Usaha Mikro Kecil dan Menengah menanggung beban pandemi COVID-19 di Indonesia

GayaKeren.idSembilan dari sepuluh usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia mengalami penurunan permintaan produk mereka selama pandemi COVID-19, sementara lebih dari 80 persen telah mencatat keuntungan yang lebih rendah, menurut laporan baru oleh Progam Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia.

Laporan bersama diluncurkan hari ini dalam sebuah acara online yang melibatkan dialog dengan Mohammad Rudy Salahudin dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohamad Dian Revindo dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Irma Sustika dari Womenpreneur Community dan presentasi laporan oleh Ekonom UNDP Indonesia, Rima Artha Pratama.

Laporan tersebut menegaskan keganasan dan kedalaman pandemi COVID-19 bagi perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan pada tahun 2020. Laporan tersebut melibatkan 1.180 UMKM yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa. Dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2020 dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa wirausahawan perempuan – yang seringkali tidak memiliki akses pendanaan, juga mengalami kemunduran. Lebih dari 37 persen UMKM milik perempuan mengalami kerugian pendapatan – antara 40 dan 60 persen.

“Temuan ini memberi kita peluang dan petunjuk yang sangat dibutuhkan yang diperlukan untuk rencana pemulihan nasional. Pandemi ini menawarkan peluang bagi sektor UMKM untuk mengambil peran utama dalam transisi Indonesia menuju model yang lebih hijau dan lebih inklusif,” kata Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia.

“Dengan hanya sembilan tahun tersisa hingga 2030, kita sekarang menghadapi tantangan untuk membangun jalur ke depan pasca pandemi sambil mempertahankan pencapaian kita,” tambahnya. Laporan ini merupakan bagian dari dukungan UNDP Indonesia yang lebih besar kepada Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi pandemi COVID-19. UNDP adalah pemimpin teknis untuk respon sosial ekonomi PBB yang mendukung respon pemerintah terhadap pandemi COVID-19.

Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, terbesar di Asia Tenggara menurut PDB. Sektor ini mempekerjakan 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2018. Studi UMKM berfokus pada, strategi penanggulangan, serta rencana pertumbuhan di masa depan. Studi ini mengungkap temuan yang mengonfirmasi keganasan dan kedalaman pandemi COVID-19 bagi perekonomian Indonesia.

Laporan tersebut berupaya untuk memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan, terutama pembuat kebijakan, dan masyarakat umum untuk menyiapkan respons yang mendukung pemulihan UMKM dan bergerak maju serta mengantisipasi tantangan di masa depan.

 Temuan kunci lainnya dalam Laporan ini adalah:

 • Sembilan dari sepuluh UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama pandemi.

• Sebagian besar UMKM kesulitan mendistribusikan produknya karena COVID-19.

• Sekitar 44 persen UMKM yang disurvei telah bergabung dengan pasar online atau e-commerce (Tokopedia, Shopee, dll.) selama pandemi COVID-19.

• Ada lebih banyak pemilik UMKM perempuan (32% sebelum pandemi, 47 persen setelah pandemi) dibandingkan pemilik UMKM laki-laki (25 persen sebelum pandemi, 40 persen setelah pandemi) di pasar online.

• Dua pertiga UMKM mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, sementara lebih dari 80% mencatat margin keuntungan yang lebih rendah selama COVID. Lebih dari 53 persen UMKM mengalami penurunan nilai aset.

• Dalam hal dampak berdasarkan gender, lebih dari 37 persen UMKM milik perempuan mengalami penurunan pendapatan antara 40 persen dan 60 persen.

• Salah satu strategi alternatif yang diterapkan oleh UMKM untuk meminimalkan pengeluaran mereka adalah dengan mengurangi konsumsi listrik/air, sehingga menurunkan tagihan mereka.

• Lebih dari 40 persen UMKM telah menjual produknya melalui pasar online.

 

Untuk mengunduh Laporan, kunjungi www.id.undp.org

Gandeng Sektor Perhotelan, Akomodasi Dan Perdagangan, Kemendag Tingkatkan Daya Saing UMKM Di Kalimantan Timur

GayaKeren.id – Kementerian Perdagangan bersama PT AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan daya saing dan transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pemasaran produkdan pembiayaan usaha. Komitmen ini diimplementasikan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi serta Penyediaan Layanan Perbankan di wilayah Kalimantan Timur.

Penandatanganan dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Johni Martha; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur H.M. Yadi Robyan Noor; Senior Vice President Operation and Government Relations PT. AAPC Indonesia (Accor) diwakili Senior Director PT. AAPC Indonesia Helmy Kurniawan; dan Pemimpin Kantor Wilayah Banjarmasin PT BNI Mahrauza Purnaditya. Penandatanganan disaksikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra serta Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (22/12).

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman bersama yang ditandatangani antara Kementerian Perdagangan dengan PT AAPC Indonesia dan PT BNI di Semarang pada 15 Oktober 2020 lalu. Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan ini juga telah dilakukan di Yogyakarta pada 16 Oktober 2020, Jawa Timur pada 25 November 2020, dan Bali pada 26 November 2020.

“Pada kesempatan ini, kami mengajak PT AAPC Indonesia, PT BNI,dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur untuk turut mendukung sektor UMKM dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Syailendra. Menurut Syailendra, perjanjian kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Perdagangan dalam melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo yang telah mencanangkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesiapada 14 Mei 2020untuk mendorong peningkatan konsumsi produk dalam negeri, khususnya produk UMKM.

“Poin penting perjanjian kerja sama ini adalah koordinasi antar-pihak terkait, pertukaran data dan informasi serta pembinaan terhadap UMKM; kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi antara pihak, dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria dari pihak terkait; serta fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait,” jelas Syailendra.

Pada kesempatan ini, Syailendra juga menyampaikan apresiasinya kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan. “Saya sangat mengapresiasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan yang pada saat pembatasan diberlakukan, tetap mengedepankan dan mendorong UMKM untuk terus dapat berusaha dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Syailendra.

Di kesempatan terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan, Accor merasa senang dan bangga dapat berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM melalui kelanjutan kolaborasi di Kalimantan Timurini. “Beberapa UMKM dengan berbagai jenis produk telah dikurasi dan siap dimanfaatkan sebagai fasilitas di hotel-hotel Accor, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Selanjutnya, Accor siap untuk terus mendukung pelaku UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi bangsa,” ujar Garth.

Selain itu, lanjut Garth, menanggapi kebutuhan saat ini akan kebersihan dan keamanan sebagai prioritas dalam pelayanan hotel demi melindungi para tamu, karyawan, dan mitra hotel; Accor telah meluncurkan label ALL SAFE, yakni label kebersihan dan pencegahan dari Accor yang didukung kepatuhan pada peraturan dan hukum setempat. Sehingga, mereka yang berada di lingkungan hotel dapat merasa aman dan tenang.

Johni menambahkan, sebagai tindak lanjut penanda tanganan kerja sama ini, Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM menyampaikan produk UMKM kepada Accor untuk dilakukan kurasi. Nantinya, produk yang lolos akan mendapatkan kontrak kerja sama jual beli. “Untuk produk yang belum lolos kurasi akan diberikan pembinaan kembali agar dapat menyesuaikan dengan standar dan harga yang ditentukan pihak hotel,” imbuh Johni.

Sedangkan, sebagai dukungan dalam upaya mempromosikan produk UMKM, hotel secara periodik akan menyediakan ruang pamer di area yang strategis. “Dengan dilaksanakannya kerja sama ini, semoga menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lain di Indonesia dalam mendukung program Bangga Buatan Indonesia dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM.  Sedangkan untuk BNI, semogadapat memperluas pemberian bantuan permodalan UMKM di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Syailendra.

 

Tingkatkan Daya Saing dan Transformasi UMKM di Jatim, Kemendag Lanjutkan Kerja Sama dengan Perhotelan dan Perbankan

GayaKeren.id – Kementerian Perdagangan kembali menegaskan komitmennya mendukung program peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diimplementasikan Kemendag dengan terus menjalin kerja sama dengan grup perhotelan PT. AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama“Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Ida Rustini; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan; Vice President Accor Adi Satria,  dan Pimpinan PT BNI Wilayah Surabaya Muhamad Gunawan Putra.  Dilanjutkan penandatanganan kontrak penyediaan kebutuhan hotel antara Accor dengan UMKM, penyerahan secara simbolis kredit bagi UMKM sebesar Rp525.000.000 dan penyerahan bantuan alat produksi bagi UMKM.  Penandatanganan dan penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Rabu (25/11), dengan disaksikan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur  Dr.  Ardo Sahak,  SE, MM.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 15 Oktober 2020 di Semarang, yang kemudian pada saat berasamaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga telah dilakukan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.

“Kerja sama yang dijalin Kemendag dengan sektor perhotelan dan perbankan ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo. Aspek yang perlu dikedepankan yaitu ‘kolaborasi dan sinergi’, ‘kreativitas, inovasi, dan kecepatan’, serta ‘beradaptasi dengan cara baru’ sebagai kunci mutlak yang diperlukan di era digital untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya,” ujar Suhanto.

Penandatanganan perjanjian kerja sama di Provinsi Jawa Timur ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

Suhanto menjelaskan, poin penting  perjanjian kerja sama ini adalah, pertama, mencakup koordinasi antarpihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM. Kedua, kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait. Ketiga, fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

“Permasalahan yang sering dijumpai UMKM ialah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM,” ujar Suhanto.

Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan, South Korea, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan  bahwa kelanjutan kolaborasi antara Accor dan Kemendag di Surabaya merupakan bentuk komitmennya sebagai pelaku industri perhotelan yang senantiasa mendukung dan menyambut baik program pemerintah khususnya dalam sektor perdagangan.

“Kami berharap dapat berperan aktif dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan melakukan kurasi produk yang akan dimanfaatkan untuk hotel-hotel kami khususnya di Jawa Timur. Guna memprioritaskan  keamanan dan kenyamanan saat tamu berada di lingkungan hotel, ALLSAFE yaitu label kebersihan dan higienitas global Accor  diterapkan secara konsisten,” kata Garth Simmons.

Suhanto menambahkan, langkah yang telah diambil PT AAPC Indonesia dengan seluruh jaringan perhotelannya, dapat menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lainnya di seluruh Indonesia dalam mendukung program ‘Bangga Buatan Indonesia’, dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM. Demikian pula dengan Bank BNI yang dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia.

Bantuan Kemendag

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra mengungkapkan, Kemendag menyerahkan bantuan alat potong untuk membuat sandal. Bantuan tersebut diberikan karena di antara produk-produk yang akan dipasok ke hotel jaringan Accor di Jawa Timur, terdapat satu produk, yakni sandal hotel, yang belum sesuai harganya. Pelaku UMKM terkait belum memiliki alat pemotong yang dapat membantu efisiensi biaya produksinya.

UMKM diharapkan mampu menjaga kontribusi 60 persen dari total produk domestik bruto (PDB), menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja, serta memberikan sumbangsih 14 persen terhadap total ekspor. Guna mencapai harapan tersebut, maka nilai konsumsi dalam negeri yang besar harus dimanfaatkan agar dapat berkontribusi membantu UMKM tetap bertahan, beradaptasi, dan bahkan berkembang dalam situasi kebiasaan baru.

“Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah memperbesar peluang usaha secara daring. Diharapkan UMKM mampu menangkap peluang itu sehingga dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa yang menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Syailendra.

31 Tahun, FIFGROUP Salurkan Dana Bergulir kepada 31 UMKM

GayaKeren.id – PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan dan dikenal dengan nama merek FIFGROUP diusianya yang menginjak 31 Tahun di 2020 ini, menyalurkan bantuan dana bergulir kepada 31 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Program ini ditandai dengan penyerahan langsung bantuan dana bergulir oleh Human Capital, General Service and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati didampingi Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibilty, Yulian Warman kepada Camat Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan, Mundari, bertempat di Menara FIF, Jakarta Selatan, yang kemudian diserahkan pula program serupa dengan total semuanya 31 UMKM di delapan titik di Indonesia, yaitu Jakarta, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, Solo, Bogor, Batam, Palembang, Padang, yang diserahkan serentak di masing-masing tempat yang dikomunikasikan secara virtual.

Esther Sri Harjati menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan menyalurkan bantuan kepada penerima yang dianggap layak, seperti usaha mikro dari berbagai bidang usaha di sekitar kantor pusat dan cabang, berbentuk dana tunai dalam jumlah tertentu untuk mengembangkan usaha tersebut. “Dana itu nantinya akan dikembalikan dengan cara diangsur dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” tambah Esther.

Penyaluran bantuan dana bergulir kepada 31 UMKM dengan total nominal bantuan sebesar Rp 113,5 juta ini diberikan ke 9 titik di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Solo (1 UMKM), Denpasar (1 UMKM), Palembang (1 UMKM), Banjarmasin (1 UMKM), Padang (10 UMKM), Batam (7 UMKM), Bogor (2 UMKM), Surabaya (1 UMKM) dan Kelurahan Cilandak (7 UMKM). Pelaku UMKM tersebut sebagian besar berasal dari usaha bidang kuliner, kemudian disusul dengan kerajinan tangan dan di bidang jasa.

Keberlangsungan program dana bergulir dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak ketiga, yaitu Pemerintahan Daerah atau Perangkat Desa seperti Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kelurahan dan Kecamatan, terutama dalam hal pemilihan calon penerima bantuan dana bergulir serta monitoring selama pengembaliannya.

Seperti pengalaman yang dirasakan oleh Mudaiyah, pelaku UMKM dari area Kecamatan Cilandak. Ia memiliki usaha warung sembilan bahan pokok (sembako). “Saya sudah tiga kali ini ikut program dana bergulir FIF GROUP dan merasa sungguh sangat terbantu dengan adanya dana bergulir, apalagi ini kan ga ada bunganya,” ungkap Mudaiyah, ibu satu orang anak ini mengatakan bahwa ia jadi semakin semangat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha.

Sampai dengan Oktober 2020 ini, jumlah penerima bantuan dana bergulir mencapai 279 UMKM dengan total nominal nilai manfaat bantuan modal, yaitu sebesar Rp 846,5 juta dan tersebar di 22 titik seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jakarta dan cabang FIFGROUP. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu Jakarta Barat, Cilandak, Ciganjur dan Pamulang. Untuk di cabang FIFGROUP bantuan dana bergulir ini tersebar mulai dari Cibinong, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pangkal Pinang, Padang, Batam, Lubuk Pakam, Palembang, Bandar Jaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar dan Mataram.

Harapannya, di tahun 2020 ini, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) FIFGROUP ke-31, semoga dengan adanya program dana bergulir ini, dapat membawa manfaat bagi masa depan UMKM dan membantu menggerakkan perekonomian di masa pandemi. FIFGROUP juga senantiasa hadir untuk selalu mendukung dan memberi dampak bagi masyarakat sekitar.

 

 

PERKOSMI DUKUNG PENGEMBANGAN PEMASARAN DIGITAL UMKM INDONESIA

GayaKeren.idBekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menyelenggarakan serangkaian sesi pelatihan untuk mendukung pengembangan wirausahawan dan Industri Kosmetika Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan tema utama, “Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Pengembangan Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Wirausaha bidang Kosmetika di era Pandemi Covid-19”, kegiatan ini diadakan untuk memberikan bimbingan teknis dalam memanfaatkan berbagai peluang di pasar pada era pandemi Covid-19, khususnya melalui digital dan social-commerce.

“Industri kosmetika adalah salah satu sektor andalan industri di Indonesia dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, dimana sebagian besarnya adalah UMKM. UMKM kosmetika turut terdampak secara signifikan akan terjadinya perubahan perilaku konsumen dan melemahnya daya beli di era pandemi ini. Perubahan pola perdagangan secara daring yang bertumbuh pesat dan penyesuaian akan kebiasaan baru menjadi tantangan yang tidak mudah bagi para pelaku UMKM kosmetika.” jelas Sancoyo Antarikso, selaku Ketua Umum Perkosmi. “Oleh karena itu, pelaku UMKM kosmetika harus berinovasi untuk dapat menghadirkan produk yang relevan dan mengikuti perkembangan digital yang berkembang pesat saat ini. Melalui rangkaian sesi pelatihan yang diadakan Perkosmi, kami berharap para pelaku usaha UMKM dapat semakin piawai menggunakan digital, e-commerce maupun social commerce untuk mengembangkan bisnisnya”

 Diikuti oleh lebih dari 250 wirausahawan UMKM bidang kosmetika, sesi webinar pertama menghadirkan beberapa narasumber yakni:

  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika BPOM RI, yang memberikan pemaparan “Mendorong Percepatan Pengembangan Kosmetika Tematik Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital Marketing”
  • Fabian Prasetya Wijaya selaku Head of Digital and Media sebuah Perusahaan Industri Kosmetika yang memberikan pemaparan “Implementasi Digital Marketing untuk Sektor Kosmetika”
  • Nadia Edgina Zain selaku Facebook Partner Indonesia, yang memberikan pemaparan “Pemanfaatan Social Commerce untuk pengembangan pemasaran digital serta strategi penjualan bagi Entrepreneurship UMKM”

“Kosmetika tematik adalah kosmetika yang ikonik/ identik dengan suatu daerah, menjadi kekhasan dari kekayaan alam Indonesia sehingga sangat penting untuk dikembangkan lebih lanjut seperti rumput laut dari Mataram, bedak dingin dari Banjarmasin, dsb. BPOM telah mengadakan berbagai diskusi untuk mendorong percepatan pengembangan kosmetika tematik yang dapat memberikan kontribusi untuk penggerak perekonomian masyarakat dan nasional,” jelas Dra. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika BPOM RI. “Terkait dengan pandemi Covid-19, UMKM harus berinovasi dengan tuntutan saat ini dan memastikan bahwa konsumen dapat memahami produk yang ditawarkan melalui digital. Dengan kemajuan teknologi informasi, terdapat berbagai peluang bagus yang perlu dimanfaatkan.”

Transformasi digital terakselerasi dengan sangat cepat di era pandemi dan memberikan peluang bagi pelaku usaha. Fabian Prasetya Wijaya selaku Head of Digital and Media dari sebuah perusahaan Industri Kosmetika memaparkan dengan akselerasi digital ini juga tak luput dari pertumbuhan eCommerce yang sangat cepat. Terdapat tiga hal utama yang sangat penting dan menjadi fokus dalam pengembangan digital yakni Content and Brand Excitement, Consumer Advocacy, serta Commerce dan Digital services. Ia menekankan akan pentingnya kenyamanan, kemudahan bertransaksi serta kecepatan respon layanan bagi konsumen.

Berbagai fitur baru dalam platform digital muncul untuk lebih mendekatkan konsumen dengan pelaku usaha. Secara spesifik, Nadia Edgina Zain selaku Facebook Partner Indonesia membahas lebih dalam akan berbagai fitur baru Instagram dan memberikan pelatihan teknis akan bagaimana pelaku bisnis dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan bisnis melalui pemasaran digital dan meningkatkan penjualan. Hal ini mencakup bagaimana membuat cerita unik produk, menjalin hubungan dengan konsumen, memanfaatkan berbagai fitur dan menjangkau lebih banyak orang melalui digital untuk mengembangkan bisnis.

Webinar bimbingan teknis kedua yang akan diadakan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 akan menghadirkan narasumber Enzelin Sariah, selaku Kepala Seksi Usaha Pelaku Perdagangan melalui Sistem Elektronik, Kementerian Perdagangan RI, Fetty Kwartati, Direktur Utama PT. Sarinah (Persero) serta  Ariadi Anaya, Digital Transformation Consultant dan salah satu founder TopKarir.com. Sementara, webinar ketiga akan diadakan pada akhir bulan Oktober 2020 yang akan menghadirkan narasumber Ibu Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI beserta dengan Marketplace. Perkosmi mengundang wirausahawan dan industri UMKM bidang kosmetika untuk mengikuti sesi webinar dengan mendaftarkan diri pada link: http://bit.ly/PerkosmiDigitalMarketingSeries2.

“Kami berharap seri pelatihan yang diadakan Perkosmi ini dapat berkontribusi dalam pengembangan potensi wirausahawan dan pelaku UMKM sehingga dapat menjadi penuh inovasi dan berkembang lebih optimal dalam memanfaatkan berbagai peluang teknologi terkini,” tutup Sancoyo. 

 

PT PANEN LESTARI INDONESIA GROUP BEKERJA SAMA DENGAN BRI DAN UCOACH SIAPKAN UMKM UNTUK GO INTERNASIONAL

GayaKeren.id – PT Panen Lestari Indonesia Group, pemilik beberapa departement store, diantaranya Galeries Lafayette, SEIBU Department Store, dan Alun-alun Indonesia, selalu berkomitmen untuk selalu memberikan yang terbaik kepada para pelanggan setia, seperti kenyamanan dan pengalaman belanja serta kelengkapan produk yang tersedia. Tidak hanya itu saja, sebagai anak-anak perusahaan dibawah PT. Mitra Adi perkasa Tbk, PT Panen Lestari Indonesia Group juga selalu mendorong dan memberikan dukungan kepada industri-industri kreatif tanah air, maupun pelaku bisnis lokal untuk dapat terus melebarkan sayapnya. Dengan melihat peluang dan tantangan saat ini, BRI bersama UCoach sebagai inkubator mengajak PT Panen Lestari Indonesia Group untuk membantu dan mempersiapkan beberapa UMKM binaan BRI terpilih untuk siap bertransformasi masuk ke dalam bisnis di era digital. Program BRInkubator Go Global ini juga didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ BRIN, serta Kementerian Koperasi dan UKM.

Program BRInkubator Go Global ini memiliki beberapa tujuan,yaitu untuk dapat mempersiapkan para UMKM yang terseleksi untuk langsung mentransformasi dan mendigitalisasi bisnis mereka, membawa UMKM Indonesia untuk dapat berkompetisi dalam persaingan global, mencari bibit UMKM handal dari seluruh pelosok Indonesia yang akan dibina dan dididik secara berkala, dan diharapkan bisa menjadi penggerak dan local heroes untuk wilayahnya, dan untuk dapat memberikan jalur distribusi produk UMKM dengan pelaku bisnis ke Jalur Distribusi PT Panen Lestari Indonesia Group.

Terdapat 286 UMKM yang berhasil mendaftar, yang kemudian diseleksi menjadi 100 UMKM, dan dikurasi menjadi 25 peserta terpilih oleh tim Juri yang terdiri dari para CEO dan Business Coach. Ada pun penilaian dilihat dari sisi attitude, kematangan/kesiapan UMKM untuk dibina dan dikembangkan, serta seberapa jauh UMKM terpapar dan terbuka untuk mengadopsi teknologi dan digitalisasi. 25 peserta terpilih berasal dari seluruh daerah di Indonesia, yang terbagi atas 3 kategori usaha, yaitu: Kerajinan(Craft) sebanyak 8 UMK, Kuliner (Food & Beverage) sebanyak 11 UMKM dan Fashion sebanyak 6 UMKM. Acara pembukaan BRInkubator Go Global ini, turut dihadiri oleh Bapak Bambang Brodjonegoro, selaku  Menteri Riset dan Teknologi/BRIN dan Bapak Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM, yang menunjukkan besarnya dukungan pemerintah untuk meningkatkan UMKM diIndonesia.

“Dengan adanya program ini, kami berharap pelatihan dan pendampingan yang telah diberikan, dapat mendorong para UMKM untuk dapat beradaptasi dan memanfaatkan  teknologi untuk pengembangan bisnis mereka dan dapat berkembang untuk kedepannya. Karena kami yakin bahwa Indonesia itu memiliki banyak sekali potensi yang baik, dan seluruh group department store kami pun akan terbuka lebar untuk terus membantu dan mendorong mereka untuk membuat Indonesia lebih maju,”ujar Arnolda Ratnawati Sidarta, selaku Marketing Directordari PT Panen Lestari Indonesia Group.

 

Bantu UMKM Mode Pulihkan Usaha Lewat Lelang Karya Di Nusantara Fashion Festival 2020

GayaKeren.id – Sebagai bentuk solidaritas kolaborator Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 bagi usaha mode yang terkena dampak dari pandemi, beberapa seniman, label dan perancang busana bekerja sama dalam menciptakan karya kolaboratif limited edition. Masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan karya kolaboratif ini melalui Charity Auction yang dapat diakses melalui situs resmi www.nusantarafashionfestival.com. Proses lelang virtual ini akan dimulai pada tanggal 16 Agustus 2020 pukul 12.00 dan berlangsung sampai dengan 31 Agustus 2020 pukul 23.59 WIB.

Charity Auction ini secara khusus menghadirkan karya exclusive kolaborasi dari Sepatu Compass x Sejauh Mata Memandang, Darbotz x Bluesville, NIION x Rama Dauhan, HitHat x Stereoflow, Voyej x Dibba, Elhaus x Agugn, Didi Budiardjo x DGTMB, Aesthetic Pleasure x Olderplus, TANGAN x Abenk Alter dan Rinaldy A Yunardi x Museum of Toys featuring Putu Arya.

                                                                                                  

NUFF 2020 merupakan ekosistem digital yang berkesinambungan bagi UMKM dan pegiat mode di Indonesia. Menghadirkan rangkaian acara yang mengedukasi, kolaboratif dan menyebarkan semangat optimisme bagi UMKM mode untuk berkembang. “Sebagai bentuk upaya nyata kepedulian, kami bersama dengan seniman, brand dan perancang mode menghadirkan karya kolaborasi khusus yang kami dedikasikan bagi sesama. Melalui Charity Auction ini diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam lelang ini dan berkontribusi dalam menggerakan roda ekonomi UMKM.” Ungkap Ben Soebiakto, CEO Samara Media & Entertainment.

Sejalan dengan kegiatan Charity Auction, NUFF 2020 juga berkolaborasi dalam menjual masker karya fashion designer yang terlibat dalam Virtual Fashion Show. Masker exclusive bisa didapatkan melalui akun resmi Nusantara Fashion Festival di Tokopedia.

Seluruh profit yang didapatkan dari kegiatan Charity Auction dan penjualan masker akan disumbangkan bagi UMKM sektor mode melalui Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) yang merupakan organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok usaha kecil dan menengah. Bersama dengan DEKRANAS, dana yang terkumpul akan digunakan untuk pelatihan UMKM mode di 5 lokasi wisata unggulan Indonesia.

Nusantara Fashion Festival 2020 Gelar Panggung Mode Virtual Terbesar Pertama di Indonesia

GayaKeren.idNusantara Fashion Festival 2020 hadir sebagai bentuk inisiatif dari Kementerian BUMN melalui Bank BRI untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan industri mode tanah air. Bertepatan dengan hari raya kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun, NUFF 2020 menghadirkan Virtual Fashion Show terbesar pertama di Indonesia pada tanggal 16 dan 17 Agustus 2020. Mempersembahkan karya mode terbaik dari 75 kolaborator perancang busana, label, brand dan UMKM mode untuk 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Selain itu guna mendukung geliat UMKM sektor mode, NUFF 2020 menghadirkan virtual Charity Auction yang dapat diakses melalui situs NUFF 2020 www.nusantarafashionfestival.com dan telah dimulai 16 Agustus 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020.

NUFF 2020 merupakan peragaan mode virtual yang menampilkan ragam produk mode buatan Indonesia, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, fabrik, kerajinan tangan dan riasan. “Antusiasme dan sinergi semua pihak yang terlibat dalam NUFF 2020 merupakan bentuk semangat kemerdekaan yang dijunjung oleh pekerja seni dan mode Indonesia untuk maju. Kami harapkan Virtual Fashion Show dan Charity Auction NUFF 2020 dapat menjadi wujud perjuangan industri kreatif untuk dapat mengakselerasi UMKM di sektor mode serta mempresentasikan karya dan produk mode tanah air. Dukungan ini juga merupakan bentuk nyata upaya Bank BRI mendukung UMKM yang tengah berjuang untuk bangkit di tengah pandemi” ungkap Handayani, Direktur Konsumer Bank BRI.

Panggung mode virtual NUFF 2020 merupakan wadah kolaborasi virtual pegiat mode, musisi dan pekerja seni untuk memanifestasikan ragam kreativitas dan talenta anak bangsa. “Salah satu tantangan dalam menghadirkan panggung mode virtual adalah bagaimana menghadirkan ambience dan juga detail pengalaman menyaksikan produk mode dari layar kaca. Kami menggabungkan karya presentasi mode digital yang memperlihatkan detail dari rancangan, bahan dan identitas dari setiap karya, dipadukan dengan rangkaian acara yang ditayangkan secara live stream.” Ujar Jay Subyakto, Art Director dan Kurator NUFF 2020.

Di hari pertama, panggung mode digital ini akan mempresentasikan karya dari 59 kolaborator antara lain Aidan And Ice, Amalia Jewel, AMOTSYAMSURIMUDA, Amstamb, Atelier Pedra, BYO, Chiel Shoes, Ciel, Clarissa Kwok, Cotton Ink dan masih banyak lagi. Sementara itu untuk panggung hari kedua akan diisi dengan karya mode dan pertunjukan khusus dari Afgan, Hindia, Rossa, dan Sara Fajira untuk memeriahkan hari ulang tahun Indonesia yang ke-75. Enam belas perancang busana yang akan memperlihatkan karyanya adalah Adrian Gan, Auguste Soesastro, Bin House, Didi Budiardjo, Didiet Maulana, Eddy Betty, Edward Hutabarat, Ghea Fashion Studio, Heaven Tanudiredja, Hian Tjen, Mel Ahyar, Priyo Oktaviano, Rinaldy A. Yunardi, Sebastian Gunawan, Sejauh Mata Memandang, dan Tex Saverio.

Sebagai bentuk kepedulian NUFF 2020 bagi UMKM yang terdampak pandemi, NUFF 2020 gelar virtual Charity Auction. Menghadirkan 10 karya exclusive kolaborasi dari Sepatu Compass x Sejauh Mata Memandang, Darbotz x Bluesville, NIION x Rama Dauhan, HitHat x Stereoflow, Voyej x Dibba, Elhaus x Agugn, Didi Budiardjo x DGTMB, Aesthetic Pleasure x Olderplus, dan TANGAN x Abenk Alter dan Rinaldy A Yunardi x Museum of Toys featuring Putu Arya.

Seluruh rangkaian NUFF 2020 ini dapat disaksikan secara live stream di www.nusantarafashionfestival.com. Semua informasi lebih lanjut terkait NUFF 2020 juga bisa didapatkan di situs tersebut dan akun instagram @nuff.id. “Kami harap Virtual Fashion Show NUFF 2020 hadir sebagai tonggak semangat inovasi bagi pegiat mode di Indonesia. Serta optimasi ekosistem digital, memberikan kemudahan akses bagi UMKM mode untuk memperluas jangkauan bisnis dan mempersuasi masyarakat Indonesia untuk Bangga Buatan Indonesia.” Tutup Ben Soebiakto, CEO Samara Media & Entertainment.

“Gerakan Toko BERSAMA” Gerakan Toko BERSAMA Membantu Toko dan Warung Tradisional di Periode Persiapan New Normal

GayaKeren.id – Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada tantangan ekonomi yang sangat besar sebagai akibat dari pandemi COVID-19. Berbeda dengan krisis Asia 1998 maupun krisis keuangan 2008, pandemi Covid-19 ini memberikan guncangan (shock) mendalam bagi UMKM tidak terkecuali para pelaku usaha mikro seperti toko dan warung kelontong turut merasakan dampak terhadap penurunan omzet/pendapatan yang disebabkan oleh pembatasan aktivitas masyarakat serta perubahan perilaku konsumen terkait dengan persepsi terhadap praktik kebersihan dan higienitas tempat berbelanja.

Pemerintah sendiri telah mengumumkan lima skema untuk melindungi dan memulihkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada saat pandemi COVID-19 ini. Kelima skema oleh pemerintah tersebut mencangkup pemberian bantuan sosial (bansos) untuk UMKM kategori miskin dan rentan terdampak COVID-19, insentif pajak, restrukturisasi dan relaksasi kredit, perluasan modal kerja baru, sampai  dengan pemerintah melalui kementerian/lembaga, BUMN, dan pemerintah daerah bertindak sebagai penyangga dalam Ekosistem UMKM.

Selain skema-skema tersebut, dalam rangka percepatan pemulihan usaha UMKM khususnya sektor ritel tradisional, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop dan UKM) Republik Indonesia berkolaborasi dengan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UKM Center FEB-UI), Coca-Cola (PT Coca-Cola Indonesia dan Coca-Cola Amatil Indonesia), dan QASA pada hari ini (29/6) mengumumkan dimulainya inisiatif “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)”.

“Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)” merupakan upaya membantu toko dan warung tradisional agar dapat bertahan di saat krisis dan terus berkembang setelahnya. Gerakan Toko BERSAMA akan menjadi konsorsium sosial dari perusahaan-perusahaan swasta yang dikelola secara independen yang saat ini sedang diupayakan/ dibentuk bersama QASA sebagai bentuk partisipasi dan kolaborasi stakeholders dalam percepatan perlindungan dan pemulihan usaha UMKM terdampak COVID–19.

Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Call Center Kemenkop UKM terdapat 236.980 UMKM terdampak, permasalahan utama yang dihadapi adalah penjualan/permintaan menurun, permodalan dan distribusi terhambat, dan sulitnya bahan baku, dimana pedagang eceran merupakan sektor terdampak terbesar kedua sebesar 25,33%.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengungkapkan “Kami memberikan apresiasi kepada Coca-Cola, UKM Center FEB UI, dan QASA atas inisiasi “Gerakan Toko BERSAMA (BERsih, SehAt, MAju)” sebagai salah satu solusi untuk selain bertahan di saat krisis, juga meningkatkan penghasilan dan kapasitas usaha dari pemilik toko/warung tradisional untuk bersiap memasuki kenormalan baru (new normal) diawali dengan menerapkan SOP yang bersih, sehat dan aman.”

Untuk mendukung dan memfasilitasi ‘Gerakan Toko BERSAMA’, Ketua UKM Center FEB UI, T.M. Zakir Sjakur Machmud, Ph.D menjelaskan, “Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bukti nyata sinergi antara dunia usaha, pemerintah dan universitas dalam rangka memberdayakan UMKM, khususnya peritel tradisional. Seperti diketahui, sektor ritel merupakan salah satu kontributor penting terhadap pembentukan PDB nasional dan yang menyerap banyak tenaga kerja cukup banyak. Oleh karena itu, sesuai dengan kapasitas kami, kami siap membantu mensukseskan gerakan ini demi terwujudnya Indonesia yg lebih baik.”

Managing Director QASA, Joko Wiyono, mengatakan “Kami melihat perlunya kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak untuk mengembangkan inisiatif ini menjadi lebih besar sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan toko dan warung kelontong yang merupakan salah satu sektor pendukung perekonomian nasional. Bersama dengan mitra kolaborasi kami akan membentuk peta jalan untuk pengembangan konsorsium sosial gerakan ini, yang pada tahap awal akan menjangkau lebih dari 500.000 toko tradisional di Indonesia terkait persiapan menghadapi periode kehidupan normal baru (new normal).”

Dengan Coca-Cola menjadi bagian dari konsorsium sosial dari ‘Gerakan Toko BERSAMA’, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menyampaikan, “Di masa krisis pandemi yang penuh tantangan ini, Coca-Cola sebagai bagian dari masyarakat ingin turut mengambil bagian melalui Gerakan Toko BERSAMA yang sejalan dengan kepedulian kami terhadap dampak yang terjadi kepada masyarakat khususnya terhadap usaha ritel tradisional yang merasakan dampak cukup besar agar mereka dapat bangkit kembali, membangun usaha mereka.”

Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia sebagai produsen dan distributor resmi produk-produk bermerek dagang Coca-Cola di Indonesia juga menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian dari Gerakan Toko BERSAMA ini, “Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan dukungan kami kepada pemerintah dan mitra usaha kami agar dapat terus menggerakkan roda perekonomian, khususnya pada sektor mikro yang sangat terdampak oleh COVID-19. Dengan pemahaman dan kesadaran terhadap protokol kesehatan yang benar, kami berharap dapat memutus rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia, sehingga pandemi ini segera berakhir dan perekonomian kembali pulih. Sebagai wujud apresiasi kami kepada mitra usaha kami, kami berkomitmen untuk selalu mendukung mitra kami; beberapa waktu lalu kami pun telah memberikan fasilitas pengaman berupa tirai plastik untuk kasir kepada 50 ribu toko dan warung kelontong, saat ini kami pun sedang menyiapkan inisiatif lainnya.”

Sebagai langkah awal, “Gerakan Toko BERSAMA” akan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada pemilik toko mengenai standar operasional toko yang bersih, sehat dan aman dalam rangka persiapan kehidupan normal baru (new normal) melalui distribusi e-book, video yang bisa disebarkan secara gratis dan diakses di laman www.gerakantokobersama.com. Tujuan tahap awal ini adalah untuk memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja di toko dan warung kelontong sekaligus membantu upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Pada tahap berikutnya, ‘Gerakan Toko BERSAMA’ akan dilanjutkan dengan implementasi dan aktivasi standar operasional di toko tradisional dan kolaboratif program lainnya dalam mempercepat reaktivasi dan pemulihan UMKM.

Evermos : Produk Lokal Menjadi Kunci Bangkitnya Ekonomi Indonesia

GayaKeren.id – Mewabahnya virus Covid-19 tidak hanya berdampak pada sisi kesehatan manusia, tapi juga berdampak langsung pada roda perekonomian. Diberlakukannya larangan berpergian dan berkumpul selama empat bulan terakhir, untuk memutuskan rantai penyebaran virus corona, nyaris melumpuhkan perekonomian di Indonesia. Ini dapat terlihat dari banyaknya usaha yang terpaksa tutup dan memberhentikan karyawannya.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) mencatat, dunia usaha yang terdampak signifikan adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 64,2 juta unit. Mereka terancam tutup usaha karena pendapatan terus menurun jika tidak segera beradaptasi terhadap situasi new normal ini.

Banyak upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk membantu agar para UMKM ini tetap bisa bertahan. Salah satunya adalah berkolaborasi dengan memperluas promosi produk seperti yang saat ini dilakukan oleh Evermos melalui program Harus Peduli Produk Lokal. Tercatat lebih dari 1400 UMKM telah mendukung program ini. Angka total tersebut adalah adalah gabungan UMKM dari Evermos, ABDSI (Asosiasi Business Development Services Indonesia), Japnas (Jaringan Pengusaha Nasional), Bisnishack dan UMKM yang mendaftar melalui situs www.haruspeduli.com/produklokal/.

“Dengan membantu UMKM, maka ekonomi rakyat akan bergeliat,” Ujar Pak Iwan, Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) Jawa Barat. Ini sesuai dengan misi yang dewimiliki oleh Evermos. Sejak awal didirikan, Evermos telah berkomitmen untuk mendukung UMKM menumbuhkan dan meningkatkan skala bisnisnya. Social commerce ini telah membantu UMKM membukukan omset sebanyak Rp 11,1 Milyar sampai Mei 2020 dari berbagai jenis produk yang tersedia di aplikasinya melalui jaringan puluhan ribu reseller yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Diharapkan, UMKM yang telah bergabung di gerakan Harus Peduli Produk Lokal ini akan merasakan hal yang sama dengan Bu Atika. Digitalisasi di Evermos, akan membantu para UMKM untuk lebih produktif lagi. “Di Evermos, para pelaku UMKM hanya perlu memikirkan bagaimana mengembangkan produk dan melakukan produksi. Saluran penjualan dan marketingnya didukung penuh oleh Evermos. Insya Allah dengan semakin banyaknya UMKM yang bergabung, diproyeksikan sampai akhir 2020 Evermos dapat support penjualan Rp 50-100 Milyar untuk mitra UMKM tersebut” kata Ghufron Mustaqim, Co-founder Evermos.

Pak Cahyadi Joko Sukmono selaku Ketua Umum Asosiasi BDS Indonesia (ABDSI) menambahkan, “Dengan UMKM yang kuat, akan membuat bangsa semakin berdaulat”. Inilah momentumnya produk lokal bangkit, untuk membangun ekonomi Indonesia yang lebih baik.