Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai, Dorong UMKM Fashion Sumatera Utara di Masa Pandemi

GayaKeren.id – Kain tradisional merupakan potensi yang dimiliki semua daerah di Indonesia untuk dikembangkan oleh Usaha Mikro, Keci, dan Menengah (UMKM) sektor fashion. Namun, penggunaan kain tradisional menjadi busana siap pakai yang mengikuti perkembangan tren fesyen terkendala oleh kelangkaan SDM berkemampuan mendesain dan produksi busana di berbagai daerah.

Dengan keterbatasan SDM di daerah mengakibatkan beralihnya para konsumen fashion di daerah untuk membuat atau membeli busana ke desainer, tailor, ataupun retail di kota-kota besar, terutama di ibukota Jakarta. Dampaknya, industri fashion di daerah terkendala untuk berkembang bahkan di masa pandemi.

Mempertimbangkan hal tersebut, dalam rangka mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dicanangkan oleh Pemerintah, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan Program Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai untuk peserta UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia Sumut dari beberapa daerah di Sumut.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Soekowardojo menjelaskan bahwa Program Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai ini merupakan wujud untuk menggali potensi dan mendorong pengembangan khususnya sektor fesyen di wilayah Sumut. Kegiatan ini diharapkan dapat menetaskan desainer dan penjahit profesional yang mampu memanfaatkan kain tradisional dalam menghasilkan produk fashion yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. Diharapkan pula program ini dapat meningkatkan motivasi bagi UMKM khususnya di sektor fashion untuk terus tumbuh dan berkembang.

Program Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai ini diselenggarakan tanggal 23 Februari sampai 10 Maret 2021 bertempat di SMKN 8 Medan dengan menggandeng desainer nasional, Wignyo Rahardi sebagai mentor. Program inkubasi ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari UMKM pengrajin tenun dan batik serta penjahit yang berasal dari Kabupaten/Kota di Sumut. Peserta inkubasi ini mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi dua kelas, yakni desain mode dan menjahit. Selain itu, mereka dibekali pengetahuan tentang perkembangan industri fashion.

Peserta pelatihan ini diarahkan untuk membuat rancangan busana dengan menggunakan kain tradisional asal Sumut yaitu Ulos atau Tenun Tapanuli. Dari hasil kolaborasi seluruh peserta inkubasi ini telah tercipta 20 busana kontemporer yang menggabungkan unsur etnik dan modern. Koleksi karya peserta tersebut berkesempatan ditampilkan dalam Fashion Show Hasil Program Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai di Aula SMKN 8 Medan pada pertengahan Maret lalu.

“Program Inkubasi Desain Mode dan Produksi Baju Siap Pakai adalah salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan SDM berkemampuan mendesain dan produksi busana, baik custom maupun busana siap pakai, di daerah/kota kecil. Dengan kemampuan desain dan produksi yang lebih baik berpeluang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat setempat khususnya yang biasa membuat busana di luar daerahnya. Namun, tak cukup hanya mendesain saja tapi produksnya juga harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar,” papar Designer Wignyo.

Evermos Bagi Bagi Hadiah Jalan Jalan ke Turki!

GayaKeren.id – Start up platform social commerce berbentuk aplikasi berbasis syariah, Evermos, sejak awal berdiri akhir tahun 2018 terus menerus membangun misinya dalam memberdayakan ekonomi umat. Langkah konkrit yang dijalankan adalah dengan mengajak berbagai kalangan untuk bergabung menjadi reseller yang bisa langsung menjual beragam produk tanpa harus menyimpan stok, melakukan pengemasan produk dan juga pengiriman ke ekspedisi karena semuanya sudah difasilitasi oleh Evermos. “Intinya tinggal fokus praktek dan istiqomah semangat berikhtiar dan berdoa. Insya Allah usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.” kata Ellyana Anggraeta, salah satu reseller pemenang hadiah logam mulia asal Pamulang, Tangerang Selatan. Elly baru bergabung jadi reseller Evermos akhir Oktober 2020.

Sebagai wujud apresiasi atas prestasi para reseller yang telah berikhtiar dengan optimal selama tahun 2020, Evermos mengundang para reseller hadir di acara Silaturahim Evermos sekaligus penyerahan hadiah atas program promo yang berlangsung di Hotel Ibis Style Bekasi pada hari Selasa, 23 Maret 2021. Dihadiri oleh puluhan reseller dan juga jajaran manajemen Evermos, acara pembagian hadiah tersebut berlangsung dengan semarak. Hadiah utama berupa Liburan ke Turki, sepeda motor dan juga logam mulia senilai total ratusan juta rupiah diberikan secara simbolis pada acara tersebut.

Chief of Reseller Experience Evermos, Nuruddin Al Fithroh atau lebih akrab dipanggil Udin mengatakan, “Acara ini diselenggarakan untuk mempererat silaturahim antara tim Evermos dengan reseller, sekaligus pemberian hadiah secara simbolis bagi lebih dari 75 reseller dan KORI yang telah mencapai target tahunan.“ Udin juga berharap acara ini mampu memompa semangat para reseller untuk terus berbisnis dan mencapai sukses bersama Evermos. “Alhamdulilah, menjadi reseller Evermos sangat mudah mendapatkan penghasilan. Bahkan menyamai penghasilan saya berjualan di offline. Saya mantap melangkah bersama Evermos.” Kata Kustika Dewi, reseller Bekasi Selatan pemenang Jalan jalan ke Turki yang sudah 2 tahun bergabung dengan Evermos.

Keberhasilan reseller mencapai target didukung oleh fitur aplikasi Evermos yang mempermudah untuk berjualan. Ditambah lagi  ribuan produk dari ratusan brand asli Indonesia yang sebagian besar UMKM dan tersedia di Evermos sudah melalui proses kurasi untuk memenuhi sharia compliance sehingga dapat dipastikan berkualitas dan mudah untuk dipasarkan.

Sebagai platform yang menjembatani antara brand dan reseller dalam memberdayakan ekonomi umat, Evermos menyediakan ruang untuk bertumbuh bagi keduanya. Brand dan juga UMKM mendapatkan dukungan dari reseller yang menjual produk mereka, reseller mendapatkan keuntungan berupa komisi dari brand, bergabung dengan komunitas reseller dan juga penghargaan serta hadiah dari Evermos. Menutup sesi, Co-founder Evermos Ghufron Mustaqim mengatakan. “Evermos konsisten untuk memperjuangkan pemberdayaan ekonomi dengan menyediakan kesempatan bagi para individu untuk berbisnis halal tanpa modal, disaat yang sama memberdayakan ratusan UMKM agar skala bisnisnya semakin meningkat dibantu dengan Evermos.”

Dorong Roda Ekonomi dan Ekspor Indonesia, Shopee Gencarkan Pelatihan Program Ekspor untuk UMKM Binaan

GayaKeren.id – Shopee Indonesia fokus mendorong keberlangsungan UMKM di Indonesia, khususnya yang bernaung dalam program Kampus Shopee. Dalam mewujudkan hal tersebut, Shopee senantiasa mengembangkan rangkaian program inovatif, salah satunya ialah Program Ekspor Shopee sebagai bentuk komitmen dalam mendukung para pelaku UMKM binaan untuk Go-Global. Program ini diperkuat dengan hadirnya berbagai pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha lokal mengenai penerapan literasi digital, serta pemahaman akan peluang besar untuk melakukan bisnis secara online dengan dukungan dari Shopee Indonesia.

Radityo Triatmojo, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintahan Shopee Indonesia menyampaikan, “Berkomitmen untuk turut serta mendorong perputaran roda ekonomi Indonesia, Shopee senantiasa fokus untuk menghadirkan program inovatif yang tidak hanya untuk akses berbelanja online masyarakat Indonesia, tetapi juga untuk mendukung penuh keberlangsungan para pelaku UMKM binaan, salah satunya melalui program ekspor. Para UMKM binaan kami diedukasi, dilatih, dan didampingi secara bertahap untuk dapat melakukan ekspor ke luar Indonesia, khususnya ke negara-negara Shopee beroperasi. Lebih dari itu, guna menjangkau potensi UMKM secara luas, kami juga mendukung program Sekolah Ekspor untuk mewujudkan terciptanya 500.000 Eksportir hingga tahun 2030 nantinya.”

Dalam rangka mendukung ekspor Indonesia, Shopee memberikan serangkaian program yang dimulai dari awal hingga tahap lanjutan untuk Penjual Ekspor melalui Pelatihan Program Ekspor Shopee, khususnya yang dilakukan secara online. Berikut beberapa proses dan pelatihan yang Shopee bagikan kepada para Eksportir:

  1. Tahap awal pendaftaran dan pembekalan: Calon penjual harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu untuk mengaktivasi toko dan operasionalnya di Shopee, dengan pembekalan atas edukasi dan pelatihan yang diberikan secara online, sebelum dapat melakukan ekspor kemudian.

    1. Tahap awal pendaftaran penjual (UMKM) Shopee dengan seleksi berdasarkan kriteria dan ketentuan dari produk dan administrasi calon penjual di Shopee Indonesia.

    2. Edukasi dan pelatihan melalui program Kampus Shopee, untuk penjual yang telah terdaftar dan lolos seleksi atas kriteria dengan melakukan penerapan literasi digital.

    3. Penjual akan didampingi lebih lanjut untuk pelatihan program ekspor guna onboarding ekspor di aplikasi Shopee.

  2. Tahap lanjutan; onboard Program Ekspor Shopee Indonesia: Tahap lanjutan untuk dapat melakukan program ekspor Shopee secara efektif, melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan ekspor, seperti berikut:

    1. Pendaftaran lanjutan untuk Penjual yang akan melakukan Ekspor dengan pembekalan awal dari sistematika dan mekanisme proses melakukan ekspor produk toko di Shopee Indonesia.

    2. Pengaktifan toko di luar negeri yang didampingi dengan edukasi dan pelatihan ekspor saat ini ditargetkan untuk diberikan kepada 100.000 peserta pelatihan, dilakukan secara online guna secara efektif berjalan dengan segera, khususnya di situasi pandemi saat ini, melalui beberapa materi berikut:

      1. Edukasi dan pelatihan yang diberikan melalui berbagai seminar dengan Seller Education Hub (SEH) untuk meningkatkan keberlangsungan ekspor seperti, Webinar Seller Education: Deeper Info Shopee Export.

      2. Edukasi dan pelatihan terkait hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengekspor barang dengan pendekatan penerapan literasi digital untuk bagaimana mengoperasikan sistem ekspor, memelihara sistem operasional toko, proses ekspor, hingga memelihara sistem persediaan produk.

      3. Edukasi dan pelatihan terkait ketentuan dan kebijakan operasional ekspor untuk produk jual yang telah memenuhi syarat di quality control.

      4. Edukasi dan pelatihan terkait sistem pengiriman produk ke Gudang Shopee Indonesia untuk diekspor ke negara tujuan yang sesuai dengan transaksi pembeli di luar Indonesia.

Dalam terus mendukung keberlangsungan dari Program Ekspor untuk para penjual, Shopee Indonesia juga senantiasa berinovasi melalui kontribusi ke beberapa bentuk dukungan seperti:

  1. Program Sekolah Ekspor, lansiran Asosiasi pemerintahan gabungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dengan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (SMESCO). Program Sekolah Ekspor ini memiliki visi untuk menjangkau potensi UMKM yang lebih luas dengan mewujudkan 500.000 Eksportir di tahun 2030.

  2. Kerjasama dengan Bank Indonesia untuk mendukung UMKM binaannya yang akan diberikan edukasi dan pelatihan ekspor guna dapat secara efektif onboard di Shopee Indonesia.

  3. Keberlangsungan bisnis para UMKM binaan ini juga turut didukung dengan keikutsertaan dalam berbagai  kampanye-kampanye tematik Shopee, seperti salah satunya adalah kampanye Shopee 4.4 Mega Shopping Day yang sedang berlangsung saat ini dengan berbagai rangkaian penawaran terbaik untuk para pengguna.

“Harapan kedepannya melalui Pelatihan Program Ekspor ini, para pelaku UMKM binaan kami maupun publik dapat melakukan ekspor secara efektif untuk mencakup jangkauan yang lebih luas guna mendukung keberlangsungan bisnisnya bersama Shopee,” tutup Radityo.

Untuk saat ini, calon penjual ekspor dapat mendaftarkan dirinya secara langsung ke Shopee Indonesia melalui tautan ini dan/atau mengikuti proses edukasi kurikulum program Sekolah Ekspor sebelum mengikuti serangkaian program ekspor di Shopee Indonesia kemudian.

Blibli Berkolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada Mendukung Digitalisasi UMKM Indonesia melalui Kelas Kewirausahaan Sosial

GayaKeren.id – Blibli memberikan edukasi kewirausahaan dan e-commerce pada Kelas Kewirausahaan Sosial bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Program inisiatif dari Kementerian Sekretariat Negara dan diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada ini bertujuan untuk menghasilkan generasi muda yang dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pengembangan dan pemberdayaan UMKM sebagai pendorong ekonomi nasional.

Aji Hogantara, Sr. Manager Merchant Activation & Engagement Blibli sekaligus Penanggung Jawab Program Social E-Compreneur mengungkapkan, partisipasi Blibli dalam program ini sejalan dengan komitmennya sebagai e-commerce lokal yang mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia. “Kami melihat begitu besarnya kesempatan yang dapat diraih oleh pelaku UMKM ketika memanfaatkan platform online. Pandangan inilah yang mendorong kami untuk terus mendukung program Gernas BBI sejak tahun lalu,” kata Aji Hogantara.

Blibli berharap melalui Kelas Kewirausahaan Sosial UGM ini, peserta bisa lebih memahami mengenai kewirausahaan serta lanskap e-commerce, yang nantinya akan bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. “Dengan mempersiapkan generasi muda dengan sejumlah skill di Kelas Kewirausahaan Sosial UGM ini, harapannya semakin banyak sumber daya yang dapat mengakselerasi digitalisasi para pelaku UMKM di Indonesia,” tutup Aji Hogantara.

Kelas “Social E-compreneur” di program Kelas Kewirausahaan Sosial ini terdiri dari 13 sesi yang diisi oleh para tenaga ahli dari Blibli. Berlangsung mulai Februari 2021, kelas ini akan membahas berbagai topik tentang pemanfaatan ekosistem e-commerce untuk UMKM Indonesia yang disajikan dengan metode student-based learning, project based learning, dan fun learning. Beberapa topik di antaranya adalah analisa tren, manajemen produk, pemasaran media sosial dan digital, serta optimalisasi sistem e-commerce dalam pengembangan usaha.

Peserta yang terdiri dari mahasiswa di berbagai universitas dan umum ini akan mengajukan proposal proyek di akhir program, dengan memanfaatkan aplikasi ilmu yang disampaikan sepanjang sesi kelas “Social E-compreneur”. Peserta yang terpilih akan berkesempatan untuk menjadi Kakak Asuh, program kolaborasi Blibli dengan Kementerian Koperasi dan UMKM RI dan Smesco yang bertujuan membantu UMKM atau Adik Asuh untuk naik kelas melalui platform digital. Program Kakak Asuh UMKM ini sejalan dengan program Gernas BBI yang mendorong percepatan digitalisasi UMKM.

Pelibatan peserta untuk terjun langsung dalam pemberdayaan UMKM diapresiasi oleh Bayu Dardias Kurniadi, Dosen Pengampu Mata Kuliah Inovatif Kewirausahaan Sosial UGM. “Gagasan awal diadakannya Kelas Kewirausahaan Sosial ini adalah agar anak muda dapat mengidentifikasi masalah sosial yang ada di sekitarnya, dipadu dengan kemampuan kewirausahaan.  Langkah Blibli yang merangkul para peserta untuk ikut membimbing pelaku UMKM dalam melakukan digitalisasi, merupakan cara bagi para generasi muda ini untuk menjadi bagian dari solusi yang konkret,” kata Bayu Dardias Kurniadi.

Selain partisipasi dalam Kelas Kewirausahaan Sosial ini, Blibli telah meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung pemberdayaan UMKM. Mulai dari kategori khusus kurasi produk Galeri Indonesia yang saat ini mencakup lebih dari 75 ribu pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia, hingga pusat edukasi bagi seller, termasuk para pelaku UMKM, bernama Blibli University, untuk membimbing mereka memaksimalkan fitur dan layanan berjualan secara digital di Blibli.

Blibli akan terus menghadirkan inovasi dan layanan terbaik sebagai wujud nyata komitmen strategi bisnis perusahaan yaitu Customer Satisfaction First, melalui fasilitas dan pelayanan gratis ongkir, pembayaran aman, 100% produk dengan kualitas terdepan, 15 hari retur, pengiriman cepat, dan dukungan layanan 24/7 Customer Care. #KarenaKamuNo1.

“Dari Untuk Sahabat Daihatsu” Dukung UMKM Tetap Optimis

GayaKeren.id – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah salah satu pilar utama penggerak ekonomi nasional yang menyerap hingga 96% tenaga kerja. Sayangnya, UMKM juga termasuk sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Inilah yang membuat Daihatsu menginisiasi program yang bertujuan mendukung pelaku UMKM untuk tetap semangat eksis.

“Dari Untuk Sahabat: Empowering UMKM Indonesia”: program ini terselenggara atas kerjasama Daihatsu dengan UKM Indonesia (@ukmindonesiaid). UKM Indonesia merupakan platform yang menghadirkan berbagai informasi dan pengetahuan untuk pengembangan usaha, khususnya UMKM. Mulai dari info lengkap izin usaha, sertifikasi, pelatihan, seminar, coaching dan mentoring, pameran, promosi usaha hingga informasi pendanaan bagi para pelaku usaha.

Pada program “Dari Untuk Sahabat Daihatsu” ini, sahabat UMKM bisa memperkenalkan jasa dan produknya melalui video kreatif yang berkonsep story telling. Program yang bisa diikuti oleh UMKM dari berbagai jenis usaha di seluruh Indonesia ini, tidak dipungut biaya dan sangat mudah diikuti, dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Cukup mem-follow instagram resmi Daihatsu @daihatsuind, post video yang dibuat, mention dan tag akun instagram resmi Daihatsu, serta menyertakan hashtag #DariUntukSahabat #DaihatsuSahabatku.

Acara ini berlangsung sampai 24 Januari 2021, dimana di tahap penjurian nanti, akan dipilih 5 UMKM dengan video terbaik. Selain mendapatkan hadiah uang tunai, setiap pemenang juga akan menerima fasilitas seru berupa peminjaman 1 unit mobil Daihatsu GranMax selama 1 bulan secara gratis. Selain itu, sahabat UMKM juga bisa mendapatkan bonus promosi usaha gratis di akun resmi Daihatsu. Menarik, kan?

“UMKM memiliki peran besar dalam menyumbang perekonomian yang merata di seluruh Tanah Air. Di masa pandemi ini, Daihatsu ingin memberikan stimulus agar UMKM tetap optimis, melalui tantangan seru pada program Dari Untuk Sahabat: Empowering UMKM Indonesia,” ujar Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head, PT Astra Daihatsu Motor.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah menanggung beban pandemi COVID-19 di Indonesia

GayaKeren.idSembilan dari sepuluh usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia mengalami penurunan permintaan produk mereka selama pandemi COVID-19, sementara lebih dari 80 persen telah mencatat keuntungan yang lebih rendah, menurut laporan baru oleh Progam Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Development Programme (UNDP) dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia.

Laporan bersama diluncurkan hari ini dalam sebuah acara online yang melibatkan dialog dengan Mohammad Rudy Salahudin dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Mohamad Dian Revindo dari Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Irma Sustika dari Womenpreneur Community dan presentasi laporan oleh Ekonom UNDP Indonesia, Rima Artha Pratama.

Laporan tersebut menegaskan keganasan dan kedalaman pandemi COVID-19 bagi perekonomian Indonesia yang mengalami perlambatan pada tahun 2020. Laporan tersebut melibatkan 1.180 UMKM yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia, termasuk yang berada di luar pulau Jawa. Dilakukan pada bulan Juli – Agustus 2020 dengan metode wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus.

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa wirausahawan perempuan – yang seringkali tidak memiliki akses pendanaan, juga mengalami kemunduran. Lebih dari 37 persen UMKM milik perempuan mengalami kerugian pendapatan – antara 40 dan 60 persen.

“Temuan ini memberi kita peluang dan petunjuk yang sangat dibutuhkan yang diperlukan untuk rencana pemulihan nasional. Pandemi ini menawarkan peluang bagi sektor UMKM untuk mengambil peran utama dalam transisi Indonesia menuju model yang lebih hijau dan lebih inklusif,” kata Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia.

“Dengan hanya sembilan tahun tersisa hingga 2030, kita sekarang menghadapi tantangan untuk membangun jalur ke depan pasca pandemi sambil mempertahankan pencapaian kita,” tambahnya. Laporan ini merupakan bagian dari dukungan UNDP Indonesia yang lebih besar kepada Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi pandemi COVID-19. UNDP adalah pemimpin teknis untuk respon sosial ekonomi PBB yang mendukung respon pemerintah terhadap pandemi COVID-19.

Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, terbesar di Asia Tenggara menurut PDB. Sektor ini mempekerjakan 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB Indonesia pada tahun 2018. Studi UMKM berfokus pada, strategi penanggulangan, serta rencana pertumbuhan di masa depan. Studi ini mengungkap temuan yang mengonfirmasi keganasan dan kedalaman pandemi COVID-19 bagi perekonomian Indonesia.

Laporan tersebut berupaya untuk memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan, terutama pembuat kebijakan, dan masyarakat umum untuk menyiapkan respons yang mendukung pemulihan UMKM dan bergerak maju serta mengantisipasi tantangan di masa depan.

 Temuan kunci lainnya dalam Laporan ini adalah:

 • Sembilan dari sepuluh UMKM mengalami penurunan permintaan atas produk mereka selama pandemi.

• Sebagian besar UMKM kesulitan mendistribusikan produknya karena COVID-19.

• Sekitar 44 persen UMKM yang disurvei telah bergabung dengan pasar online atau e-commerce (Tokopedia, Shopee, dll.) selama pandemi COVID-19.

• Ada lebih banyak pemilik UMKM perempuan (32% sebelum pandemi, 47 persen setelah pandemi) dibandingkan pemilik UMKM laki-laki (25 persen sebelum pandemi, 40 persen setelah pandemi) di pasar online.

• Dua pertiga UMKM mengalami penurunan pendapatan selama pandemi, sementara lebih dari 80% mencatat margin keuntungan yang lebih rendah selama COVID. Lebih dari 53 persen UMKM mengalami penurunan nilai aset.

• Dalam hal dampak berdasarkan gender, lebih dari 37 persen UMKM milik perempuan mengalami penurunan pendapatan antara 40 persen dan 60 persen.

• Salah satu strategi alternatif yang diterapkan oleh UMKM untuk meminimalkan pengeluaran mereka adalah dengan mengurangi konsumsi listrik/air, sehingga menurunkan tagihan mereka.

• Lebih dari 40 persen UMKM telah menjual produknya melalui pasar online.

 

Untuk mengunduh Laporan, kunjungi www.id.undp.org

Gandeng Sektor Perhotelan, Akomodasi Dan Perdagangan, Kemendag Tingkatkan Daya Saing UMKM Di Kalimantan Timur

GayaKeren.id – Kementerian Perdagangan bersama PT AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan daya saing dan transformasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pemasaran produkdan pembiayaan usaha. Komitmen ini diimplementasikan melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi serta Penyediaan Layanan Perbankan di wilayah Kalimantan Timur.

Penandatanganan dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Johni Martha; Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur H.M. Yadi Robyan Noor; Senior Vice President Operation and Government Relations PT. AAPC Indonesia (Accor) diwakili Senior Director PT. AAPC Indonesia Helmy Kurniawan; dan Pemimpin Kantor Wilayah Banjarmasin PT BNI Mahrauza Purnaditya. Penandatanganan disaksikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra serta Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Abu Helmi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (22/12).

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman bersama yang ditandatangani antara Kementerian Perdagangan dengan PT AAPC Indonesia dan PT BNI di Semarang pada 15 Oktober 2020 lalu. Penandatangan Perjanjian Kerja Sama Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan ini juga telah dilakukan di Yogyakarta pada 16 Oktober 2020, Jawa Timur pada 25 November 2020, dan Bali pada 26 November 2020.

“Pada kesempatan ini, kami mengajak PT AAPC Indonesia, PT BNI,dan Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur untuk turut mendukung sektor UMKM dengan melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Syailendra. Menurut Syailendra, perjanjian kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Perdagangan dalam melaksanakan arahan Presiden RI Joko Widodo yang telah mencanangkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesiapada 14 Mei 2020untuk mendorong peningkatan konsumsi produk dalam negeri, khususnya produk UMKM.

“Poin penting perjanjian kerja sama ini adalah koordinasi antar-pihak terkait, pertukaran data dan informasi serta pembinaan terhadap UMKM; kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi antara pihak, dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria dari pihak terkait; serta fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait,” jelas Syailendra.

Pada kesempatan ini, Syailendra juga menyampaikan apresiasinya kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan. “Saya sangat mengapresiasi Gugus Tugas Covid-19 Kota Balikpapan yang pada saat pembatasan diberlakukan, tetap mengedepankan dan mendorong UMKM untuk terus dapat berusaha dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Syailendra.

Di kesempatan terpisah, CEO Accor Southeast Asia, Japan, South Korea Garth Simmons menyampaikan, Accor merasa senang dan bangga dapat berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM melalui kelanjutan kolaborasi di Kalimantan Timurini. “Beberapa UMKM dengan berbagai jenis produk telah dikurasi dan siap dimanfaatkan sebagai fasilitas di hotel-hotel Accor, khususnya di wilayah Kalimantan Timur. Selanjutnya, Accor siap untuk terus mendukung pelaku UMKM sebagai bagian dari penggerak ekonomi bangsa,” ujar Garth.

Selain itu, lanjut Garth, menanggapi kebutuhan saat ini akan kebersihan dan keamanan sebagai prioritas dalam pelayanan hotel demi melindungi para tamu, karyawan, dan mitra hotel; Accor telah meluncurkan label ALL SAFE, yakni label kebersihan dan pencegahan dari Accor yang didukung kepatuhan pada peraturan dan hukum setempat. Sehingga, mereka yang berada di lingkungan hotel dapat merasa aman dan tenang.

Johni menambahkan, sebagai tindak lanjut penanda tanganan kerja sama ini, Kementerian Perdagangan dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM menyampaikan produk UMKM kepada Accor untuk dilakukan kurasi. Nantinya, produk yang lolos akan mendapatkan kontrak kerja sama jual beli. “Untuk produk yang belum lolos kurasi akan diberikan pembinaan kembali agar dapat menyesuaikan dengan standar dan harga yang ditentukan pihak hotel,” imbuh Johni.

Sedangkan, sebagai dukungan dalam upaya mempromosikan produk UMKM, hotel secara periodik akan menyediakan ruang pamer di area yang strategis. “Dengan dilaksanakannya kerja sama ini, semoga menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lain di Indonesia dalam mendukung program Bangga Buatan Indonesia dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM.  Sedangkan untuk BNI, semogadapat memperluas pemberian bantuan permodalan UMKM di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Syailendra.

 

Tingkatkan Daya Saing dan Transformasi UMKM di Jatim, Kemendag Lanjutkan Kerja Sama dengan Perhotelan dan Perbankan

GayaKeren.id – Kementerian Perdagangan kembali menegaskan komitmennya mendukung program peningkatan daya saing dan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Komitmen tersebut diimplementasikan Kemendag dengan terus menjalin kerja sama dengan grup perhotelan PT. AAPC Indonesia (Accor) dan PT Bank Negara Indonesia (BNI).

Kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama“Pengembangan Pemberdayaan UMKM di Sektor Perdagangan Melalui Pemanfaatan Fasilitas Perhotelan dan Jasa Akomodasi, serta Penyediaan Layanan Perbankan. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kemendag Ida Rustini; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Drajat Irawan; Vice President Accor Adi Satria,  dan Pimpinan PT BNI Wilayah Surabaya Muhamad Gunawan Putra.  Dilanjutkan penandatanganan kontrak penyediaan kebutuhan hotel antara Accor dengan UMKM, penyerahan secara simbolis kredit bagi UMKM sebesar Rp525.000.000 dan penyerahan bantuan alat produksi bagi UMKM.  Penandatanganan dan penyerahan bantuan berlangsung di Hotel Grand Mercure Surabaya City, Rabu (25/11), dengan disaksikan Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur  Dr.  Ardo Sahak,  SE, MM.

Sebelumnya, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 15 Oktober 2020 di Semarang, yang kemudian pada saat berasamaan ditindaklanjuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penandatanganan kerja sama juga telah dilakukan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 16 Oktober 2020.

“Kerja sama yang dijalin Kemendag dengan sektor perhotelan dan perbankan ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo. Aspek yang perlu dikedepankan yaitu ‘kolaborasi dan sinergi’, ‘kreativitas, inovasi, dan kecepatan’, serta ‘beradaptasi dengan cara baru’ sebagai kunci mutlak yang diperlukan di era digital untuk menyelesaikan permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Kami berharap kerja sama ini dapat membantu meningkatkan daya saing produk dan mentransformasi UMKM dalam memasarkan produk dan pembiayaan usahanya,” ujar Suhanto.

Penandatanganan perjanjian kerja sama di Provinsi Jawa Timur ini dilakukan guna mendukung program pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui pemberdayaan UMKM di Provinsi Jawa Timur.

Suhanto menjelaskan, poin penting  perjanjian kerja sama ini adalah, pertama, mencakup koordinasi antarpihak-pihak terkait, pertukaran data dan informasi, serta pembinaan terhadap UMKM. Kedua, kontrak kerja sama pengadaan barang dan/atau jasa fasilitas perhotelan dan jasa akomodasi dengan pelaku UMKM di sektor perdagangan yang memenuhi kriteria pihak-pihak terkait. Ketiga, fasilitas pembiayaan dan legalitas usaha kepada UMKM di sektor perdagangan yang bekerja sama dengan pihak-pihak terkait.

“Permasalahan yang sering dijumpai UMKM ialah pada aspek kualitas produk, modal, desain kemasan, dan pasar. Untuk itu, pemerintah dengan dukungan pihak-pihak terkait berkomitmen membantu menyediakan dan memperluas pasar produk UMKM dengan memberikan kemudahan pembiayaan dan pemasaran bagi UMKM,” ujar Suhanto.

Chief Executive Officer, Accor Southeast Asia, Japan, South Korea, Garth Simmons di tempat terpisah menyampaikan  bahwa kelanjutan kolaborasi antara Accor dan Kemendag di Surabaya merupakan bentuk komitmennya sebagai pelaku industri perhotelan yang senantiasa mendukung dan menyambut baik program pemerintah khususnya dalam sektor perdagangan.

“Kami berharap dapat berperan aktif dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan melakukan kurasi produk yang akan dimanfaatkan untuk hotel-hotel kami khususnya di Jawa Timur. Guna memprioritaskan  keamanan dan kenyamanan saat tamu berada di lingkungan hotel, ALLSAFE yaitu label kebersihan dan higienitas global Accor  diterapkan secara konsisten,” kata Garth Simmons.

Suhanto menambahkan, langkah yang telah diambil PT AAPC Indonesia dengan seluruh jaringan perhotelannya, dapat menjadi inspirasi bagi hotel-hotel lainnya di seluruh Indonesia dalam mendukung program ‘Bangga Buatan Indonesia’, dengan membeli kebutuhan hotelnya dari para pelaku UMKM. Demikian pula dengan Bank BNI yang dapat memperluas pemberian bantuan permodalan kepada UMKM di wilayah lainnya di Indonesia.

Bantuan Kemendag

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Syailendra mengungkapkan, Kemendag menyerahkan bantuan alat potong untuk membuat sandal. Bantuan tersebut diberikan karena di antara produk-produk yang akan dipasok ke hotel jaringan Accor di Jawa Timur, terdapat satu produk, yakni sandal hotel, yang belum sesuai harganya. Pelaku UMKM terkait belum memiliki alat pemotong yang dapat membantu efisiensi biaya produksinya.

UMKM diharapkan mampu menjaga kontribusi 60 persen dari total produk domestik bruto (PDB), menyerap 96 persen tenaga kerja dari total 133 juta angkatan kerja, serta memberikan sumbangsih 14 persen terhadap total ekspor. Guna mencapai harapan tersebut, maka nilai konsumsi dalam negeri yang besar harus dimanfaatkan agar dapat berkontribusi membantu UMKM tetap bertahan, beradaptasi, dan bahkan berkembang dalam situasi kebiasaan baru.

“Pandemi Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar telah memperbesar peluang usaha secara daring. Diharapkan UMKM mampu menangkap peluang itu sehingga dapat memainkan perannya sebagai penopang perekonomian bangsa yang menggerakan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat,” pungkas Syailendra.

31 Tahun, FIFGROUP Salurkan Dana Bergulir kepada 31 UMKM

GayaKeren.id – PT Federal International Finance (FIF), anak perusahaan PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang pembiayaan dan dikenal dengan nama merek FIFGROUP diusianya yang menginjak 31 Tahun di 2020 ini, menyalurkan bantuan dana bergulir kepada 31 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Program ini ditandai dengan penyerahan langsung bantuan dana bergulir oleh Human Capital, General Service and Corporate Communication Director, Esther Sri Harjati didampingi Chief of Corporate Communication and Corporate Social Responsibilty, Yulian Warman kepada Camat Kecamatan Cilandak Jakarta Selatan, Mundari, bertempat di Menara FIF, Jakarta Selatan, yang kemudian diserahkan pula program serupa dengan total semuanya 31 UMKM di delapan titik di Indonesia, yaitu Jakarta, Banjarmasin, Denpasar, Surabaya, Solo, Bogor, Batam, Palembang, Padang, yang diserahkan serentak di masing-masing tempat yang dikomunikasikan secara virtual.

Esther Sri Harjati menjelaskan bahwa program ini merupakan kegiatan menyalurkan bantuan kepada penerima yang dianggap layak, seperti usaha mikro dari berbagai bidang usaha di sekitar kantor pusat dan cabang, berbentuk dana tunai dalam jumlah tertentu untuk mengembangkan usaha tersebut. “Dana itu nantinya akan dikembalikan dengan cara diangsur dalam jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan kedua belah pihak,” tambah Esther.

Penyaluran bantuan dana bergulir kepada 31 UMKM dengan total nominal bantuan sebesar Rp 113,5 juta ini diberikan ke 9 titik di beberapa wilayah di Indonesia yaitu Solo (1 UMKM), Denpasar (1 UMKM), Palembang (1 UMKM), Banjarmasin (1 UMKM), Padang (10 UMKM), Batam (7 UMKM), Bogor (2 UMKM), Surabaya (1 UMKM) dan Kelurahan Cilandak (7 UMKM). Pelaku UMKM tersebut sebagian besar berasal dari usaha bidang kuliner, kemudian disusul dengan kerajinan tangan dan di bidang jasa.

Keberlangsungan program dana bergulir dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak ketiga, yaitu Pemerintahan Daerah atau Perangkat Desa seperti Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), Kelurahan dan Kecamatan, terutama dalam hal pemilihan calon penerima bantuan dana bergulir serta monitoring selama pengembaliannya.

Seperti pengalaman yang dirasakan oleh Mudaiyah, pelaku UMKM dari area Kecamatan Cilandak. Ia memiliki usaha warung sembilan bahan pokok (sembako). “Saya sudah tiga kali ini ikut program dana bergulir FIF GROUP dan merasa sungguh sangat terbantu dengan adanya dana bergulir, apalagi ini kan ga ada bunganya,” ungkap Mudaiyah, ibu satu orang anak ini mengatakan bahwa ia jadi semakin semangat untuk lebih kreatif lagi dalam mengembangkan usaha.

Sampai dengan Oktober 2020 ini, jumlah penerima bantuan dana bergulir mencapai 279 UMKM dengan total nominal nilai manfaat bantuan modal, yaitu sebesar Rp 846,5 juta dan tersebar di 22 titik seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jakarta dan cabang FIFGROUP. Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, yaitu Jakarta Barat, Cilandak, Ciganjur dan Pamulang. Untuk di cabang FIFGROUP bantuan dana bergulir ini tersebar mulai dari Cibinong, Bogor, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pangkal Pinang, Padang, Batam, Lubuk Pakam, Palembang, Bandar Jaya, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, Manado, Denpasar dan Mataram.

Harapannya, di tahun 2020 ini, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) FIFGROUP ke-31, semoga dengan adanya program dana bergulir ini, dapat membawa manfaat bagi masa depan UMKM dan membantu menggerakkan perekonomian di masa pandemi. FIFGROUP juga senantiasa hadir untuk selalu mendukung dan memberi dampak bagi masyarakat sekitar.

 

 

PERKOSMI DUKUNG PENGEMBANGAN PEMASARAN DIGITAL UMKM INDONESIA

GayaKeren.idBekerjasama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) menyelenggarakan serangkaian sesi pelatihan untuk mendukung pengembangan wirausahawan dan Industri Kosmetika Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan tema utama, “Pemanfaatan Digital Marketing Dalam Pengembangan Pemasaran untuk Meningkatkan Penjualan Wirausaha bidang Kosmetika di era Pandemi Covid-19”, kegiatan ini diadakan untuk memberikan bimbingan teknis dalam memanfaatkan berbagai peluang di pasar pada era pandemi Covid-19, khususnya melalui digital dan social-commerce.

“Industri kosmetika adalah salah satu sektor andalan industri di Indonesia dan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, dimana sebagian besarnya adalah UMKM. UMKM kosmetika turut terdampak secara signifikan akan terjadinya perubahan perilaku konsumen dan melemahnya daya beli di era pandemi ini. Perubahan pola perdagangan secara daring yang bertumbuh pesat dan penyesuaian akan kebiasaan baru menjadi tantangan yang tidak mudah bagi para pelaku UMKM kosmetika.” jelas Sancoyo Antarikso, selaku Ketua Umum Perkosmi. “Oleh karena itu, pelaku UMKM kosmetika harus berinovasi untuk dapat menghadirkan produk yang relevan dan mengikuti perkembangan digital yang berkembang pesat saat ini. Melalui rangkaian sesi pelatihan yang diadakan Perkosmi, kami berharap para pelaku usaha UMKM dapat semakin piawai menggunakan digital, e-commerce maupun social commerce untuk mengembangkan bisnisnya”

 Diikuti oleh lebih dari 250 wirausahawan UMKM bidang kosmetika, sesi webinar pertama menghadirkan beberapa narasumber yakni:

  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika BPOM RI, yang memberikan pemaparan “Mendorong Percepatan Pengembangan Kosmetika Tematik Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital Marketing”
  • Fabian Prasetya Wijaya selaku Head of Digital and Media sebuah Perusahaan Industri Kosmetika yang memberikan pemaparan “Implementasi Digital Marketing untuk Sektor Kosmetika”
  • Nadia Edgina Zain selaku Facebook Partner Indonesia, yang memberikan pemaparan “Pemanfaatan Social Commerce untuk pengembangan pemasaran digital serta strategi penjualan bagi Entrepreneurship UMKM”

“Kosmetika tematik adalah kosmetika yang ikonik/ identik dengan suatu daerah, menjadi kekhasan dari kekayaan alam Indonesia sehingga sangat penting untuk dikembangkan lebih lanjut seperti rumput laut dari Mataram, bedak dingin dari Banjarmasin, dsb. BPOM telah mengadakan berbagai diskusi untuk mendorong percepatan pengembangan kosmetika tematik yang dapat memberikan kontribusi untuk penggerak perekonomian masyarakat dan nasional,” jelas Dra. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc selaku Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetika BPOM RI. “Terkait dengan pandemi Covid-19, UMKM harus berinovasi dengan tuntutan saat ini dan memastikan bahwa konsumen dapat memahami produk yang ditawarkan melalui digital. Dengan kemajuan teknologi informasi, terdapat berbagai peluang bagus yang perlu dimanfaatkan.”

Transformasi digital terakselerasi dengan sangat cepat di era pandemi dan memberikan peluang bagi pelaku usaha. Fabian Prasetya Wijaya selaku Head of Digital and Media dari sebuah perusahaan Industri Kosmetika memaparkan dengan akselerasi digital ini juga tak luput dari pertumbuhan eCommerce yang sangat cepat. Terdapat tiga hal utama yang sangat penting dan menjadi fokus dalam pengembangan digital yakni Content and Brand Excitement, Consumer Advocacy, serta Commerce dan Digital services. Ia menekankan akan pentingnya kenyamanan, kemudahan bertransaksi serta kecepatan respon layanan bagi konsumen.

Berbagai fitur baru dalam platform digital muncul untuk lebih mendekatkan konsumen dengan pelaku usaha. Secara spesifik, Nadia Edgina Zain selaku Facebook Partner Indonesia membahas lebih dalam akan berbagai fitur baru Instagram dan memberikan pelatihan teknis akan bagaimana pelaku bisnis dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mengembangkan bisnis melalui pemasaran digital dan meningkatkan penjualan. Hal ini mencakup bagaimana membuat cerita unik produk, menjalin hubungan dengan konsumen, memanfaatkan berbagai fitur dan menjangkau lebih banyak orang melalui digital untuk mengembangkan bisnis.

Webinar bimbingan teknis kedua yang akan diadakan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2020 akan menghadirkan narasumber Enzelin Sariah, selaku Kepala Seksi Usaha Pelaku Perdagangan melalui Sistem Elektronik, Kementerian Perdagangan RI, Fetty Kwartati, Direktur Utama PT. Sarinah (Persero) serta  Ariadi Anaya, Digital Transformation Consultant dan salah satu founder TopKarir.com. Sementara, webinar ketiga akan diadakan pada akhir bulan Oktober 2020 yang akan menghadirkan narasumber Ibu Gati Wibawaningsih, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian RI beserta dengan Marketplace. Perkosmi mengundang wirausahawan dan industri UMKM bidang kosmetika untuk mengikuti sesi webinar dengan mendaftarkan diri pada link: http://bit.ly/PerkosmiDigitalMarketingSeries2.

“Kami berharap seri pelatihan yang diadakan Perkosmi ini dapat berkontribusi dalam pengembangan potensi wirausahawan dan pelaku UMKM sehingga dapat menjadi penuh inovasi dan berkembang lebih optimal dalam memanfaatkan berbagai peluang teknologi terkini,” tutup Sancoyo.