“Year on TikTok”: Merayakan Video Favorit di Indonesia dan Melihat Tren Masa Depan

GayaKeren.idTikTok, aplikasi video singkat dengan misi untuk membawa kebahagiaan, hari ini mengumumkan “Year on TikTok”, sebuah koleksi video, musik, kreator, yang membawa senyuman dan memberikan inspirasi bagi kreativitas di komunitas TikTok sepanjang tahun 2020.

Tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan terutama saat dunia menghadapi pandemi global, yang membawa pada pembatasan sosial serta rasa kehilangan, sarat dengan perjuangan masyarakat, dan ketidakpastian ekonomi. Namun, di tengah perubahan ini, ada satu hal yang tetap sama: hati, jiwa, kepedulian, dan kreativitas komunitas TikTok.

“Tujuan TikTok selama ini adalah menyatukan orang-orang untuk saling menginspirasi dan berbagi momen kebahagiaan. Sepanjang tahun ini, kami menyaksikan banyak momen seperti itu dan menemukan rasa kebersamaan meskipun banyak dari kita yang menghabiskan tahun ini dengan saling berjarak. Kami sangat bangga menjadi bagian dari komunitas ini dan berterima kasih pada kreator Indonesia yang memilih TikTok sebagai rumah untuk kreativitas mereka,” kata Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations,TikTok Indonesia. “Dengan meluncurkan “Year on TikTok” ini kami berharap pengguna dapat melihat secercah kebahagiaan di tahun ini dan menatap masa depan dengan optimis.”

“Year on TikTok” bukan hanya untuk merayakan kreativitas tahun ini, tapi juga sebagai momentum untuk melihat ke tren masa depan, baik itu untuk brand, industri hiburan, atau bahkan pendidikan, dan melihat bagaimana TikTok bisa memainkan peranannya.

“TikTok berbeda dengan platform lain. TikTok menonjol karena ruang untuk hiburannya, dan siapa pun bisa menjadi kreator. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk mengekspresikan diri secara autentik, dan dalam hitungan detik, mereka bisa menciptakan sesuatu yang unik, yang juga relevan dengan pengguna lain. Elemen-elemen ini yang menjadikan TikTok unik, sehingga daya tarik dan engagement-nya besar,” kata Nadya Ardianti, Chief Client Officer, Kantar Indonesia. “Berdasarkan hasil interview Kantar dengan ahli di bidang media yang dirangkum di laporan “The Power of TikTok” menunjukkan bahwa TikTok bisa membantu brand untuk mencapai audience yang beragam dan tidak hanya bisa meningkatkan brand awareness, tapi juga bisa mendorong pembelian.”

Dari industri musik, TikTok dikenal sebagai batu loncatan bagi penemuan musik viral, serta destinasi bagi musisi serta kreator yang ingin menunjukkan karya musik dan terhubung dengan audiens baru. “Di tahun 2021, TikTok akan memberikan panggung yang lebih besar bagi musisi profesional dan pemula. Hal itu sudah mulai terjadi sekarang, dan dengan inklusifitas yang ada di TikTok, beragam musik baru akan bergabung di sini. Mereka bahkan mungkin bisa mendapatkan kesempatan untuk masuk ke industri musik global,” kata Christian Bong, pendiri komunitas musik Indomusikgram.

 

TikTok Dukung Revolusi Industri Fesyen di Platform Digital

GayaKeren.id – TikTok, platform distribusi video singkat terdepan di dunia, mengadakan diskusi bertajuk “Mendorong Revolusi Industri Fesyen di Platform Digital” bersama beberapa pemain di industri fesyen Indonesia untuk membahas bagaimana adaptasi dan perubahan yang terjadi di industri tersebut, termasuk dengan potensi pemanfaatan TikTok sebagai platform digital. Diskusi ini merupakan rangkaian dari kerjasama antara TikTok Indonesia dengan Jakarta Fashion Week untuk menghadirkan virtual fashion show festival pertama di Indonesia.

Krisis pandemi global akibat COVID-19 telah memiliki dampak yang signifikan dalam industri fesyen. Berdasarkan laporan dari Bain & Company, disebutkan bahwa kerugian bisnis fesyen diprediksi akan mencapai sebanyak 60% akibat pandemi global ini. Di Indonesia sendiri, dampak pandemi sangat terasa bagi pemain di industri fesyen, yang berimbas pada penutupan toko fisik dan pemangkasan biaya marketing. Penyelenggara acara fashion show juga harus memutar otak untuk tetap dapat menampilkan karyanya kepada para penikmat fesyen dan pemangku kepentingan lainnya.

“Di saat sebagian besar orang masih membatasi kegiatan di luar rumah, fashion brand dan desainer harus cerdas dan cepat mencari cara baru agar selalu terhubung dengan pelanggan, serta menghadirkan kreativitas baru di bidang fashion kepada para penggemar karya mereka,” kata Lenni Tedja, Direktur Jakarta Fashion Week. “Di situlah TikTok berperan sebagai platform inovatif untuk ekspresi kreatif, khususnya di dunia fashion.”

Hal yang sama diungkapkan oleh Ria Sarwono, Brand & Marketing Director, Cottonink, salah satu brand fashion lokal yang akan ikut hadir di Jakarta Fashion Week. “Platform digital sudah menjadi bagian dalam perjalanan Cottonink sejak awal. Namun dengan adanya berbagai challenge seru dan kreatif di TikTok, itu memberikan cara baru bagi Cottonink untuk menyampaikan koleksi terbaru kami.”

Di TikTok, konten fashion merupakan salah satu konten terpopuler, baik oleh pengguna di Indonesia maupun di seluruh dunia. Kreativitas pengguna TikTok menjadi satu hal yang dimanfaatkan oleh para brand fashion kelas dunia, mulai dari menyampaikan pesan brandnya, memasarkan koleksi terbaru, hingga mencari muse untuk desainnya.

“Kami melihat bagaimana industri fesyen menemukan berinteraksi dengan komunitas kreatif yang ada di TikTok selama masa pandemi, dan mendorong kreativitas pengguna untuk menghadirkan fesyen papan atas dari rumah mereka masing-masing,” kata Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia. “Peluncuran kerjasama ini merupakan cara lain bagi mitra brand kami untuk memanfaatkan pendekatan yang otentik dan didorong oleh komunitas yang ada di platform kami, untuk memamerkan seni, kreativitas, dan kepribadian mereka dalam cara unik dan khas TikTok.”

Diskusi ini merupakan bagian dari kerjasama TikTok dan Jakarta Fashion Week untuk mengadakan the 1st Virtual Fashion Show Festival di Indonesia. Penyelenggarakan Jakarta Fashion Week 2021 akan berlangsung mulai 26-29 November 2020 di akun resmi @jfwofficial di TikTok. Secara global, TikTok telah bermitra dengan berbagai brand fesyen, termasuk Puma Louis Vuitton, Saint Laurent, dan banyak brand lainnya untuk menyelenggarakan serangkaian TikTok LIVE.

Afgan dan Raisa Reuni di TikTok Live

GayaKeren.idBersamaan dengan peluncuran single baru berjudul “Tunjukkan”, Raisa dan Afgan, akan tampil secara live di acara “TikTok Live Stream with Afgan & Raisa” yang akan diselenggarakan pada tanggal 6 November 2020 pukul 17.10 WIB. Penampilan dapat disaksikan di link berikut: TikTok Trinity Optima

Ini merupakan karya duet kedua Afgan dan Raisa yang sebelumnya tampil membawakan lagu “Percayalah”. Duet kedua penyanyi ini sangat dinantikan mengingat lagu sebelumnya berhasil mendapatkan banyak penghargaan dan menjadi lagu yang sering dibawakan di pesta pernikahan. Sebelumnya, Afgan dan Raisa juga sudah memberikan cuplikan dan teaser yang menggambarkan proses rekaman mereka untuk single kedua ini. Di acara “TikTok Live with Afgan & Raisa” yang berdurasi 35 menit ini, untuk pertama kalinya, mereka akan menampilkan single “Tunjukkan” secara eksklusif di aplikasi TikTok.

“Kreativitas pengguna TikTok sangat menghibur sekaligus memicu saya pribadi untuk lebih kreatif. Raisa yang baru main TikTok pun mendapatkan sambutan hangat dengan banyak sekali pengguna yang menjawab tantangan Popcorn Duet-nya. Oleh karena itu, saya dan Raisa mempersembahkan penampilan perdana duet kami ini untuk para pengguna TikTok,” kata Afgan.

Raisa pun menyampaikan rasa senangnya atas antusiasme para pengguna TikTok. “Dari video tantangan Popcorn Duet yang beberapa hari lalu saya unggah, terlihat banyak sekali pengguna TikTok yang kreatif dan juga berbakat. Semoga melalui acara TikTok Live ini, pengguna TikTok juga akhirnya mencoba membuat tantangan duetnya sendiri dengan lagu terbaru kami.”

Penggemar Afgan dan Raisa di Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkesempatan untuk berinteraksi dengan penyanyi idola mereka dan mengajukan pertanyaan. Para Afganisme dan Your Raisa juga akan melihat serunya Afgan dan Raisa memainkan game tebak lagu yang akan memperlihatkan keakraban mereka.

“TikTok memiliki misi untuk menghadirkan kebahagiaan dan inspirasi kepada semua kalangan. Acara TikTok Live bersama Afgan dan Raisa diharapkan dapat ikut menginspirasi pengguna untuk terus berkarya, dan juga mendekatkan mereka kepada idolanya,” kata Angga Anugrah Putra, Head of Users and Content Operations, TikTok Indonesia.

Untuk menonton “TikTok Live with Afgan & Raisa”, silahkan kunjungi akun TikTok @trinityoptimap pada tanggal 6 November 2020 pukul 17.10 WIB.

TikTok Dukung Inovasi Musik Indonesia

GayaKeren.idTikTok, platform distribusi video singkat terdepan di dunia, mengadakan diskusi bertajuk “Inovasi di Industri Musik #SamaSamadariTikTok” bersama beberapa pemain di industri musik Indonesia untuk membahas potensi berinovasi di aplikasi tersebut. Diskusi yang dihadiri oleh Dipha Barus selaku DJ/Producer dan Erik Purwanto dari Sony Music Indonesia, melihat bagaimana TikTok dapat membantu mengembangkan dunia musik, termasuk di Indonesia.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh YPulse terhadap Gen Z dan millennials dari berbagai negara, terlihat bahwa lebih dari 50% responden mengetahui soal lagu baru atau yang baru mereka dengar melalui platform digital. TikTok menyaksikan hal ini dengan berbagai pencapaian yang dialami oleh para musisi di mancanegara, seperti Lil Nas X yang merajai tangga lagu setelah meluncurkan lagu “Old Town Road” di TikTok, atau lagu “I’m Just a Kid” dari Simple Plan yang mendapatkan sertifikat platinum setelah 20 tahun diluncurkan, berkat tantangan yang viral dengan lagu ini di TikTok.

“Teknologi yang dimiliki TikTok bisa memberikan audiens kepada semua pengguna, tidak terkecuali para musisi baik yang baru muncul ataupun yang sudah lama berkarir,” kata Erik Purwanto, Digital Marketing Domestic Manager, Sony Music Entertainment Indonesia. “Seperti yang dialami oleh penyanyi di bawah label kami, Terry Shahab, saat lagunya yang diluncurkan beberapa tahun lalu menjadi terkenal lagi setelah digunakan menjadi latar belakang berbagai video viral di TikTok. Hal ini tentunya menjadi suatu kesempatan baru bagi para musisi dan label untuk memperkenalkan kembali lagu-lagu yang sebelumnya tidak dikenal oleh Gen Z yang mendominasi di TikTok.”

Dipha Barus, DJ dan produser musik, melihat dari sisi lain bagaimana TikTok bisa menjadi sarana peluncuran lagu baru ataupun untuk menemukan bakat baru secara global. “TikTok menjadi jembatan bagi kami, para musisi, untuk terhubung dengan penggemar dari semua negara dan juga audiens baru. Tidak jarang, audiens baru ini juga berpotensi menjadi bakat baru di bidang musik yang bisa diajak berkolaborasi langsung di aplikasi TikTok.”

Gabungan antara algoritma, komunitas kreatif di TikTok, dan fitur lengkap yang ada di TikTok menawarkan berbagai kesempatan yang dapat mendorong inovasi di dunia musik. Mulai dari mengadakan tantangan dengan menggunakan lagu baru, memanfaatkan fitur duet untuk berkolaborasi, atau memanfaatkan fitur live streaming untuk mendapatkan dan terhubung dengan pengguna lainnya.

“Di TikTok, kami senang berkolaborasi dengan para kreator dan menginspirasi kreativitas baru di komunitas kami. Untuk itu, TikTok kerap menjadi rumah bagi para musisi dan kreator musik untuk menampilkan bakatnya, mengembangkan basis penggemarnya, dan juga menghasilkan lagu yang hits,” kata Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia. “Mulai dari membantu musisi baru untuk ditemukan oleh para label atau produser, hingga meluncurkan lagu baru secara eksklusif, TikTok telah menjadi batu loncatan bagi para musisi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.”

Diskusi ini merupakan bagian dari program #SamaSamadariTikTok yang diluncurkan bulan September lalu sebagai bentuk perayaan ulang tahun TikTok di Indonesia. Program ini diadakan untuk mengapresiasi para kreator dan konten yang muncul dari TikTok dan telah menciptakan suatu tren tersendiri di dalam kehidupan sehari-hari.

IDI & Good Doctor Edukasi 10 Juta Pemuda Indonesia Untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dan 3M

GayaKeren.id – Dalam rangka perayaan HUT Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) ke-70 dan hari Sumpah Pemuda, hari ini IDI bersama Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) meluncurkan kampanye #PesanPemudaatau Program Edukasi KeSehatAN untuk Pemuda melawan COVID-19. Kampanye ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan para generasi muda terhadap protokol kesehatan, dengan mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kebiasaan Mencuci Tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak (3M) dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye edukatif ini juga diharapkan dapat menginspirasi pemuda untuk berpartisipasi aktif serta menjadi duta dalam menerapkan PHBS dan 3M ke rekan-rekan pemuda lainnya demi menekan penyebaran COVID-19.

Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) September 2020 mengenai “Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19” menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 secara umum sudah baik1. Namun demikian, dari hasil survei tersebut, tingkat kepatuhan di kalangan anak muda rentang usia 17-30 tahun menunjukkan angka paling rendah dibandingkan dengan kelompok usia lain, terutama dalam hal mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Selain itu, kelompok usia ini juga memiliki jumlah tertinggi (dengan persentase 20,2%) sebagai kelompok yang menyatakan sangat tidak mungkin dan tidak mungkin terinfeksi/tertular COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kaum pemuda dalam menanggapi bahaya pandemi masih terbilang rendah.

Dr. Daeng M Faqih, Ketua Umum PB IDI mengatakan, “Kami melihat bahwa kami perlu merangkul para generasi muda agar mereka tidak lengah dan terus mewaspadai bahaya COVID-19. Karena itu,kami sangat menyambut baik program #PesanPemuda melawan COVID-19bersama Good Doctor untuk membangkitkan semangat juang para pemuda dalam melawan pandemi. Kami harap kampanye ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menghasilkan tindakan yang efektif dalam perang melawan COVID-19 secara keseluruhan.”

Dengan misi untuk mengedukasi lebih dari 10 juta pemuda di Indonesia, kampanye#PesanPemuda melawan COVID-19ini juga melibatkan jajaran anak muda kreatif yang memiliki semangat dalam memerangi pandemi COVID-19 di Tanah Air. Good Doctor, sebagai mitra strategis dari PB IDI telah menyiapkan edukasi PHBS berjudul #BaikBersama yang dapat dipraktikkan para pemuda dalam kehidupan sehari-hari. Adapun edukasi PHBS #BaikBersama tersebut adalah:

  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 60 detik
  • Awas, hindari kerumunan dengan menjaga jarak minimal 1 meter
  • Ingat selalu menggunakan masker ketika keluar rumah
  • Konsultasi kesehatan dengan mitra dokter tepercaya

dr. Adhiatma Gunawan, Head of Medical Management Good Doctor Technology Indonesia menjelaskan, “COVID-19 telah mendorong semua orang meningkatkan standar berperilaku bersih dan penjagaan diri dari risiko kesehatan. Perilaku ini perlu diikuti dengan kedisiplinan dan kewaspadaan tinggi, serta membaca informasi yang benar. Sebagai masyarakat muda kita harus patuh pada penggunaan masker, hand sanitizer/disinfectant, dan menjaga jarak minimal 1 meter. Ini menjadi suatu keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar saat ini. Kami mengajak semua anak muda, termasuk generasi muda praktisi kesehatan profesional untuk ambil bagian dalam kampanye ini sebagai salah satu upaya dalam perjuangan melawan pandemi.”

Dalam upaya meluaskan kampanye edukatif #PesanPemuda melawan COVID-19, PB IDI dan Good Doctor menciptakan koreografi singkat hanya 30 detik di platform TikTok bertemakan pesan edukasi PHBS dan 3M dalam kehidupan sehari-hari, gerakan berjudul #BaikBersama. PB IDI dan Good Doctor mengajak para pemuda, dokter muda dan masyarakat umum untuk mengikuti, merekam dan mengunggah danceTikTok #PesanPemuda melawan COVID-19ini demi memperluas edukasi ke seluruh penjuru Tanah Air. Periode dance TikTok #PesanPemuda resmi dimulai hari ini, 28 Oktober 2020 sampai 13 November 2020. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi akun media sosial TikTok @gooddoctor.id.

Dukung Kreativitas Masyarakat Indonesia di Era Digital, TikTok dan Telkomsel Jalin Kemitraan Strategis

GayaKeren.idTikTok dan Telkomsel, perusahaan telekomunikasi digital terdepan di  Indonesia mengumumkan kemitraan strategis. Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman mengeksplorasi dan menginspirasi melalui akses internet yang cepat serta lingkungan yang nyaman dan positif bagi generasi muda, khususnya pengguna TikTok dan 160 juta pengguna Telkomsel yang tersebar di seluruh Indonesia.

Studi YouGov menunjukkan bahwa 54% masyarakat memilih video singkat menjadi konten terbaik untuk mengekspresikan kreativitas, 40% di antaranya membutuhkan media musik yang mendukung ide kreatif tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran konten interaktif dengan kolaborasi audio dan visual menjadi format menarik untuk menyampaikan suatu gagasan konten kreatif.

Hal inilah yang melandasi kemitraan strategis TikTok dengan Telkomsel melalui sebuah misi yang sama yaitu mendukung kreativitas anak muda di era digital melalui beberapa kegiatan, antara lain:

  1. Ketersediaan kuota khusus TikTok di paket data Kuota Ketengan, UnlimitedMAX, dan Combo Sakti. Upaya ini diharapkan dapat memudahkan pengguna untuk menyampaikan ekspresi kreatif mereka melalui format video singkat di TikTok, dengan akses internet yang cepat dan terjangkau.
  2. Pelaksanaan webinar bertema literasi digital, termasuk meningkatkan pemahaman mengenai potensi kejahatan siber di era digital serta memberikan tips pada peserta untuk menjadi warga digital yang bijak. Webinar ini akan diselenggarakan pada 5 November 2020 dengan melibatkan peneliti dari Center for Digital Society (CfDS) dan pakar teknologi dan informasi, Onno W Purbo.

“Saat ini, banyak dari kita yang beralih ke teknologi untuk membantu kita menjalani kehidupan sehari-hari. Dan kami bersyukur di tengah kondisi yang menantang ini, banyak masyarakat Indonesia yang menjadikan TikTok sebagai rumah mereka untuk berkreasi, tempat untuk menjalin kebersamaan dan dimana mereka bisa menjadi diri sendiri,” kata Vanessa Brown, Director of Business Development, TikTok SEA. “Karena itulah, kami sangat menyambut baik kemitraan ini. Kami senang bisa bekerja sama dengan penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Indonesia, Telkomsel untuk menghadirkan pengalaman terbaik kepada masyarakat Indonesia dalam mengekspresikan kreativitas, serta menggunakan internet dengan lebih positif.”

Hal senada disampaikan oleh Adhi Putranto, Vice President Prepaid Consumer Telkomsel, “Literasi digital menjadi penting untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalani gaya hidup digital. Maka dari itu, Telkomsel merasa antusias dalam menjalani kemitraan dengan TikTok karena kami memiliki kesamaan visi dalam menjaga kebermanfaatan internet bagi masyarakat. Kolaborasi ini juga melanjutkan upaya sebelumnya dari Telkomsel melalui inisiatif Internet BAIK (Bertanggung Jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif) dalam memberikan keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam mengakses dunia maya.”

Adhi kemudian menambahkan, “Upaya kolaboratif ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang menjadikan kolaborasi sebagai fondasi dalam mengembangkan ekosistem digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Kami pun membuka pintu bagi para pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan lebih banyak upaya kolaboratif yang mampu memberikan kenyamanan pemanfaatan internet dan teknologi di Indonesia melalui peningkatan literasi mengenai keamanan siber bagi seluruh masyarakat secara merata.”

Selain kolaborasi dengan TikTok, perhatian Telkomsel terhadap literasi keamanan siber di tengah masyarakat juga sudah diwujudkan melalui program Internet BAIK. Internet BAIK fokus melindungi pengguna internet, khususnya anak-anak dan remaja sebagai digital native, dari dampak negatif dunia maya. Sampai saat ini, Internet BAIK telah melakukan edukasi ke puluhan kota, ratusan sekolah, puluhan ribu murid, orang tua, dan guru.

“Peningkatan literasi digital membutuhkan upaya yang berkelanjutan. Dengan bermitra bersama Telkomsel, kami yakin dapat merangkul lebih banyak masyarakat untuk ikut memberdayakan diri menjadi warga digital yang bijak dalam mengekspresikan kreativitasnya di platform digital,” kata Angga Anugrah Putra, Head of User and Content Operations, TikTok Indonesia.

Sejalan dengan Telkomsel, keamanan dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas utama TikTok. Selain membekali pengguna dengan berbagai fitur keamanan, seperti akun privat, filter komentar, Family Pairing, dan fitur pelaporan langsung, TikTok juga mengadakan berbagai kerja sama dan kegiatan untuk mengedukasi pengguna tentang keamanan digital, antara lain tentang perundungan siber dan aman berinternet.

TikTok Dukung CfDS dan Onno Center Luncurkan Whitepaper Keamanan Siber Indonesia

GayaKeren.idBertepatan dengan bulan keamanan siber dunia yang jatuh pada bulan Oktober, TikTok mendukung penyusunan whitepaper oleh Center for Digital Society (CfDS) di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Onno Center, lembaga think tank dari Indonesia untuk sektor teknologi dan komunikasi. 

Berdasarkan survei JakPat, 7 dari 10 orang mengklaim COVID-19 merupakan game changer dimana perpindahan aktivitas luring ke daring menjadi salah satu perubahan besar yang dialami. Sejalan dengan meningkatnya aktivitas di internet di masa pandemi, risiko terjadinya serangan siber juga harus tetap diwaspadai. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan selama semester 1 di tahun 2020, terdeteksi sekitar 149.783.617 serangan siber ke Indonesia dan meningkat lima kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun 2019.   

“Perpindahan aktivitas ke ranah digital yang kemungkinan besar tetap terjadi setelah pandemi berakhir ini menuntut masyarakat untuk semakin meningkatkan literasi digitalnya, terutama dalam hal keamanan,” kata Anisa Pratita Kirana Mantovani, Research Manager, CfDS. “Penyusunan whitepaper turut dilandasi oleh tujuan tersebut, untuk memberdayakan para pengguna dalam mencegah dan menghadapi serangan siber, dan bagaimana para pemangku kepentingan lainnya dapat mengambil perannya.”

Onno W. Purbo, ahli teknologi informasi yang giat menyuarakan literasi digital sekaligus pendiri Onno Center, turut mengamini rekomendasi yang diberikan di dalam whitepaper ini. “Serangan siber memiliki dampak yang sangat besar, baik untuk perusahaan maupun untuk pengguna, belum lagi jika urusan pemerintah terlibat. Di tengah pandemi yang mendorong kita untuk serba digital ini, kolaborasi antar pemangku kepentingan itu perlu terus disuarakan dan diwujudkan,” ujar Onno.

Whitepaper berjudul “Pentingnya Kemitraan untuk Memperkuat Keamanan Siber Indonesia” menyorot tren utama yang saat ini dan akan terjadi di dunia keamanan siber, serta sejumlah rekomendasi untuk memperkuat keamanan siber, antara lain:

  • Data McKinsey menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19, rata-rata orang Indonesia menggunakan perangkat selama 6 jam sehari.
  • Survei berjudul “Higher Education 4.0 dan the Readiness of Indonesia’s Future Workforce” yang dilakukan oleh CfDS pada tahun 2019 mencatat bahwa mahasiswa Indonesia mendapatkan skor rendah dalam hal memeriksa fitur dan konfigurasi keamanan di perangkat mereka secara reguler.
  • Rekomendasi yang diberikan, yaitu:
    • Pemerintah melanjutkan kepemimpinan di dalam transformasi digital, menciptakan regulasi yang sejalan dengan industri;
    • Pentingnya transparansi di tingkat perusahaan tentang kebijakan dan praktik keamanan siber, agar dapat memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan;
    • Peningkatan sumber daya melalui riset dan pengembangan, serta mempercepat literasi digital untuk memberdayakan pengguna dalam hal keamanan digital;
    • Kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk bersama-sama melindungi dunia siber.

Dukungan TikTok terhadap penyusunan whitepaper ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus membangun lingkungan yang aman dan nyaman kepada pengguna. “Kita ada di posisi terkuat saat bekerja bersama. Kami berkomitmen untuk membangun lingkungan yang nyaman kepada para pengguna, selagi melindungi keamanan platform kami dari tantangan industri. Kami ingin pengguna mendapatkan pengalaman internet yang terbaik, yang berarti bisa berkreasi dengan aman. Karena itulah, keamanan pengguna menjadi prioritas kami,” kata Arjun Narayan, Director of Trust & Safety, TikTok APAC.

TikTok sekarang memasuki tahun ketiga di Indonesia dan menjadi rumah dari kreativitas bagi banyak masyarakat Indonesia. “Kami mendukung kerjasama antara CfDS dan Onno Center dan menyambut rekomendasi untuk berkolaborasi lebih jauh dengan para pemangku kepentingan. Hal ini tentunya untuk meningkatkan keamanan serta memberdayakan pengguna agar lebih aman di internet,” kata Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Kajian “Pentingnya Kemitraan Untuk Memperkuat Keamanan Siber Indonesia” dapat diakses secara resmi pada website resmi  http://cfds.fisipol.ugm.ac.id/ dan onnocenter.or.id  pada tanggal 20 Oktober 2020 bertepatan dengan peluncuran resmi dan dalam memperingati bulan keamanan siber dunia.

TikTok Menyorot Kesehatan Mental Lewat Program #MoveForMentalHealth

GayaKeren.idTikTok, platform destinasi video singkat, meluncurkan program “Move for Mental Health: Let’s Invest”, bekerjasama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH), dan United for Global Mental Health (UnitedGMH).

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di tingkat global akan perlunya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama di tengah masa pandemi COVID-19. Berlangsung mulai tanggal 7 hingga 10 Oktober 2020, pengguna akan diajak untuk membuat video tantangan dengan menggunakan tagar #MoveforMentalHealth.

Dengan banyaknya jumlah orang yang tidak memiliki akses terhadap dukungan kesehatan mental yang tepat dan sesuai, WHO, WFMH, dan UnitedGMH berkolaborasi untuk menciptakan suatu gerakan di tingkat global guna menekankan pentingnya memperhatikan kesehatan mental. Komunitas TikTok di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, diajak untuk ikut serta dalam kegiatan gerak tubuh di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, dengan mengunggah video kegiatan mereka menggerakan tubuh, misalnya berolahraga, menari, jalan keliling lingkungan rumah, atau kegiatan gerak tubuh apa pun yang membuat mereka nyaman.

“Di dunia, belum ada cukup banyak gerakan mengenai kesehatan mental. Faktanya, hampir 1 miliar orang di seluruh dunia memiliki gangguan kesehatan mental,” ujar Elisha London, CEO dan Pendiri United for Global Mental Health. “Setelah bertahun-tahun kita berdiam diri dan tidak melakukan apa pun, di Hari Kesehatan Mental Sedunia kali ini, kami bersatu untuk #MoveforMentalHealth dengan didukung oleh TikTok. Inilah saat semua orang berinvestasi dan memikirkan pentingnya kesehatan mental, dimana pun mereka berada.”

Dévora Kestel, Director of the Mental Health and Substance Use Department, WHO mengatakan: “Di WHO, kami senang melihat komitmen TikTok dalam mengangkat diskusi dan gerakan dalam kesehatan mental. Mobilisasi dalam skala global dapat membantu menghasilkan keputusan yang pada akhirnya akan menyediakan pelayanan kesehatan mental yang baik, kapanpun dan dimanapun yang kita butuhkan.”

Untuk menutup kampanye yang berakhir pada Sabtu, 10 Oktober 2020, mulai dari pukul 21.00 WIB, Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus akan bergabung bersama para pemimpin dunia, selebriti, dan ahli kesehatan mental untuk bicara mengenai apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan mental kita dan bagaimana caranya. Kegiatan ini akan dilangsungkan secara live melalui TikTok Live Streaming.

Live stream ini akan menghadirkan video pendek yang menampilkan bagaimana WHO dan para mitra telah bekerja untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat di seluruh dunia, testimonial selebriti, sesi tanya jawab, dan sejumlah penampilan dari bintang tamu, serta pernyataan komitmen dari kepala negara dan pemerintahan.

“Tahun 2020 telah banyak mengubah hidup kita, memaksa kita untuk menghadapi pembatasan dan perubahan kegiatan normal kita,” kata Arjun Narayan, TikTok Director of Trust and Safety, Asia Pacific. “Pada Hari Kesehatan Mental Dunia ini, sangat penting bagi kami meningkatkan kesadaran mengenai tantangan kesehatan mental dan menyediakan sebuah platform dimana kami dapat mendukung keamanan dan kesehatan mental pengguna kami.”

TikTok telah lama berkomitmen untuk membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental. Selain fitur seperti Screen Time Management dan Restricted Mode, pengguna diberdayakan untuk fokus terhadap keselamatan mereka di dunia digital. Selain itu, pengaturan Privasi dan Keamanan TikTok yang komprehensif memungkinkan pengguna untuk memutuskan siapa yang dapat mengikuti mereka, mengirimkan mereka pesan atau reaksi, dan mengatur akun mereka menjadi privat untuk menghindari permintaan yang tidak diinginkan.

TikTok Ajak Kreator Berbagi Konten Edukasi dalam Kompetisi #TikTokPintar

GayaKeren.idPandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang besar terutama kepada generasi muda. Dilansir dari laporan Deloitte Global Millennial Survey 2020, lebih dari 70% millenial dan Gen Z mengatakan bahwa pandemi telah menginspirasi mereka mengambil langkah positif dan memiliki tekad untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Hal ini tercermin di pesatnya konten berbasis edukasi di TikTok yang mendapatkan tontonan lebih dari 20 miliiar views untuk tagar #SamaSamaBelajar. 

“Semakin banyaknya konten edukasi di TikTok berpengaruh kepada keberagaman kreator serta konten yang ada di TikTok,” kata Angga Anugrah Putra, Head of Users and Content Operations, TikTok Indonesia. “Oleh karena itulah, kami berkomitmen untuk selalu mendukung perkembangan kualitas kreator, melalui tips dan juga kompetisi yang mendorong mereka untuk menghasikan konten yang semakin bagus dan informatif.”

Beberapa tips yang dapat diterapkan oleh kreator untuk menghasilkan konten yang lebih berkualitas di TikTok antara lain membuat video yang menonjol dengan menggunakan tampilan vertikal, caption video yang menarik dan bisa menambah konteks video, memakai efek kreatif, efek suara, serta musik yang sedang trending. TikTok juga mendorong kreator untuk bereksperimen dan pelajari video seperti apa yang mendapatkan paling banyak engagement dan buat konten serupa lebih banyak lagi, dan juga mengikuti tantangan atau tagar yang sedang ramai diikuti.

“Sebagai penggiat sobatmu.com yang menyediakan konsultasi masalah remaja, fitur TikTok sangat membantu untuk menjawab langsung pertanyaan dari kolom komentar, yang sebagian besar berasal dari anak muda yang sedang menghadapi kesulitan, baik dalam keluarga ataupun kegiatan belajar,” kata Ira Mirawati, Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Padjajaran yang aktif menjadi kreator bidang edukasi di TikTok. “Konten saya pun berkembang, bukan hanya menjawab komentar yang masuk, tetapi juga memberikan tips seputar perkuliahan, menggunakan berbagai fitur dari TikTok.”

Kompetisi #TikTokPintar yang saat ini sedang belangsung dapat menjadi ajang untuk kreator menunjukkan kreativitasnya dan meningkatkan kualitas videonya. Untuk mengikuti kompetisi ini, pengguna TikTok dapat mengunggah konten berdurasi 15-160 detik dengan tema pengetahuan umum, bahasa asing, fakta seru, motivasi, bisnis, tips dan tutorial, DIY, life hacks dan IPTEK. Pengguna disarankan menggunakan berbagai fitur kreatif dari TikTok dan menambahkan tagar #SamaSamaBelajar dan #TikTokPintar pada caption videonya. Kompetisi dimulai sejak tanggal 1 Oktober hingga 28 Oktober 2020 dengan hadiah total senilai Rp 400 juta dan hadiah menarik lainnya untuk para pemenang kompetisi.

Dukung Pendidikan di Indonesia Dengan TikTok Luncurkan #SamaSamaBelajar

GayaKeren.id – Melihat video singkat sebagai masa depan platform edukasi, TikTok, dengan konten yang mudah diterapkan dan mudah dicerna, dapat menjadi alat untuk konten edukasi yang interaktif serta menarik. TikTok, meluncurkan program #SamaSamaBelajar untuk menyediakan dukungan terhadap sektor pendidikan di Indonesia.

Program #SamaSamaBelajar bertujuan untuk memberdayakan sektor pendidikan di Indonesia dan akan menjadi gebrakan baru dalam memberikan kegiatan belajar yang berbeda. Program ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, akan berlangsung hingga tahun 2021 dan menawarkan serangkaian kegiatan untuk memperkaya pengetahuan serta menginspirasi orang lain untuk berbagi konten berbasis edukasi.

“Di tengah kekhawatiran dunia tentang COVID-19, para profesional di sektor pendidikan terpaksa mencari cara baru untuk terhubung dengan orang-orang yang bergantung pada jasa mereka. Konten edukasi yang kreatif di platform seperti TikTok dapat membantu. Melalui #SamaSamaBelajar, kami akan menyediakan dukungan terhadap pendidik, tenaga ahli profesional, dan nirlaba yang kemampuan dan keahliannya dapat membantu menyebarkan informasi edukasi dan materi yang berguna dalam format pembelajaran jarak jauh yang mudah dicerna,” kata Donny Eryastha, Head of Public Policy, TikTok Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

#SamaSamaBelajar meliputi beberapa kegiatan, antara lain:

  • Kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk mendukung program pemerintah.“Di tengah pandemik COVID-19 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut kerjasama dari semua sektor untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan untuk para guru dan pelajar di Indonesia, termasuk kerjasama #SamaSamaBelajar bersama TikTok. Kami berharap kerjasama ini dapat memberikan manfaat dan menginspirasi para guru dan pelajar selagi belajar di rumah,” kata Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia.

 

  • #BerbagiIlmu di TikTok dan dapatkan hadiah tunai senilai Rp 700 juta. Mulai tanggal 2 Mei 2020, TikTok mengajak pengguna di Indonesia untuk membuat video singkat, tidak lebih dari 15 detik, di TikTok, dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Video berbasis ilmu pengetahuan, seperti pengetahuan umum, teknologi, tips kehidupan, dan pengetahuan lainnya.
    • Gunakan tagar #samasamabelajar dan #bagiilmu di bagian caption.
    • Video paling telat diunggah pada tanggal 1 Juni 2020.
    • Untuk informasi lebih lengkap, klik di sini.

TikTok merupakan tempat tujuan untuk video mobile berdurasi singkat. Misi dengan misi untuk menginspirasi kreativitas dan membawa kebahagiaan. TikTok memiliki kantor di berbagai negara, termasuk di Los Angeles, New York, Paris, Dubai, Mumbai, Singapura, Jakarta, Seoul, dan Tokyo.