Yayasan Jantung Indonesia Memperingati HUT Ke-39, Tetap Menjadi Penyedia Data Dan Informasi Mengenai Kesehatan Jantung Untuk Masyarakat Indonesia

GayaKeren.idYayasan Jantung Indonesia (YJI) hari ini memperingati HUTnya yang ke-39. Yayasan Jantung Indonesia sebagai lembaga nirlaba yang fokus kepada peningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah, sejak awal berdiri sudah mengedepankan program kuratif, yaitu membantu operasi jantung bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera yang menderita penyakit jantung bawaan. Karena penyakit jantung bawaan merupakan masalah kesehatan yang patut diperhatikan di Indonesia. 

Di tahun 2017, penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia yaitu sebesar 17,79 juta jiwa. Di Indonesia penyakit jantung dan kardiovaskular juga menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 26.4%. Ini berarti satu dari setiap empat orang yang meninggal di Indonesia adalah akibat penyakit jantung dan kardiovaskular.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia adalah 1.5% yang berarti setiap 15 orang dari 1000 penduduk Indonesia sudah terdiagnosa penyakit jantung dan kardiovaskular. Tahun ini, Bidang Medis YJI melakukan riset pasien YJI yang berhasil dilakukan tindakan operasi sejak awal berdirinya YJI telah berhasil memberikan bantun operasi sebanyak 1,828 pasien dari seluruh Indonesia: Sumatera, Kalimantan, Jawa, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin mengatakan “Sesuai dengan semangat didirikannya YJI, sebelum2nya yang kami lakukan adalah merupakan bantuan yang bersifat kuratif, khususnya bantuan operasi jantung anak yang lahir dengan cacat jantung bawaan. Namun, sekarang sudah saatnya kami juga bergerak lebih aktif lagi dengan program promotif dan preventif. Kami mengedepankan pentingnya pencegahan penyakit jantung & kardiovaskular. Artinya, kami melakukan perluasan target dengan mengarah kepada generasi muda dan generasi milenial agar mereka memulai gaya hidup sehat sedini mungkin, karena mencegah lebih baik daripada mengobati.”

 Dalam membantu pasien penyakit jantung dan pembuluh darah, YJI memiliki 3 program, yaitu:

1.    Promotif: Kegiatan penyuluhan tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung kepada masyarakat luas melalui berbagai media.

2.    Preventif: Kegiatan olahraga melalui Klub Jantung Sehat dan Klub Jantung Remaja 

3.    Medis: Kegiatan bantuan operasi jantung dan penelitian di bidang penyakit jantung dan kardiovaskular.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini menjadi bagian penting dari pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. YJI memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai skrining atau deteksi dini dari penyakit jantung dan kardiovaskular.

“Untuk masa yang akan datang, YJI berharap dapat turut menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sehat sejahtera serta bebas penyakit jantung dan pembuluh darah, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan diri mereka melalui penyuluhan tentang penyakit jantung dan pembuluh darah serta upaya pencegahannya, dan memberikan bantuan operasi pada penderita penyakit jantung dari keluarga pra sejahtera,” ujar Mela Sabina, Ketua Bidang Komunikasi & Promotif Yayasan Jantung Indonesia.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rangkaian kegiatan HUT YJI dimulai dari kegiatan ziarah bersama ke beberapa pemakaman dan Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta untuk menghormati serta mengenang jasa para Almarhum/Almarhumah Pendiri, Pembina, Pengawas, dan Pengurus YJI yang telah lebih dulu berpulang. Sementara tepat hari ini, 9 November 2020 berlangsung acara syukuran secara virtual bersama keluarga besar YJI, keluarga pasien, dan survivor yang telah mendapatkan bantuan operasi dari Yayasan Jantung Indonesia.

YJI terus mengembangkan diri dan melebarkan sayap serta merangkul berbagai pihak yang peduli agar kampanye awareness dan promosi kesehatan jantung dapat lebih menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Sejauh ini kampanye yang telah berhasil dijalankan adalah Go Red For Women, Detak Demi Detik, Keren Tanpa Rokok, dan Heart At Work yang penerapannya dilakukan melalui berbagai bentuk kerjasama dan events.

 Yayasan Jantung Indonesia akan tetap berkomitmen untuk menjalakan visi dan misinya, yaitu:

1.    Menjadi pelopor gaya hidup sehat.

2.    Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah.

3.    Bantuan operasi untuk anak-anak pra sejahtera dengan penyakit jantung bawaan.

4.    Menjadi penyedia data dan informasi mengenai kesehatan jantung untuk masyarakat Indonesia.

 

Tetap melakukan kegiatan melayani masyarakat walaupun secara virtual

Di tengah pandemi yang terjadi saat ini, YJI tetap melakukan banyak kegiatan demi tetap meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan diri mereka masing-masing melalui penyuluhan tentang penyakit jantung dan pembuluh darah serta upaya pencegahannya. Aktivitas-aktivitas yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, sejak terjadinya pandemi covid-19 dilakukan secara virtual. Dimulai dengan program Senam Di Rumah Aja, Konser Amal Bunga Citra Lestari: Use Heart To Beat Heart Disease yang dibuat sebagai penggalangan dana untuk biaya operasi anak-anak pra sejahtera dengan penyakit jantung bawaan, training Capacity Building untuk anggota Klub Jantung Remaja agar menjadi agent of change di bidang kesehatan jantung, sesi-sesi daring seperti Webinar yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah dan yang terakhir adalah pelaksanaan Virtual Indonesia Heart Bike 2020: Use Heart To Bike sebagai salah satu kegiatan promotif kepada masyarakat luas.

 Pengumuman Virtual Indonesia Heart Bike 2020: Use Heart To Bike

Sebanyak 1,500 pesepeda dari 30 propinsi seluruh Indonesia selama periode 3 Oktober – 3 November 2020 telah memeriahkan program Virtual Indonesia Heart Bike 2020: Use Heart To Bike yang terdiri dari peserta individu dan peserta beregu dengan tantangan 150 km, 300 km, 600 km dan 2,000 km. Kegiatan virtual fun bike ini dimulai pendaftarannya bersamaan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia dan ditutup pada saat peringatan HUT YJI ke-39 tanggal 9 November 2020. Penutupan acara Virtual Indonesia Heart Bike 2020 ditandai dengan penarikan door prize dengan total hadiah sebesar Rp 150,000,000. 

Serangan Jantung Di Usia Muda, Ini Solusinya

GayaKeren.id Indonesia merupakan negara keempat di dunia dengan populasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk berdasarkan survei penduduk antar sensus (Supas) tahun 2015 jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2019 diproyeksikan mencapai 266,91 juta jiwa. Di tahun 2035 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi. Jumlah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) pada periode tersebut diperkirakan mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diperkirakan sebesar 297 juta jiwa berdasarkan prediksi Bappenas tahun 2017.

Menurut organisasi kesehatan dunia WHO, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 19 tahun, sedang menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014 remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10 – 18 tahun. Diprediksi jumlah penduduk usia remaja di Indonesia akan mencapai hampir 30% dari total penduduk pada saat bonus demografi terjadi.

Berdasarkan estimasi Kementerian Kesehatan 2013, sebanyak 39 persen penderita jantung di Indonesia berusia kurang dari 44 tahun.  Yang mengejutkan, 22 persen di antaranya berumur 15–35 tahun, yang merupakan masa fisik produktif dalam kehidupan manusia.  Jumlah penderita jantung tertinggi ada pada kelompok usia 45–65 tahun. Persentasenya 41 persen. Selisih yang tak berbeda jauh antara umur 45 tahun ke bawah dan 45 ke atas jadi penegas bahwa tren resiko penyakit jantung datang pada usia produktif semakin meningkat.

Yayasan Jantung Indonesia mendapatkan dukungan penuh dari World Heart Federation (Federasi Jantung Sedunia)  untuk mengadakan berbagai rangkaian acara yang berhubungan dengan youth capacity buildingdalam bidang kesehatan jantung. Dalam rangkaian memperingati Hari Jantung Indonesia tahun ini Yayasan Jantung Indonesia mengadakan sesi Webinar dengan tema Penyakit Jantung Menyerang Anak Muda Apa Solusinya?

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Esti Nurjadin mengatakan “Yayasan Jantung Indonesia mengkampanyekan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan kardiovaskular dengan fokus utama pada generasi muda yang masih di usia produktif. Program Yayasan Jantung Indonesia adalah mengajak generasi millennial untuk menjadi agen-agen perubahan di bidang kesehatan jantung sehingga bisa menjadi smart influencer untuk lingkungan keluarganya, lingkungan tempat kerja, lingkungan tempat tinggal atau lingkungan sekolah baik melalui media virtual maupun tradisional.”

Tantangannya saat ini, kaum muda Indonesia masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan kesehatan pada kaum muda, diantaranya adalah gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, kurang bergerak, makanan yang tidak sehat dan proposional, yang menyebabkan penyakit, salah satu diantaranya adalah penyakit jantung.

Dalam pemaparannya di Webinar, dr. Cut Putri Arianie, M.H.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementrian Kesehatan RI mengatakan bahwa “Penyakit jantung adalah termasuk salah satu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh: pola makan tidak sehat (GGL berlebihan), kurangnya atktivitas fisik, merokok, berat badan berlebih, peningkatan tekanan darah, dan prediabetes.”

“Biasanya orang tidak menyadari bahwa dia menderita penyakit karena keluhannya tidak khas atau tidak terasa. Mereka baru akan menyadari kalau menderita penyakit jantung setelah mengalami serangan hebat. Untuk itu salah satu cara utama untuk mencegah penyakit jantung selain menjaga pola hidup sehat adalah dengan deteksi awal melalui medical checkup”, ujar dr. Vito A. Damay, SpJP (K), Mkes, FIHAA, FICA, FAsCC.

Maka berdasarkan dari hal-hal tersebut Yayasan Jantung Indonesia sebagai Organisasi Kesehatan memandang perlu kolaborasi yang efektif antara masyarakat umum dan Pemerintah untuk menekan prevalensi penyakit Jantung yang dialami oleh masyarakat usia produktif. 

Bagaimana generasi muda untuk menekan prevalensi penyakit jantung? Dr Tara Kessaram, MBBS, MPH, FNZCPHM, Team Lead, Noncommunicable Diseases and Healthier Population, WHO Indonesia memberikan beberapa contoh yang bisa kita lakukan seperti:

 1.     Jauhi rokok

2.     Beraktivitas fisik secara rutin

3.     Menjalani diet sehat 

4.     Mengkampanyekan gaya hidup sehat melaui kegiatan-kegiatan positif di lingkungan mereka.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini juga merupakan bagian penting dari pencegahan penyakit jantung. Yayasan Jantung Indonesia memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai skrining atau deteksi dini dari penyakit jantung dan kardiovaskular. Yayasan Jantung Indonesia terus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa penyakit jantung bukan hanya penyakit para manula tapi bisa menyerang siapa saja.

HARI JANTUNG SEDUNIA 2020: USE HEART TO BEAT HEART DISEASE

GayaKeren.id – Penyakit jantung dan kardiovaskular merupakan penyakit katastropik yang menempati urutan tertinggi dari beban biaya BPJS untuk periode Januari – Desember 2019 dengan total 14,300,000 kasus dan total beban biaya Rp 11,8 triliun. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia adalah 1,5% berarti setiap 15 orang dari 1,000 penduduk Indonesia sudah terdiagnosa penyakit jantung dan kardiovaskular.

Penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner terjadi akibat adanya penyumbatan pada aliran darah arteri ke jantung. Pembuluh darah utama yang memasok darah, oksigen dan nutrisi ke jantung menjadi rusak. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa penyakit jantung koroner ini bisa dicegah sejak dini. Untuk membantu pemerintah menurunkan beban biaya BPJS yang amat sangat tinggi, Yayasan Jantung Indonesia melakukan penguatan di bidang promotif & preventif sesuai dengan visi & misi Yayasan Jantung Indonesia sejak awal berdiri 39 tahun yang lalu yaitu menjadi pelopor gaya hidup sehat.

Faktor risiko penyakit jantung koroner seperti umur dan jenis kelamin tidak dapat kita ubah. Namun faktor-faktor resiko yang berasal dari gaya hidup seperti merokok, konsumsi makanan yang tidak sehat, konsumsi alkohol yang berlebihan, kurangnya aktivitas berolahraga, stres tinggi, kurang istirahat, merupakan hal-hal yang bisa diubah agar terhindar dari penyakit jantung koroner.

Gaya hidup yang tidak sehat akan mempercepat kerusakan pada pembuluh darah. Tanda-tanda kerusakan pada pembuluh darah yang harus diwaspadai pada usia muda adalah:

  1. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi
  2. Hiperkolesterol yaitu tingginya kadar kolesterol dalam darah
  3. Arteroskeloris yaitu kadar kolesterol yang tidak terkendali yang menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah
  4. Obesitas

Pemeriksaan kesehatan secara rutin sejak dini menjadi bagian penting dari pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Yayasan Jantung Indonesia memberikan edukasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai skrining atau deteksi dini dari penyakit jantung dan kardiovaskular. Edukasi di sekolah-sekolah dan di perkantoran dikemas dalam bentuk yang mudah diterima oleh generasi milenial, sehingga relatable dan dekat dengan mereka. Yayasan Jantung Indonesia terus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa bahwa penyakit jantung bukan hanya penyakitnya para manula.

Di masa pandemi Covid-19 ini, dengan menjaga kesehatan jantung berarti imunitas tubuh kita akan dapat ditingkatkan. Saat ini pun merupakan saat yang paling tepat untuk mengubah gaya hidup dan menjaga kesehatan jantung. Karena orang-orang yang sudah mengidap penyakit jantung dan kardiovaskular akan beresiko lebih berat apabila terpapar virus Covid-19 dibandingkan dengan mereka-mereka yang tidak memiliki penyakit penyerta.

 

YJI : Heart Bike 2020 & Konser Amal Use Heart To Heart Beat, Untuk Peringati Hari Jantung Sehat Sedunia

GayaKeren.id – Tanggal 29 September tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia. Diperingatinya Hari Jantung Sedunia ini merupakan salah satu bentuk dari cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah. Peringatan Hari Jantung Sedunia tahun ini diperingati oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI) dengan menyelenggarakan konser amal virtual Bunga Citra Lestari (BCL) USE HEART TO BEAT HEART DISEASE dan kegiatan funbike yang diberi tajuk Virtual Indonesia Heart Bike 2020: USE HEART TO BIKE.

Esti Nurjadin selaku Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengatakan “Penyakit jantung dan kardiovaskular masih menduduki peringkat paling atas sebagai penyebab kematian baik itu di Indonesia maupun di dunia. Tahun ini YJI menggelar kegiatan berupa konser amal BCL USE HEART TO BEAT HEART DISEASE dan Virtual Indonesia Heart Bike 2020: USE HEART TO BIKE. Konser amal ini sendiri dibuat sebagai penggalangan dana untuk biaya operasi anak-anak dengan penyakit jantung bawaan dari keluarga yang tidak mampu. Sedangkan Virtual Indonesia Heart Bike 2020 diselenggarakan sebagai ajakan untuk tetap menjaga kesehatan dengan cara tetap beraktivitas fisik seperti berolahraga ditengah pandemi tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan serta pembatasan sosial yang ketat.”

Dalam konser amal virtual yang berdurasi 1 jam ini, BCL akan membawakan 9 buah lagu serta akan menampilkan Vidi Aldiano dan Duta Yayasan Jantung Indonesia Mikha Tambayong. Donasi tiket konser amal virtual BCL USE HEART TO BEAT HEART DISEASE bisa didapatkan di www.detik.com/bclconcert. Ada dua kategori tiket donasi yaitu donasi reguler seharga Rp. 75.000,- dan donasi VIP seharga Rp. 250.000,-. Selain itu, BCL juga akan menggalang donasi tambahan secara interaktif dan akan dibuka selama konser berlangsung.

Masih dalam rangka menyambut Hari Jantung Sedunia, YJI akan menyelenggarakan kegiatan Virtual Indonesia Heart Bike 2020: USE HEART TO BIKE. Kegiatan ini adalah kegiatan funbike kali kedua setelah kegiatan Jakarta Heart Bike 2019 yang diselenggarakan sebagai puncak perayaan Hari Jantung Sedunia tahun 2019. Jika tahun kemarin kegiatan funbike ini dilakukan secara massal dengan rute yang ditentukan sejauh 25 kilometer, tahun ini kegiatan Indonesia Heart Bike 2020 akan dilakukan secara virtual di seluruh Indonesia karena adanya pandemi COVID-19 dan terdapat beberapa jenis kategori jarak tempuh yang dapat dipilih oleh peserta.

Ada empat kategori dalam kegiatan funbike ini yaitu kategori pemula, menengah, lanjutan dan kategori beregu masing-masing untuk perempuan, laki-laki, dan campuran untuk beregu dimana kategori pemula harus menempuh 150 kilometer perbulan, kategori menengah harus menempuh 300 kilometer perbulan, kategori lanjutan harus menempuh 600 kilometer perbulan, dan kategori beregu yang terdiri dari 5 peserta harus menempuh 2000 kilometer total keseluruhan perbulan. Registrasi peserta akan dibuka tanggal 30 September 2020 dengan periode bersepeda dari 3 Oktober – 3 November 2020 dan pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada tanggal 9 November 2020 bertepatan dengan HUT YJI Ke-39. Penyelenggaraan Virtual Indonesia Heart Bike 2020 ini akan dilakukan di seluruh Indonesia dengan target peserta sebanyak 3500 orang dan terbuka untuk masyarakat umum.

Mela Sabina sebagai Ketua Penyelenggara Virtual Indonesia Heart Bike 2020 mengungkapkan “Meskipun dalam kondisi sudah diterapkan di era normal baru ini, olahraga merupakan hal yang tidak boleh dilupakan. Ada banyak sekali manfaat yang didapat jika tubuh kita tetap aktif selama masa pembatasan sosial ini salah satunya adalah mengurangi resiko penyakit jantung. Namun perlu diingat bahwa kita tetap harus dengan pembatasan sosial, protokol kesehatan yang ketat, juga dilakukan secara mandiri atau tidak dilakukan secara berkerumun. Virtual Indonesia Heart Bike 2020: USE HEART TO BIKE merupakan salah satu komitmen YJI untuk terus memberikan kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki dan mempertahankan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah sesuai dengan visi dan misi YJI selama ini.”

Kegiatan Virtual Indonesia Heart Bike ini juga didukung penuh oleh Bapak Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum PB ISSI, Bapak Sandiaga Uno beserta Ibu Nur Asia Uno, Reza Pusponegoro selaku Founder IndoRunners, dan juga pembalap profesional kebanggaan Indonesia Rio Haryanto. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran kepesertaan dapat dilihat di www.indonesiaheartbike.com.

Seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan jarak di tiap kategori yang diikuti akan mendapatkan berbagai hadiah menarik disamping banyaknya hadiah hiburan lainnya yang juga akan diberikan kepada peserta Virtual Indonesia Heart Bike 2020. Sebagai pemrakarsa kegiatan ini, YJI juga didukung oleh PT Omron Healthcare Indonesia sebagai sponsor resmi.

Sebagai pelengkap rangkaian acara dalam menyambut Hari Jantung Sedunia, YJI juga akan mengadakan sesi Webinar bertemakan Jantung Sehat Pada Masa Pandemi COVID-19 yang akan diikuti oleh YJI Pusat dan YJI Cabang Utama, Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Pusat dan PERKI Cabang, mitra-mitra YJI dan juga masyarakat umum.