dari semua pihak yang terlibat,” ujar Christo Putra, Head of Music and Content, Resso Indonesia. “Kali ini, kami mengajak penulis lagu asli yang juga seorang gitaris untuk berkolaborasi dengan penyanyi pilihan kami. Jelas, bekerja bersama membuat penyanyi kami terus tertantang untuk menginterpretasikan lagu bagi penulis lagunya, dan pada saat yang sama, menjadikan lagu tersebut versinya. Kami sangat bangga dengan hasil ini dan tidak sabar untuk mendengar dari para penggemar. “

Melalui program tersebut, Resso akan memilih lagu yang sedang tren, mengarahkan, merekam, dan mempromosikan artis serta lagunya secara eksklusif di platform. Resso berkolaborasi dengan TikTok yang berada di bawah naungan perusahaan yang sama, untuk menemukan bakat baru ini.

Elsa Japasal yang berusia 19 tahun adalah mahasiswi dan content creator aktif bersuara merdu yang kerap mengunggah berbagai videonya yang menghibur dan seru di TikTok, selain informasi tentang kampung halamannya, Makassar. Resso melihat unggahan video bernyanyinya saat bermain ukulele dan menghubunginya. “”Sungguh pengalaman yang sangat berharga bekerja sama dengan Resso. Aku sangat beruntung Resso mempercayai aku untuk mengerjakan kolaborasi bersama Kak Ade …  senang banget bisa bertemu dengan orang-orang baru yang baik dan bisa bekerjasama. Terima kasih, program ini sangat membantu para content creator baru untuk menunjukkan bakat mereka,” ungkap Elsa Japasal yang sering dipanggil Eca.

Terkait keterlibatannya dalam program Artis Cover Resso, Ade Govinda berkomentar, “Tidak ada salahnya meng-cover lagu artis lain karena bisa membantu membuat lagu tersebut lebih dikenal oleh masyarakat luas. Yang penting ada lisensi atau izin pencipta resmi untuk meng-cover lagu tersebut dan program Cover Artis Resso memastikan hal ini dilakukan. Elsa punya vokal yang kuat untuk lagu ballad ini, semoga versi Elsa lagunya bisa viral lagi di kedua platform.”

Resso Orbitkan Artis Cover, Membuka Peluang Berkarir di Bidang Musik

GayaKeren.id – Indonesia memiliki musisi dan penyanyi berbakat yang tak terhitung jumlahnya dan ada banyak cara bagaimana seorang musisi atau penyanyi bisa ditemukan dan diorbitkan. Sejak tahun lalu, Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama, telah menjalankan program Artis Cover dengan sukses, dan hari ini merilis artis terbarunya, Mitty Zasia yang mengcover lagu ‘Jaga Mata Jaga Hati’.

Sesuai dengan komitmennya untuk mendukung artis independen, Resso berkolaborasi dengan TikTok yang sama-sama berada di bawah naungan perusahaan Bytedance, untuk  menemukan musisi atau penyanyi berbakat serta memiliki aspirasi yang tinggi. Program Artis Cover ini merupakan inisiatif pencarian bakat di mana Resso secara aktif mencari dan menghubungi penyanyi yang mengunggah video saat mereka menyanyikan lagu artis lain di TikTok. Melalui program ini, Resso kemudian akan bekerjasama dengan penyanyi dalam memilih lagu dan melakukan rekaman, serta merilis dan mempromosikan artis tersebut secara eksklusif di Resso.

“Program Artis Cover kami menggabungkan penyanyi berbakat dengan lagu-lagu yang sedang tren, dan kami, Resso, memastikan bahwa lagu-lagu tersebut dapat dinyanyikan secara legal oleh artis kami. Hal ini merupakan bagian dari program edukasi kami juga,” jelas Christo Putra, Head of Music & Content, Resso Indonesia. “Kami ingin membuka pintu bagi musisi independen untuk memulai dan mengukir karir musik dengan merilis lagu cover versi mereka.” Sejak program diluncurkan, Resso telah merilis sejumlah artis baru seperti Tami Aulia (Bukan Salah Jodoh), Willy Anggawinata (Biarlah Semua Berlalu), Jebung & Asyraf Jamall (Kopi Dangdut), Bulan Sutena (Terpesona), Alsa Aqilah (Sumpah Ku Mencintaimu) dan Chris Andrian (Percayakan Rindu).

Artis terbarunya, Mitty Zasia, ditemukan oleh Resso beberapa waktu lalu. Mahasiswi Psikologi di salah satu universitas di Jogjakarta ini telah mulai mengcover lagu sejak tahun 2018. Video covernya yang membawakan lagu penyanyi legendaris Chrisye ‘Seperti Yang Kau Minta’ sudah ditonton lebih dari 8 juta kali. Resso telah memilih lagu ‘Jaga Mata Jaga Hati’, yang aslinya dinyanyikan oleh Dj Qhelfin untuk dicover Mitty.

Terkait keterlibatan Resso dengan karir menyanyinya, Mitty Zasia berkata, “Saya merasa terhormat dan senang banget menjadi bagian dari Proyek Artis Cover Resso. Saya sangat menikmati semua proses belajar dan menafsirkan lagu, menjadikannya versi saya lalu merekamnya, pokoknya menyenangkan sekali. Saya harap semua penggemar di Resso akan menyukai lagu ini. “

Cover lagu ‘Jaga Mata Jaga Hati’ yang dinyanyikan Mitty Zasia dapat didengarkan secara eksklusif di Resso mulai hari ini.

Resso, Akses Musik untuk Semua Anggota Keluarga

GayaKeren.idRamadan selalu dirayakan sebagai acara khusus untuk berbagi dan memberi di antara anggota keluarga, teman, dan kerabat. Satu tahun lebih berlalu sejak pandemi Covid-19 menyebar,  masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama Ramadan tahun ini. Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama, ingin memastikan meski penerapan pembatasan fisik dan sosial masih berlaku, lebih banyak orang yang bisa merayakan kegembiraan Ramadan dengan menawarkan paket khusus Resso Family Package.

 Bulan suci Ramadan juga digunakan sebagai kesempatan untuk mengerem kegiatan dan refleksi diri. Orang akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk kegiatan yang berorientasi spiritual atau ibadah, dan pribadi. Menurut studi baru yang diungkapkan oleh The Trade Desk*, satu dari dua orang Indonesia yang disurvei mengatakan mereka berencana menghabiskan waktu luang Ramadan mereka dengan menonton film dan serial TV online (48%), sementara jumlah yang hampir setara berencana untuk streaming musik online (42%).

 “Resso selalu berkomitmen untuk menghadirkan musik kepada masyarakat, menginspirasi mereka dengan berbagai genre musik dan lagu yang dapat mereka eksplorasi dan dengarkan. Kami terus mengembangkan dan memperbarui teknologi aplikasi agar lebih banyak orang dapat menikmati cara baru mengakses musik,” kata Tricia Dizon, Country Manager Resso Indonesia. “Ramadan adalah bulan yang spesial ketika memberi dan berbagi memiliki makna yang substansial, dan apa yang lebih baik daripada berbagi dan menikmati musik bersama keluarga dan teman? Paket spesial Family Plan kami akan memastikan masyarakat tetap bisa berbagi kegembiraan dari kebersamaan dan tetap terhubung selama Ramadan di saat pertemuan tatap muka masih dibatasi.”

Di dalam paket spesial Family Plan, sebanyak  total enam (6) orang di bawah satu nama pelanggan dapat menikmati akses premium  Resso hanya dengan membayar Rp59.000/bulan untuk 12 bulan pertama. Setelah setahun, berlaku tarif normal Rp79.000/bulan. Penawaran ini berlaku untuk pelanggan pertama kali dan hanya berlaku untuk pengguna Android.

Berbagai penelitian menunjukkan perubahan perilaku masyarakat selama bulan Ramadan. Mereka menghabiskan lebih banyak uang dan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk kebutuhan dan kegiatan keluarga. Salah satu kebiasaan yang dilakukan masyarakat yang cenderung meningkat selama Ramadan adalah bertukar ucapan dan pesan pribadi seperti foto atau video, kutipan, dan lagu. Resso  menyediakan fitur-fitur yang mendukung keinginan para pengguna untuk berbagi playlist, lagu religi, lirik, kutipan, dan posting komentar/ucapan Ramadan.

 Jadi, mengapa tidak menggiatkan aktivitas Ramadan dan Idul Fitri Anda bersama Resso? Ngabuburit sambil mendengarkan playlist Ramadan dan bernyanyi bersama mengikuti lirik yang ada di layar. Pilih dan personalisasi kutipan lirik favorit Anda dari lagu-lagu Ramadan yang Anda sukai, serta bagikan di media sosial Anda. Anda juga dapat mengekspresikan salam dan ucapan  kepada teman dan orang yang dicintai, serta artis favorit dengan menuliskannya di fitur komentar pada lagu favorit Anda.