AstraZeneca AZD1222 Disetujui di Uni Eropa Sebagai Vaksin Booster Dosis Ketiga untuk Melawan COVID-19

GayaKeren.id – Vaksin COVID-19 AstraZeneca, AZD1222 (ChAdOx1-S [Recombinant]), telah disetujui di Uni Eropa (UE) oleh European Medicine Agency (EMA) sebagai vaksin booster dosis ketiga untuk orang dewasa.

Persetujuan ini berdasarkan tinjauan Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP) terhadap bukti substansial yang menunjukkan peningkatan respons imun setelah booster dosis ketiga dengan AZD1222 setelah vaksin primer baik vaksin AZD1222 atau mRNA COVID-19.1-5

Meskipun lebih dari 65% populasi global telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-196, masih ada tantangan yang signifikan untuk memastikan masyarakat menerima vaksinasi primer dan booster dosis ketiga, dan para tenaga kesehatan saat ini memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam pilihan vaksin.

Mene Pangalos, Executive Vice President, BioPharmaceuticals R&D, AstraZeneca mengatakan: “Izin edar hari ini untuk vaksin COVID-19 AstraZeneca sebagai booster dosis ketiga merupakan langkah penting menuju tujuan kami dalam memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap COVID-19 untuk semua masyarakat. Memastikan durasi perlindungan kekebalan yang lebih lama merupakan hal sangat penting bagi manajemen jangka panjang COVID-19 secara global, dan booster dapat mengatasi perlindungan yang berkurang dari waktu ke waktu setelah vaksinasi primer yang dilakukan hingga saat ini.”

Ada banyak bukti yang mendukung AZD1222 sebagai booster dosis ketiga setelah vaksinasi primer yang diuji hingga saat ini termasuk AZD1222, vaksin mRNA, dan CoronaVac.1,7-12

AZD1222 sudah disetujui sebagai booster homolog (pasien yang sebelumnya diberikan vaksinasi primer AZD1222) di Inggris, dan beberapa negara di Asia dan Amerika Latin. AZD1222 juga telah disetujui sebagai booster heterolog (pasien yang sebelumnya diberikan jadwal vaksin primer baik vaksin vektor virus selain AZD1222 atau vaksin jenis inactivated vaccine atau vaksin mRNA COVID-19) di sejumlah negara non-Eropa.

AZD1222 diperkirakan telah mencegah 50 juta kasus infeksi COVID-19, lima juta rawat inap rumah sakit, dan menyelamatkan lebih dari satu juta nyawa di seluruh dunia, berdasarkan hasil model yang menilai COVID-19 di seluruh dunia.13

AZD1222 (ChAdOx1-S [Recombinant])

Vaksin AstraZeneca COVID-19 ditemukan oleh Universitas Oxford. Vaksin Ini menggunakan vektor virus simpanse yang kekurangan replikasi berdasarkan versi virus flu biasa (adenovirus) yang dilemahkan yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, protein lonjakan permukaan diproduksi, memicu sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

AZD1222 adalah vaksin ‘vektor virus’, yang berarti versi virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit digunakan sebagai bagian dari vaksin, membuat tubuh tahu bagaimana melawannya jika terkena virus yang sebenarnya nanti. Teknologi vaksin ini telah digunakan oleh para ilmuwan selama 40 tahun terakhir untuk memerangi penyakit menular lainnya seperti flu, Ebola, dan HIV.14

Vaksin ini telah diberikan izin edar bersyarat atau penggunaan darurat di lebih dari 125 negara. Vaksin Ini juga memiliki Daftar Penggunaan Darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia, yang mempercepat jalur akses di hingga 144 negara melalui Fasilitas COVAX.

Di bawah perjanjian sub-lisensi dengan AstraZeneca, vaksin diproduksi dan dipasok oleh Serum Institute India dengan nama COVISHIELD.

AstraZeneca

AstraZeneca adalah perusahaan biofarmasi global yang berbasis sains dan berfokus pada penemuan, pengembangan, dan komersialisasi obat dengan resep, terutama untuk pengobatan penyakit Onkologi dan Biofarmasi, termasuk diantaranya Kardiovaskular, Ginjal dan Metabolisme, serta Pernapasan dan Imunologi. Berbasis di Cambridge, Inggris, AstraZeneca beroperasi di lebih dari 100 negara dan obat-obatan inovatifnya telah digunakan oleh jutaan pasien di seluruh dunia. Silakan kunjungi situs resmi www.astrazeneca.com dan ikuti juga AstraZeneca di Twitter @AstraZeneca.

Bersama Yayasan Wings Peduli, Walikota Depok Resmikan Vaksin Booster Bagi Lansia di Sentra Vaksinasi RSUI

GayaKeren.id – Pemerintah Indonesia telah resmi mengumumkan vaksinasi Covid-19 dosis ke-3 (booster) secara gratis telah dimulai secara nasional. Senada dengan instruksi tersebut, pemerintah Kota Depok turut meresmikan program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia melalui Sentra Vaksinasi RSUI – Yayasan Wings Peduli. Hal ini dilakukan guna memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat Kota Depok dan sekitarnya sehingga dapat menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.

Omicron sudah mulai melantai di Indonesia, belum menari-nari. Oleh karena itu, kita harus melakukan tindakan mitigasi terhadap kasus-kasus yang terjadi dengan cepat dan tepat. Saya juga menghimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap optimis, dan berjuang sekuat tenaga,” ucap Wali Kota Depok Mohammad Idris. Untuk Kota Depok sendiri, vaksinasi dosis pertama telah mencapai lebih dari 82%, demikian juga untuk dosis kedua. Vaksinasi untuk lansia berada di angka 60% lebih dan pelajar mulai 12 tahun sekitar 81%. Dengan dijalankannya program vaksinasi booster untuk kelompok rentan dan lansia di Kota Depok melalui Sentra Vaksinasi RSUI – Yayasan Wings Peduli, tentunya angka-angka tersebut ditargetkan dapat naik secara signifikan dalam waktu dekat. “Kita berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi karena memutuskan vaksinasi booster ini diberikan secara gratis, jadi kalau ada yang minta-minta itu adalah oknum,” lanjut Mohammad Idris.

Selaku tuan rumah, Direktur Utama RSUI Dr. dr. Astuti Giantini, Sp.PK(K), MPH mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi semua stakeholder yang telah bekerjasama dengan sangat baik dalam pelaksanaan vaksinasi untuk masyarakat ini. “Kita tidak mampu melakukan hal ini sendirian, maka dari itu, kolaborasi dengan berbagai pihak pun menjadi sangat penting agar proses pelayanan vaksinasi ini dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Wings Group Indonesia, melalui Yayasan Wings Peduli, bekerja sama dengan RSUI dalam memberikan fasilitas vaksin yang aman dan nyaman bagi para nakes dan penerima vaksin. “Sudah menjadi kewajiban bagi kami pihak swasta untuk mendukung pemerintah akan percepatan herd immunity di Indonesia. Sejak Oktober 2021 kami berkolaborasi membangun Sentra Vaksinasi RSUI – Yayasan Wings Peduli yang telah memberikan vaksin covid -19 kepada lebih dari 45.000 orang, baik melalui layanan walk-in maupun drive thru. Kami juga bersama-sama mengedukasi masyarakat melalui platform digital akan pentingnya vaksinasi dan pola hidup bersih sehat,” pungkas Gabriella Da Silva, Head of Public Relations Wings Group Indonesia.

TRAKINDO SEDIAKAN 6.000 VAKSIN UNTUK PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 DI MAKASSAR DAN SORONG

GayaKeren.id – Vaksinasi merupakan upaya pemerintah menekan penyebaran virus COVID-19 yang diharapkan bisa segera mengaktifkan kembali kegiatan ekonomi yang menurun akibat pandemi COVID-19 di Indonesia. Menyadari hal tersebut, penyedia solusi alat berat Cat di Indonesia PT Trakindo Utama (Trakindo) menghadirkan Sentra Vaksinasi Trakindo yang menyediakan masing-masing tiga ribu dosis vaksin bagi masyarakat Makassar, Sulawesi Selatan, dan Sorong, Papua Barat.

Tema Mendrofa, General Manager East Indonesia Area Trakindo menjelaskan sebagai perusahaan yang lahir, tumbuh dan beroperasi di Indonesia, Trakindo selalu mendukung program pemerintah mewujudkan pemerataan distribusi vaksin ke seluruh wilayah nusantara, khususnya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. “Hadirnya program ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Trakindo untuk bersama melawan COVID-19. Kegiatan ini sendiri merupakan perwujudan dari pilar-pilar corporate citizenship perusahaan dan bagian dari dedikasi Trakindo berkarya untuk Indonesia,” tutur Tema Mendrofa.

Sentra vaksinasi Trakindo ini dilakukan di Celebes Convention Center di Kota Makassar pada 9 Desember 2021. Sementara pelaksanaan vaksinasi di Sorong dilakukan di Balai Serbaguna Batalyon Sorong pada 11 Desember 2021. Masyarakat yang ingin mengikuti program ini, cukup melakukan pendaftaran melalui situs loket.com dan melengkapi persyaratan yang diminta. Inisiatif Trakindo ini diharapkan mampu mempercepat tercapainya target sasaran program vaksinasi di dua kota tersebut, sehingga kedua kota tersebut dan seluruh Indonesia bisa segera menjalankan berbagai program pemulihan ekonomi nasional untuk meningkatkan dan mengembalikan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Ditemui saat persiapan kedua sentra vaksinasi ini (09/12) Dokter koordinator sentra vaksinasi Trakindo, dr. Maya Rianti Amalia menjelaskan sentra vaksinasi yang diadakan Trakindo ini memang bertujuan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan  vaksin. ”Ketika sudah banyak masyarakat yang divaksinasi, maka terbentuklah keadaan yang disebut dengan herd immunity atau kekebalan kelompok yang merupakan suatu kondisi ketika penduduk di suatu daerah sudah kebal terhadap virus penyebab penyakit tertentu. Pemerintah kita pun telah menetapkan target 70% masyarakat Indonesia mendapatkan vaksinasi COVID-19 untuk membentuk kekebalan kelompok tersebut. Dengan kekebalan kelompok lewat vaksinasi, penyebaran COVID-19 dapat semakin dikendalikan, dan tentu saja lebih banyak jiwa yang terselamatkan,” ungkap Dokter Maya.

Lebih jauh dr. Maya Rianti Amalia juga menjelaskan kalau vaksinasi COVID-19 memiliki banyak manfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk banyak orang. Soal status aman dan halal vaksin COVID-19 juga telah disampaikan oleh Komisi Fatwa MUI Pusat, Ustadz Ir. Nanung Danar Dono, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Auditor Halal Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM UII) Yogyakarta.

“Oleh karenanya, masyarakat tidak perlu ragu dan khawatir untuk melakukan vaksinasi COVID-19 guna kepentingan bersama,” tambah Dokter Maya.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Intelijen Medis BAIS TNI, Letkol Czi Slamet Riyadi juga menyambut baik kegiatan ini. “Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih berlangsung hingga saat ini, khususnya di sentra vaksinasi bersama Trakindo, Makassar. Keberlanjutan program vaksinasi ini menjadi kabar baik di tengah pandemi COVID-19 yang belum juga berakhir. Tidak perlu khawatir tentang vaksinasi COVID-19 karena pemerintah telah menjamin vaksin yang kini diberikan kepada masyarakat aman dan juga dapat memberikan banyak manfaat, seperti mencegah terkena atau mengalami gejala COVID-19 berat, mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular, mencegah kita menyebarkan virus ke orang lain, menghentikan penyebaran COVID-19 dan membantu melindungi generasi selanjutnya. Menurut saya patut diberikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih untuk Trakindo yang telah memberikan sumbangsih dan sumber daya untuk bekerja sama dengan BAIS TNI dalam mencegah meluasnya wabah COVID-19 khususnya di wilayah Makassar,” papar Letkol Czi Slamet Riyadi.

Selama pandemi ini, Trakindo sendiri telah melakukan beberapa kegiatan guna mendukung program dari pemerintah memberantas virus COVID-19. Sebelumnya Trakindo pernah memberikan paket alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis dan mendonasikan 9.000 unit alat tes antigen ke puskesmas-puskesmas. Program vaksinasi gratis yang digelar Trakindo ini bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat, khususnya warga Makassar, Sorong dan sekitarnya agar segenap lapisan masyarakat bisa sama-sama bangkit dan membuat pandemi menjadi lebih terkendali.

“Kami harap bentuk dukungan yang telah kami lakukan ini dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat Makassar dan Sorong. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang membantu pelaksanaan program ini. Semoga pandemi ini segera bisa kita lalui dan Indonesia dapat menuju keadaan normal kembali,” tutup Tema.

Grab, Emtek dan Bukalapak Memulai Program Percepatan Digitalisasi UMKM di Kota-kota Kecil Dengan Vaksinasi

GayaKeren.idGrab, Emtek dan Bukalapak hari ini meluncurkan Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan); sebuah program akselerator ekstensif yang menargetkan UMKM di kota-kota kecil di seluruh Indonesia yang berfokus pada tiga prioritas, yakni: Vaksinasi, Adopsi Platform Digital [onboarding ke aplikasi Grab dan Bukalapak] dan Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan untuk pengembangan usaha melalui teknologi digital. Dimulai di Kupang, Nusa Tenggara Timur dan akan berlanjut secara bertahap di Solo, Gowa, Malang dan Pekanbaru hingga akhir Desember 2021, program Kota Masa Depan menargetkan 10.000 UMKM. 

Memahami bahwa kesehatan dan digitalisasi adalah pondasi masyarakat dan ekonomi, Grab, Emtek dan Bukalapak memulai program akselerator #KotaMasaDepan dengan vaksinasi untuk UMKM. Selain itu, UMKM yang bergabung dalam program ini dapat menjangkau jutaan konsumen Grab dan Bukalapak di seluruh Indonesia. UMKM juga memperoleh peluang pendapatan baru dengan memiliki toko digital sehingga menjaga stabilitas bisnis mereka bahkan di masa pandemi. Dalam tiga pilar program yang ada, Grab, Emtek, dan Bukalapak akan menggabungkan keahlian mereka untuk melatih dan mendampingi UMKM dalam rangka meningkatkan kemampuan UMKM akan siap bergabung dalam ekonomi digital. Sekitar 100 UMKM terpilih di Kupang dan Solo juga akan memperoleh: 

  • Pelatihan khusus tentang pengelolaan bisnis yang dimentori Grab dan Bukalapak 
  • Pendampingan gratis selama satu bulan dari sisi desain, pengemasan, hingga pemasaran melalui media sosial dan influencer 
  • Iklan gratis di platform Grab dan Bukalapak 
  • 5 UMKM terpilih akan mendapat publikasi di jaringan media Emtek Group 

Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia mengatakan “Pandemi yang terjadi dalam satu setengah tahun terakhir turut berimbas pada UMKM. Untuk itu banyak kota-kota di Indonesia yang perlu mengejar ketinggalannya dalam digitalisasi, karenanya peran sektor swasta dalam mendukung Pemerintah sangat dibutuhkan dalam upaya percepatan transformasi digital. Kami menyambut baik kemitraan strategis Grab, Emtek dan Bukalapak yang merangkul UMKM di kota-kota kecil. Saya berharap program Kota Masa Depan dapat menciptakan lebih banyak peluang pendapatan bagi para wirausahawan dan mendorong pemulihan ekonomi di daerah-daerah tersebut serta ekonomi nasional. 

“Sejalan dengan Presiden Jokowi yang baru-baru ini mengatakan, ‘Jika dikawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital di dunia’, Grab bersama Emtek dan Bukalapak ingin merangkul UMKM terutama yang ada di kota-kota kecil. Terutama agar tidak hanya dapat menggunakan teknologi dan memperoleh manfaat dari ekonomi digital namun mereka dapat menjalankan usaha mereka di platform yang aman dan terpercaya. Kami percaya masa depan besar juga ada di kota kecil. Harapan kami, program #KotaMasaDepan dapat membuka pintu ke pasar yang lebih luas bagi UMKM di kota-kota kecil tanpa harus berpindah lokasi, dan pada akhirnya akan memberikan dampak menyeluruh bagi perekonomian daerah,” jelas Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia. “Digitalisasi telah terbukti dapat membantu UMKM untuk bertahan di masa pandemi.” pungkas Neneng. 

 Sutanto Hartono, Managing Director, PT Elang Mahkota Teknologi, Tbk. juga menambahkan bahwa kolaborasi strategis Emtek, Bukalapak dan Grab akan memperluas penawaran digitalisasi bagi UMKM melalui platform-platform di dalam ekosistem EMTEK. “Kolaborasi ekosistem digital yang dimiliki EMTEK dan Grab akan memberikan akses lebih lengkap kepada para UMKM yang ada pada platform kami mulai dari logistik bahkan hingga keuangan inklusif, melalui platform Mitra Bukalapak dan GrabKios contohnya. Sementara jaringan media EMTEK akan berperan untuk meningkatkan awareness baik bagi para pelanggan maupun pelaku UMKM akan penggunaan platform digital secara maksimal.” 

Rachmat Kaimuddin, Direktur Utama PT Bukalapak.com, Tbk., mengatakan, ”Kolaborasi bersama ini melanjutkan komitmen kami untuk mendukung perkembangan UMKM di Indonesia melalui digitalisasi. Program Kota Masa Depan, yang memprioritaskan kota-kota tier 2 dan 3 di seluruh Indonesia, ini sejalan dengan misi kami untuk menciptakan a fair economy for all dengan fokus utama melakukan pemberdayaan UMKM dan melayani masyarakat yang selama ini kurang terlayani (underserved segments).”  

“Pandemi COVID-19 memberikan banyak tantangan kepada UMKM, yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia. Dengan teknologi dan digitalisasi, kami berharap UMKM Indonesia bisa menjadi lebih kuat dan berkembang sehingga mampu menjawab tantangan tersebut. Saat ini Bukalapak memiliki lebih dari 15 juta mitra UMKM yang sebagian besar berada di luar kota besar di Indonesia. Oleh karena itu melalui program Kota Masa Depan ini kami berharap akan semakin banyak UMKM yang dapat lebih mengembangkan usaha melalui percepatan digitalisasi sehingga mereka dapat naik ke tingkatan selanjutnya,” ujar Rachmat Kaimuddin.   

Gandeng KOREM, Kemenparekraf,Group Accor bagikan 1000 vaksin utk Yogya dan sekitar

GayaKeren.id –  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, TNI AD, dan grup perhotelan Accor berkolaborasi menggelar kegiatan vaksinasi Covid-19 dan bakti sosial bagi pelaku Pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari tanggal 10-11 Oktober 2021 ini merupakan bentuk dukungan nyata demi melindungi masyarakat luas dan dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno pada hari pertama kegiatan yaitu Minggu, 10 Oktober 2021 melakukan peninjauan langsung ke lokasi pemberian vaksin yang bertempat di Novotel Suites Yogyakarta Malioboro. Selain itu, dilaksanakan penyerahan bansos berupa paket sembako kepada 1.200 pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Paket sembako tersebut merupakan dukungan dari Rumah Siap Kerja yang berkolaborasi dengan Accenture, Alfamart, dan Lazizmu serta grup perhotelan Accor di wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang diberikan kepada mereka yang terkena dampak pandemi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam tinjauannya menyampaikan,  “Harapan kami bantuan-bantuan lainnya dapat diberikan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini bentuk perhatian dari pemerintah. Semoga para pelaku ekraf dapat meningkatkan ketrampilan, menggerakkan ekonomi, dan tentunya kita ingin lapangan kerja kembali terbuka. Bangkit bersatu, menang melawan covid, together yes we can do!

“Saya melihat bahwa tingkat vaksinasi ini akan menjadi prasyarat dari pemulihan kita, termasuk juga ditambah protokol kesehatannya. Hari ini kita melangsungkan vaksinasi dengan total target 1.000 orang. Dan ini 2 hari dari 10 sampai 11 Oktober,” ungkap Menteri.

Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf – Nia Niscaya, Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf – Henky Hotma Parlindungan Manurung, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Afianto beserta Jajaran, Walikota Yogyakarta – Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY – Singgih Raharjo, CEO Rumah Siap Kerja – Roestiandi Tsamanov, GM Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk – Nur Rachman, Rasjid Reksodiputro – GM HRGA Alfaland Group dan Helmy Kurniawan, Senior Director Sales and Partnership, Accor Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua yang berlangsung di Makorem 072 Pamungkas sehingga total peserta vaksin ditargetkan sebanyak 1.000 orang dan dilayani oleh tenaga kesehatan dari RS DKT Dr. Soetarto dan Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Korem 072 Pamungkas.

Satu juta dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca kembali tiba di Indonesia

GayaKeren.idSejumlah 1.086.900 dosis Vaksin COVID19 AstraZeneca telah kembali dikirimkan ke Indonesia pada Jumat, 27 Agustus 2021 sebagai bagian dari perjanjian bilateral AstraZeneca dengan pemerintah Indonesia. Hingga hari ini, sebanyak 18,2 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui skema bilateral, COVAX, dan donasi dari negara lain tiba di Indonesia.

AstraZeneca terus memasok vaksin secara nirlaba selama masa pandemi, sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan akses vaksin yang luas dan merata di seluruh dunia.


Sewhan Chon, President Director, AstraZeneca Indonesia, mengatakan: “Pengiriman jutaan vaksin dari AstraZeneca bulan ini merepresentasikan kolaborasi berkelanjutan kami dengan pemerintah Indonesia dalam memerangi pandemi dan menekan dampak yang ditimbulkannya. Dengan memasok lebih dari 18 juta dosis vaksin hingga saat ini secara nirlaba, kami terus mendukung percepatan Program Vaksinasi Nasional untuk melindungi setiap orang di Indonesia yang memenuhi persyaratan vaksinasi.”


Sejak peluncuran pertama di dunia di awal tahun 2021, vaksin ini telah membantu mencegah ratusan ribu rawat inap dan membantu menyelamatkan puluhan ribu jiwa.


Vaksin COVID19 AstraZeneca memiliki efektivitas sekitar 8090% dalam mencegah penyakit parah dan rawat inap akibat COVID19 di seluruh kelompok usia dewasa.2,3 Vaksin ini efektif terhadap variants of concern atau varian virus yang diidentifikasi WHO sebagai varian yang memerlukan perhatian khusus, termasuk varian Beta dan Delta yang saat ini tengah menyebar. 


Vaksin COVID19 AstraZeneca telah terbukti dapat ditoleransi dengan baik secara umum. Kejadian sindroma trombosis dengan trombositopenia (TTS), sebuah gangguan pembekuan darah yang sangat langka, telah dilaporkan pada sejumlah kecil orang yang menerima vaksin dosis pertama dalam jangka waktu 14 hari, dan kemudian angka tersebut berkurang pada populasi umum setelah menerima dosis kedua.


Hingga saat ini, 1 miliar dosis vaksin AstraZeneca telah didistribusikan kepada lebih dari 170 negara di seluruh dunia, dan lebih dari dua pertiga dosis ini telah dikirimkan kepada negaranegara berpenghasilan menengah ke bawah. Lebih dari 113 juta dosis telah didistribusikan melalui COVAX. AstraZeneca adalah perusahaan farmasi global pertama yang bergabung dengan COVAX pada Juni 2020 dan terus memasok vaksin COVID19 kepada seluruh dunia ecara nirlaba selama masa pandemi melalui COVAX, disertai dengan pengiriman langsung
ke pemerintah.


Vaksin COVID-19 AstraZeneca, (ChAdOx1-S [Recombinant]), sebelumnya AZD1222, ditemukan bersama oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech. Vaksin ini menggunakan vektor virus simpanse yang tidak bereplikasi berdasarkan versi yang dilemahkan dari virus flu biasa (adenovirus) yang menyebabkan infeksi pada simpanse dan mengandung materi genetik dari protein spike virus SARS-CoV-2. Setelah vaksinasi, diproduksilah protein permukaan spike yang akan mempersiapkan sistem kekebalan untuk menyerang virus SARS-CoV-2 jika kemudian menginfeksi tubuh.

Butuh Peran Proaktif Keluarga sebagai Support System untuk Membangun ‘Kekebalan Keluarga’ dalam Menuntaskan Target Vaksinasi Lansia dan Mencapai Target ‘Herd Immunity’

GayaKeren.idSejak awal program vaksinasi COVID-19 dimulai secara nasional, kelompok lanjut usia (lansia) ditetapkan sebagai target penerima vaksin yang diprioritaskan, karena kelompok ini paling rentan dan memiliki risiko terinfeksi COVID-19 lebih tinggi. Namun, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, per 12 Agustus 2021, dari total 21.553.118 target penerima vaksin COVID-19 kelompok lansia, baru 4.979.210 (23,10%) yang mendapat vaksin dosis pertama dan baru 3.383.747 (15,70%) yang sudah mendapat vaksin dosis kedua.

Diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) hari ini mengupas isu tersendatnya vaksinasi lansia di Indonesia. Lambatnya pencapaian target vaksinasi kelompok lansia disebabkan oleh beberapa faktor terkait akses, dukungan dan juga masih adanya vaccine hesitancy pada lansia. Banyak lansia tidak mau atau memilih untuk tidak divaksinasi karena sebagian besar tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang vaksin, sehingga takut akan kemungkinan efek samping, Selain itu, banyak lansia juga tidak memiliki akses untuk mendapatkan vaksin, yang disebabkan oleh ketidaktahuan tentang cara mendaftarkan diri, mendapatkan informasi, atau mendatangi lokasi vaksinasi.  Berbagai kendala yang dihadapi oleh lansia ini dilatarbelakangi kenyataan bahwa mereka tidak memiliki support system yang dapat membimbing, membantu dan mengantarkan mereka mendapatkan vaksinasi. Support system yang sangat penting ini seringkali dimulai dari anggota keluarga, tidak hanya yang berada di sekitar dan bersedia membantu, tetapi juga yang memahami pentingnya memvaksinasi anggota keluarga yang lebih tua.

dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan mengatakan, “Vaksinasi sangatlah penting untuk mengurangi jumlah rawat inap dan gejala parah akibat COVID-19. Per tanggal 12 Agustus 2021 per 18.00, sudah 52 juta lebih sasaran mendapat dosis pertama dan 26,1 juta sudah menerima vaksin kedua. Namun, baru sekitar 23% sasaran kelompok lansia yang mendapatkan dosis pertama dan baru 15% yang mendapatkan dosis kedua.  Tujuan kita adalah mencapai herd immunity, dan oleh karena itu harus mencapai 70% dari jumlah sasaran. Dan kita sudah dari awal sesuai dengan rekomendasi WHO bahwa kelompok dengan risiko tinggi, memiliki penyakit penyerta atau komorbid dan risiko penyakit parah dan risiko kematian yang lebih tinggi harus yang pertama-pertama dilindungi.”

Prgram vaksinasi idealnya memastikan semua kelompok sasaran sampai ke target 70%. Agar tidak ada terjadi pocket of unimmunized people atau kantong-kantong populasi yang tidak terlindungi. Selain berbahaya karena akan tetap menimbulkan potensi penularan dan melanggar prinsip Equal Respect yang disarankan tim ahli WHO, Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE). “Oleh karena itu, lansia, adalah prioritas. Dan untuk memastikan cakupan terhadap lansia tinggi, partisipasi berbagai pihak sangat diperlukan untuk menyebarkan informasi yang tepat dan akurat. Untuk menyampaikan manfaat vaksinasi bagi lansia sendiri dan manfaatnya bagi orang lain di sekitar mereka,” terang dr. Nadia.

Dengan terjadinya lonjakan kasus COVID-19 dan terdeteksi berbagai varian baru COVID-19 seperti varian Alpha, Beta, dan Delta, vaksinasi semakin penting untuk mencegah penularan. Varian Delta yang menjadi perhatian saat ini telah menyebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian spesimen. Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa semua vaksin COVID-19 saat ini efektif melawan semua varian virus corona termasuk varian Delta yang telah menyebabkan peningkatan lonjakan kasus yang signifikan.

Sebagaimana dijelaskan oleh Rizman Abudaeri, Direktur AstraZeneca Indonesia, “Vaksin COVID-19 AstraZeneca memiliki efektivitas sekitar 80-90% mencegah penyakit parah dan rawat inap akibat COVID-19 di semua kelompok usia dewasa termasuk lansia dengan tingkat keamanan yang tinggi.  Vaksin AZ sangat efektif terhadap varian Beta dan Delta, yang saat ini tengah menjadi perhatian. Berdasarkan data efektivitas vaksin AZ adalah 92% terhadap rawat inap karena varian delta. AstraZeneca terus mendukung Program Imunisasi Nasional yang dipelopori oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan bertujuan untuk mempercepat rencana pemerintah untuk memberikan vaksinasi berskala besar bagi setiap orang di Indonesia yang memenuhi syarat, termasuk para lansia. Hingga saat ini, lebih dari 16 juta dosis vaksin AstraZeneca kini telah dikirimkan ke Indonesia secara nirlaba melalui berbagai jalur penyediaan, termasuk COVAX, bilateral, dan donasi. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan mitra lainnya untuk mengirimkan vaksin ke Indonesia demi mendukung pemulihan Indonesia dalam jangka waktu secepat mungkin.”

Berkaca dari pengalaman Bapak Eddy ini, Ammar Zoni sebagai salah satu public figure yang juga sudah menerima vaksin mengungkapkan bahwa dukungan dari keluarga memang sangat penting agar para lansia bisa mendapatkan vaksin dan terlindung dari COVID-19. Ammar juga mengatakan bahwa keluarga adalah support system yang paling penting dalam vaksinasi, khususnya untuk lansia. Keluarga lah yang bisa membantu para lansia untuk melakukan pendaftaran, mengantarkan, dan menemani para lansia untuk mendapatkan vaksinasi, dan juga merawat mereka setelah vaksinasi selesai dilakukan. Menyadari hal ini, Ammar juga sering menggunakan platform media sosialnya untuk ikut serta berbagi informasi tentang vaksinasi. Ia menjelaskan bahwa public figure dapat ikut serta dalam membantu sosialisasi dan advokasi vaksinasi dengan cara berbagi informasi yang akurat melalui platform mereka masing-masing, demi mensukseskan program vaksinasi COVID-19 nasional.  

Juru Bicara Vaksinasi tingkat Pusat dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dr. Reisa Asmoro Broto menggarisbawahi pentingnya advokasi kepada generasi millennial dan keluarga muda agar mereka bukan saja lebih peduli terhadap pentingnya membangun ‘kekebalan keluarga’, tapi sadar bahwa ada kewajiban moral bahwa kekebalan dan perlindungan bersama harus dibuat merata dan setara. “Ada tiga hal yang dapat dilakukan oleh masyarakat terutama kepada anggota lansia di keluarga maupun komunitas terdekat mereka, untuk mencapai jumlah target vaksinasi terhadap lansia: Pertama, memberikan informasi yang tepat terkait lokasi dan manfaat vaksinasi COVID-19. Kedua, memastikan lansia terdaftar dan antar mereka ke lokasi vaksinasi COVID-19. Ketiga, mendampingi lansia agar nyaman saat proses vaksinasi berlangsung. Saksikan momen penting dalam perjalanan hidup mereka. Jadilah Pahlawan bagi lansia,  “daftar, antar, temani” mereka ke tempat vaksinasi,” tegas dr. Reisa. “Kunci sukses vaksinasi adalah merata dan setara dengan tujuan untuk melindungi sesama. Jadi, tidak ada yang boleh tertinggal. Semoga kelompok sasaran penting untuk dipastikan mencapai minimum target 70%. Itulah makna sebenarnya dari kekebalan bersama,” lanjutnya. Dr. Reisa mengingatkan kalaupun sudah berhasil membuat sekeluarga tervaksinasi, vaksin adalah salah satu lapisan pertahanan. Dan belum ada vaksin yang 100% melindungi dari tidak kena covid-19 sama sekali. “Jadi, lanjutkan disiplin prokes, dukung testing, tracing, treatment dan sukseskan vaksinasi. Bersama-sama untuk kepentingan semua.”

Polda Metro Jaya Bersama Alodokter Gandeng Relawan Medis Untuk Program Gerakan Vaksinasi Merdeka

GayaKeren.id – Hingga kini penyebaran virus COVID-19 di Indonesia masih belum berakhir. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam menekan angka kasus COVID-19, salah satunya dengan program percepatan vaksinasi. Dalam hal ini Polda Metro Jaya bekerjasama dengan Alodokter untuk mengajak tenaga kesehatan menjadi relawan medis pada program Gerakan Vaksinasi Merdeka.

Program ini akan digelar secara serentak mulai tanggal 1 – 17 Agustus 2021. Proses Vaksin akan diselenggarakan di 900 RW yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Relawan medis yang tergabung terdiri dari; Dokter Umum/Dokter Gigi/Perawat/Bidan yang akan melakukan pelatihan dan rapat teknis pada tanggal 28-31 Juli 2021, sebelum melakukan tugas selama periode Gerakan Vaksinasi Merdeka berlangsung. Suci Arumsari selaku Co- Founder dan Director Alodokterp mengatakan, “Di masa sulit seperti ini, mari kita bersatu untuk mendukung program percepatan vaksinasi. Kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh tenaga medis yang tengah berjuang, dan kami juga berterimakasih kepada seluruh relawan medis yang membantu berjalannya program ini. Masih banyak masyarakat yang membutuhkan vaksin untuk dapat meminimalisir terpapar virus COVID-19. Ini saatnya kita untuk turut andil, karena kalau bukan kita siapa lagi?”

Irjen Pol Mohammad Fadil Imran selaku Kepala Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Kapolda Metro Jaya) mengatakan,Pemberian vaksin ini sangatlah penting, bukan hanya untuk melindungi masyarakat dari virus COVID-19, tetapi juga memulihkan kondisi sosial dan ekonomi negara dan masyarakat yang terkena dampak pandemi. Nyok kite vaksin di gerai vaksinasi merdeka!.”

Polda Metro Jaya akan mendukung penuh dalam pelaksanaan kegiatan ini dengan menyediakan berbagai kebutuhan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan dukungan dari tenaga medis dan seluruh lapisan masyarakat, Alodokter bersama Polda Metro Jaya optimis program ini dapat berjalan dengan lancar serta banyak orang dapat terbantu untuk menerima vaksin sebagai usaha mengatasi pandemi COVID-19.

Melalui Alomedika yang merupakan platform komunitas dokter yang dimiliki Alodokter sebelumnya telah mengadakan program Pelatihan Vaksinator secara berkala yang ditujukan bagi para tenaga medis. Program-program yang telah dilaksanakan oleh Alodokter dan Alomedika diharapkan dapat mendukung Pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Indonesia.

Hadang Virus Covid-19 Dengan Jaga Imunitas Tubuh Setelah Vaksin

GayaKeren.id – Program vaksinasi COVID-19 saat ini masih terus dilaksanakan oleh pemerintah. Menurut data Kementerian Kesehatan, per tanggal 04 Mei 2021 pukul 08.00 tercatat sebanyak 12.572.111 masyarakat Indonesia telah divaksinasi. Meskipun sudah divaksin, masyarakat tetap dihimbau untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan, tentunya hal ini juga harus terus diterapkan untuk para calon penerima vaksin di tahap selanjutnya.

Menurut dr. Helmin Agustina Silalahi, Medical Manager Consumer Health Division PT Kalbe Farma, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan. “Sangat penting untuk tetap menjaga kesehatan di masa vaksinasi ini. Hal ini untuk tetap menjaga kondisi tubuh kita tetap prima dan terhadang dari berbagai virus. Kami sangat menganjurkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan tubuh baik sebelum maupun sesudah vaksinasi Covid19.”

Meskipun vaksin dapat membentuk kekebalan tubuh, menjaga kesehatan dengan vitamin herbal juga perlu dilakukan untuk tetap menjaga imunitas. Nah, agar manfaat dari pemberian vaksin menjadi lebih maksimal, penting untuk selalu menjaga daya tahan tubuh.

Ophiocordyceps sinensis, Cordyceps militaris in Glass bottles within light and temperature control room. Chinese medicine.

Berikut ini beberapa tips dalam menjaga kesehatan tubuh:

  1. Jaga Imunitas Untuk Hadang Virus, Hal ini penting untuk diperhatikan baik sebelum vaksinasi atau sesudah vaksinasi. Menjaga imunitas yang paling mudah adalah dengan menerapkan pola hidup sehat diantaranya memenuhi asupan gizi seimbang, olahraga teratur, mengatasi stress dengan baik dan istirahat yang cukup.
  2. Penerapan protokol kesehatan, Selain menjaga imunitas tubuh, protokol kesehatan juga sama pentingnya untuk tetap dilakukan. Hal ini akan semakin melindungi diri kita dari Covid 19. Mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak adalah protokol kesehatan yang harus selalu kita terapkan.
  3. Konsumsi Vitamin Sesuai Kebutuhan, konsumsi vitamin atau suplemen juga dapat membantu menjaga daya tahan tubuh atau imunitas sesuai kebutuhan. Pilih suplemen yang mengandung bahan alami dan memiliki khasiat untuk menghadang virus. Salah satunya vitamin herbal yang mampu untuk memelihara kesehatan, menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina sehingga bisa mengembalikan kebugaran dan energi lebih cepat.

H2 Cordyceps Militaris adalah vitamin herbal yang mengandung ekstrak jamur Cordyceps Militaris. Jamur ini memiliki senyawa aktif, seperti Cordycepin dan Adenosin yang digunakan untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, menjaga stamina tetap stabil dan meningkatkan kadar energi di dalam tubuh. Ekstrak Cordycepin-nya mengandung Polisakarida sebagai antioksidan (penangkal radikal bebas) dalam tubuh dan membantu meningkatkan suplai oksigen ke sistem kardiopulmoner sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

Kalbe berkomitmen untuk menghadirkan inovasi multivitamin untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia, salah satunya melalui H2 Cordyceps Militaris yang terbuat dari tanaman herbal, jamur cordyceps militaris dan dipadukan dengan proses teknologi ilmiah” kata Feni Herawati, Head of Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk.

“Melalui produk H2 Cordyceps militaris, kami melakukan inovasi untuk mengembak biakkan jamur, yaitu melalui metode kultur jaringan. Dengan metode ini, jamur dapat lebih cepat dipanen, hanya 2 bulan dengan tetap menjaga stabilitas kandungan bahan aktif dan higienitas produk tetap terjamin serta bebas kontaminasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, berdasarkan kajian Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Pd.D.Med.Sc., seorang Guru Besar Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, jamur cordyceps militaris, sebagai salah satu bahan baku obat tradisional disinyalir memiliki potensi sebagai penangkal serangan virus dalam tubuh. “Kandungan dua senyawa aktif, adenosin dan cordycepin pada jamur cordyceps militaris ini memiliki struktur yang mirip dengan obat virus Galidesivir, yakni sebagai antivirus yang berpotensi cocok untuk virus COVID-19.” imbuhnya.

Feni Herawati menambahkan bahwa perusahaannya berupaya menyediakan produk yang harganya terjangkau dan bisa dikonsumsi masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. “Saat ini, H2 Cordyceps Militaris sudah bisa diperoleh di apotik-apotik terdekat dan marketplace seperti  Shopee dan Tokopediaseharga 240 ribu rupiah (harga resmi). Dengan adanya inovasi vitamin herbal ini, kami berupaya untuk mendorong masyarakat terjaga imunitasnya dalam menghadang virus dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.” tutupnya.

 

Alo Dokter & Fore Coffee Peduli Tenaga Kesehatan Di Wisma Atlet

GayaKeren.id – Pandemi yang telah berlangsung sejak 2020, kini telah mendapatkan titik terang dengan munculnya vaksin COVID-19 yang dapat semakin menekan angka penyebaran virus di Indonesia. Selama rentang waktu 2020 hingga saat ini, berbagai pengorbanan seperti siaga pusat penanganan COVID-19, membatasi interaksi langsung dengan keluarga, hingga menggunakan APD 8 – 9 jam sehari telah dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Indonesia.

Veresa Chintya, Tenaga Kesehatan RSDC Wisma Atlet Kemayoran mengatakan, “Tahun ini merupakan tahun kedua kami menjalankan ibadah puasa dan merayakan bulan suci sambil terus melawan pandemi Covid-19. Tidak bisa dipungkiri memang lebih berat, ya, puasa sambil terus bertugas. Tapi kami tidak ingin mengeluh, dan kami sangat menghargai perhatian dari semua pihak seperti niat baik ALODOKTER dan Fore Coffee kepada kami. Perhatian seperti ini membuat semua terasa lebih ringan dijalankan buat teman-teman di garda depan ini.”

“Kami berterima kasih kepada pihak tenaga medis di Wisma Atlet yang memberikan kami ruang dan kesempatan untuk bisa  turut meringankan beban di bulan puasa ini. Kami berharap semua pihak terutama tenaga medis dapat segera menjalani keseharian pekerjaan dan kehidupan yang normal seperti sedia kala. Doa kami yang terbaik untuk semua tenaga medis di garda depan.” ujar Welisha Drieno, Partnership Marketing Manager ALODOKTER.

“Fore Coffee berharap program ini dapat memberi manfaat positif bagi tenaga medis di Wisma Atlet yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami memilih minuman seri Manuka untuk karena manfaat madu Manuka yang bagus untuk kesehatan dan sebagai tambahan energi yang baik dikonsumsi di bulan puasa. Semoga tenaga kesehatan bisa merasakan manfaatnya juga,” ujar Elisa Suteja, CEO Fore Coffee. “Kami juga turut berterima kasih kepada Fore Friends — para customer Fore Coffee — yang telah ikut berpartisipasi dalam program ini melalui kontribusi berupa donasi via aplikasi Fore Coffee sehingga kita bisa menyalurkan ribuan cups Manuka untuk para tenaga kesehatan,” sambung Elisa.

Lewat kegiatan tanggung jawab sosial yang diinisiasi oleh ALODOKTER dan Fore Coffee ini, kedua pihak berharap mereka dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk dapat berbagi kebaikan terutama kepada tenaga Kesehatan Indonesia di bulan Ramadan tahun ini dan kedepannya.