Perlu Ada Sinergi Pemerintah dan Industri Musik untuk Dorong Adopsi Teknologi Digital di Indonesia

GayaKeren.id – Akselerasi dan transformasi digital telah mengubah cara orang, termasuk para pelaku industri musik, dalam melakukan pekerjaan, layanan atau usaha. Adopsi teknologi digital menjadi sebuah keniscayaan, seperti yang nyata terlihat dan dirasakan oleh generasi Millenials dan Gen X dalam cara mereka mengakses musik. Pada awalnya, di era analog, akses mendengarkan musik dimungkinkan melalui medium yang berwujud fisik seperti piringan hitam, kaset, dan compact disc. Cara ini kemudian berubah secara perlahan di era Internet of Things(IOT), di mana musik mulai dapat diakses secara digital melalui komputer, baik audio maupun audio-visual, hingga akhirnya, hari ini musik dapat dinikmati melalui streaming secara digital. Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, kembali menggelar ‘Breakfast with Resso’ (BwR) seri ke-enam dengan topik diskusi bagaimana pelaku industri musik dapat secara optimal memanfaatkan teknologi digital bagi kemajuan industri musik.

Peserta BwR yang digelar setiap tiga bulan sekali, datang dari beragam latar belakang, mewakili berbagai pemangku kepentingan dalam industri musik, yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Republik Indonesia; Demajors Label; Reality Club band; media musik; SoundOn; TikTok; dan Resso sebagai tuan rumah. Diskusi ini dipandu oleh Wendi Putranto, pemerhati dan penulis musik.

Para peserta yang hadir dalam diskusi ini sepakat bahwa perubahan yang terjadi akibat kemajuan teknologi digital harus disikapi dengan bijak. Para pelaku industri harus belajar dan memahami memanfaatkan teknologi digital untuk membuat musik, memproduksi, mempromosikan, mendistribusikan, dan menghasilkan uang dari karyanya. Adaptasi harus dilakukan agar dapat terus bertahan hidup.

Salah satu temuan dalam diskusi menunjukkan bahwa pemanfaatan potensi teknologi digital ternyata masih terbatas pada para pelaku industri musik di kota-kota besar saja, terutama di Jawa dan Bali. Kesenjangan pengetahuan dan pemahaman tentang teknologi digital, keinginan untuk melakukan perubahan, serta minimnya infrastruktur digital masih dirasakan di banyak daerah di Indonesia.
Aldo Sianturi, Chief Digital Officer – Demajors, mengalami proses transisi dari era musik fisik ke digital yang diakuinya membawa pengaruh besar di dunia musik, berpendapat bahwa, “Teknologi ada untuk mendukung dan memudahkan kebutuhan sehari-hari manusia. Kehadiran berbagai platform digital tentunya harus dimanfaatkan secara optimal oleh musisi untuk menjangkau pendengar di Indonesia, Asia dan global. Tidak dapat dipungkiri bahwa cara menikmati musik di era digital sekarang sudah lumrah, namun akan selalu ada musisi dan pendengar yang tetap memproduksi dan mengakses musik melalui cara-cara lama. Maka, diperlukan strategi yang tepat bagi musisi agar karyanya tersedia di semua market, baik secara fisik maupun digital.”

Mewakili generasi musisi milenial, Faiz Novascotia, penyanyi-penulis lagu yang membesut group Reality Club, juga mengakui bahwa teknologi digital telah memudahkannya dalam membuat dan memproduksi lagu. “Tentunya semua perkembangan teknologi hingga kini, masih banyak yang harus dipelajari, dilakukan, dan diadaptasi. Semakin banyak kolaborasi dalam ekosistem musik, akan semakin baik, karena kita semua ingin mencapai tujuan yang sama,” ungkapnya.

Kehadiran berbagai platform digital bagi kreator konten dan musik sebagai imbas akselerasi teknologi digital menuntut mereka untuk juga dapat memperkenalkan, mengedukasi, dan membuka akses bagi musisi lokal dan indie, agar dapat menampilkan karya mereka. Hal ini yang menurut Christo Putra, Head of Music & Artist Operations sudah dilakukan juga oleh SoundOn Indonesia, sebuah platform all-in-one untuk keperluan pemasaran dan distribusi musik. Christo menjelaskan bahwa, “Masih banyak musisi Indonesia yang masih berupaya untuk memahami cara untuk menjangkau audiens mereka dan memonetisasi karya mereka. Selama ini, mereka cukup puas dengan mengunggah karya di kanal video yang ada, padahal banyak yang bisa dilakukan agar karya mereka menjangkau audiensnya. Kami ingin menjembatani kebutuhan tersebut dengan mengedukasi, menginkubasi dan membimbing para kreator musik.”
Tama, panggilan Mahwari Sadewa Jalutama, Head of Operations, TikTok Indonesia, memaparkan bahwa jika terkait musik, “TikTok saat ini tidak hanya menjadi tempat penemuan musik dan tren terbaru, tapi juga menjadi platform di mana musik dan tren lama menemukan hidup baru. Kekuatan kreator kami yang penuh kreativitas tanpa batas memungkinkan hal ini terjadi. Melalui sesi berbagi yang diadakan secara berkala, kami terus berupaya untuk mendorong para kreator mengekspresikan kreativitas mereka, termasuk dalam bermusik dengan menggunakan berbagai tools dan fitur yang tersedia di TikTok.” Banyak musisi yang tengah naik daun, mengawali kariernya sebagai kreator TikTok, seperti Jebung, Idgitaf, Fabio Asher, Elsa Japasal, Mitty Zasia, dan masih banyak lagi.

Bagi Resso, teknologi digital memampukan orang untuk mengakses musik dengan lebih mudah dan inklusif. “Kami sangat aware dengan perkembangan yang ada di industri. Bisa dikatakan, platform teknologi TikTok, SoundOn, dan Resso diciptakan sebagai upaya untuk mendukung industri musik. Resso terus melakukan berbagai inisiatif seperti editorial, kurasi, dan katalog untuk membuat pengalaman menemukan musik menjadi lebih mudah, serta sangat terbuka untuk saran dan kolaborasi yang dapat memajukan industri ini bersama,” jelas Matthew Tanaya, Artist Promotions Lead Resso Indonesia. Di sisi lain, pengamatan jurnalis musik Al Sobry melihat adanya peningkatan peran platform digital sebagai sumber informasi. “Dulu, radio menjadi sumber informasi musik, lagu, dan artis, bahkan turut membentuk selera musik pendengar. Sekarang, peran tersebut sudah diambil alih oleh berbagai platform digital, termasuk TikTok. Industri musik kita memang masih dan sedang beradaptasi dengan teknologi digital, dan para musisi sudah harus mulai memikirkan konten digital mereka, kalau pun bukan oleh musisinya sendiri, mereka bisa memanfaatkan talenta digital yang ada,” tuturnya. Sobry juga menyoroti perlunya mengasah kemampuan talenta digital dengan keahlian yang sesuai dengan kebutuhan untuk mengisi peluang kerja yang ada.

Dari sisi pemerintah, menurut Selliane Halia Ishak, Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital, Kementerian Pariwisata dan Kreatif Ekonomi, “Era digital memungkinkan semua hal menjadi transparan dan terukur melalui data analytic. Pemerintah memiliki beberapa target terkait pertumbuhan ekonomi digital, tidak hanya dari kontribusi pendapatan saja atau nilai ekonominya, tetapi juga terkait pengembangan talenta digital dan terjadinya transformasi digital di pelaku UMKM. Untuk itu, kami sangat berharap mendapat masukan dari para pelaku industri, agar dapat berbagi pengetahuan serta berkolaborasi dengan pemerintah, guna mendukung program-program akselerasi digital di semua subsektor ekonomi kreatif khususnya musik.” Pada tahun 2021, pemerintah mencatat kontribusi capaian nilai ekonomi digital Indonesia di tahun tersebut sebesar 70 milyar USD dan target 2024 dapat mencapai 146 milyar USD. Berbeda dengan sub-sektor gaming yang sudah dapat diukur kontribusinya pada nilai ekonomi digital, untuk sub-sektor musik belum ada data yang dapat menunjukkan jumlah pasti yang dikontribusikan untuk nilai ekonomi digital Indonesia. Selliane mengimbau para pelaku industri yang hadir dalam diskusi untuk juga membantu memikirkan cara bagaimana kontribusi tersebut dapat terdata dengan baik sehingga musik dapat kita ketahui bersama besaran kontribusinya terhadap target nilai ekonomi digital Indonesia, mengingat musik adalah sub-sektor ekraf tertinggi dan tercepat saat pandemi melakukan shifting ke digital (bertransformasi secara digital).

Menutup diskusi, para peserta menyepakati bahwa, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan untuk dapat benar-benar memanfaatkan dan menikmati benefit yang diberikan oleh teknologi digital. Upaya yang sudah dilakukan saat ini dalam mengakselerasi dan mengoptimalisasi musik digital untuk meningkatkan kehidupan para pelaku industri masih jauh dari sempurna. Revolusi digital global yang terus bergerak dengan pengimplementasian Blockchain, Metaverse, NFT (non-fungible token), dan Web 3.0, tentunya, kembali mengharuskan semua pelaku industri musik di Indonesia untuk mulai memikirkan dan mempelajari teknologi ini.

Resso Coaching Clinic Dorong Musisi untuk Berkreasi dalam Lagu dan Memahami Selera Pendengar

GayaKeren.idResso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, kembali menyelenggarakan Resso Coaching Clinic sebagai komitmen dalam mendukung musisi muda independen berbakat. Forum berbagi yang masih dilakukan secara virtual pada Jumat (17/6) lalu ini mengangkat topik “Menulis Lagu: Mengasah Rasa & Kreativitas, Menangkap Selera Pasar”. Hadir sebagai pembicara tamu, penulis lagu, pemain gitar dan vokalis Reality Club, Faiz Novascotia Saripudin, serta Mahavira Wisnu Wardhana, CEO Wonderland Records. Coaching Clinic kali ini juga mengajak dua pembicara yang mewakili platform yang berada di bawah naungan perusahaan yang sama dengan Resso, yaitu Vanessa Intan, Growth Operations Manager TikTok Indonesia, dan Christo Putra, Head of Music and Artist Operations SoundOn Indonesia, selain tentunya, Matthew Tanaya, Artist Promotion Lead Resso Indonesia.

Perjalanan sebuah lagu, mulai dari tangan musisi yang membuatnya hingga dapat didengar di berbagai kanal musik, mulai dari platform streaming musik digital, broadcast, dan media sosial, tentunya telah melalui berbagai proses yang tidak hanya melibatkan musisi dan pelaku industri musik, namun juga audiens atau pendengar. Pembahasan topik kali ini dilakukan untuk memahami proses kreatif yang dilalui musisi, bagaimana record label atau manajemen artis dapat menghadirkannya di telinga pendengar melalui berbagai platform, serta menyesuaikan dan menangkap selera pasar yang dapat mempengaruhi keberhasilan lagu tersebut.

Penulis dan pelantun lagu ‘You Let Her Go Again’, Faiz Novascotia Saripudin menceritakan bahwa, “Tidak ada aturan dalam berkreasi di musik. Membuat lagu bisa dari liriknya dulu atau musiknya, itu terserah kalian. Kalau gue biasanya barengan, cuma dapat inspirasinya yang lama, dan biasanya datang dari pengalaman atau perasaan pribadi. Yang penting dalam membuat lagu adalah you like what you make and have fun doing it.” Faiz melanjutkan bahwa sebagai musisi yang berkolaborasi dengan label, harus sama-sama terbuka atas masukan yang diberikan, harus bisa saling berkompromi dan berkomunikasi dengan baik. Dari input yang diberikan, bisa jadi lagu awal yang diciptakan akan berbeda dengan versi akhir yang dipasarkan.

Tentunya, record label memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai sebuah karya lagu. Menurut Mahavira Wisnu Wardhana – biasa dipanggil Inu – yang mewakili Wonderland Records, dan memiliki pengalaman mengkurasi musik dan musisi, diperlukan intuisi yang kuat dalam menilai sebuah lagu. “Antara lagu dan penyanyi yang cocok untuk membawakannya harus setara dan saling menunjang, tidak ada yang overshadow. Singer-songwriter biasanya memiliki keuntungan karena dapat menampilkan musik yang sesuai dengan karakter mereka sendiri,” jelas Inu. Namun, saat mereka masuk dalam label, musisi diharapkan bisa fokus dalam membuat musik dan memberikan kepercayaan bagi label untuk mengurus semua hal terkait bisnis, mendeliver lagu untuk market yang lebih besar.

Dalam proses bergulirnya lagu masuk ke ranah pendengar, Matthew Tanaya, Artist Promotion Lead Resso Indonesia mengungkapkan bahwa experience pendengar menjadi fokus platform streaming musik seperti Resso. “Ada kurasi atas lagu-lagu yang kami lakukan untuk playlist, tapi playlist hanya salah satu cara bagaimana users discover lagu. Yang juga penting adalah, kemudahan dan kenyamanan dalam mengakses lagu, serta memahami selera lagu seperti apa yang selanjutnya akan didengar oleh mereka.”

Masih dalam konteks bagaimana lagu mencapai pendengar, “Peran TikTok saat ini sudah merupakan platform untuk music discovery, baik untuk artis pendatang baru maupun yang sudah terkenal,” tutur Vanessa Intan, Growth Operations Manager TikTok Indonesia. “Terdapat simbiosis yang powerful antara kreator konten dengan artis; bagaimana artis menginspirasi kreator konten untuk berkreasi, dan sebaliknya, kreator mendukung karya artis dengan membuat musik tersebut trending.” Vanessa juga mendorong artis untuk berinteraksi dengan komunitas pendukungnya melalui komen-komen yang dilakukan di video tersebut atau berpartisipasi dalam tren.

Opsi lain yang ditawarkan bagi musisi dalam mendistribusikan karyanya agar dapat masuk ke pasar adalah melalui SoundOn. Seperti yang disampaikan Christo Putra, Head of Music and Artist Operations SoundOn Indonesia, “SoundOn menawarkan musisi yang mendaftar di platform kami untuk mendistribusikan karya asli mereka ke berbagai platform musik digital. Kami juga memberikan laporan performa lagunya, serta mengarahkan bagaimana konten TikTok mereka dapat lebih menjangkau audiens yang relevan.”

Menutup pembahasan topik Coaching Clinic #5 yang dihadiri hampir seratus peserta ini, Matthew Tanaya kembali menekankan, “Penting untuk menjaga hubungan yang baik antara musisi dengan record label atau distributor, karena mereka yang memiliki direct access denganstreaming platforms, dan yang bisa memastikan karya musik kalian masuk dalam playlist.”

Sebagai pamungkas, Faiz Novascotia Saripudin membawakan dua buah lagu karyanya dengan iringan gitar, ‘You Let Her Go Again’ dan ‘Alexandra’.
Informasi lebih lanjut mengenai Resso Coaching Clinic serta program-program menarik lain dari Resso, dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @Ressoidn di TikTok, Instagram, Twitter, dan YouTube.

Manjakan Pecinta K-Pop, Resso Ajak Penggemar Nikmati Daftar Putar Musik Korea Lintas Generasi

GayaKeren.id – Sejak budaya pop Korea Selatan yang dikenal dengan ‘Korean Wave‘ atau ‘Hallyu‘ (bahasa Korea) mendunia dalam dua dekade terakhir, hampir semua aspek budaya Korea dapat ditemui di mana saja, termasuk Indonesia. Mulai dari gaya busana, produk kecantikan dan perawatan muka, makanan, bahasa, dan tentunya film dan musik. Istilah ‘K-Pop’ (kependekan dari Korean Pop Music) mengacu tidak saja pada genre musik, tapi juga mencakup gaya busana, kecantikan dan gaya hidup yang dibawakan oleh para musisi atau artis Korea. Melihat fenomena yang ada, Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, bulan ini menyoroti genre musik K-Pop lewat daftar putar unggulan bertajuk “Pengenalan Pertama Pada K-Pop” (P3K)”. Daftar putar yang dikurasi secara khusus ini ingin mengajak para pengguna dan K-Popers di seluruh Indonesia untuk bersama-sama menikmati lagu-lagu K-Pop unggulan lintas generasi sekaligus berinteraksi satu sama lain di Resso.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penggemar K-Pop terbesar di dunia, Indonesia menempati posisi teratas untuk jumlah fans musik K-Pop terbanyak di dunia maya pada 2021 melalui penelusuran akun penulis cuitan[1] berdasarkan hasil riset terbaru dari Twitter. Dari sisi artis, lima besar yang paling populer sebagai topik diskusi adalah BTS, NCT, BLACKPINK, EXO, dan TREASURE.

Matthew Tanaya, Artist Promotions Lead Resso Indonesia mengungkapkan, “Selama dua dekade terakhir, kita telah menyaksikan bagaimana genre musik asal Korea ini telah membuka babak baru bagi industri musik dunia lewat musisi penuh bakat, sajian musik yang menyentuh hati, dan aksi panggung yang mengundang decak kagum penggemar di seluruh dunia. Tidak hanya itu, komunitas K-Popers juga dikenal sebagai salah satu komunitas penggemar yang memiliki rasa kebersamaan dan interaksi sosial yang luar biasa. Berangkat dari fenomena ini, Resso ingin memfasilitasi komunitas K-Popers untuk menikmati lagu dari artis atau grup musik favorit mereka sambil berinteraksi dengan penggemar K-Pop lainnya di Resso. Didukung oleh berbagai fitur interaksi sosial yang tersedia dalam aplikasi, termasuk lewat program P3K, kami harap para K-Popers dapat menikmati lagu unggulan dari musisi favorit mereka lintas generasi secara bersama-sama di Resso.”

Pada bulan April ini, Resso telah mengurasi dan meluncurkan beberapa daftar putar yang menyoroti musik K-Pop melalui sejumlah artis lintas generasi. Daftar putar “P3K” ini akan dirilis dalam dua tahap:
Tahap pertama 12-14 April 2022

  • Gen 1-4 – Kilas balik ke perjalanan grup K-Pop Generasi pertama seperti Shinwa, BoA; Generasi kedua, Super Junior, Bigbang, Girl’s Generations; Generasi ketiga, BTS, Blackpink, Twice; dan Generasi terkini seperti aespa, Stray Kids, Tomorrow x Together.
  • Rookie Spotlight – Menyoroti para debutan yang beraspirasi untuk menjadi the next big thing seperti NMIXX, P1Harmony, dan Ive.


Tahap kedua 24-26 April 2022

  • K-Pop Boys Club – Daftar putar lagu yang dinyanyikan oleh boy-group seperti NCT Dream, TREASURE, serta Enhypen
  • K-Pop Girls Club – Daftar putar lagu yang didedikasikan bagi girl-group seperti (G)I-DLE, Red Velvet, dan ITZY
  • Top Tracks K-Pop – Daftar putar lagu-lagu yang paling banyak didengarkan pengguna di Resso, di antaranya TREASURE, Lisa, dan Secret Number
  • K-Pop Tiktok Hits – Daftar putar Best of K-Pop yang viral di Tiktok
  • Korean OST Hits – Kumpulan lagu-lagu soundtrack populer dari K-Drama kesayangan

Sebagai aplikasi streaming musik sosial, Resso menyediakan berbagai kesempatan bagi para pengguna dan fans K-Pop untuk mengakses dan menggunakan lagu-lagu dalam daftar putar dalam kegiatan bersama, seperti mendengarkan lagu bersama sahabat, membuat Duo Daily Mix atau daftar putar bersama kesayangan, atau berinteraksi dengan sesama fans melalui fitur Komentar. Untuk memperkaya pengalaman musik para penggemar K-Pop di Indonesia, Resso baru-baru ini mengadakan programResso Talk, sebuah program wawancara eksklusif yang menyoroti musisi dunia, termasuk grup K-PopTREASURE yang dapat didengarkan di seluruh kanal media sosial Resso.

Resso BwR #5: Membangun Sinergi Artis-Fans di Era Digital

GayaKeren.id – Di dalam industri musik yang terus bergerak dinamis, keberhasilan seorang artis atau musisi tidak hanya bersandar pada talenta dan persona yang mereka miliki, tetapi juga melibatkan sejumlah profesi; mulai dari manajer artis, label, promotor bahkan media. Namun di luar semua itu, salah satu kunci kesuksesan para artis dan musisi adalah para fans yang mengapresiasi karya mereka. Bahkan ada ungkapan yang menyatakan bahwa ‘seorang bintang bukan siapa-siapa tanpa penggemar.’ Seiring dengan digitalisasi industri musik, Resso, aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, baru-baru ini menyelenggarakan diskusi yang menyoroti sinergi artis dan fansnya di era digital dalam ‘Breakfast with Resso (BwR)‘ seri kelima.

Tidak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi telah mengubah relasi antara artis dan fans, tidak hanya pada pengelolaan atau manajemen fans tetapi juga cara berinteraksi, antara artis dan fans yang saling mengapresiasi. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Farid, PhD dalam sambutan melalui rekaman video menyampaikan dukungan beliau atas penyelenggaraan diskusi ini. “Dengan berkembang pesatnya teknologi digital, ada banyak sekali perubahan di dalam produksi, konsumsi dan juga distribusi musik dan platform yang dibentuk. Hubungan antara musisi dengan fans juga sedang mengalami transformasi, dan kita bisa menyaksikan banyak fenomena baru; bagaimana musisi dan seniman secara umum melalui platform digital ini mampu memobilisasi para penonton atau fansnya ini untuk melakukan hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan keseniannya. Saya kira ini satu hal yang sangat menarik, dan tentu juga punya potensi yang luar biasa namun belum terpetakan dengan baik. Saya harap dalam diskusi ini, kita mulai bisa menandai di mana saja perkembangannya dan ke mana arahnya. Sebagai Kementerian yang bekerja khususnya dalam urusan penguatan karakter bangsa, kami juga bisa belajar dari hubungan antara musisi dan fans di platform digital ini.”

BwR yang diselenggarakan secara luring kali ini menghadirkan Denison Wicaksono, Staf Kelompok Kerja Festival, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI; Tiur Tobing, Manajer Bisnis untuk Tiga Dua Satu dan TulusCompany; Musisi/Artis Endah Widiastuti, bersama Manajer Rendi Raditya, dari Endah N Rhesa; Kukuh Rizal Arfianto, Co-Founder & DirectorSun Eater, perusahaan label independen yang memayungi band/artis baru seperti Feast, Hindia, Agatha Priscilia, Aldrian Risjad, Mantra Vutura, Rayhan Noor dan Lomba Sihir; Noor Kamil, Co-Founder & VP Digital Marketing Maspam Company; Matthew Tanaya, Artists Promotion Lead Resso Indonesia; serta Gembira Agam, Artist and Label PromotionResso Indonesia. Hadir memimpin dan memoderasi diskusi adalah pemerhati musik sekaligus penulis Wendi Putranto. Simak bagaimana musisi dapat memperkaya, mendalami, dan memperkuat hubungan mereka dengan penggemar dan komunitasnya, seperti yang terungkap pada hasil diskusi Breakfast with Resso – “Membangun Sinergi Antara Artis dan Fans” berikut ini.

Makna & Kualitas Fans.

Sejak dulu, makna penggemar atau fans ternyata sudah diapresiasi lebih jauh oleh para artis atau pun manajemen artis. Perlakuan terhadap fans bukan lagi semata sebagai pasar atau obyek. Keberadaan platform digital dan media sosial yang terkoneksi setiap saat membuat waktu dan jarak tidak lagi menjadi halangan bagi artis dan fans untuk berinteraksi. Hal ini diamini oleh Endah Widiastuti yang sangat mengutamakan bagaimana duo Endah N Rhesa dapat memperlakukan fans sebagai partner -dan bukan pasar semata- dengan membentuk komunitas EAR (Endah And Rhesa) Friends. “Harus ada visi yang sama, kegiatan interaktif yang memungkinkan fans untuk mengenal musisi, bagaimana kehidupan bermusik musisi yang membuat fans bisa mengapresiasi karya. We share more than just music.”

Pelibatan fans dalam banyak hal terkait kesuksesan musisi/artis ternyata memainkan peran penting. “Bagi Sun Eater, bagaimana fans berinteraksi dengan artis sangat penting. Fans adalah salah satu pilar bisnis, karena pertama, mereka merupakan grup organik, dan yang kedua, adanya fans fanaticapproach, semua selalu dimulai dari fans. Makanya, tidak ada marketing plan yang sama untuk artis-artis kami,” tutur Kukuh Rizal Arfianto yang mengakui bahwa Disney memberikan inspirasi untuk cara mereka memberikan experience bagi fans band/artis yang dimilikinya. Tiga Dua Satu dan TulusCompany bahkan telah memasukkan TemanTulus dan TemanDere sebagai bagian dari struktur organisasi manajemen. Menurut Tiur Tobing, “Kami melibatkan perwakilan TemanTulus dan TemanDere dalam proses brainstorming untuk menentukan aktivitas yang cocok bagi komunitas (fan based), khususnya untuk mengetahui apa yang mereka inginkan. Hal ini banyak menghemat waktu kami dan tentunya tepat sasaran.”

Dapat memenuhi keinginan fans merupakan satu hal, tetapi tentunya, para artis dan manajemen artis juga memiliki harapan terhadap para fansnya. Kualitas fans yang berbeda-beda tidak lepas dari pengetahuan dan pemahaman mereka atas apresiasi seni. Hal ini diutarakan oleh Denison Wicaksono yang mewakili Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, “Hal mendasar dalam hubungan antara musisi dan fans adalah apresiasi, dan hal ini memang diajarkan dalam kurikulum pendidikan musik di sekolah. Seiring perkembangan waktu dan teknologi, memang diperlukan adanya pengayaan kurikulum musik, dan ini yang sedang kami lakukan. Masukan dari para praktisi di bidang musik tentunya sangat kami butuhkan untuk membuat kurikulum pendidikan musik menjadi lebih baik lagi.” Denison juga melihat bahwa peran artis atau musisi sudah merambah sebagai influencer bagi masyarakat dengan memanfaatkan popularitas, jumlah dan relasi mereka dengan fansnya. Seperti yang dilakukan oleh Kemendikbudristek bersama Slank untuk mensosialisasikan program ‘Merdeka Belajar’.
Terkait dengan kualitas fans yang diharapkan, Asana Tiur Tobing melanjutkan, “Tulus memiliki perhatian pada masalah edukasi dan lingkungan, dan kami ingin agar visi dan misi musisi juga diadopsi oleh para TemanTulus, sehingga nantinya dapat memberikan dampak yang lebih luas lagi. Selain, tentunya, menginspirasi para fans.” Rendi Raditya menambahkan, “Perlu untuk terus mengedukasi fans dengan misi visi musisinya agar bisa berjalan bersama. Tugas kami adalah bagaimana memastikan karya musik Endah N Rhesa dapat terus relevan bagi fans yang sudah ada dan mereka yang berpotensi menjadi fansnya.” Cara fans berinteraksi dengan Pamungkas dan lagu-lagunya merupakan hal penting untuk diamati bagi Noor Kamil. “Fans ideal itu adalah saat mereka menjadi superfans. Tidak hanya mereka menikmati lagu-lagu yang di-streaming melalui aplikasi, tetapi mereka juga membeli rilis fisik, merchandise, dan tiket untuk hadir di konser,” jelasnya.

Menjembatani Artis dan Fans
Dalam berkomunikasi dengan fans, ternyata kemudahan dan transparansi untuk beinteraksi sangat dibutuhkan, khususnya di era digital saat ini. Hal ini yang memang dicoba untuk difasilitasi Resso, sebagai aplikasi streaming musik yang memasukkan fitur sosial di dalamnya. Matthew Tanaya menjelaskan, “Resso sangat berkomitmen dalam mendukung para artis berinteraksi dengan pengguna. Tidak saja dalam berkomunikasi dengan fans menggunakan fitur komentar yang sudah ada di aplikasi, tetapi juga dalam membantu artis menjangkau fans global, serta memberikan pengalaman mendengarkan musik yang asik bagi pengguna.” Fitur lirik Resso yang dapat menampilkan lirik lagu dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Korea, dapat membantu artis untuk memperluas basis penggemar mereka. Sementara fitur my party, akan meningkatkan pengalaman pengguna dalam mendengarkan dan mengapresiasi lagu dari artis favorit mereka. Selain itu, Resso juga kerap menyelenggarakan acara yang melibatkan artis dan penggemarnya seperti pada acara ‘Listening Party’ saat Raisa meluncurkan albumnya baru-baru ini. Ke depannya, ada harapan dari para pembicara yang hadir akan adanya aplikasi musik digital yang dapat mendukung dan memfasilitasi kebutuhan para manajemen artis lebih jauh terkait fans.

Selain bahasan di atas, ada temuan menarik dalam diskusi kali ini yang semakin mengukuhkan pentingnya memahami hubungan antara artis, manajemen, dan dukungan platform digital, yaitu penggunaan data atau analisa data untuk menentukan strategi. Endah Widiastuti menyampaikan, “Selain gut feeling, kami menggunakan data fans untuk menentukan kota tempat konser diadakan. Pernah kami mencoba mengadakan konser di kota yang berdasarkan data, jumlah fans sedikit. Kami berpikir, kenapa ga dicoba mungkin malah menarik penggemar. Ternyata benar, gak rame.” Kukuh Rizal Afianto menambahkan, “Ada banyak cara untuk mendapatkan data, namun bagaimana mengolah, menganalisa, dan menjadikannya sebagai masukan yang strategis tidaklah mudah dan murah!”

Ada tiga hal yang bisa disimpulkan dari diskusi Breakfast with Resso yang berlangsung selama hampir dua jam ini, yang pertama, apresiasi terhadap karya musisi merupakan landasan dari terbentuknya fanbase; kedua, teknologi dan media digital, termasuk media sosial, memegang peran penting bagi manajemen fans; dan ketiga, hubungan yang terbentuk antara artis dan fans harus sama-sama menguntungkan.

Resso Ajak Penggemar “Curhat” bersama Raisa

GayaKeren.id – Kesempatan untuk berinteraksi dengan sang idola menjadi momen yang selalu ditunggu-tunggu oleh para penggemar guna menyampaikan apresiasi dan rasa cinta atas karya sang idola. Bagi para musisi, kesempatan berinteraksi ini juga menjadi cara untuk memberikan penghargaan dan ungkapan terima kasih atas loyalitas fansnya. Hal ini sangat dipahami Resso,aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, dengan menghadirkan fitur komentar pertama di aplikasinya.

Melalui fitur komentar ini, musisi maupun penggemar, dapat dengan mudah berinteraksi satu sama lain. Para musisi dapat menyapa penggemar serta mendapatkan masukan atas lagu-lagu di daftar putar (playlist). Sebaliknya, para pengguna pun dapat menyampaikan pujian, harapan, atau masukan kepada musisi favorit mereka. Para pengguna juga dapat memanfaatkan fitur ini untuk berdiskusi secara dua arah dan berbagi cerita sebagai sesama penggemar.

Untuk merayakan peluncuran album “It’s Personal” pada pertengahan bulan lalu, Resso pun mengajak para penggemar untuk berinteraksi langsung dengan sang musisi, Raisa, melalui fitur komentar. Mulai 1-5 April 2022,para penggemar Raisa dan pengguna Resso dapat berbagi curahan hati mereka yang sesuai dengan salah satu lagu Raisa dalam album “It’s Personal”. Nantinya, Resso akan memilih curhatan terunik sesuai kriteria dan nilai cerita untuk ditampilkan pada ‘Hot Comment’ dan ‘Daily Chart’. Raisa sendiri nanti akan mengomentari curhatan terpilih pada akhir periode komentar. Matthew Tanaya, Artist Promotions Lead Resso Indonesia mengatakan, “Sebagai platform streaming musik sosial pertama di Indonesia, Resso berkomitmen untuk dapat memfasilitasi kebutuhan para artis dan penggemar melalui platform kami. Fitur-fitur kami didesain tidak hanya untuk mengakses dan mendengarkan lagu, tapi juga memiliki fungsi interaksi sosial, seperti berbagi lirik lagu di media sosial, berbagi playlist dengan sahabat, serta memberikan komentar. Kini, musisi seperti Raisa tidak hanya bisa meluncurkan dan mempromosikan albumnya di Resso, namun juga memberikan perhatian lebih bagi para penggemarnya. Melalui fitur komentar di setiap lagu, para pengguna dapat menyampaikan apresiasi dan aspirasi mereka untuk artis favoritnya.”

Menanggapi fitur komentar yang tersedia di Resso,Raisa menuturkan, “Kesuksesan dari album ‘It’s Personal’ tentunya tidak lepas dari dukungan para penggemarku. Melalui fitur komentar di Resso, aku senang sekali bisa melihat langsung tanggapan dari para fans mengenai album terbaruku. Tidak hanya itu, aku juga mengetahui bagaimana lagu-lagu yang aku hadirkan di album terbaruku ini bisa diterima dan relate dengan cerita kehidupan mereka. Big thanksto Resso yang menyediakan cara baru bagi para musisi, layaknya aku untuk bisa berinteraksi dengan para penggemar dan pengguna lainnya.”

Selain mengajak penggemar berinteraksi, khusus bagi pendengar Resso, Raisa juga telah mengkurasi sejumlah lagu dan membuat beberapa daftar putar lagu pilihan sebagai koleksinya:

  1. Raisa Personal Favorite Songs
  2. Raisa Duet
  3. Raisa Love Songs

Bagi pengguna yang curhatannya masuk dalam ‘Daily Chart’, Resso akan memberikan paket berlangganan premium secara cuma-cuma untuk satu bulan, sedangkan yang masuk dalam ‘Hot Comment’ berkesempatan untuk mendapatkan sebuah box set eksklusif berisi merchandise “It’s Personal” persembahan Raisa dan Resso.

Rayakan Hari Kasih Sayang, Resso Beri Kesempatan bagi Pengguna untuk Berbagi Cerita Cinta bersama Musisi Favorit

GayaKeren.id

Merayakan hari Kasih Sayang secara virtual merupakan pilihan bijak di tengah masa pandemi. Walau tanpa tatap muka, berbagai cara mengungkapkan perasaan secara berkesan dapat dilakukan, termasuk melalui musik. Sebagai salah satu bahasa cinta yang bersifat universal, lirik sebuah lagu bertema cinta sering dikutip dan digunakan dalam berbagai referensi untuk mengungkapkan perasaan seseorang. Sebagai aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, Ressoingin mengajak para pengguna mengungkapkan perasaan cinta kepada orang-orang tersayang melalui kampanye “Berbagi Cerita Cinta” yang akan berlangsung mulai tanggal 10 hingga 15 Februari 2022di aplikasi Resso.

Melalui fitur komentar di Resso, para pengguna dapat membagikan cerita cinta mereka dan berinteraksi langsung bersama lima musisi papan atas yang ikut serta dalam kampanye ini. Untuk berpartisipasi, pengguna dapat membagikan cerita cinta mereka dalam 15 karakter dan mencantumkan tagar #CeritaCinta pada salah satu lagu pilihan yang merefleksikan mood mereka di laman lagu kelima musisi. Resso akan memilih komen berdasarkan kriteria dan nilai cerita setiap hari untuk disorot dalam ‘Komen Hari Ini’. Kelima musisi ini kemudian akan memilih dan membalas 25 curhatan para penggemar yang paling menarik di lagu mereka. Akan ada lima artis yang siap berinteraksi pada tanggal 14 Februari melalui lagu pilihan mereka di antaranya NOAHdengan lagu “Menghapus Jejakmu”; Tiara Andini dengan lagu “Merasa Indah”; Marion Joladengan lagu “Overthinking”; Mahalinidengan lagu Sisa Rasa”; dan Fatindengan lagu “Ingin Bertemu Lagi”.

Matthew Tanaya, Artist Promotions Lead Resso Indonesia mengungkapkan, “Untuk meramaikan momen Valentine’s Day tahun ini, Resso mengajak lima musisi papan atas untuk berinteraksi langsung dengan para penggemar. Melalui fitur komentar, kami ingin menyediakan kesempatan di mana para penggemar bisa berbagi cerita cinta mereka secara interaktif bersama musisi idola mereka. Kami harap para penggemar bisa merayakan hari kasih sayang mereka dengan lebih spesial melalui kampanye ini.”

Resso Coaching Clinic Ungkap Peluang Berkarier di Industri Musik pada Era Digital

GayaKeren.id – Aplikasi streaming musik sosial pertama di Indonesia, Resso, melanjutkan komitmennya untuk terus mendukung musisi muda independen berbakat. Melalui Resso Coaching Clinic yang merupakan forum berbagi dengan para ahli di industri musik, Resso ingin memotivasi para peminat musik dan talenta muda berbakat di bidang musik untuk lebih mendalami minat dan bakat mereka di bidang musik. Mengangkat topik “Bangun Karier Musikmu di Era Digital”, acara yang diselenggarakan secara virtual pada Kamis (27/1) lalu menghadirkan musisi, pencipta lagu dan produser Ade Govinda, sound engineer serta anggota band Lomba Sihir, Wisnu Ikhsantama, dan Otti Jamalus, musisi, mentor dan pemilik Otti Jamalus Music House untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan tips seputar karier di industri musik tanah air.

Edisi keempat dari Resso Coaching Clinic ini dibuka dengan pembahasan singkat mengenai pergerseran yang terjadi di industri musik akibat pandemi Covid-19. Proses penciptaan, produksi, distribusi, hingga pertunjukan musik kini dilakukan menggunakan teknologi komunikasi digital — sebuah disrupsi yang belum pernah terjadi industri musik. Pergeseran ini telah membuka peluang bagi banyak pihak untuk melakukan eksplorasi, inovasi, serta solusi baru demi kemajuan industri musik. Selain itu, berkat kemajuan teknologi, kesempatan berkarier di industri musik juga terbuka luas bagi mereka yang memiliki minat dan bakat di dunia musik. Tidak hanya terbatas untuk musisi dan artis, berbagai pilihan karier yang tersedia di industri musik di era digital juga tersedia bagi produser, manajer, sound engineer, music director, arranger, programmer, promotor, hingga guru dan pengajar musik.

Matthew Tanaya, Artist Promotions Lead Resso Indonesia mengatakan, “Perkembangan teknologi di era digital ini telah mengubah bagaimana industri musik bekerja. Setiap pelaku dan pemangku kepentingan di industri musik harus beradaptasi untuk memahami peran teknologi dalam mempengaruhi proses kreasi sebuah lagu hingga bisa diakses melalui gawai oleh pendengar. Melalui sharing dari para pelaku industri musik di Indonesia, Resso Coaching Clinic edisi keempat berharap untuk memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana passion di bidang musik bisa membawa berbagai peluang karier bagi para penggiat musik, serta peran platform musik streaming digital untuk membantu pengembangan karier para penggiat musik di masa depan.”

Dalam acara bincang singkat di Resso Coaching Clinic, para pembicara yang merupakan praktisi di bidang musik membagikan pandangan, informasi serta saran berdasarkan pengalaman mereka berkarier di industri musik. Simak rangkuman diskusi Resso bersama Ade Govinda, Wisnu Ikshantama, dan Otti Jamalus berikut ini.

Memilih berkarier seratus persen di industri musik, musisi, penulis dan pencipta lagu, serta produser Ade Govinda mengajak peserta Resso Coaching Clinic untuk memahami cara kerja industri musik guna memastikan kelangsungan karier di dunia musik. “Musisi perlu tahu cara terbaik untuk menyalurkan karyanya guna memperoleh income. Selain itu, kita juga harus paham bagaimana industri musik bekerja, termasuk musik seperti apa yang sedang digandrungi pasar saat ini dan target audience dari karya kita.”

Ade juga menekankan bahwa keberhasilan seorang musisi tidak semata-mata dinilai dari jumlah lagu yang dirilis, melainkan bagaimana musisi tersebut dapat memastikan lagu yang ada bisa terus menjangkau dan didengarkan oleh pendengar baru, setidaknya selama satu-dua tahun ke depan. Mengambil contoh Lagu “Tanpa Batas Waktu” yang dirilis pada tahun 2020 dan menjadi OST salah satu sinetron yang tengah naik daun, Ade dan kreator konten TikTok, Elsa Japasal, mengadakan kolaborasi kreatif bersama Resso untuk membawakan versi baru dari lagu tersebut. “Poin yang saya sampaikan menunjukkan bahwa sebagai musisi, kita harus bisa memanfaatkan aplikasi musik streamingyang tersedia di pasaran seperti Ressodengan baik untuk mendukung karya kita,” jelas Ade.

Lain cerita bagi Wisnu Ikhsantamaatau yang lebih dikenal dengan sapaan Tama, seorang sound engineerdan produser yang juga merupakan anggota band Lomba Sihir. Berbekal kemampuan yang ia pelajari secara otodidak, Tama mengawali kariernya sebagai seorang mixer dan soundman di berbagai acara pensi. Lama menghabiskan waktu di studio musik, Tama pun menyadari kecintaannya pada industri musik yang membuatnya memutuskan untuk berkuliah dengan mengambil jurusan sound engineer. “Kemampuan berkomunikasi dan menjalin koneksi itu sangat penting, semudah membantu teman sehingga karya kita bisa mendapat exposure. Bagi saya, walau digitalisasi dalam produksi musik memberikan kemudahan bagi kami sebagai pelaku industri, kemampuan komunikasi dan terkadang, kompromi, juga perlu dimiliki oleh para sound engineer untuk memastikan keinginan musisi atau artis terpenuhi,” kata Tama.

Mewakili pandangan dari sisi pengajar musik, musisi dan mentor Otti Jamalus, yang juga merupakan pendiri Otti Jamalus Music House, mengakui bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi pengajar musik ketika memasuki era digital. “Belajar musik sekarang harus melek digital. Sebagai mentor dan guru, tugas kami adalah memberi pengaruh dan contoh yang baik, termasuk belajar dan memahami perkembangan teknologi musik yang ada. Murid harus didorong untuk membuat konten atau karya musik dan hal ini kami fasilitasi dengan membuat sarana recording. Di masa pandemi ini, kami bikin konser virtual musik, seperti Jazz From Our Bedroom, Charity Concert, dan acara lainnya dari auditorium sekolah kami menggunakan platform digital, demi memotivasi para murid kami untuk terus berkarya,” ujar Otti. Sebagai seorang pengajar, Otti mengutamakan kesiapan mental dan totalitas bermusik bagi murid-muridnya, serta menyesuaikan kurikulumnya dengan tujuan masing-masing murid dalam belajar musik.

Kehadiran platform musik streaming dan media sosial juga mengubah interaksi antara musisi atau artis dengan para penggemarnya. Era digital memudahkan mereka untuk memperkenalkan dan mempromosikan karya-karya mereka, serta memperluas jangkauan basis penggemar. “Resso berusaha untuk dapat mengakomodasi perubahan-perubahan ini. Bagi user, kami berusaha untuk mengoptimalkan berbagai fitur yang tersedia di aplikasi kami sehingga para pengguna dapat mempersonalisasi kebutuhan musik mereka. Sedangkan bagi musisi dan artis, Resso memberikan dukungan melalui kampanye musik, playlist, dan tentunya fitur komen yang dapat dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan penggemar,” tutup Matthew.

Resso Replay 2021, Temukan Nadamu

GayaKeren.id – Resso, layanan streaming musik sosial pertama di dunia, telah meluncurkan kampanye akhir tahun pertamanya, “Resso Replay.” Para pendengar kini dapat melihat dan membagikan lagu favorit mereka pada tahun 2021 dengan mengetuk fitur ‘Replay’ di aplikasi Resso hingga 22 Desember.

Untuk pertama kalinya, pengguna aplikasi Resso dapat menemukan dan membagikan lagu, artis, dan genre musik favorit mereka pada tahun ini. Sejalan dengan integrasi sosial yang melekat di Resso, para pengguna dapat dengan mudah membagikan hasil Replay 2021 mereka ke Instagram dan media sosial lainnya untuk berinteraksi dengan teman-teman, terlepas di mana dan bagaimana mereka mendengarkan musik.

“Resso bangga dapat menghadirkan berbagai konten dari para kreator dan musisi dari semua genre kepada para pengguna kami. Tahun ini, kami harap para pengguna dan artis Resso dapat menemukan hal bermakna dalam Replay 2021 mereka, serta terhubung dengan semua kelompok pertemanan, baik itu melalui media sosial maupun secara langsung di Resso. Pendengar musik di seluruh dunia dapat memanfaatkan fitur berbagi di Resso untuk menemukan ragam musik yang belum pernah mereka temukan sebelumnya. Para artis juga dapat merasakan manfaat langsung untuk tidak hanya memperluas jangkauan tapi juga memperkuat hubungan dengan audiens mereka,” jelas Matthew Tanaya, Artists Promotion Lead dari Resso Indonesia.

Untuk mengakses Replay 2021 dan menemukan artis, lagu, dan genre musik favorit pada tahun 2021, para pengguna hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut di aplikasi Resso:

  1. Buka aplikasi Resso
  2. Temukan pop-up banner ‘Resso Replay’ di laman For You Page
  3. Klik pop-up banner untuk mengakses laman ‘Resso Replay’
  4. Lihat rangkuman perjalanan musik di Resso pada tahun 2021 kemudian bagikan hasilnya dengan teman-teman di media sosial

Penyanyi muda, Gangga, juga turut mengekspresikan kegembiraannya menggunakan fitur Replay. “Cool banget bisa tahu semua lagu-lagu yang gue dengerin tahun ini. Benar-benar boost mood gue selama pandemi!”, ungkap Gangga. Selain mengetahui kumpulan lagu, artis dan genre favorit miliknya, penyanyi muda berbakat ini juga menemukan music personality-nya dengan label “Yuk Bisa Yuk” dari Resso.

Resso juga mengumumkan Lima Artis dan Lagu Teratas Resso Indonesia pada tahun 2021 sebagai referensi bagi para pengguna. Dalam daftar “Top 5 Artist with Most Played Songs”, grup K-pop BTS menduduki posisi pertama. Penyanyi Indonesia, Judika menduduki posisi kedua dan menjadi satu-satunya penyanyi asal Indonesia yang berhasil masuk dalam daftar ini. Dalam daftar “Top 5 Most Streamed Songs”, “Here’s Your Perfect” dari Jamie Miller menjadi lagu yang paling banyak diputar pada tahun 2021 dengan lebih dari 58 juta kali pemutaran. Melengkapi daftar yang ada, tiga lagu Indonesia juga mengisi posisi kedua hingga keempat yaitu “Putus atau Terus” (Judika), “Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti” (Anneth), dan “Bahagia Bersamamu (Haico)”.

Simak daftar lengkapnya berikut ini:

Top 5 Artists with Most Played Songs
BTS (187.418.518 kali)
Judika (144.969.043 kali)
Alan Walker (140.652.709 kali)
Ava Max (122.230.655 kali)
Justin Bieber (97.807.825 kali)

Top 5 Most Streamed Songs
Here’s Your Perfect, Jamie Miller (58.588.885 kali)
Putus Atau Terus, Judika (51.756.896 kali)
Mungkin Hari Ini Esok Atau Nanti, Anneth (48.030.488 kali)
Bahagia Bersamamu, Haico (44.914.694 kali)
Into Your Arms, Witt Lowry feat. Ava Max (43.233.626 kali)

Ikuti @Ressoidn di Instagram, TikTok, Twitter dan YouTube untuk mengetahui tentang Resso dan program-program menariknya. Resso dapat diunduh gratis di Apple App Store dan Google Play Store.

Konser Musik Intim dari Resso Studio Live

GayaKeren.idResso, aplikasi streaming musik sosial, akan mengumpulkan lima artis Exclusive Content Project untuk membawakan versi akustik dari lagu-lagu mereka secara live di Resso Studio, bertempat di kantor Resso di Jakarta. Konser intim ini akan disiarkan secara langsung di akun TikTok, YouTube, dan IG Resso pada hari Jumat, 17 Desember 2021 pukul 6 sore waktu Jakarta.

Resso Studio Live, yang merupakan konser uji coba menjelang akhir tahun ini, bertujuan untuk menghadirkan pertunjukan musik yang ringan dan menyenangkan bagi para pengguna dan penggemar, dengan menampilkan musisi lokal berbakat. Acara ini juga diharapkan dapat menantang para penyanyi untuk beradaptasi dan berimprovisasi dalam membawakan dan menyajikan lagu-lagunya di studio secara live.
“Resso secara aktif terus melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung para artis lokal. Resso Studio Live menawarkan suasana yang berbeda dan menyenangkan bagi para penggemar di mana para artis yang terlibat akan membawakan versi baru dari lagu mereka sendiri, yang hanya dapat dilihat dan didengar secara eksklusif di akun media sosial Resso,” jelas Matthew Tanaya, Artist Promotion Lead Resso Indonesia, yang menjadi pembawa acara konser tersebut.
Lima artis yang tampil adalah Arvian Dwi (“Beta Janji Beta Jaga”), Elsa Japasal dan Ade Govinda (“Tanpa Batas Waktu”), Hana Wilianto (“Not Worth The Pain”), IDGITAF (“Terpikat Senyummu”) dan Rifqi FTR (“Manis Tapi Bukan Gula”). Semua artis yang ditampilkan pernah bekerja sama dengan Resso dalam Exclusive Content Projects yang dirilis pada tahun 2021.
Ketika ditanyakan tentang persiapan para artis untuk konser, Arvian Dwi mengatakan, “Practice makes perfect – jadi, latihan merupakan suatu keharusan sebelum tampil, untuk meningkatkan kepercayaan diri dan memaksimalkan potensi.” Bagi Rifqi FTR, “Latihan dan istirahat yang cukup, plus menentukan aransemen lagu yang tepat untuk live itu penting karena akan one take only.” Para artis juga merasa bahwa, tampil secara live akan memberikan nuansa yang berbeda pada lagu mereka, seperti Hana Wilianto yang mengatakan, “Lagu yang akan saya bawakan hanya akan diiringi oleh alunan gitar, yang membuat feel-nya terasa intim dan lebih relevan.”
Brigita Meliala yang akrab dikenal dengan IDGITAF, mengungkapkan apresiasi dan antusiasmenya, “Resso Studio Live sangat istimewa karena bisa memberikan panggung buat musisi berbakat yang memulai karirnya dari TikTok.” Sentimen yang sama juga diungkapkan oleh Elsa Japasal yang sangat menantikan event ini dan bertemu dengan para kreator lain.

Resso Gelar Coaching Clinic, Berbagi Cara Remix Lagu bersama Soundwave

GayaKeren.id – Sebagai bagian dari komitmen untuk terus mendukung musisi muda independen berbakat, Resso kembali menyelenggarakan Coaching Clinic kemarin, Kamis (28/10) yang selain membahas, juga mendemonstrasikan cara meremix lagu oleh Soundwave. Coaching Clinic ke-tiga di tahun ini diikuti oleh para peserta muda yang memiliki minat dan antusiasme terhadap musik dan pengetahuan seputar meremix lagu.

Di era digital saat ini, berkarya di jalur musik bisa dilakukan dengan lebih mudah karena dukungan teknologi yang canggih dan mudah diakses. Selain untuk menciptakan dan merekam lagu, teknologi digital juga banyak dimanfaatkan untuk me-remix lagu. Namun penggunaan teknologi harus tetap didasari oleh kreativitas, ketrampilan dan keunikan musisinya. Resso menghadirkan Soundwave, duo beranggotakan Jevin Julian dan Rinni Wulandari, yang berkiprah di jalur musik dengan kekuatan mereka dalam meremix lagu-lagu lawas dan legendaris.
Meremix lagu sendiri sebenarnya merupakan tren yang sudah lama dilakukan oleh banyak musisi. Lagu remix dihasilkan dari sebuah lagu yang diubah, baik dengan menambahkan atau memasukkan unsur bunyi dan ritme tertentu, menghilangkan dan mengubah bagian lagu, maupun mempercepat atau memperlambat tempo lagu aslinya. Tidak sedikit lagu lama yang seakan mendapatkan ‘nafas’ baru setelah diremix.
Menurut Soundwave, ada empat prinsip dasar dalam melakukan remixing lagu. “Kita harus mengenal lagu yang akan diremix, mengetahui cerita di belakang lagu tersebut, perasaan yang ditimbulkan oleh lagu itu, dan detil dari lagunya seperti tempo, kunci nada, serta jenis suara penyanyinya,” ujar Jevin Julian, produser, komposer dan arranger Soundwave yang mengusung aliran musik elektronik.
Perkembangan teknologi juga semakin memudahkan proses melakukan remixing lagu, cukup menggunakan komputer atau laptop, yang dilengkapi dengan digital audio workstation, headphone dan speaker yang berkualitas, serta sound card atau audio interface. Soundwave juga memberikan beberapa contoh teknik dalam melakukan remixing seperti bootleg/chops, original remix, acapella, recreating the sound, re-recording the vocal dan find the right key. Sebagai penyanyi dengan vokal yang sangat kuat serta range suara yang lebar, Rinni Wulandari menjelaskan, “Penting untuk memiliki karakteristik vokal yang unik, yang membedakan dengan penyanyi lainnya dan menjadi ciri utama seorang penyanyi.”
“Resso memang berkomitmen untuk membekali para musisi muda independen berbakat dengan pengetahuan praktis dan tips dari narasumber yang kompeten dan berpengalaman,” ujar Diza Anindita, Head of Marketing Resso Indonesia. “Resso memilih Soundwave untuk berbagi ilmu dan pengalaman melalui Coaching Clinic virtual yang interaktif ini, untuk menginspirasi anak-anak muda melalui kiat-kiat dan demo langsung cara meremix lagu. Semoga apa yang kami lakukan dapat mendorong para musisi muda agar terus terpacu untuk menghasilkan karya-karya musik remix.”
Aplikasi Resso menghadirkan berbagai genre musik, termasuk musik elektronik dan remix, serta memiliki playlist dengan ratusan pilihan lagu bagi para penggunanya.
Soundwave, terbentuk pada akhir tahun 2015 setelah Jevin dan Rinni dipertemukan dalam sebuah kompetisi musik televisi, pertama kali melahirkan single remix lagu ‘Salah’ milik Potret di awal tahun 2016. Mereka telah mendaur ulang beberapa hits 90-an seperti ‘Terserah Boy’ (Atiek CB), ‘Inikah Cinta’ (M.E), ‘Kamulah Satu-satunya’ (Dewa 19), dan ‘Gadis Genit’ (Vidi Aldiano). Selain itu, mereka juga telah menghasilkan beberapa lagu sendiri diantaranya, ‘Kisah Kita’, ‘Satu’, ‘Peace’ dan ‘Liberty’. Jevin, yang juga co-founder komunitas Indobeatbox, serta Rinni, jebolan Indonesian Idol 2007 yang kerap membawakan musik pop dan R&B, kini juga menggawangi acara ‘Pimp Your Track’ di kanal YouTube. Acara tersebut memberikan kesempatan bagi musisi remix untuk berkolaborasi dengan Soundwave.